PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
54. Berbaikan Kembali.


__ADS_3

***Perusahaan King Group***


Sasha tahu jika Ryota putranya itu sedang marah, cemburu dan kecewa. Sasha dapat mengerti bagaimana perasaan Ryota saat ini? Namun Sasha sangat heran kepada Ryota yang selama ini selalu bertanya tentang papa kandungnya.


Biasanya setiap teman pria yang berusaha mendekati Sasha, Ryota pasti akan bertanya. Apakah pria itu adalah papanya? Namun sekarang begitu dia bertemu dengan Alan, mengapa sikap Ryota tidak bisa menerima Alan dengan baik? Jika melihat dari kecerdasan dan kepekaan Ryota, Sasha tahu jika Ryota sadar Alan Kendrick adalah papa kandungnya.


Tapi mengapa sikap Ryota seperti membatasi dirinya? agar Alan tidak mendekatinya. Sasha tidak ingin Ryota merasakan sesuatu yang menyakiti hatinya sendiri.


"Sayang, Ryo jangan seperti itu. Itu tidak sopan nak…!!" Ucap Sasha memeluk erat Ryota dari arah belakang, Sasha melihat wajah putranya dari arah samping.


Alan terus melihat dan sabar menyaksikan apa yang sedang di lakukan Sasha dan putranya tersebut?


"Mama, ayo kita pulang. Ryo tidak suka di sini." Balas Ryo sembari memalingkan wajahnya dari melihat Alan.


"Tapi sayang, ini masih jam kerjanya mama." Bujuk Sasha. Sasha bukan tidak ingin atau tidak mengerti perasaan serta keinginan Ryota. Namun kedisiplinan dan patuh pada sebuah aturan adalah pedoman yang baik untuk di pelajari oleh Ryota sejak dini.


"Mama tidak sayang sama Ryo lagi?" Tanya Ryota dengan raut sedih. Alan dan Sasha dapat melihatnya.


"Tidak sayang. Bukan begitu? Ryo adalah kesayangan mama. Mana mungkin mama tidak sayang sama Ryo?"


"Kalau begitu ayo kita pulang. Ryo tidak suka ada di sini."


"Kenapa Ryo tidak suka?" Sasha ingin tahu isi hati sang putra.


"Ryo tidak suka Serly berusaha merebut mama dari Ryo. Mama cuma boleh jadi mama Ryo, dan tidak boleh ada anak yang lainnya. Ryo tidak suka." Ungkap Ryota dengan menundukkan kepalanya.


'deg deg.' Hati Sasha berdetak karena mengingat sesuatu akan perkataan Ryota. 'Tidak boleh ada anak yang lainnya.' Bagaimana bisa tidak boleh ada anak yang lainnya? Sedangkan dirinya kini tengah hamil, dan sedang mengandung anak dari Kenan.


Sekilas Sasha melihat ke arah Kris yang melihatnya juga, Kris adalah satu satunya di sana yang tahu jika Sasha sedang hamil. Kris dapat mengerti perasaan Sasha saat ini, sungguh perjalanan hidup Sasha penuh akan lika liku dan cobaan yang tiada henti.


Bagaimana bisa Sasha menjelaskan kepada Ryota? yang akan menjadi seorang kakak dan memiliki adik darinya. Jika sebelum tahu Sasha hamil, Ryota sudah menolak kehadiran anak yang lainnya? Sasha dilema dan bingung harus apa sekarang?


Putranya sendiri berkata seperti itu, bagaimana dia menjelaskan akan masalah yang baru saja Sasha dapatkan itu? Apakah Ryota bisa menerimanya dan tidak bersedih akan kenyataan ini?


Sasha menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, untuk melegakan sedikit sesak yang membebani hatinya saat ini.


"Sayang, my prince." Bujuk Sasha sembari mengecup sayang pipi Ryota dari arah samping.


"Ryo tahukan, Ryo itu cinta sejatinya mama. Jadi mana mungkin mama akan berpaling dari Ryo? Ada anak lainnya ataupun tidak, Ryo akan tetap menjadi anak kesayangan pertama yang mama miliki. Jadi Ryo tidak boleh bicara seperti itu." Bujuk rayu Sasha, dia ingin anaknya melunak serta berusaha meluruskan masalanya agar tidak bertambah rumit.


