PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
57. Perhatian Dan Bersikap Baik.


__ADS_3

***Perusahaan King Group***


Sasha heran melihat semua makanan yang ada di atas meja kaca di hadapannya. Semua makanan kesukaan Sasha tersaji di atas meja, dan itu adalah ulah Alan.


"Cepat makan selagi masih hangat." Ucap Alan melihat intens ke arah Sasha yang hanya duduk dengan diam dan hanya melihat heran ke arah semua makanan yang ia pesan.


"Apa ini?" Tanya Sasha tidak mengerti. Ada apa dengan Alan yang tiba-tiba menyediakan semua makanan kesukaan Sasha hari ini.


"Makan siang kita." Balas Alan dengan santai sembari mengambil satu sendok penuh daging lada hitam dan meletakkannya ke atas piring nasi yang ada di hadapan Sasha.


'Makan siang kita, ada apa dengannya?' Gumam Sasha curiga di dalam hatinya. Apalagi dengan ucapan Alan yang mengatakan kata 'kita'.


"Apa anda sakit, tuan?" Tanya Sasha melihat heran dan tidak percaya ke arah Alan.


Alan menghentikan gerakannya, dia meletakkan dengan sedikit kasar sendok yang ia pegang. Alan merasa jika perhatian yang ia berikan tidak dapat di terima dengan baik oleh Sasha.


"Aku baik-baik saja, yang sakit itu kau." Tunjuk Alan ke arah Sasha.


Sasha mengerutkan keningnya, lalu berkata.


"Saya baik-baik saja, tuan."


Alan menghela nafasnya yang terasa sesak dan berat, Sasha benar benar tidak peka akan perhatian darinya.


"Cukup makan saja dengan tenang dan habiskan semua makanan ini." Ucap Alan mutlak dan tidak ingin di bantah lagi. Diapun tahu jika Sasha tidak akan bergerak jika tidak memakai sedikit kelemahannya.


"Jika kau tidak menghabiskan semua makanan ini, gajimu ku potong setengah di bulan ini." Ancam Alan yang mampu membuat mata Sasha membulat dengan sempurna, karena terkejut akan ancaman Alan padanya.


"Mana bisa seperti itu, tuan." Ucap Sasha mencoba untuk membantah.


"Aku atasan di sini, aku aturan di perusahaan ini. Jadi aku bisa melakukan apapun yang aku kehendaki."


Sasha hanya diam dengan raut wajah tidak percaya, dia tahu perkataan Alan adalah sebuah perintah yang mutlak baginya, tidak dapat di bantah lagi. Jika tidak ingin kehilangan setengah gajinya, Sasha harus mengikuti semua ucapan Alan tadi.


Tanpa banyak bicara lagi, dengan hati yang dongkol dan terpaksa Sasha meraih sendoknya, lalu memakan makanan yang ada di hadapannya. Sasha berusaha memakan semua yang di sajikan oleh Alan untuknya.


Tanpa Sasha sadari, sikap patuh Sasha menerbitkan senyum bahagia dan kemenangan pada bibir Alan. Alan suka jika Sasha bersikap patuh padanya, harapan besar ingin dekat bersama Sasha kembali hinggap di hatinya.


Sasha yang takut akan kehilangan setengah gajinya, terpaksa berusaha untuk menghabiskan makanan tersebut. Kondisi keuangannya saat ini sangat tidak bagus, dia sudah hidup menderita dengan gaji yang cukup sulit untuk di atur cara pemakaiannya. Jadi bagaimana bisa dia hidup baik dengan gaji yang akan Alan potong setengahnya? Alan tidak tahu itu.


"Makan ini, kau sangat menyukainya bukan." Ucap Alan sembari meletakkan satu sendok penuh daging lada hitam ke atas nasinya.


"Terima kasih." Ucap singkat Sasha dengan senyum yang ia paksakan, lalu kembali melanjutkan makannya.


Alan tersenyum senang melihat raut wajah Sasha yang terlihat menggemaskan di matanya. Sasha merajuk dan kesal padanya karena ancamannya tadi.


"Mulai hari ini, kita akan terus makan siang bersama. Jika ada lembur sampai malam, kita juga akan makan malam bersama. Kau mengerti." Ucap Alan semakin membuat Sasha tidak percaya akan pendengarannya.


