PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
12. Kenangan Dari nama Masahiko.


__ADS_3

***Rumah Sasha***


Rion yang tidak sabar lagi untuk bertemu dan berbicara dengan suami Sasha, memaksakan dirinya masuk ke dalam rumah Sasha. Rion tidak peduli akan dorongan dan larangan yang Sasha lakukan padanya.


"kalau kau masih terus melarang ku masuk, akan aku peluk kau…!" ungkap Rion ingin menggertak Sasha.


"jangan macam-macam, aku bisa menghajarmu sekarang juga." balas Sasha mengancam yang sudah malas memakai kata-kata sopan pada Rion.


"kau akan aku tuntut lebih mahal lagi."


"kau…" tunjuk Sasha dengan lengah. Membuat Rion berhasil mendorong mundur tubuh Sasha dan masuk ke dalam rumah Sasha.


Dengan gerakan cepat dan tanpa di perintah oleh tuan rumah, Rion segera duduk di sofa sederhana yang ada di dalam ruang tengah Sasha. Sasha hanya membulatkan matanya sempurna karena melihat tingkah laku Rion.


"apa kau tidak punya sopan santun saat berkunjung ke rumah orang?" tunjuk Sasha ke arah Rion yang hanya tersenyum tipis melihat pada Sasha.


"apa kau juga tidak punya sopan santun pada seorang tamu yang datang berkunjung?" balas santai Rion melihat pada Sasha.


"kau tamu yang tidak di undang, dan kau tamu yang memaksa masuk ke rumahku."


"sudahlah jangan berdebat, cepat panggil suami mu datang ke sini, dan siapkan aku makan sekarang juga, aku lapar."


"kau memerintah diriku…!!"


"kau pelayan pribadi ku, jadi wajar kan aku memberikan kau perintah."


"tapi ini di rumahku."


"di manapun kau berada, kau tetap pelayan pribadi ku, kalau kau tidak suka cepat bayar hutangmu dengan kontrak dua kali lipat." tunjuk talak Rion pada Sasha.


Mata Sasha membulat dengan sempurna, dia masih sangat ingat kalau dia memutuskan kontrak secara sepihak, Sasha harus membayar hutangnya secara dua kali lipat. Sasha sudah tidak bisa melawan lagi, dia masih sadar kalau dirinya masih punya ibu dan putra yang masih perlu biaya banyak.


Tanpa banyak bicara Sasha pergi dari sana menuju ke arah dapur, meninggalkan Rion yang tersenyum kemenangan di bibirnya.


Rion memanggil Leon sang asisten pribadinya untuk ikut masuk, Rion kini mengedarkan pandangan matanya ke seluruh ruangan, melihat semua keadaan rumah Sasha, yang cukup bersih dan rapi walaupun kecil.


Sasha dengan cepat membawakan makan siang kedua pria yang ada di ruang tengahnya, Sasha hanya mengganti tempat makanan yang dia bawa tadi ke atas piring lain. Dengan cepat pula Sasha meletakkan semua makanan yang sudah dia beli ke atas meja kayu yang ada di sana. Rion nampak sangat gembira melihat apa yang dia perintahkan di ikuti oleh Sasha.


Tanpa banyak basa-basi, Rion dengan segera memakan makan siangnya yang tertunda tadi.


"kau tidak makan?" tanya Rion di sela-sela makannya melihat Sasha yang ada di hadapannya.


"aku tidak lapar, aku akan menunggu anakku pulang dan makan bersama." balas Sasha melihat pada Rion.


"lalu jam berapa suamimu pulang, aku akan menunggunya sampai pulang, aku harus bicara dengan jelas padanya mengenai kontrak kita, agar tidak ada kesalah pahaman."


"tidak perlu menunggu, dia tidak akan pulang."


"kenapa?" tanya heran Rion menghentikan makannya.


Sasha hanya melihat intens Rion yang melihatnya juga, dalam pikiran Sasha tidak ingin menyembunyikan perceraiannya. Karena selama ini memang itu yang Sasha lakukan untuk bertahan hidup, agar pandangan orang tidak negatif padanya.

__ADS_1


Tetapi kenyataannya, masih saja ada yang mandangnya negatif dengan status jandanya. Bahkan putranya pernah di katakan anak haram karena di anggap kalau Sasha memiliki anak di luar nikah, tetapi selama itu tidak benar Sasha berusaha menahan diri untuk tidak membuat keributan, agar sang putra bisa tumbuh dengan normal. Sasha berusaha membuat putra semata wayangnya, untuk tidak mendengar perkataan yang menyakiti hatinya.


"kenapa kau diam, aku tidak ingin mendapatkan masalah hanya karena suamimu nanti tiba-tiba menuntut ku."


"dia tidak akan bisa menuntut mu."


"kenapa?" tanya heran Rion dan Leon menghentikan makannya mendengar jawaban Sasha.


"karena kami sudah lama bercerai, sebelum aku melahirkan putraku." jawab santai Sasha melihat Rion yang terdiam.


