PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
51. Takdir Hidup.


__ADS_3

***Rumah Sakit K.R Group***


…Kenan Diandra…


Tatapan sedih, kecewa dan marah terlihat jelas pada sorot matanya. Entah mengapa aku dapat merasakan apa yang kini Sasha rasakan di dalam hatinya?


Aku ingin mendekatinya, namun isyarat yang ia berikan di tambah lagi akan apa yang pernah aku ucapkan kepadanya? membuat langkah kakiku terhenti. Sudah sangat jelas Sasha ingin menjaga jarak antara kami.


Ada rasa sakit dan tidak rela jauh dari lubuk hatiku, aku yang tadi meragukan kehamilan Sasha, kini dapat melihat jelas jika apa yang aku ragukan? adalah salah. Sorot mata Sasha yang terlihat kecewa akan perkataanku, sedih akan keraguan yang aku ucapkan dan marah akan sikapku yang tidak percaya pada kehamilannya.


Semua membuktikan jika dia sakit hati akan perlakuan yang aku lakukan dan katakan, dahulu ataupun sekarang. Aku hanya dapat menyebut namanya dan menatapnya dari kejauhan.


Kakiku seakan terpaku kuat dan tidak dapat bergerak sedikitpun. Aku diam tanpa bisa melakukan apapun? melihat Sasha pergi begitu saja, membuat aku merasa ada sesuatu yang hilang. Aku terdiam, aku kehilangan, tetapi aku tidak dapat melakukan apapun?


...--------------------------------...


"dasar anak bodoh, mengapa kau diam saja? Ayo kejar dia." ungkap nyonya Kania memberikan perintahnya kepada Kenan.


Kenan masih setia pada tempatnya berdiri, tatapan matanya nanar melihat ke arah depan. Perintah yang mamanya berikan bahkan sangat sulit untuk dia lakukan.


"Kenan…apa kau mendengarkan mama, jangan diam berdiri seperti patung. Ayo kejar Sasha, jangan sampai terjadi apapun padanya dan bayi kalian." ucap sang mama tegas.


Ucapan sang mama dapat menyadarkan Kenan dari lamunannya, Kenan kini menatap sang mama yang sudah menangis karena kecewa pada sikapnya kepada Sasha.


"ma…aku…" ucap Kenan sedih melihat mamanya menangis.


"dia mendengarkan semua yang kamu katakan Kenan, hati wanita dan ibu mana yang tidak sakit jika anak yang ia kandung tidak di akui oleh ayah kandungnya sendiri. Mama tidak ingin kau menyesal nantinya akan semua ucapan yang sudah kau katakan." ungkap sang mama dengan deraian air matanya.


Dia merasa gagal menjadi seorang ibu, dia gagal menjadi seorang ibu karena mempunyai seorang putra yang tidak bisa bertanggung jawab akan perbuatannya sendiri.


"sudah sangat jelas keraguanmu itu salah Kenan. Rasakan di dalam hatimu, apakah benar bayi itu bukan anakmu?" tanya nyonya Kania menatap serius sang putra yang ada di hadapannya.


Kenan menatap balik sang mama, ada perasaan bersalah di dalam hatinya akan keraguan yang sudah terlanjur dia ungkapkan.


"maafkan Kenan ma…!" ucapnya dengan menundukkan kepalanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca, dia tidak bisa melihat air mata kesedihan dari sang mama.


"susul Sasha sekarang juga. Yakinkan dia jika kau salah dan minta maaflah padanya. Mama ingin kau membawa dia dan calon cucu mama dengan selamat." balas nyonya Kania dengan memegang kedua bahu Kenan.


"dengar anakku, mama tidak tahu apa yang sudah terjadi pada kalian? mungkin ini sudah takdir dan ingat satu hal, bayi itu tidak bersalah." ucap sang mama ingin memberikan pengertian untuk Kenan.


Tanpa mereka sadari ada Rion yang tengah merasa sangat kecewa di sini. Dirinya yang tulus menyukai dan sayang kepada Sasha, tidak memiliki kesempatan untuk bersama dengan Sasha. Rion hanya melihat Kenan dan mamanya dengan tatapan sedih serta nanar.