'Apakah ini tidak salah, aku tidak salah dengar kan…? Ada apa dengannya?' Gumam Sasha di dalam hatinya melihat ke arah Alan dengan terus mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.

__ADS_1


"Ada apa? Ayo cepat makan dan habiskan semuanya." Perintah Alan karena melihat Sasha memandang dirinya.


Sasha semakin curiga, ada yang tidak beres pada Alan. Tadi baru saja ia marah marah kepada Sasha, mengapa kini sikap Alan baik padanya?


'Apakah sikap baik Alan ada hubungannya dengan kehadiran Ryota?' Gumamnya curiga dalam hati.


Sasha meletakkan sendok dan piring yang ia pegang, kemudian bertanya dengan tatapan curiga melihat ke arah Alan yang sedang mengunyah makanannya.


"Ada apa dengan anda, tuan. Apakah ini ada hubungannya dengan kehadiran Ryota?" Tanya curiga Sasha pada Alan.


Alan balas melihatnya.


"Tidak ada hubungannya dengan Ryota." Balas Alan tahu kecurigaan yang di maksud dalam ucapan Sasha.


Bukan karena kehadiran Ryota, putra mereka Alan merubah sikapnya kepada Sasha. Tetapi ada sesuatu yang ia rasakan di dalam hatinya selama bekerja bersama Sasha beberapa bulan ini. Satu ruangan bersama mantan istri yang pernah sangat ia cintai, membuatnya selalu mencuri pandang ke arah Sasha yang duduk tidak jauh darinya.


Setiap memandang wajah cantik dan teduh Sasha, Alan merasakan sebuah ketenangan di dalam hatinya. Awalnya Alan menolak keras perasaan itu, ia mengira jika perasaan yang ia rasakan hanyalah sementara saja. Namun seiring berjalannya waktu, ada sesuatu yang di rasakan Alan dan perasaan hatinya terhadap Sasha dulu kembali muncul.


Alan tidak lagi bisa menolak perasaan yang datang dengan sendirinya. Kini di tambah akan kehadiran Ryota sebagai putra kandungnya bersama Sasha, semakin memantapkan perasaan hatinya untuk kembali meraih Sasha kembali berada di sisinya seperti dulu.


Dukungan baik dari Serly yang menginginkan Sasha sebagai mamanya, menambah kuat keinginan Alan untuk mendapatkan Sasha kembali.


"Jika tidak ada hubungannya, mengapa anda tiba tiba bersikap baik seperti ini? Bersikap seperti biasanya saja, tuan Alan." Ucap Sasha merasa tidak nyaman akan sikap baik Alan kepadanya.


"Bersikap seperti biasanya, maksud mu seperti apa?"


Mengingatkan Alan pada rencana awalnya, yang ingin membuat Sasha menderita berada dekat dengannya. Namun ternyata ia kalah akan perasaan hati yang datang dengan sendirinya.


Ucapan jujur Sasha menampar keras hatinya. Apakah dia sudah terlalu bersikap kejam kepada Sasha selama ini? Jujur di dalam hatinya, Alan terluka dan menyesali apa yang menjadi rencana buruknya sejak awal terhadap Sasha? Dia bagaikan senjata makan tuan, ingin membuat Sasha menderita berada di dekatnya, malah kini terbalik dialah yang menderita akan perasaannya terhadap Sasha.


"Maafkan aku, jika aku sudah bersikap seperti itu padamu." Ucap Alan terlihat menyesal.


Sasha semakin takut akan sikap Alan yang berubah. Sasha menghela nafasnya perlahan.


"Tuan…!" Ucap Sasha terputus oleh Alan.


"Tidak bisakah kamu memanggil dengan namaku saja, Sha…!" Ucap Alan dengan nada yang terdengar putus asa.


Sasha terdiam. Bagaimana bisa dia yang hanya sebagai bawahan memanggil atasannya dengan nama saja? Dan Alan dengan sadar berkata sopan serta akrab akan panggilnya dulu pada Sasha.


"Tidak bisa, anda atasan saya, tuan."


"Sha…!!"


"Tidak tuan Alan, saya tahu batasan dan sopan santun yang harus saya patuhi. Tolong jangan buat semuanya menjadi sulit." Bantah Sasha dengan cepat.


