
***Rumah Sakit***
Seorang wanita paruh baya, masih terlihat cantik dan anggun di usianya yang tidak lagi muda. Kini memandang khawatir sang putra yang sedang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit, wajah pucatnya terlihat jelas dia sangat lelah. Putra yang sangat ia sayangi dan banggakan.
Wanita itu adalah nyonya Kania Diandra, nyonya besar keluarga Diandra yang baru saja tiba tadi pagi di kota tempatnya tinggal. Nyonya Kania mengetahui jika putranya yang sedang sakit masih saja bekerja, dirinya langsung menyusul ke kantor K.R Group begitu dirinya sampai di kota. Dia ingin berencana memarahi putranya yang gila bekerja.
Sesampainya di perusahaan K.R Group, nyonya Kania sangat terkejut mendapatkan kabar dari sekretaris Kenan, kalau Kenan pergi ke rumah sakit bersama dengan asisten Leon. Sekretaris itu tidak ada di tempat pada saat Sasha jatuh pingsan, sehingga dia tidak mengetahui detail apa yang sudah terjadi? Jadi dia tidak tahu jika yang di larikan ke rumah sakit adalah Sasha dan bukanlah Kenan.
Tanpa berpikir panjang karena merasakan kekhawatiran yang sangat, nyonya Kania yang di temani oleh Rion dan sang suami tuan besar Rendy Diandra, segera pergi ke rumah sakit. Setelah Rion menghubungi asisten Leon untuk bertanya mereka berada di rumah sakit mana?
Sesampainya di rumah sakit, mereka segera ke kamar VVIP yang di tempati oleh Kenan. Kenan terlihat tertidur karena berusaha meredakan pusing kepala dan rasa mual perutnya. Dia dapat memejamkan matanya sejenak, untuk membuat dirinya menjadi nyaman. Sehingga tidak mengetahui kedatangan dari sang mama yang sudah duduk pada kursi di samping ranjang rumah sakit tempatnya tertidur.
Kenan membuka matanya perlahan, karena dirinya dapat merasakan sentuhan lembut dari belaian tangan sang mama pada pucuk kepalanya. Belaian hangat yang sangat Kenan sukai dan kenal, selalu akan membuat Kenan merasa nyaman akan kasih sayang dan cinta yang di salurkan oleh sang mama, wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya.
"mama…!" panggil lembut dan pelan Kenan melihat sang mama.
"iya sayang, bagaimana perasaan mu?" tanya nyonya Kania dengan wajahnya yang terlihat khawatir.
"aku tidak apa-apa ma…" jawab Kenan berusaha bangkit dari tidurnya.
"jangan bangun kalau kau merasa masih lemah." ucap nyonya Kania sembari mencegah Kenan untuk bangun.
"tidak ma…aku tidak apa-apa." tolak Kenan dengan halus, kini dirinya sudah duduk dan bersandar pada sandaran ranjang rumah sakit.
"apa yang kamu rasakan nak…?"
"aku tidak apa-apa ma…"
"apanya yang tidak apa-apa." ucap nyonya Kania sedikit ketus karena melihat sang putra yang tidak ingin menceritakan apapun padanya.
"kamu sampai di bawa ke rumah sakit, masih juga bilang kamu tidak apa-apa?" jawab nyonya Kania dengan tatapan sedih namun nada bicaranya yang sedikit kesal.
"ma…sebenarnya bukan Kenan yang awalnya di bawa ke rumah sakit. Kenan hanya ikut mengantar seorang tamu perusahaan yang jatuh pingsan." jawab Kenan dengan memandang teduh sang mama.
Nyonya Kania memandang intens wajah sang putra, mencari suatu kebohongan. Namun tidak dia dapatkan, Kenan berkata jujur karena terlihat jelas pada sorot matanya.
"mama…aku tidak apa-apa. Kebetulan aku hanya sedikit pusing dan perutku mual saja. Sehingga aku beristirahat sejenak di kamar ini, sebelum kembali lagi ke perusahaan." ucap Kenan kembali dengan pelan dan mulai terlihat gelisah.
Kegelisahan Kenan tertangkap jelas oleh nyonya Kania. Dia tahu ada yang tidak beres pada putranya tersebut.