Tuan Rendy memeluk pundak sang putra kedua, dia tahu jika putranya tersebut sedang kecewa saat ini. Tuan Rendy tahu jika Rion memiliki perasaan yang sangat tulus untuk Sasha, wanita yang kini tengah di bicarakan oleh putra pertama dan istrinya, tanpa mereka sadari ada Rion yang sedang terluka dan kecewa.

__ADS_1


"tetap kuat dan tenangkan dirimu." ucap tuan Rendy memberikan semangat kepada Rion.


Rion hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti maksud dari sang papa. Namun tidak dapat di bohongi jika hatinya belum siap menerima kenyataan yang sudah terjadi.


Kenan berlalu pergi setelah menenangkan nyonya Kania, dia akan menemui Sasha dan berbicara baik-baik mengenai hal ini. Apapun yang terjadi nantinya? Kenan hanya ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya.


...--------------------------------...


***Perusahaan KING Group***


Sasha dan Kris kembali ke perusahaan, tidak ada alasan bagi Sasha untuk melewatkan jam kerjanya. Kris yang tahu kejadian tadi hanya bisa diam, dia tidak ingin menambah beban untuk Sasha. Sesekali Kris melirik ke arah Sasha yang hanya diam dengan wajah datarnya.


Kris khawatir akan keadaan Sasha saat ini, apalagi saat ini Sasha tengah hamil dan itu anak dari Kenan Diandra.


'ada hubungan apa sebenarnya antara dirimu dan tuan Kenan, nona Sasha?' gumam Kris di dalam hatinya.


'apa yang akan terjadi jika tuan Alan mengetahui ini semua? Nona Sasha yang dulu di tuduh mandul, kini bisa hamil dari pria lain. Apakah tuan Alan yang mulai dekat kembali bersama dengan nona Sasha, benar-benar tidak memiliki perasaan apapun sama sekali?' gumam Kris kembali khawatir akan tuannya.


Kris mengetahui segalanya tentang Sasha dan tuannya sejak dulu. Semua yang Sasha dan tuannya lalui Kris tahu semuanya. Bahkan saat tuannya harus menceraikan Sasha, Kris lah yang tahu bagaimana hancur hati Alan Kendrick, kehilangan wanita yang sangat ia kasihi dan cintai. Alan Kendrick hancur sehancur hancurnya.


Alan Kendrick yang tidak dapat mempertahankan wanitanya dan melindungi nya, merasa gagal sebagai seorang suami. Alan yang berada pada dua pilihan, tidak dapat berbuat apapun? Kris tahu segalanya, ada yang dapat dia ungkapkan dan ada juga yang tidak dapat dia ungkapkan, karena suatu alasan.


"nona Sasha, apakah anda baik baik saja?" tanya Kris meragu, namun dia juga khawatir. Bagaimana juga di mata Kris? Sasha yang dulu dan yang sekarang tetap wanita yang baik padanya, Sasha yang dulu adalah nyonya nya yang baik hati, dan Sasha yang sekarang adalah rekan kerjanya yang selalu baik padanya.


Sasha diam sejenak, lalu dia sadar jika tidak ada alasan, dirinya harus diam terhadap Kris.


"asisten Kris." panggil Sasha dengan suara lembutnya tanpa melihat ke arah Kris.


"iya." balas cepat dan singkat Kris.


"bisakah kau merahasiakan ini dari semua orang?" ucap permintaan Sasha.


Kris terdiam, bagaimana bisa dia akan tetap diam jika ini masalah kehamilan dari seseorang? Apakah bisa kehamilan Sasha yang akan terus membesar dapat di sembunyikan?


"aku tahu ini akan sangat sulit untuk di sembunyikan, lambat laun kehamilanku akan terlihat dan semua orang akan tahu." ada kesedihan dari nada bicara Sasha.


Air mata yang ia tahan luluh juga ke atas pipinya, sekuat dan setegar apapun dia menahannya? Sasha memiliki batasan pada dirinya sendiri. Kris tahu, Sasha menangis untuk menumpahkan segala beban di dalam hatinya. Kris hanya bisa diam memberikan waktu untuk Sasha menangisi nasibnya, dan memberikan sekotak tisu untuk Sasha gunakan.


