PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
29. Saling Membutuhkan.


__ADS_3

***Apartemen Mewah Kenan Diandra***


"dimana wanita itu sekarang?" tanya Kenan dengan tatapan tajam, kesal sekaligus curiga.


"di kamar anda tuan." jawab Leon ragu-ragu.


"apa…" teriak Kenan marah, dia tidak suka ada seseorang yang menggunakan kamar pribadinya. Apalagi seorang wanita yang baru saja dia kenal?


"lancang sekali kau Leon…!" ucap Kenan marah dengan mencengkram kuat kerah baju Leon, dan tangan kanannya sudah membentuk tinju ingin memukul wajah Leon.


"tenang tuan…saya tidak melakukan apapun di kamar tuan." cegah Leon cepat sebelum Kenan melayangkan tinjunya.


"di sini ada dua kamar Leon…mengapa mesti di kamarku?" ungkapnya tidak senang.


"maaf tuan…hanya di kamar tuan yang tidak terkunci, kamar itu terkunci dan saya tidak bisa menemukan kuncinya." tunjuk Leon pada satu kamar yang ada di belakang tubuhnya, yang ada di lantai bawah, karena kamar pribadi Kenan ada di lantai dua.


Leon melepaskan cengkeramannya, lalu menghela nafas kasar. Dia benar-benar kesal saat ini. Area pribadinya sudah tercemar oleh tubuh Sasha, wanita yang dia tidak tahu asal usulnya sampai detik ini.


Tanpa berpikir panjang lagi, Kenan melangkah menaiki tangga ke lantai atas, dia segera masuk ke dalam kamarnya. Ingin tahu kondisi Sasha, dan betapa terkejutnya Kenan melihat kondisi Sasha saat ini.


Sasha terkapar lemas di atas ranjang dengan ikatan pada kedua tangannya yang di ikat dengan sebuah dasi, kakinya di ikat dengan sebuah jas luaran, mulutnya di ikat menggunakan sapu tangan, gaun dan rambutnya sudah acak-acakan. Wajah Sasha nampak menderita menahan sesuatu di dalam tubuhnya saat ini.


"apa yang kau lakukan padanya?" tanya Kenan melihat Sasha dan Leon secara bergantian.


"maaf tuan…saya harus berbuat itu pada nona Sasha, karena dia sangat brutal saat ini, nona Sasha dalam pengaruh obat perangsang tuan." jawab Leon dengan berat hati.


"apa…!" terkejut Kenan."obat perangsang." sambungnya lagi.


"iya tuan." jawab Leon dengan anggukan kepalanya.


"bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Kenan ingin tahu.


"saat nona Sasha saya turunkan di depan gang rumahnya, nona Sasha masih baik-baik saja tuan. Lalu saya tinggalkan, beberapa menit kemudian saya teringat akan sesuatu, saya lupa memberikan uang yang anda titipkan untuknya, saya pun balik lagi ke arah rumah nona Sasha. Dari kejauhan saya melihat nona Sasha tengah di paksa oleh dua pria untuk masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan gang rumahnya. Dengan segera saya menghentikannya tuan." cerita Leon tentang kejadian yang dia alami.


"saya berhasil mengalahkan ketiga pria tersebut, lalu membantu nona Sasha yang sudah terkapar di atas tanah. Saat saya ingin membantu nona Sasha, ternyata reaksi obat perangsang itu sudah bekerja. Nona Sasha berusaha untuk…!!" ucap Leon ragu-ragu.


Leon tidak bisa mengatakan kalau Sasha tiba-tiba memeluk dan mencium bibirnya dengan brutal. Leon tidak ingin Kenan akan menganggapnya mesum, dan mengambil kesempatan di saat Sasha tidak sadarkan diri.


"berusaha untuk apa?" tanya curiga Kenan dengan memicingkan matanya.


"berusaha memeluk saya tuan…sembari dia terus bicara yang tidak jelas. Dari sana saya tahu nona Sasha sudah mendapatkan obat perangsang, dan saya pikir tidak bisa membawa nona Sasha pulang kerumahnya, apa yang akan di katakan oleh ibunya di rumah?"