Alan terus memperhatikan kedua orang yang ada dihadapannya, satu adalah wanita yang pernah dia cintai dan ada di hatinya dahulu, satunya lagi adalah putra kecil tampannya, putra buah cintanya bersama Sasha. Alan melihat ikatan kasih sayang dan cinta yang kuat di antara mereka berdua.


Ryota masih diam menunduk, namun dia masih berusaha mencerna apa yang di katakan oleh mamanya itu?

__ADS_1


"Sayangnya mama." ucap Sasha mengecup sayang pipi gembul Ryo. Tetapi Ryota hanya diam tanpa reaksi apapun?


"Ryo, kalau Ryo seperti ini terus. Mama juga akan ikut sedih. Mama sedih dan ingin menangis." Bujuk Sasha dengan nada yang di buat sedih.


Ryota melihat ke arah mamanya, benar saja Sasha memasang wajah sedih. Ryota yang sangat menyayangi dan mengasihi sang mama, tidak tega melihat kesedihan yang ada di wajah sang mama. Ryota berbalik badan dan memeluk Sasha erat.


Bagaimana pun cerdas dan jeniusnya Ryota? dia tetaplah seorang anak yang sangat menyayangi dan mengasihi mamanya. Satu satunya orang tua yang selama ini melindungi, menjaga dan menyayanginya selain Omanya di rumah.


"Jangan sedih mama." Ucapnya pelan sembari memeluk erat tubuh Sasha.


"Mama tidak akan sedih, kalau Ryo tidak marah lagi." Balas Sasha sembari membelai lembut punggung Ryota.


"Iya Ryo tidak akan marah lagi." Angguknya setuju.


"Kalau begitu, minta maaf sama Serly."


"Tidak mau." gelengnya, dia masih tidak terima jika Serly menginginkan mamanya.


"Kenapa tidak mau?"


"Serly mau rebut mama dari Ryo." Rajuknya sembari mengeratkan pelukannya.


"Sayangku, Serly tidak ada niat seperti itu. Serly hanya menyayangi mama seperti dia menyayangi mamanya di rumah." Balas Sasha ingin memberikan pengertian untuk putranya tersebut. Sasha ingin Ryota dan Serly berbaikan kembali.


"Seharusnya Ryo senang, Serly sudah mau menyayangi mama seperti mamanya sendiri. Ryo tidak boleh seperti itu akan sikap tulus Serly, Ryo harus selalu baik terhadap Serly yang juga selalu bersikap baik sama Ryo selama ini di sekolah." Ungkap Sasha mengingatkan Ryota akan sikap baik Serly selama mereka menjadi teman di sekolah.


"Benar seperti itu?" Tanya Ryo dengan melihat intens wajah sang mama.


"Iya sayang. Serly teman yang baik kan untuk Ryo selama di sekolah. Ryo selalu bercerita kepada mama, jika Serly memberikan sesuatu kepada Ryo, dan Ryo senang. Itu artinya Serly adalah teman yang baik untuk Ryo. Teman yang baik sama artinya seperti seorang saudara. Jadi tidak masalah jika Serly dan Ryo jadi anaknya mama. Mama tahu kalian berdua anak-anak yang baik hati. Iya kan?"


Ryota menatap serius mamanya. Sasha tersenyum tulus melihat sang putra.


"Apa Ryo bukan anak yang baik hati, seperti harapan mama?" Ucapnya sedikit terlihat kecewa.


"Tidak mama, Ryo anak mama yang baik hati." Balasnya dengan cepat memeluk sayang sang mama.


"Kalau begitu, minta maaf dan baikkan dong sama Serly. Lihat tuh, Serly sampai nangis. Pria sejati tidak akan membuat seorang wanita menangis, apa Ryo masih ingat ucapan mama ini?" Ucap Sasha dengan senyum. Ryota hanya menganggukkan kepalanya setuju.


