PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
41. Berkunjung Ke K.R Group.


__ADS_3

***Perusahaan KING Group***


Sasha sedang serius mengerjakan beberapa sisa berkas yang belum selesai. Sedangkan Alan dan Kris asisten pribadinya, mereka sedang mendiskusikan sesuatu yang samar di dengar oleh Sasha. Namun, Sasha terlihat cuek dan tetap fokus pada pekerjaannya.


Sasha tidak ingin mengganggu Alan, yang hanya akan menambah pekerjaannya. Tetapi itu tidaklah lama, buktinya beberapa saat kemudian Sasha memejamkan sejenak matanya, karena panggilan dari Alan. Ini sudah panggilan ke 6 yang di lakukan Alan padanya hari ini.


'apa lagi yang dia inginkan?' gumam Sasha di dalam hatinya.


"Sasha…kau dengar tidak…!!" tegur Alan sedikit meninggikan nada bicaranya.


"iya tuan, saya dengar." jawab Sasha sembari bangkit dari duduknya.


Sasha menghela nafasnya, setelah itu dia melangkah mendekati meja kerja Alan. Dimana sudah berdiri Kris si asisten pribadinya. Sasha kini sudah berdiri tepat di depan meja Alan.


"pergilah bersama Kris ke perusahaan K.R Group. Urus masalah ini." perintahnya memandang dingin Sasha dan melemparkan sebuah berkas di hadapannya.


"K.R Group ?!?" ucap Sasha pelan, tetapi masih bisa di dengar oleh Alan dan juga Kris.


"iya K.R Group, perusahaan kekasihmu itu !!" ungkap Alan dengan dinginnya.


Sasha mengerutkan alisnya, mengapa ucapan Alan seperti itu?


"apa maksud tuan?"


"apa maksudku, bukankah kau dan kenan adalah sepasang kekasih. Bahkan kalian sudah bertunangan seperti yang kalian umumkan saat pesta beberapa bulan yang lalu, di hadapan Mr. Erick." ungkap Alan mengingatkan.


Sasha baru mengingatnya, iya benar !! selama dua bulan ini, karena terlalu sibuk pada pekerjaan yang di berikan oleh Alan, Sasha melupakan Kenan dan Rion yang menjadi mantan atasan kontraknya. Ternyata Alan masih mengingat kejadian saat di pesta itu.


Sasha tidak ingin menanggapi ucapan Alan tentang hubungan dirinya dan Kenan. Alan tidak tahu kebenarannya. Sasha dengan santainya meraih berkas yang di lemparkan Alan di atas meja tepat di hadapannya. Sasha membaca dan menghela nafasnya.


"maaf tuan, mengapa harus saya yang menyelesaikan masalah ini?" tanya Sasha yang merasa keberatan tentang masalah yang harus dia selesaikan.


Kerja sama dalam pembangunan sebuah hotel dan apartemen di luar kota yang telah mereka sepakati, tidak berjalan dengan lancar. Pihak management dari K.R Group sangat lambat dalam bekerja. Banyak membuang waktu dan penyelesaian dalam pembangunan itu tidak tepat pada waktunya.


"mengapa kau bertanya seperti itu? apa kau ingin melawan perintah ku?" ucapnya ketus dan dingin seperti biasanya.


Sasha lagi-lagi menghembuskan nafasnya perlahan. Menghadapi Alan harus ekstra bersabar.


"bukan begitu tuan." jawab Sasha sehalus mungkin, tidak ada gunanya membuat Alan marah. Hanya akan menambah masalah baru buat Sasha.


"saya tidak mengerti tentang pembangunan ini, keterlambatan waktu dari pihak mereka, seharusnya adalah tanggung jawab mereka tuan. Jadi kita cuma bisa bertanya dan meninjau apa yang menjadi kendalanya."


"justru karena itu, aku ingin kau yang pergi bersama Kris. Untuk bertanya langsung pada CEO mereka, dan cari tahu ada kendala apa? sehingga pembangunan yang seharusnya selesai satu bulan yang lalu, sampai saat ini belum selesai juga."

__ADS_1


"tapi tuan, bagaimana bisa saya yang pergi? apakah CEO mereka akan menerima kedatangan kami berdua. Seharusnya anda yang datang dan bersikap tegas padanya. Kesalahan inikan ada pada pihak mereka." jawab Sasha dengan apa yang dia pikirkan.


