PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
21. Waktu Bersama Ryota.


__ADS_3

***Perusahaan K.R Group***


Pertanyaan tentang pribadi Sasha yang di tanyakan oleh Kenan, tidak ingin di jawab sama sekali oleh Sasha. Dia berhak untuk tidak menjawab, urusan pribadinya apa lagi ini ada kaitannya dengan masa lalunya? Sasha berhak menolak untuk tidak menjawabnya.


"maaf tuan, ini urusan pribadi saya. Tidak ada kaitannya dengan kontrak kita, apalagi saya bukanlah karyawan dari perusahaan anda, yang mengharuskan saya untuk menjawab semua pertanyaan anda tentang pribadi saya." jawab tegas Sasha sembari meletakkan berkas tersebut ke atas meja yang ada di hadapannya.


Kenan tahu aturan itu, dan sadar akan nada tidak senang yang dia dengar keluar dari mulut Sasha untuk menjawab pertanyaannya. Sasha berhak untuk tidak menjawabnya.


"baiklah…jadi bagaimana keputusan mu itu?" tanya Kenan sembari menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kebesarannya.


"beri waktu saya untuk berpikir tuan. Ini bukanlah sesuatu yang bisa di putuskan tanpa berpikir panjang dan matang. Tapi saya akan tetap mengerjakan berkas yang anda minta."


"baiklah dua hari cukup untuk kau berpikir, serahkan berkas tersebut bersamaan dengan keputusan mu." jawab Kenan dengan tatapan yang masih dingin pada Sasha.


"iya tuan." angguk Sasha tanpa bisa menolak lagi, setidaknya dia masih ada dua hari lagi untuk berpikir dan mencari cara dan jalan untuk menyelesaikan masalah ini.


"hadiah yang saya janjikan masih berlaku." ucap Kenan mengingatkan sekaligus ingin membuat Sasha tertarik untuk setuju.


"apapun hadiahnya tuan? asal saya tidak akan menyesal di kemudian harinya. Itu tidak jadi masalah walaupun saya mendapat hadiah yang sangat besar dan berharga dari anda. Saya tidak ingin hadiah anda merebut apa yang saya punya saat ini?" balas Sasha dengan tatapan yang sendu.


Seketika terlintas ingatan wajah putranya Ryota yang tersenyum manis padanya.


Kenan melihat kekhawatiran di raut wajah Sasha, Kenan tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Sasha saat ini? dan apa maksud perkataannya? hanya Sasha dan Tuhan yang tahu. Kenan terdiam dengan pandangan tetap melihat pada Sasha.


"hanya kau yang tahu, apa yang terbaik buatmu. Intinya aku tidak ingin di rugikan. Selama dua hari kau bisa membawa laptop kerja dari kantor dan tablet yang kau pakai tadi. Sementara selama dua hari ini kau di lepas tugaskan dari tugas menjadi pelayan pribadi. Bekerja lah di rumah dan aku harap semua keputusan mu baik bagi kita semua." ungkap Kenan dengan wajah datarnya.


"Sekarang pulanglah…asisten Leon yang akan mengantar mu pulang, karena kau membawa berkas penting pulang, jadi aku tidak ingin terjadi apapun pada berkas tersebut." ungkap Kenan dengan tatapan dinginnya.


Sasha mengerutkan alisnya. 'berkas memang lebih penting bagi pengusaha, benar bagi mereka berkas ini lebih penting dari siapapun?' gumam Sasha dalam hatinya.


"tentu tuan, kalau begitu saya permisi tuan." pamit Sasha sembari meraih berkas, laptop, dan tablet yang ada di atas meja.


Sasha sudah tidak sabar lagi untuk pulang ke rumah. Sasha sangat merindukan jagoan kecilnya, pangeran hatinya, kesayangan dan kekuatan dalam hidupnya. Tanpa berpikir panjang lagi Sasha dengan langkah cepat keluar dari ruangan CEO tersebut, dengan di susul oleh asisten Leon berjalan di belakangnya.


...--------------------------------...


…Sasha Yorina…


Hari ini aku berkesempatan pulang lebih awal, entah harus bersyukur atau harus mengeluh? aku bersyukur bisa pulang lebih awal, karena bisa bertemu putra semata wayangku yang beberapa hari ini selalu tidak bisa bersama dengannya.


Aku mengeluh karena bisa pulang lebih awal, sebab ada kerjaan yang harus aku kerjakan, menguras otak dan pikiran serta tenagaku. Sudah lama sekali aku tidak berpikir sekeras sekarang, mengerjakan laporan berkas tender.


