PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
43. Parfum Milik Sasha.


__ADS_3

***Perusahaan K.R Group***


Kenan menatap botol parfum kecil yang ada di atas meja kerja, tepat di hadapannya. Dia merasa tubuhnya lebih baik dari sebelumnya, tidurnya sangat lelap walaupun hanya dua jam saja. Terbangun dari tidurnya, Kenan langsung mencium aroma vanilla segar yang membuat kepalanya tidak pusing dan perutnya tidak mual lagi. Aroma yang menenang untuknya saat ini.


Kenan tidak bisa mengatakan apapun tentang apa yang terjadi pada tubuhnya? beberapa minggu ini dia terserang penyakit yang tidak jelas, kepalanya sering sekali pusing bahkan terasa sakit berdenyut, perutnya terasa mual seperti di aduk-aduk di dalamnya. Tubuhnya lemas dan lelah jika mencium aroma yang tidak dia sukai, dan ketika selesai memuntahkan semua isi perutnya. Kenan sudah tidak tahan akan penderitaannya.


Dia sudah periksa ke dokter, bahkan sudah melakukan jendral cek-up. Kondisi tubuhnya semua normal tidak ada masalah, hanya tekanan darahnya rendah. Di karenakan kurang tidur dan istirahat cukup. Perutnya sering mual karena mungkin suka telat makan, hanya itu yang di katakan oleh dokter.


Kenan sudah melakukan segalanya yang di anjurkan oleh dokter yang ia temui, namun tidak ada perubahan sama sekali. Penyakitnya semakin parah, hingga menjalar dan merugikan serta membuat semua orang yang ada di sekitarnya susah. Kenan tidak tahan mencium aroma parfum semua orang, walaupun aroma parfum yang sangat mahal.


Kenan sampai rela menggunakan masker wajah tiga lapis, agar dia tidak mencium aroma yang akan membuat kepalanya pusing dan perutnya mual, sehingga akan merangsang perutnya untuk memuntahkan semua isi di dalamnya. Kenan benar-benar tidak nyaman selama beberapa minggu ini. Dia menderita luar dan dalam tubuhnya.


Namun kini dia merasa lucu akan cerita yang baru saja di ceritakan oleh Rion adiknya sendiri. Dirinya terlihat tenang saat mencium aroma parfum vanilla segar yang ada di hadapannya itu. Aroma parfum yang dapat membuatnya tertidur pulas untuk dua jam. Aroma parfum yang tidak membuat kepalanya pusing dan perutnya terasa tenang dan nyaman.


"ini lucu, sangat memalukan bagiku. Apa yang terjadi padaku? parfum wanita itu menenangkan untuk ku hirup. Dan tidak ada reaksi apapun pada tubuh ku." gumam Kenan pelan sembari melihat botol parfum yang ada di hadapannya.


"ini gila, gila bagiku." gumamnya masih tidak dapat percaya, apa yang sudah terjadi padanya?


"semua ini tidak benar, penyakit ini benar-benar membuatku malu." gumamnya sembari mengepal erat tangannya.


Kenan tidak ingin mempercayai apa yang terjadi padanya? apalagi mengingat kembali cerita seru yang di katakan oleh Rion, yang juga di benarkan oleh asisten Leon dan juga Kevin.


Flashback on…


"akhirnya kakak bangun juga, setelah dua jam tertidur nyenyak." ucap santai Rion dengan posisi masih duduk pada sofa yang ada di hadapan Kenan.


Kenan baru saja bangun dari tidur nyenyaknya, setelah dari pagi terus lemas dan memuntahkan isi perutnya, karena terserang mual dan sakit kepala yang hebat. Kini dirinya merasa lebih baik dari kondisi tadi pagi, bahkan lebih baik dari kondisi sebelumnya.


Kenan duduk bersandar pada sandaran sofa, sembari memejamkan matanya dan membukanya kembali untuk menetralkan cahaya yang masuk ke dalam matanya.


"apa kakak sudah lebih baikan?" tanya Rion masih terlihat khawatir pada sang kakak.


Bagaimana Rion tidak khawatir, beberapa minggu ini Kenan sering sekali sakit kepala, mual hingga muntah-muntah, tidak bisa mencium aroma parfum orang lain dan juga aroma yang aneh-aneh menurut penciumannya. Bahkan parahnya lagi Kenan juga tidak tahan mencium aroma parfumnya sendiri.