Seharusnya tindakan dan peringatan tegas di berikan langsung oleh Alan pada Kenan, karena merasa di rugikan dalam bentuk dana dan waktu. Proyek yang mereka kerjakan seharusnya sudah selesai, sehingga kedua belah pihak tidak di rugikan seperti ini.


"kau memerintah aku?" tunjuk dingin Alan ke arah Sasha.


'aduh salah lagi deh bicara.' gumam Sasha dalam benaknya.


"bukan begitu tuan…!" ucap Sasha terhenti.


"seharusnya kau senang aku kirim ke sana, kau bisa bertemu dengan kekasihmu itu. bukannya selama ini kau sibuk untuk bekerja, sehingga tidak ada waktu untuk bersamanya." ucap Alan dengan senyum remehnya melihat Sasha.


"apa maksud tuan?" tanya Sasha mengerutkan alisnya.


"maksudku sudah jelas, aku memberikan kau waktu untuk bisa bertemu dengan kekasihmu itu, kurang baik apa lagi aku padamu? kau bisa bekerja sekaligus melepas rasa rindu padanya." ungkap Alan yang membuat Sasha tertawa dalam hatinya.


'bekerja sambil melepas rindu pada Kenan katanya? kau tidak tahu Alan justru aku sedang menghindari bertemu dengan Kenan. Kau malah ingin mempertemukan kami.' gumam Sasha dalam hatinya, dia tidak habis pikir apa yang ada di dalam pikiran Alan saat ini.


'Apa Alan tidak bisa melihat, aku dan Kenan tidak ada hubungan apapun? kami berdua hanya bersandiwara dan saling membantu saja.' gumam Sasha lagi dalam benaknya.


Alan tidak tahu kalau hubungan Sasha dan Kenan hanyalah sandiwara dan terikat kontrak saja. Alan mendapatkan kabar dari anak buahnya, kalau Sasha dan Kenan adalah benar-benar sepasang kekasih. Itu yang Alan percayai selama ini, lagi pula hubungan Sasha dan Kenan tidak ada kaitan dengannya.


"terserah apapun yang anda pikirkan tuan? Kalau ini sudah perintah dari anda, apa saya bila melawannya?" ucap pasrah Sasha. Percuma melawan perintah Alan, hanya akan merugikan dirinya saja.


'berterima kasih katanya.' gumam Sasha.


"terima kasih tuan atas kebaikan anda." ucap Sasha sedikit membungkukkan tubuhnya memberikan rasa hormatnya pada Alan.


Alan hanya diam melihat tingkah laku Sasha, Alan bisa melihat dengan jelas mimik wajah Sasha tidak suka sama sekali akan idenya itu, yang ingin mempertemukan Sasha dan Kenan.


"baiklah, saya permisi tuan." ucap Sasha kemudian melangkah mendekati mejanya untuk mengambil tas dan keluar dari ruang tersebut.


"awasi gerak gerik mereka Kris… aku ingin tahu apakah mereka bisa profesional dalam bekerja. Apakah mereka berdua masih akan membuat masalah di dalam perusahaan ku?" ucap Alan pada Kris yang masih ada di sana.


Alan mencurigai Sasha dan Kenan, kerjasama proyek yang terlambat dalam penyelesaiannya. Apakah ada hubungannya dengan Sasha yang ia tahan bekerja padanya, yang mungkin membuat Kenan marah dan tidak suka melihat Sasha bekerja dengannya. Itulah yang Alan curigai, sehingga mengirim Sasha untuk menyelesaikan masalah ini.


Alan tidak tahu, jika Kenan baru saja mengenal Sasha dan tidak mengenal baik wanita itu. Alan tidak tahu jika Kenan juga selalu bersikap cuek, datar dan dingin kepada Sasha. Alan tidak tahu jika Sasha hanya pelayan kontrak Kenan.


"baik tuan, tentu saja." jawab Kris dengan menganggukkan kepalanya. Kemudian berlalu dari ruangan tersebut.


Sepeninggal Kris, Alan melihat ke arah meja dimana Sasha duduk untuk bekerja selama dua bulan ini. Dimana Sasha selalu menjadi obat lelahnya, iya ketika Alan merasa lelah dia akan pulih kembali jika melihat Sasha yang sedang serius bekerja. Sasha sudah seperti vitamin untuk tubuhnya yang lelah, saat melihat Sasha tubuh Alan kembali bersemangat.


