PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
2. Ganti Rugi.


__ADS_3

…Restoran Mulia…


Kami kini berada di dalam ruang kerja manager restoran tempat aku bekerja, ke 4 pria yang menjadi tamu VVIP tersebut ingin menuntutku, atas tindakan kasar yang aku lakukan.


Aku hanya diam tanpa pembelaan apapun, mimik wajahku datar dan dingin, malas untuk membela ataupun melawan mereka, tetap akan kalah juga. Tidak akan bisa menang melawan yang banyak duitnya apalagi di tambah sombong dan sok kuasa seperti pria ini.


Sesekali aku melirik tajam pada pria yang terus melihatku, tidak hanya satu yang melihat ke arahku, tetapi ke 4 pria tersebut. Terlihat salah satu pria yang ada di sana berbisik, pada pria yang marah-marah karena terkena tumpahan jus di celana dan jasnya.


'paati ada yang akan mereka rencanakan' gumamku dalam hati curiga melihat tingkah kedua pria yang sedang berbisik-bisik.


Akan ku tunggu apa tuntutan kalian? yang pasti aku harus mencari tempat kerja baru lagi setelah ini, karena sudah di pastikan aku di pecat dari sini.


'Ya Tuhan menjadi orang biasa tanpa kuasa sangatlah banyak rintangannya.' gumamku lagi dan aku sudah pasrah.


"baiklah pak manager…aku tidak akan menuntut kalian, tetapi ada satu syarat dariku…!!" ungkap pria tersebut seraya melirikku.


"syarat apa tuan…?" tanya pak manager pada pria tersebut.


"aku minta pelayan ini ikut denganku selama satu bulan, bekerja untuk ku menjadi pelayanku." ungkapnya yang membuat aku terkejut membulatkan mataku dengan sempurna.


Bagaimana mungkin aku bisa bekerja dengannya? waktuku saja sudah habis seharian ini, dan ini harus di tambah lagi dengan ikut bekerja dengannya. Yang benar saja, akupun melihat pada pak manager yang tahu akan kondisi ku saat ini, yang bekerja dua tempat.


"maaf …tuan apa itu tidak berlebihan tuan…?" tanya pak manager seakan tahu maksud tatapan mataku yang minta pertolongan padanya, sedangkan pria tersebut terlihat tidak puas akan bantahan pak manager.


"kau pikir berapa harga satu setel pakaian yang aku gunakan? bahkan gajimu dalam satu tahun saja tidak bisa membeli pakaian mahalku." ungkap pria tersebut menyombongkan harga pakaian mahalnya.


"begini saja, kau ganti rugi pakaianku yang harganya 150 juta dan aku akan melepaskan pelayan ini, belum termasuk biaya rumah sakit atas teman dan tanganku yang sakit ini…" ungkapnya seraya menggerakkan lengannya yang aku pelintir tadi.


Mataku membulat dengan sempurna mendengar harga fantastis satu setel pakaiannya.


'150 juta itu berapa bulan gajiku di sini dan gaji menjadi CS ya…? habis dong gajiku, lalu anak dan mamaku makan apa?' gumamku dalam hati.


"maaf tuan…masalahnya Sasha sudah bekerja dua tempat sehari, jadi kalau mau di tambah satu tempat lagi sehari waktunya akan habis." ungkap pak manager menjelaskan.


"bagaimana pegawai mu bisa bekerja dua tempat dalam sehari? apa dia semiskin itu sampai harus bekerja dua tempat sehari?" tanya menghina pria tersebut melihat remeh padaku.


"maaf tuan…apa ada cara lain…tolong mengertilah kondisinya."


"tidak bisa…aku akan menuntut kalian, ganti rugi bajuku 150 juta dan 100 juta untuk biaya pengobata kami berdua. Jadi totalnya 250 juta. Bereskan aku tidak akan meminta lebih lagi." ungkapnya yang membuatku geleng-geleng kepala melihat pria itu.


"apa kalau saya bekerja pada anda sebulan? semua pembayaran itu bisa lunas…?" tayaku yang sudah tidak tahan untuk diam saja.