Semua pasti ada hikmahnya, aku hanya bisa menjalani dan menikmati setiap prosesnya. Seperti sekarang melihat senyum putra kecilku, membuat hati dan tubuhku yang terasa lelah, bahagia dan kuat kembali. Ryota adalah kekuatan sekaligus obat mujarab di dalam kehidupan ku saat ini.


Tidak akan bisa aku bayangkan bila harus kehilangan dirinya, lebih baik aku mati bila Ryota tidak ada bersamaku. Ini juga alasan kenapa aku menolak mati-matian untuk tidak berkecimpung lagi ke dalam dunia bisnis, kenapa? karena aku tidak ingin Keluarga dari Alan Kendrick mengetahui dan mengganggu kehidupanku kembali.


Aku takut putraku akan di rebut oleh mereka, bila mereka mengetahui bahwa anak keturunan mereka ada padaku, semua yang mereka perbuat padaku tidak akan pernah aku maafkan, semua penghinaan dan kesedihanku yang mereka buat padaku, tidak akan aku maafkan?


Aku tidak perlu dan tidak ada niat untuk membalas mereka, aku hanya tidak ingin mereka mengusikku kembali. Hidup tenang bersama Ryota dan mama adalah keinginan dari hidupku saat ini. Jadi dengan sekuat tenaga aku akan mempertahankan hidupku ini.


"mama…!!" panggil Ryota saat aku sedang menyisir rambutku di depan meja rias sederhana yang aku miliki di dalam kamar.


"iya sayang…"balas ku pada Ryota.


"mama, apa mama punya uang?" tanya Ryota pelan yang membuatku segera melihat padanya.

__ADS_1


Aku sangat tahu dan mengenal sifat putraku ini, dia anak yang baik dan selalu bisa mengerti keadaan ku selama ini, bila Ryota sudah bertanya masalah aku punya uang atau tidak, aku yakin ada yang dia inginkan saat ini.


"ada sayang, apa ada yang Ryo mau beli?" tanyaku sehalus mungkin, aku tidak ingin putraku merasa bersalah karena pertanyaannya.


"iya mama." balasnya dengan senyum.


"Ryo mau apa?" tanyaku duduk bersimpuh untuk mensejajarkan tinggi kami.


"boleh Ryo minta di belikaan es cream coklat."


"tentu saja sayang, ayo kita beli." ajakku segera. Ryota tersenyum bahagia karena keinginannya dapat aku penuhi.


Keinginan yang sederhana, tetapi sangat berharga bagiku, kebahagian Ryota di atas segala-galanya bagiku.


Putra kesayanganku, putra yang sangat baik hati dan penuh pengertian. Ryota masih kecil tapi dia sangat tahu bagaimana kondisi kami? yang hidup akan serba berkecukupan. Ryota juga tidak pernah mengeluh sekalipun, bila jarang bertemu dan bersama denganku. Aku yang seharian bekerja dua tempat, pergi pagi pulang malam, tidak ada waktu untuk bersama dengan Ryota, tetapi dia anak yang tidak pernah mengeluh akan hal tersebut.


Aku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan sang pencipta, di saat hidupku yang jatuh terpuruk. Tuhan mengirim dan memberikanku seorang pangeran kecil dalam kehidupanku, sebagai kekuatan, cahaya dan obat hati untuk aku menjalani hidup ke depan.


Kami pergi ke supermarket terdekat dari rumah dengan berjalan kaki, aku ingin menikmati waktu bersamaku dengan Ryota. Kebetulan tidak jauh dari supermarket ada taman bermain umum, jadi kami mutuskan untuk menikmati es cream di taman bermain tersebut.


Aku yang kebetulan memang mendapat rejeki lebih dari si bos sedingin es, siapa lagi kalau bukan tuan Kenan. Dia memberikanku bonus karena sudah membantu memperbaiki laporan berkas yang tadi siang aku kerjakan.


Dengan senang hati aku menerimanya, aku menerima bonus karena aku bekerja di luar tugasku, jadi otak dan pikiranku yang aku kerahkan, tidaklah menjadi sia-sia.


Selain membeli es cream, kami juga membeli beberapa cemilan kesukaan Ryota, dan satu mainan mobil sport remote yang sudah lama Ryota inginkan. Senyum bahagianya saat memelukku untuk berterima kasih, membuatku ikut bahagia dan terharu. Kebahagiaan Ryota adalah kebahagiaan ku saat ini dan untuk selanjutnya.


"mama, terima kasih…mobilnya bagus." ucapnya sembari menikmati es cream dalam mulut kecilnya.