"maaf jika aku menangis di hadapanmu, asisten Kris." ucap Sasha setelah selesai akan tangisannya.


"tidak masalah, nona. Jika itu dapat meringankan beban di dalam hatimu." balas Kris dengan tulus.


Kris tahu Sasha adalah wanita yang tulus dan baik hati. Sangat tidak beruntung jika tuannya melepaskan seorang wanita seperti Sasha.

__ADS_1


"Kris…!" ucapnya melihat ke arah Kris yang sedang sibuk mengemudikan mobilnya.


Kris tidak menjawab, dia hanya melirik sekilas ke arah Sasha.


"mengapa dari dulu kau selalu baik padaku?" tanya Sasha secara tiba-tiba.


Sasha dapat merasakan ketulusan dari sikap Kris. Dari dulu Kris selalu bersikap baik dan selalu membantunya jika dalam masalah, bukan karena dia adalah istri dari tuannya. Namun sikap Kris memang baik dan tulus padanya.


"karena anda juga selalu baik pada saya, nona." balas Kris tanpa melihat ke arah Sasha.


"terima kasih." hanya itu yang dapat Sasha katakan.


"sudah seharusnya kita saling membantu, nona. Setidaknya saat ini saya hanya bisa diam dan tidak akan mengatakan apapun pada orang lain. Sampai anda sendiri yang sudah siap akan hal ini." ucap Kris ingin membuat Sasha sedikit tenang. Tidak baik jika ibu hamil terlalu banyak pikiran, itulah yang ada di dalam pikiran Kris


"terima kasih Kris." ucap Sasha tulus.


Setidaknya, di saat dirinya mengalami masalah. Masih ada yang peduli padanya, membantu dan selalu baik kepadanya. Sasha senang dan merasa beruntung bisa kenal dengan sosok Kris yang mengerti bagaimana perasaan orang lain?


Mereka tiba di kantor perusahaan KING Group. Sasha berusaha bersikap seperti biasanya, agar tidak ada yang curiga padanya. Masalah ini akan Sasha selesaikan dengan sebaik mungkin, dan mengikuti alurnya saja.


Setidaknya semua ini adalah buah dari hasil perbuatan yang seharusnya tidak dia lakukan. Sasha harus bertanggung jawab akan semua yang telah dia lakukan, bayi yang ada di dalam kandungannya tidak memiliki salah apapun? dia justru adalah anugerah terindah di tengah kemelut yang Sasha hadapi.


Dia hanya harus mempersiapkan diri, untuk mengatakan ini semua dengan jujur kepada mamanya dan juga Ryota. Kehamilannya yang akan semakin membesar tidak mungkin bisa dia sembunyikan terlalu lama.


Sasha terus berusaha menenangkan hatinya untuk beberapa jam ke depan. Alan Kendrick tidak boleh tahu akan perubahan sikap dan situasi yang sedang Sasha hadapi saat ini.


Mereka kini memasuki ruangan Presdir setelah mengetuk pintunya, di mana mereka dapat berjumpa dengan Alan Kendrick? Namun langkah kaki mereka terhenti akan sesuatu yang tidak pernah ada di bayangan mereka saat ini.


"mama…Tante cantik…!" panggil dua anak yang sangat Sasha kenal berlari mendekatinya.


Dua anak itu adalah Ryota dan Serly. Senyum mereka berdua merekah ketika melihat kedatangan Sasha.


Sasha dan Kris diam terpaku dengan mata yang membulat sempurna karena terkejut akan apa yang mereka lihat? terlebih lagi Kris yang melihat ke arah Ryota anak laki-laki yang terlihat tampan dengan mata birunya. Sama persis seperti mata tuannya Alan Kendrick.


Anak laki-laki yang menjadi persi kecil dari tuannya Alan Kendrick. Semua orang yang melihat anak itu pasti akan berkata. 'Anak laki-laki versi kecil, photo copyan dari wajah tuan Alan Kendrick'.


Apa yang akan terjadi? apakah semua rahasia yang tersembunyi akhirnya akan terungkap juga? Apa yang akan terjadi pada nasib Sasha dan Alan selanjutnya? Tidak ada yang tahu takdir di dalam hidup seseorang.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2