"tentu saja…kalau kau mau menjadi pelayan pribadiku, aku akan melunasi semua pembayaran itu."


"tapi saya masih harus bekerja menjadi CS di pagi hari."


"aku tidak peduli, karena kau harus bekerja padaku sampai aku tertidur baru kau boleh pulang."


"anda mencari pelayan atau babysister sih?" tanyaku yang membuat ketiga temannya tertawa lucu mendengar ucapanku.


"kau coba mengataiku…? apa kau mau aku menambah tuntutan mu?" ucap tajam pria tersebut.


"tidak tuan…maafkan saya tuan…"


'gawat kalau di tambah lagi, itu saja sudah pusing gantinya.' gumam ku dalam hati, takut juga kalau sudah di ancam begini.

__ADS_1


"bagaimana? cepat berikan aku jawabanmu sekarang juga, kami sudah tidak ada waktu lagi." paksanya.


'Bagaimana ini? berarti aku harus mengundurkan diri dari pekerjaan menjadi CS, tapi gaji di sana lumayan tinggi untuk ku?'


"kenapa kau diam saja?"


"maaf tuan, kalau saya harus bekerja pada anda dan berhenti menjadi CS, bagaimana saya memberi makan keluarga saya tuan?" tanyaku dengan mimik sedikit sedih berharap pria ini iba.


"itu bukan urusan ku, kalau kau tidak mau berhenti bekerja menjadi CS, ya tinggal ganti rugi aku 250 juta, bereskan…?"


"aahhh…apa bisa saya cicil tuan, dan saya akan bekerja pada tuan di saat sore hingga malam, dan seharian penuh di hari libur, saya libur hari minggu tuan." tanyaku coba bernegosiasi.


Terlihat dia ingin membalasku, tetapi di halangi oleh temannya yang berbisik tadi. Mereka lagi-lagi main bisik-bisikan.


"begini saja, besok hari Minggu, kau datang ke rumahku…di sana kita negosiasi, kita akan melakukan kontrak agar kau tidak lari." ungkapnya. yang membuat aku sedikit curiga.


"aku tidak akan macam-macam pada gadis seperti mu, apa kau pikir aku akan membuat nama baik keluargaku tercemar hanya karena gadis sepertimu?" ungkapnya.


"baik tuan…" pasrahku. Lalu pria tersebut menuliskan alamat rumahnya di secarik kertas.


"mana ponselmu?" tanyanya.


Aku hanya diam dan memberikan langsung ponselku, terlihat dia mengetikkan nomernya yang langsung berdering pada ponselnya.


"jangan coba-coba kabur…karena kemanapun kau kabur, aku pasti bisa menemukan mu."


"saya tahu tuan…" ungkapku seraya merampas ponselku dan mengambil secarik kertas yang ada di atas meja kerja manager.


"baiklah…waktu kami sudah habis, dan ingat datang besok pagi jam 8 pagi ke alamat ini…!" peringatnya menunjuk ke arah ku.


"apa kau sanggup bekerja pada pria itu? apa kau tidak tahu siapa pria itu?" tanya pak manager dan aku hanya menggelengkan kepalaku.


"dia adalah salah satu putra anak terkaya ke 2 di kota ini, putra kedua keluarga Diandra dan kau lihat pria yang berbisik padanya? itu adalah kakak tertuanya."


"lalu saya bisa apa lagi pak manager? saya tidak punya uang sebanyak itu untuk ganti rugi."


"makanya…lain kali emosi itu di tahan…"


"saya salah pak manager." ungkapku dengan mimik sedih.


"baiklah…aku hanya bisa membantumu untuk libur bekerja sebulan dari sini, dan akan aku bantu jelaskan pada pak bos."


"terima kasih pak manager, anda memang yang paling baik sama saya." ungkapku berbinar bahagia.


"baiklah…pulanglah dan istirahat."


Aku pun menganggukkan kepalaku dan keluar berlalu dari ruangan tersebut, saat ada di ruang loker aku bertemu dengan Lisa, yang memang menunggu kedatanganku. Lisa memeluk diriku dan menangis.


"maafkan aku Sasha…karena aku kau mendapatkan masalah." ucapnya menyesal.