"sama-sama sayang." balasku tersenyum senang melihat kebahagia pada wajah Ryota.


"apa uang mama tidak akan habis?" tanya Ryota dengan tatapan mata yang tiba-tiba sedih ke arahku.


Dengan perlahan aku peluk tubuh kecil dan rapuhnya. "sayang…uang mama tidak akan habis kalau untuk memberikan kebahagian padamu nak…jadi Ryo tidak perlu khawatir." ucapku sembari mengelus lembut rambut lembutnya.


"benar mama?" tanya Ryota seakan belum percaya pada ucapanku.


"iya sayang…" balasku sembari mencakup kedua pipi gembul putihnya. "tadi siang bosnya mama memberikan mama bonus bekerja, karena mama bisa bekerja dengan bagus dan cepat." ucapku kebenaran yang memang terjadi.


"bos mama baik ya…" balas Ryota dengan senyum manisnya.


'baik…! bos itu tidak akan baik kalau tidak memeras otakku, dia bisanya memerintah dan memasang wajah datar dengan tatapan mata sedingin es Ryota, jadi mama pikir dia tidaklah terlalu baik.' gumamku dalam hati sembari melihat intens pada wajah tampan Ryota.


"mama, mama kok diam…! bos mama baik kan?" tanyanya lagi.


"iya sayang…bos mama baik, kalau mama bisa membuat dia senang dan bekerja dengan baik" balasku apa adanya.


"kapan-kapan Ryo mau bilang terima kasih sama bosnya mama, karena sudah baik sama mama kasih bonus kerja." celotehnya kembali dengan masukkan sesuap es cream ke dalam mulutnya yang kecil.


"pelan-pelan makannya sayang, mulutmu jadi belepotan." ucapku sembari membantu membersihkan mulutnya yang sudah mulai belepotan dengan es cream.


"mama…apa besok mama kerja lagi?"


"iya sayang… memangnya ada apa?"


"ngak…ngak ada…!" jawabnya dengan gelengan kepalanya kuat.

__ADS_1


Aku tahu pasti ada sesuatu.


"kebetulan besok mama kerjanya di rumah, karena perintah dari bos mama." ucapku ingin memancing reaksi Ryota.


Ryota melihatku dengan mata bulat birunya, warna mata yang sangat menenangkan hatiku saat melihatnya.


"apa benar mama?" tanyanya tidak percaya.


"iya sayang." anggukku membalas.


"apa kerja mama di rumah banyak dan sibuk?"


"tidak sayang, kerja mama santai. Mama ingin kerja di rumah supaya bisa nemenin Ryota juga."


"apa mama besok bisa ke sekolah Ryo?" tanyanya ragu-ragu.


"tentu saja bisa sayang." balas dengan senyum semangat ke arah Ryota.


"horeee…!" ungkapnya senang dengan mengangkat satu tangannya ke atas.


Ryota terlihat senang dan bahagia, aku tersihir akan kebahagiaan Ryota saat ini, dengan ikut tersenyum melihat tingkah lakunya.


"besok di sekolah ada apa sayang?" tanyaku sembari membelai lembut pucuk kepala Ryota.


"ada kelas cooking bersama orang tua mama."


"oooo…jadi besok Ryo mau masak sama mama di sekolah?" tanyaku melihat pada Ryota.


"iya mama." angguknya.


"kita mau masak apa?"


"mmmmm…bahan dari telur dan sayuran mama, kata Bu guru telur dan sayuran, makanan sehat buat Ryo dan teman-teman."


"Bu guru benar sekali Ryo, telur dan sayuran makanan sehat untuk anak-anak yang Sadang pertumbuhan seperti Ryo."


"pertumbuhan itu apa mama?"


"pertumbuhan itu, Ryo bisa menjadi sehat, bertambah tinggi, besar, dan berat."


"iya mama…Ryo akan makan telur dan sayuran supaya bisa pertumbuhan."


"hahaha…tumbuh sayang… menjadi sehat, tinggi dan besar."


"iya mama…tumbuh."


"ya sudah ayo cepat habiskan es creamnya, terus kita pulang, kasihan oma sendiri di rumah." ucapku, dan dijawab anggukkan kepala oleh Ryota.


Setelah selesai makan es cream, kami pun pulang ke rumah dengan bahagia. Waktu yang sangat langka buatku. 'Terima kasih bos es ku, berkat anda aku bisa punya waktu bahagia bersama kesayanganku saat ini.' gumamku dalam hati di sepanjang perjalanan pulang.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2