Rion benar-benar di buat kebingungan oleh penyakit sang kakak, mana mama dan papanya tidak kunjung pulang dari luar negeri. Mama dan papanya pergi ke negara bagian Eropa untuk berbulan madu sekaligus menemani sang Oma, yang sedang menjalani pengobatan rutin yang di lakukan di sebuah negara bagian benua Eropa.


Namun beberapa hari yang lalu, karena Rion merasa sangat khawatir akan kondisi Kenan. Dia tidak bisa untuk diam saja, Rion terpaksa menghubungi mama dan papanya untuk memberitahukan kondisi Kenan kepada mereka.


Kedua orang tuanya berjanji akan pulang secepat mungkin, dan mereka sudah berada di dalam perjalanan pulang ke kota asal mereka.


"iya tubuhku lebih baik lagi. Aku merasa lebih baik dari sebelumnya." jawab Kenan sembari melihat Rion yang ada di hadapannya.


"apa kakak yakin?" tanya Rion seolah tidak percaya akan jawaban darinya.


"iya memangnya kenapa?" tanya kenan.

__ADS_1


"apa kakak tidak mencium aroma yang membuat kakak tidak nyaman?" tanya Rion dengan tatapan selidik pada Kenan.


Kenan yang mengerti dan mengingat akan penyakitnya. Dengan cepat mengendus-endus aroma ruangan yang penuh akan aroma vanilla segar. Kenan lalu mengingat aroma ini yang dia minta untuk di hirup sebelum dia tertidur.


"aroma ini?" ucap Kenan sembari memanjukan tubuhnya ke depan.


Tiga pria yang ada di sana hanya melihat reaksi dan mimik wajah Kenan yang sedikit berubah. Kenan terus mencoba mengendus-endus aroma ruangan tersebut. Penuh akan aroma vanilla segar, aroma parfum yang di berikan oleh Sasha tadi. Rion sudah menyemprotkan parfum tersebut ke seluruh ruangan, bahkan dia juga menyemprotkan parfum itu ke tubuhnya, Leon dan juga tubuh Kevin.


Jelas saja mendapatkan protes keras oleh Kevin yang seorang Casanova, tubuhnya kini penuh akan aroma vanilla segar, parfum seorang wanita. Rion terpaksa melakukan itu, agar dapat sedikit membantu Kenan, karena dia merasa kasihan melihat sang kakak yang menderita beberapa minggu ini.


"ini aroma vanilla segar." jawab Rion dengan santai dan terus melihat intens wajah sang kakak. Terlihat jelas Kenan sangat tenang, bahkan Kenan menghirup aroma itu dalam-dalam untuk beberapa kali.


"aroma ini benar-benar membuat tubuhku segar kembali. Aku sudah sehat sekarang." ucapnya senang dengan senyum lega yang Kenan tunjukkan.


"apa kakak yakin sudah sembuh, hanya karena menghirup aroma ini?"


"iya tentu saja." ucapnya. "lihat, aku tidak merasa pusing dan mual lagi karena aroma ini " ucapnya kembali setelah menghirup dalam-dalam aroma tersebut. Kenan belum tahu yang sebenarnya.


"kakak tahu aroma ini? aroma vanilla segar."


"iya aku tahu, ini yang tadi aku cium sebelum aku tertidur."


"lalu kakak tahu siapa yang membawa aroma ini?" tanya Rion selidik.


"bukannya kau Rion?"


"datang sendiri…! apa maksudmu?" tanya Kenan tidak mengerti.


Rion meletakkan sebuah botol kecil di atas meja, tepat di hadapan Kenan. Kenan melihat botol tersebut, dan dapat dia tebak itu adalah botol parfum. Kenan pun melihat botol itu dan Rion secara bergantian.


"ini botol parfum yang isinya aroma vanilla segar. Aroma yang kami semprotkan saat ini, di dalam ruangan dan tubuh kami bertiga." jawab Rion apa adanya, sembari melihat ke arah kedua sahabat yang ada di sana bersama mereka.


Kenan pun melihat ke arah Leon dan Kevin yang menganggukkan kepalanya, tanda membenarkan ucapan Rion. Nampak jelas wajah Kevin yang di tekuk karena masih kesal akan ulah Rion yang menyemprotkan tubuhnya dengan menggunakan parfum wanita tersebut.


"lalu masalah nya apa?" tanya Kenan merasa bingung akan mereka bertiga.