"aku harap kau tidak akan mengkhianatiku lagi seperti beberapa bulan yang lalu, saat tender besar yang kau dapatkan." ucapnya pelan masih melihat ke arah meja kerja Sasha.

__ADS_1


Alan masih berpikir jika dirinya kalah saat tender beberapa bulan yang lalu, karena Sasha yang diam-diam telah berkhianat padanya. Sasha diam-diam menyelidiki tentang perusahaannya. Dan membantu Kenan untuk bersaing melawan dirinya. Kali ini Alan ingin menguji kesetiaan Sasha pada perusahaan miliknya.


...--------------------------------...


…Perusahaan K.R Group…


Sasha dan Kris sudah berada di ruang tunggu perusahaan K.R Group. Sebelumnya Kris telah membuat janji temu dengan CEO perusahaan tersebut yaitu Kenan Diandra. Sehingga mereka tidak memiliki kendala untuk bertemu.


Seorang resepsionis yang bertugas, menuntun mereka menuju ke ruang CEO yang dulu beberapa kali Sasha kunjungi. Dalam hati Sasha merasa gelisah dan resah saat akan menemui Kenan. Sudah dua bulan ini dia tidak bertemu dengan Kenan, Sasha berusaha menghindar agar dapat melupakan kejadian beberapa bulan yang lalu. Di saat malam panas mereka.


Sasha akan berusaha profesional seperti biasanya, urusan pekerjaan dan pribadinya harus di kesampingkan. Sasha dan Kris di persilahkan masuk setelah terdengar suara dari dalam ruang CEO.


Sasha dan Kris masuk ke dalam ruangan, di mana di sana sudah ada Rion dan Kevin duduk di sofa. Mereka bangkit saat melihat kedatangan Sasha dan juga Kris.


"selamat datang nona Sasha Yorina, senang bertemu dengan anda lagi. sudah sangat lama tidak bertemu dengan anda." sapa Rion dengan uluran tangannya.


"senang bertemu dengan anda tuan Rion Diandra." balas Sasha sembari menyambut uluran tangan Rion.


Rion Diandra orang yang tetap ramah padanya, Rion tidak sekalipun pernah lagi kasar dan dingin padanya, lain halnya Kenan Diandra yang tidak pernah berubah. Bahkan kali ini Kenan tidak ada di ruangannya, karena tidak nampak ada di kursi kebesarannya.


"hallo nona Sasha Yorina, senang bertemu dengan anda. Apa kabar?" sapa Kevin ramah.


Semenjak Sasha memenangkan tender besar beberapa bulan yang lalu untuk mereka, Kevin selalu bersikap ramah, karena dia sudah mengakui kehebatan Sasha dalam dunia bisnis. Kevin salut akan cara Sasha yang bekerja dengan cepat, rapi dan sempurna.


"senang bertemu dengan anda tuan Kevin Hiroaki, kabar saya baik." sapa ramah Sasha padanya, tidak ada alasan untuk Sasha bersikap tidak baik kepada orang yang sudah bersikap ramah padanya.


Tidak lupa Rion dan Kevin juga menyambut Kris yang ikut datang bersamanya. Mereka di persilahkan untuk duduk pada sofa yang ada di dalam ruangan itu. Sudah lama sekali Sasha tidak masuk ke dalam ruangan itu.


Sasha melirik ke arah Kris, untuk memberikan isyarat pada Kris memberitahukan tujuan kedatangan mereka. Kris pun mengerti.


"maaf tuan Rion, apakah tuan Kenan tidak ada di tempat? kami sudah memiliki janji temu hari ini." ucap Kris memulai pembicaraan mereka.


"ooo…Kenan sedang berada di toilet, maaf beberapa hari ini Kenan kurang enak badan." jawab Rion mengungkapkan kebenaran yang ada.


Kenan beberapa hari ini sedikit merasa lemas, tubuhnya seperti kelelahan dan sering sakit kepala dan mual. Apalagi di tambah sikapnya yang aneh, membuat semua orang yang ada di sekitarnya menjadi bingung. Dia di sarankan untuk istirahat bekerja oleh dokter keluarga Diandra, Kenan menolaknya. Dia tetap bekerja seperti biasanya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2