Namun perkataan Sasha menusuk bagi Alan Kendrick yang pernah membuat beberapa wanita, bahkan Sasha menangis. Alan menatap intens dan teduh ke arah dua orang yang saling mengasihi, terlihat jelas ikatan kuat di antara mereka berdua. Sasha sangat baik dalam mengasuh serta mengarahkan Ryota jadi anak yang baik dan penurut mau mengikuti semua ucapan Sasha.


"Baik mama." Setuju Ryota.


Lalu Ryota membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Serly yang masih memeluk tubuh Alan. Sekilas Ryota melihat ke arah Alan, namun cepat mengalihkan pandangan matanya ke arah punggung Serly.

__ADS_1


"Serly…!!" Panggil Ryota. Sedangkan Serly masih diam dalam pelukan Alan. Alan tahu harus berbuat apa saat ini? Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat kedua anaknya berbaikan.


"Sayang, Ryo sudah tidak marah lagi sama Serly. Itu di panggil sama Ryo." Bujuk Alan kepada Serly.


Serly mengerti akan perkataan sang papa, diapun melepaskan pelukannya lalu melihat ke arah Ryota yang mendekatinya dan mengulurkan tangan ke arah Serly.


"Aku minta maaf, karena sudah buat Serly sedih dan nangis." Ucap pelan Ryota menatap intens ke arah wajah Serly yang masih basah karena air matanya.


Serly menghapus jejak air mata di wajahnya. Lalu menyambut uluran tangan Ryota.


"Iya, Serly maafin. Serly juga minta maaf sudah buat Ryo marah." Balas Serly.


Sasha dan Alan tersenyum dengan keluguan dan sikap manis dua anak yang ada di hadapan mereka. Namun senyum keduanya hilang, begitu tatapan mata mereka bertemu.


"Serly tidak mau rebut tante cantik kok Ryo…, Ryo jangan bilang kalau Serly mau rebut mama Ryo. Serly hanya cemburu karena Ryo punya mama yang baik dan sayang sama Ryo, Serly juga mau punya mama seperti itu." Ucap jujur Serly, yang sontak membuat Sasha terkejut. Namun Alan terlihat sedih akan keinginan tulus sang putri.


Serly benar benar rindu dan haus akan kasih sayang dari sang mama. Bahkan Bella tidak pernah sekalipun melihat putri mereka karena terlalu sibuk akan bisnisnya. Alan mengeraskan rahangnya dan kepalan kuat pada tangannya mengingat keegoisan Bella. Tidak pernah peduli kepada putrinya sendiri.


"Serly boleh kok jadi anaknya mama Ryo. Kata mama kita berdua anak yang baik hati, jadi boleh sayang sama mama. Iyakan ma…!?" Ucap Ryota melihat ke arah belakang, di mana Sasha masih melihatnya.


"Iya sayang." Jawab dan angguk Sasha melihat teduh ke arah Serly.


"Benar Ryo, Ryo ngk marah." Tanya Serly ingin kejelasan.


"Iya." Angguk Ryota.


"Jadi mulai sekarang boleh Serly panggil tante cantik, mama…!?"


"Boleh kalau mama izinin."


Ryota dan Serly melihat ke arah Sasha yang terdiam melihat ke arah mereka berdua secara bergantian. Serly ingin memanggil Sasha dengan sebutan mama, Apa itu pantas? Itulah yang di pikirkan oleh Sasha saat ini.


Ini tidak benar, dan Sasha tidak bisa begitu saja untuk setuju. Agar tidak ada yang salah paham akan panggil Serly terhadap Sasha. Sasha juga tidak ingin mencari masalah terhadap keluarga Kendrick, Sasha ingin mencari posisi yang aman. Dan itu ada pada keputusan Alan.


"Itu…Tanyakan dulu sama papa Serly." Ucap Sasha pada akhirnya.


Sasha yakin, Alan juga sama seperti dirinya. Ini tidak benar, bagaimana mungkin Serly memanggil mama kepada Sasha? Sedangkan Serly masih memiliki mama, apa yang akan di katakan orang lain saat mendengar panggilan itu? Jadi Sasha yakin Alan pasti bisa memberikan pengertian kepada putrinya itu.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2