"kami tidak ada masalah, yang memiliki masalah adalah kamu kak Kenan." tunjuk Rion sedikit kesal pada sang kakak yang sungguh tidak peka, akan apa yang dia bicarakan.


"maksud mu apa? cepat katakan…! apa yang ingin kamu katakan Rion." perintah Kenan sembari menyambar botol parfum kecil yang ada di atas meja kaca.


Rion menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, sebelum dirinya menjawab pertanyaan dari Kenan.


"parfum yang kau sukai itu adalah milik nona Sasha yang tadi pagi datang." ucap Rion yang sontak menghentikan gerak tangan Kenan, yang sedang menggenggam erat botol parfum milik Sasha di tangannya.


Kenan menatap intens Rion, apa dia salah mendengar apa yang di ucapkan oleh Rion?

__ADS_1


'parfum ini milik Sasha?' gumamnya dalam hati.


"apa katamu Rion?" tanya ulang Kenan, dia ingin mendengar sekali lagi dengan jelas


"parfum yang kakak sukai dan yang sedang kakak pegang itu adalah punya nona Sasha yang tadi pagi datang ke sini." jawab Rion dengan ucapan yang jelas dan menekan setiap kata-katanya.


Kenan dengan segera melihat botol parfum yang ada di tangannya, lalu meletakkannya kembali ke atas meja. Dia tidak ingin percaya jika botol parfum yang dia sukai aromanya adalah milik Sasha. Apa dirinya sudah gila? dirinya suka dan merasa nyaman dengan apa yang di miliki oleh Sasha? wanita yang sudah hampir dua bulan ini tidak ia temui.


Wanita yang tidak ingin lagi dia temui, karena kejadian malam panas mereka dua bulan yang lalu. Wanita yang sudah pernah dia hina dan sakiti dengan kata-kata kasar yang menyayat hati. Wanita yang dia tolak karena tidak pantas berada di sisinya. Wanita yang tidak akan pernah ada di dalam pikiran Kenan untuk selamanya, wanita yang benar-benar Kenan tolak kehadirannya di dalam hidupnya saat ini.


Kini malah parfum dari wanita itu yang telah membuatnya merasa nyaman. Apakah ini lelucon untuknya dari sang adik? Kenan merasa lucu dan menolak untuk percaya.


"apa katamu? parfum ini milik Sasha?" tanya Kenan tidak percaya.


"iya." jawab singkat Rion dengan di sertai anggukkan kepalanya.


Kenan pun melihat ke arah Leon dan Kevin yang juga menganggukkan kepala mereka tanda membenarkan ucapan Rion.


"apa kalian bercanda?"


"untuk apa kami melakukan itu?"


"tapi ini tidak mungkin, tidak mungkin parfum murahan seperti itu…!" tunjuk Kenan pada botol parfum yang ada di atas meja. "parfum murahan milik Sasha, bisa membuat aku lepas dari penyakit aneh ini." ungkapnya.


"pasti kalian bohong." ucap Kenan lagi.


"kak…tidak ada gunanya kami berbohong. Jika kakak tidak percaya dan tidak menginginkan parfum itu, lebih baik aku kembalikan lagi ke nona Sasha." ucap Rion sedikit kesal karena di anggap berbohong oleh Kenan.


Kenan hanya diam tanpa menjawab, dia hanya menatap ke arah Rion, Leon dan juga Kevin. Kemudian dia bangkit dan berjalan ke arah meja kerjanya. Dia duduk dengan tenang sembari membuka sebuah berkas yang ada di atas meja.


Rion meraih botol parfum milik Sasha, lalu bangkit dan melangkah mendekati meja kerja Kenan. Rion meletakkan botol parfum itu, tidak jauh di hadapan Kenan.


"jika memang kakak tidak suka dengan parfum ini, biarkan saja di sini. Nanti pulang kantor aku akan mampir ke sini lagi, untuk mengambilnya. Akan aku kembalikan lagi pada orang yang punya." ucap Rion dengan sikap tenangnya.


Rion tidak mengerti apa yang terjadi dan yang di rasakan oleh sang kakak? Dia hanya ingin Kenan baik-baik saja. Rion lalu keluar dari ruangan bersama dengan Leon dan juga Kevin. Meninggal Kenan sendiri adalah hal yang baik saat ini, agar Kenan dapat berpikir dengan tenang. Namun, tidak akan ada yang tahu apa yang ada di dalam pikiran Kenan saat ini?


Flashback off…


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2