"sudahlah Lisa…itu juga karena aku tidak bisa menahan emosiku, lagi pula mereka sangat sombong dan sok kuasa sekali." balasku dengan menepuk lembut punggung Lisa.


"nanti aku juga bantu kamu, buat membayar kerugiannya." ungkapnya melihat sedih padaku.


"tidak usah…kau lebih memerlukannya, biarlah…lagi pula hukumanku hanya sebulan saja."

__ADS_1


"lalu bagaimana semua pekerjaan mu?"


"sementara aku di liburkan sebulan dari sini, dan aku akan sementara mengatur waktu di tempatku menjadi CS."


"maafkan aku ya Sasha…dan terima kasih kamu selalu baik membantuku."


"kau yang selalu baik padaku, dari aku datang di kota ini, kau selalu ada untuk membantuku, kau sahabatku yang paling baik Lisa."


Lisa adalah temanku semasa SMA dulu saat di kota A, dia temanku yang paling dekat dan baik padaku, kami tidak ada merahasiakan apapun, kami berpisah saat dia harus ikut kedua orang tuanya yang pindah tugas, karena kebetulan tempat papa Lisa bekerja memiliki cabang di sini. Perusahaan papa Lisa bekerja lah tempat ku menjadi CS, itupun atas bantuan beliau yang membantuku bekerja di sana.


Aku banyak mendapatkan bantuan dari Lisa dan orang tuanya, aku bersyukur mempunyai teman seperti Lisa. Dan kedua orang tuanya juga sudah menganggap ku sebagai putri mereka, dan Ryota sebagai cucu mereka.


"sudahlah Lisa ayo kita pulang." ajakku, karena hari ini aku sangatlah lelah sekali, dan besok waktunya aku bertempur melawan tuan muda dari keluarga Diandra.


......................


Pagipun tiba, kini aku sudah berada di depan rumah yang tepatnya di sebut mansion istana, karena sangat besar dan mewah. Aku jadi teringat saat dulu masih menjadi seorang istri orang kaya, tetapi itu hanyalah kenangan masa laluku.


"nona…mencari siapa?" tanya security di depan pintu gerbang.


"saya mencari tuan Diandra pak…" balasku, karena aku memang tidak tahu nama pria tersebut.


"tuan Diandra keluar kota nona…"


"kapan perginya pak…baru semalam kami bertemu, dan tuan Diandra yang menyuruh saya datang kesini." tanyaku karena heran.


"kamu sudah datang…!!" ucap seorang pria di belakangku.


Dengan segera aku berbalik badan, dan melihat pria yang kamarin main bisik-bisikan, dan aku ingat kata pak manager kalau pria ini adalah kakak tertua dari pria yang akan menuntut kemarin. Pria itu melihatku dengan heran karena aku hanya diam melihatnya saja.


"pagi tuan muda Kenan…" sapa security yang membuat aku tersadar dari tatapanku padanya.


"pagi pak…biarkan dia masuk…dia tamunya Rion."


"baik tuan muda." ungkapnya memberikan perintah.


'pria yang memang tampan, apa setiap putra orang kaya selalu tampan begini ya…?' gumamku dalam hati seraya ikut masuk dan berjalan di belakangnya.


Aku terus ikut melangkah di belakangnya, mengikuti pria tampan yang terlihat segar sehabis olah raga pagi, aku terus ikut masuk ke dalam mansion yang terlihat besar dan mewah.


"kau tunggulah di sini…akan aku panggilkan Rion." ucapnya mempersilahkan aku duduk di sofa yang ada di ruang tengah.


"terima kasih tuan." balasku.


Pria itu langsung berlalu dan menaiki tangga menuju ke atas, sedangkan aku hanya bisa duduk dan memperhatikan di sekeliling ku melihat seisi ruang tengah yang banyak terdapat benda-benda mahal disana. Terlihat juga photo keluarga yang sangat besar, terdapat dua pria adik kakak tersebut dan kedua orang tuanya. Keluarga yang harmonis dan bahagia menurutku, tanpa sadar aku tersenyum melihat photo keluarga Diandra.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2