"mengapa kau pedulikan itu, kau tahu kan di rumahnya ada suaminya, biar suaminya yang urus." ucap Kenan yang belum mengetahui kalau Sasha sebenarnya adalah single parent. Tidak memiliki seorang suami.


"maaf tuan…sebenarnya nona Sasha adalah single parent tuan… tidak memiliki suami."


Kenan mengerutkan alisnya melihat Leon.


"apa maksudmu?"

__ADS_1


"nona Sasha memang memiliki seorang anak laki-laki, tetapi tidak memiliki seorang suami. Mereka sudah lama bercerai."


"dari mana kau tahu?"


"dari nona Sasha sendiri, sekilas bercerita kepada tuan Rion."


"kau tahu siapa mantan suaminya?"


"tidak tuan !" geleng Leon.


Kenan menarik dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dia kembali melihat ke arah Sasha yang sedang menggeliatkan tubuhnya. Hingga gaun bawahnya tersingkap ke atas.


"balikkan badanmu…!" perintah Kenan dengan cepat membalik tubuh Leon membelakangi Sasha.


Kenan segera menarik tangan Leon untuk keluar dari kamar tersebut. Tepatnya dia juga menghindari pemandangan yang kurang baik untuk matanya, apalagi dia pria normal yang juga menyukai seorang wanita?


Kenan sekilas melihat gaun bawah Sasha tersingkap ke atas yang membuat sesuatu di area wanita Sasha terlihat. Kenan tidak bisa dan malu melihat hal tersebut.


Kenan dan Leon kini sedang berada di luar kamar, Leon tahu maksud dari atasannya tersebut karena dia juga melihat sekilas, apa yang di lihat oleh Kenan?


"panggilkan dokter ke sini." perintah Kenan.


"percuma tuan…ini tidak akan berhasil, dokter tidak akan bisa berbuat apapun?" jawab Leon dengan kebenaran yang ada.


Pengaruh obat perangsang tidak akan bisa hilang, dengan obat dari dokter. Pengaruh itu akan hilang, bila sang penderita sudah melakukan pelepasan pada tubuhnya. Bila tidak saraf otaknya yang akan terkena masalah.


Kenan sebenarnya tahu itu, tetapi dia tidak tahu harus berbuat apalagi?


"tidak tuan…tuan bisa menolongnya." ucapnya.


"apa kau sudah gila Leon…? kau tahu aku bukan orang yang seperti itu."


"saya tahu tuan."


"kalau begitu apa perlu saya panggilkan tuan Rion atau tuan Kevin saja untuk membantu nona Sasha?" tawar Leon dengan tatapan intensnya melihat mimik wajah Kenan.


"kau gila Leon…jangan…!" larang Kenan.


"lalu kita harus apa…?" tanyanya.


Kenan mengusap wajahnya kasar, dia juga bingung harus apa? bagaimana harus membantu Sasha lepas dari penderitaannya? Kenan berjalan mondar mandir seperti setrikaan. Dia sedang berpikir mencari solusinya.


"ayolah tuan…kasihan nona Sasha…"


"apa kau pikir segampang itu mencari solusinya?"


"biar saya hubungi tuan Rion saja, dia pasti mau membantu nona Sasha." ucap Leon sembari mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya.


"tidak…jangan…!" cegah cepat Kenan dengan merebut ponsel dari tangan Leon.

__ADS_1


Mereka saling memandang.


"baiklah…aku yang akan membantunya, tapi ingat…" ucap Kenan.


"rahasiakan ini semua." ungkap Kenan kembali.


"tentu tuan…kalau begitu saya permisi, tolong jaga dan bantulah nona Sasha lepas dari penderitaannya." ungkap Leon sembari merebut kembali ponselnya.


Leon dengan segera berlari menuruni tangga, dan keluar dari apartemen itu, dari pada atasannya akan berubah pikiran lagi.


"maafkan saya nona Sasha…maafkan saya tuan Kenan…mungkin ini sudah takdir kalian berdua, semoga setelah kejadian ini kalian berdua menemukan suatu harapan. Terutama harapan dalam cinta. Semua pilihan dalam cinta seseorang tidak ada yang tahu." gumam Leon sembari melangkah menuju ke parkiran mobilnya, meninggal dua insan yang sedang berjuang di dalam apartemen Kenan yang mewah.