"ada apa sayang? kenapa kamu gelisah?" tanya nyonya Kania curiga.
"tidak ma…!"
Nyonya Kania ingin mendekatinya. "stop ma…!" ucap Kenan dengan mengulurkan tangannya ke depan. Nyonya Kania melihat heran pada sang putra.
__ADS_1
"ada apa?"
"maaf ma…tolong jangan mendekat." jawab Kenan dengan segera menutup hidung dan mulutnya dengan telapak tangan kirinya.
Nyonya Kania dan juga tuan besar Rendy Diandra, melihat heran akan tingkah laku Kenan. Namun tidak dengan Rion dan Leon yang sudah tahu. Apa yang terjadi saat ini pada Kenan? penyakit aneh Kenan mulai kambuh lagi, hidungnya tidak dapat mencium aroma yang tidak nyaman menurut indra penciumannya.
"ma…!" panggil Rion dari arah belakang.
"kakak tidak bisa mencium aroma apapun? penyakitnya akan kambuh lagi, jika dia mencium aroma yang tidak nyaman untuk hidungnya." jelas Rion dengan santai melihat punggung sang mama dan Kenan yang sedang gelisah menutupi hidung dan mulutnya.
"apa maksudmu…?" tanya nyonya Kania memutar tubuhnya ke arah belakang, untuk melihat ke arah Rion yang ada di belakangnya.
"kakak tidak bisa mencium aroma apapun yang tidak nyaman bagi penciuman hidungnya. Dia hanya bisa mencium parfum yang beraroma vanila segar. Selain aroma itu, penyakit anehnya akan kambuh lagi. Kepalanya mulai pusing dan perutnya akan mual yang di sertai muntah-muntah." jelas Rion dengan mimik wajah yang serius agar mamanya bisa percaya.
Nyonya Kania tidak langsung menjawab atau mengucapkan sepatah katapun. Dia malah melihat ke arah sang suami yang dari tadi hanya diam menyaksikan dan menyimak apa yang dia lihat serta dengarkan?
'kenapa yang di alami oleh Kenan? sama persis seperti yang di alami papa saat aku mengandung Kenan dulu ya.' gumam nyonya Kania di dalam hatinya melihat Kenan lalu beralih melihat ke arah sang suami yang ada di belakangnya.
Nyonya Kania memutar tubuhnya untuk mendekati sang suami.
Nyonya Kania berbisik kepada sang suami. "pa…kenapa Kenan sama persis seperti papa dulu, di saat mama sedang mengandung Kenan?" tanya nyonya Kania pelan dan berbisik pada telinga suaminya.
Tuan Rendy Diandra melihat sang istri dan Kenan secara bergantian. Apa yang di katakan dan di ingatkan oleh sang istri? memanglah benar. Dulu saat nyonya Kania mengandung Kenan di awal bulan, tuan Rendy yang mendapatkan dampaknya. Tuan Rendy tidak bisa mencium aroma apapun? selain aroma parfum dan sabun mandi sang istri.
Semua ini tidaklah benar, apapun yang akan terjadi dan sedang terjadi? harus ada yang bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan semuanya.
"mama benar, apakah anak itu sudah membuat masalah yang tidak ingin dia pertanggung jawabkan?" ungkap bisik tuan Rendy.
"papa benar, kalau kecurigaan kita benar. Anak ini benar-benar harus kita hajar, karena kita tidak pernah mengajarinya lepas dari tanggung jawab." jawab nyonya Kania masih dengan berbisik.
Membuat asisten Leon, Rion dan Kenan melihat curiga kedua orang tua paruh baya yang sedang asyik berbisik-bisik tetangga.
"baiklah ma…lakukan yang harus mama lakukan."
"baik pa…!" jawab nyonya Kania dengan anggukan kepalanya.
Nyonya Kania melangkah kembali mendekati ranjang perawatan sang putra, kali ini tatapan mata nyonya Kania menatap curiga dan selidik ke arah Kenan yang masih setia menutupi hidung dan mulutnya.
"katakan… apa ada kesalahan yang telah kamu perbuat dan tidak ingin mempertanggung jawabkan semuanya?" tanya nyonya Kania secara tiba-tiba dengan tatapan selidik ke arah Kenan.