Saat Alan ingin membalas perkataan Sasha, terdengar ketukkan pada pintu ruangannya. Sekretaris kantor Alan yang ada di luar, masuk setelah mengetuk pintu beberapa kali.


"Maaf tuan, ada tuan Kenan Diandra datang ingin bertemu dengan anda." Ucap sang sekretaris.

__ADS_1


'Deg deg deg.' Jantung Sasha berdebar.


Kedatangan Kenan Diandra akan membuat mereka bertemu kembali. Sasha tidak dapat menghindarinya, walaupun dia ingin sekali menghindar.


"Kenan Diandra." Ucap Alan sembari melirik ke arah Sasha yang tertunduk dan memainkan makanannya.


Alan tahu jika kedatangan Kenan Diandra mengganggu pikiran Sasha.


"Persilahkan dia masuk." Balas Alan memberikan izin kepada sekretarisnya.


Sasha masih diam dengan menundukkan kepalanya dan memainkan makanannya.


"Cepat makan dan habiskan makanan mu, jangan di mainkan seperti itu." Ucap lembut Alan tahu jika Sasha terganggu akan kehadiran Kenan Diandra saat ini.


Sasha melihat ke arah Alan, yang malah pandangan matanya mengarah pada seseorang yang baru saja masuk ke ruangan itu. Kenan Diandra melihat ke arah Sasha yang juga melihat ke arahnya.


Tatapan mata mereka berdua bertemu, Alan yang sudah bangkit dari duduknya melihat ke arah Kenan dan Sasha secara bergantian. Hatinya tiba-tiba merasa tidak nyaman dan terganggu akan tatapan mata Kenan dan Sasha yang bertemu pandang.


"Selamat siang tuan Kenan, ada yang bisa saya bantu hingga anda yang sangat sibuk datang ke perusahaan saya ini." Sapa sopan Alan berbasa basi kepada Kenan.


Tatapan Kenan cukup lama melihat ke arah Sasha yang kini ingin merapikan semua makanan di atas meja, semua gerak gerik Sasha menjadi perhatian Kenan.


"Habiskan makan siang mu, sha…!!" Perintah mutlak Alan melihat Sasha ingin merapikan makan siang yang ada di atas meja kaca.


Sasha menghentikan gerakannya, lalu melihat ke arah Alan dan Kenan secara bergantian. Sasha merasa Dejavu, diapun menelan salivanya karena situasi yang aneh menurutnya.


'Dia makan siang bersama atasannya di dalam ruang kerja ini.' Gumam Kenan merasa tidak suka melihat Sasha makan siang bersama Alan di satu ruangan. Hanya mereka berdua saja.


'Ada apa dengan tatapan mata mereka berdua, yang satu tajam dan tidak suka ke arahku, yang satu lagi terlihat curiga melihat ku.' Gumam Sasha merasa tidak nyaman akan situasi yang ada saat ini.


'Ada apa dengan mereka berdua, apakah mereka benar-benar memiliki hubungan yang dekat, seperti kabar yang aku dengar?' Gumam Alan menatap curiga akan tatapan antara Sasha dan Kenan.


"Tuan Kenan. Mari makan siang bersama jika anda belum makan siang. Makanan kami cukup banyak untuk kita bertiga." Ucap Alan basa basi atas dasar sopan santun, dia juga ingin tahu reaksi dan tujuan kedatangan Kenan ke perusahaannya.


"Tentu tuan Alan. Sebenarnya kedatangan saya ke sini, ingin mengajak Sasha makan siang. Saya merasa bersalah karena tadi siang saat dia datang telah mengabaikannya." Balas Kenan tersenyum melihat ke arah Sasha.


Sasha kembali Dejavu, Ada apa dengan dua pria yang ada di hadapannya? kedua pria yang sering bersikap kejam dan dingin kepadanya beberapa hari ini, sekarang tiba tiba saja bersikap baik, hangat dan akrab.


Kenan melihat intens wajah Sasha yang terlihat pucat, lalu melihat ke arah piring yang masih penuh dengan makanan ada di hadapan Sasha. Menandakan jika Sasha baru saja makan siang dan belum menyelesaikan makanannya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2