Sedangkan Kenan yang masih mondar mandir di luar kamarnya, masih berpikir dan ragu untuk melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dia lakukan bersama Sasha. Kenan mungkin biasa melakukannya, tetapi dengan seorang wanita yang bersih dan sudah di pilih secara ketat.


Diapun menghela nafasnya dengan kasar. Kenan lalu masuk ke dalam kamarnya, Kenan melihat Sasha yang masih terbaring di atas ranjang dengan tubuh yang masih meliuk-liuk. gaun bawahnya sudah tersingkap dan memperlihatkan sesuatu yang membuat Kenan panas dingin saat ini.


Kenan menelan salivanya karena melihat suatu pemandangan di depan matanya. Apakah ini sebuah musibah ataukah ini sebuah berkah untuknya? Kenan pun tidak tahu jawabannya.


Perlahan Kenan mendekati Sasha, wajah Sasha masih terlihat cantik walaupun rambutnya telah acak-acakan. Perlahan Kenan naik ke atas ranjang dan duduk di samping Sasha. Dengan lembut dia merapikan rambut Sasha yang menutupi sebagian wajahnya.


Sasha membuka matanya perlahan saat ada sentuhan pada wajahnya, tatapan sendu dan lembut Sasha membuat Kenan terhipnotis. Lagi-lagi Kenan dengan susah payah untuk menelan salivanya. Sasha berusaha bersuara tetapi tidak bisa karena mulutnya masih tertutup sapu tangan yang di ikat oleh Leon.


Kenan melepaskan sapu tangan itu.


"to…lo…ng…!" gumam Sasha pelan, dia setengah sadar saat melihat Kenan ada di hadapannya.


Tubuhnya yang sudah panas dan terasa tidak nyaman, dia merasakan tubuhnya butuh pelepasan. Sangat membuat Sasha menderita batin, pikiran dan tubuhnya. Dia hampir gila akan rasa yang dia rasakan.


Kenan tidak menjawab, dia melepaskan ikatan tangan dan kaki Sasha. Dengan cepat Sasha melakukan pergerakannya, Sasha menyerang Kenan hingga kini Kenan berada di bawah kungkungannya. Tanpa aba-aba Sasha mencium bibir Kenan dengan cepat, lembut dan manis yang di rasakan oleh Kenan.


Ciuman Sasha lembut tetapi penuh *****, perlahan Kenan terbawa suasana. Diapun membalas ciuman Sasha, pagutan lembut bibir mereka kini telah berubah semakin panas dan liar, Sasha yang memang ada di bawah pengaruh obat perangsang. Tanpa rasa malu meraba dada bidang Kenan, hingga kaos putih yang di kenakan oleh Kenan tersingkap ke atas.


Gairah Kenan yang sudah naik, kini meraba punggung Sasha yang terlihat dari balik gaun atas Sasha yang terbuka, Sasha mengeluarkan lenguhannya, karena menikmati sentuhan tangan Kenan yang membuat tubuhnya nyaman.


Pergerakan perlahan tapi pasti yang mereka lakukan, membuat keduanya kini telah sama-sama dalam keadaan polos, tatapan mata Sasha yang sudah penuh akan gairah, menatap lembut mata Kenan yang juga menatapnya. Keduanya sudah tertutupi oleh api gairah yang tidak bisa di tahan lagi.


"apa aku boleh melakukannya?" tanya Kenan dengan lembut dan tatapan yang tidak lepas dari mata Sasha.


Sasha yang memang masih dalam pengaruh obat perangsang, dan merasa nyaman akan semua sentuhan yang di berikan oleh Kenan pada setiap inci tubuhnya, hanya bisa menganggukkan kepalanya setuju. Sesuatu milik Sasha yang ada di bawah sana ingin pelepasan agar terasa lega, begitu juga dengan milik Kenan yang sudah berdiri menantang.


Mereka sama-sama saling membutuhkan saat ini, Sasha butuh pelepasan dan Kenan sudah sangat lama tidak melakukannya. Dengan segera dan perlahan Kenan menuntun miliknya untuk masuk ke dalam tubuh Sasha. Kenan tidak percaya sama sekali dengan apa yang dia rasakan pada milik Sasha? masih terasa sempit dan hangat di dalamnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2