"apa maksud mama…?" tanya Kenan tidak mengerti akan maksud dari sang mama.
"masih belum mau mengaku?" balas nyonya Kania mencoba untuk bersabar.
"apa yang di katakan dokter tentang penyakit anehmu ini? dan apakah dokter memiliki obatnya?" tanya nyonya Kania masih dengan sikap sabar dan tenangnya.
__ADS_1
Padahal di dalam hatinya sudah sangat geram pada Kenan. Kecurigaan nyonya Kania bukan tanpa alasan, dia tidak ingin anaknya menjadi laki-laki yang tidak bisa bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.
"tidak ada yang serius ma…dokter hanya menyarankan aku untuk beristirahat lebih banyak dan rutin meminum vitamin yang dokter resepkan padaku. Intinya tidak ada penyakit parah yang aku derita !!" jawab Kenan hanya ingin menenangkan sang mama.
Kenan tidak ingin sang mama berpikir yang tidak-tidak tentang penyakit aneh yang dia derita saat ini. Namun, semua yang Kenan pikiran sangat bertentangan dengan yang di pikirkan oleh sang mama.
"apakah setelah kamu meminum vitamin yang di resepkan oleh dokter, ada perubahan dari penyakit aneh mu ini?" tanya nyonya Kania, sedangkan Kenan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"apakah kamu akan terus mual, pusing bahkan sakit kepala jika mencium aroma lain selain aroma parfum vanilla segar?"
"iya ma…" angguk Kenan yang masih setia menutupi mulut dan hidungnya.
Nyonya Kania menatap sang suami yang sedang duduk pada sofa di belakangnya. Lalu beralih melihat kembali ke arah sang putra, tanpa aba-aba lagi nyonya Kania melayangkan tas mahal yang ia bawa ke arah tubuh Kenan.
"dasar anak nakal, tidak tahu diri." ungkap kesal nyonya Kania dengan terus memukul Kenan dengan tas mahalnya.
Sontak perbuatannya membuat Kenan, Rion dan juga asisten Leon terkejut dan tidak mengerti akan tindakan brutal sang nyonya besar keluarga Diandra tersebut.
"ma…sakit.…mama apa-apaan sih." ungkap protes Kenan dengan sigap menahan tas mahal yang di genggam erat oleh sang mama. Agar tas tersebut tidak mendarat kembali ke tubuhnya.
"dasar anak nakal, masih tidak mau mengaku akan perbuatan yang sudah kamu lakukan?!?" ungkap geram nyonya Kania sembari menarik tas yang di pegang oleh Kenan.
"ma…tolong bicara yang jelas, apa maksud mama? perbuatan nakal apa yang aku lakukan?"
"masih juga tidak mau berkata jujur."
"ma…mama…oooeek…" ucap Kenan di sela-sela mual yang menderanya kembali.
Kenan dengan segera menutup mulutnya yang seakan ingin mengeluarkan sesuatu dari dalam perut. Kenan segera melepaskan tas mahal sang mama yang dia pegang, lalu segera turun dari atas ranjang dan berlari ke arah dalam toilet untuk mengeluarkan apa yang ingin keluar dari dalam perutnya yang mual dan bergejolak hebat.
Kenan benar-benar menderita saat ini, sedangkan asisten Leon hanya bisa pasrah dan bersabar membantu sang majikan. Nyonya Kania dan tuan Rendy hanya bisa melihat kesal serta kasihan dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sang putra, yang sangat terlihat menderita akan apa yang di alami Kenan saat ini? Terlebih lagi tuan Rendy yang pernah merasakan apa yang Kenan rasakan saat ini? karena seakan nasib mereka berdua sama persis.
Tapi apalah daya, mereka harus bersabar untuk mencari tahu kebenaran apa yang sebenarnya sudah terjadi pada Kenan?
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 dukungannya mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
Maaf baru bisa up kembali, author sedang sibuk menyambut banyaknya hari raya, acara dan kesehatan yang kurang baik akhir-akhir ini, terima kasih 🙏🙏🙏 masih setia pada cerita Pilihan Dalam Cinta ini.
__ADS_1