"apa kau coba membohongiku?" tanya Rion memicingkan sebelah matanya, melihat tidak percaya pada Sasha.


"apa keuntungan ku untuk bohong padamu?"


"bisa saja kau bersekutu ingin menjebakku."


"untuk apa aku menjebakmu, bukankah kau akan malah menuntutku dengan lebih berat lagi, aku tahu bagaimana cara orang kaya seperti kalian? memanfaatkan uang dan kekayaan kalian, agar bisa mendapatkan apa yang kalian inginkan?" balas Sasha mengeluarkan semua unek-uneknya selama mengenal orang kaya, yang hanya bisa memakai kekuasaan dan kekayaannya untuk membuat orang kecil susah.


"kenapa kalian diam? apa aku salah?" tanya Sasha dengan tatapan datarnya.


"apa maksudmu menghina kami?"


"aku tidak menghina, karena itu memang kenyataannya. Orang kaya seperti kalian hanya bisa memakai kekuasaan dan kekayaan kalian untuk melawan orang kecil seperti ku. Apa aku salah?"


"kau…!" tunjuk geram Rion pada Sasha.


"aku memang miskin tapi aku bukan penipu dan pembohong." balas Sasha tidak kalah sengit.


"terserah padamu, kalau memang kau sudah bercerai ya sudah." jawab Rion dengan tiba-tiba berbicara santai.


Rion melanjutkan makan siangnya, dia tidak lagi melanjutkan pembicaraan mereka. Sasha pun hanya menatapnya heran sekaligus curiga pada Rion, sedangkan yang di tatap hanya berpura-pura tidak mengerti saja.


Makan siang mereka pun selesai, dengan cepat pula Sasha membereskan piring bekas makanan mereka. Dengan cepat pula Sasha kembali untuk mengusir Rion dari rumahnya karena sebentar lagi putranya pulang.


"makan siang anda sudah selesai, sekarang silahkan anda pulang." ungkap Sasha mencoba sopan, agar Rion mau pergi.


"kau mengusirku, kau masih ingat kan, kalau ini masih jam kerjamu." ungkap Rion mengingatkan Sasha.


"aku tidak lupa tuan, silahkan pergi sebelum putra ku kembali, aku tidak ingin dia melihat ada seorang pria datang ke sini, aku akan menyusul mu nanti."


"kalau kau mau ikut sekarang, karena ini masih jam kerjamu, lagi pula untuk apa kau takut kalau ketahuan oleh anakmu, ada seorang tamu pria yang datang?" tanya curiga Rion melihat Sasha.


"Karena dia tidak suka melihatku bersama dengan seorang pria." jawab bohong Sasha.


Karena Sasha takut kalau putranya melihat Rion dan Leon di rumahnya, Ryota pasti akan terus bertanya siapa dua pria ini? dan apakah dua pria ini papanya atau bukan? setelah ada jawaban yang membuatnya tidak puas, Ryota akan terlihat sedih dan kecewa, bahkan tidak ingin berbicara pada Sasha selama beberapa hari, dan Sasha tidak ingin itu terjadi.


Dalam hati Ryota sangat merindukan sosok seorang papa untuknya, dan Sasha tahu itu. Tetapi Sasha tidak ingin di pisahkan dari Ryota kalau saja papa kandungnya, tahu akan keberadaan Ryota saat ini. Sasha sangat yakin pasti mantan suaminya akan merebut Ryota dari sisinya, dan Sasha tidak sanggup untuk kehilangan Ryota, lebih baik dia memilih untuk egois dari pada kehilangan Ryota.


"oya…? apa dia tidak suka punya seorang papa?"


"itu bukan urusan anda."

__ADS_1


"baiklah kalau memang apa yang kau katakan benar? lebih baik kau ikut denganku sekarang dari pada putra mu melihat ku dan Leon ada di sini." ucap Rion memberikan saran.


"benar juga katanya, lebih baik pergi sebelum Ryota melihat mereka dan aku mendapatkan masalah baru lagi." gumam Sasha dalam hatinya.


"bos kau memang pintar mencari alasan." gumam Leon dalam hatinya melihat Rion dan Sasha secara bergantian.


"baiklah, aku ambil jaket dan tasku dulu." balas Sasha berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Rion melemparkan senyum kemenangan ke arah Leon, dan Leon hanya geleng-geleng kepala karena tahu maksud dari senyum Rion tersebut. Tidak lama Sasha datang, dan mereka pergi dengan cepat dari rumah sebelum Ryota dan mama Sasha datang.


Tanpa mereka sadari, ada seorang pria yang menyamar untuk mengawasi dan mencari tahu tentang Sasha saat ini. Pria tersebut menjadi mata-mata dan bersiap mengikuti kemanapun Sasha pergi, karena perintah dari atasannya.


Sasha sangat kesal saat ini, karena dia di paksa duduk bersebelahan dengan Rion di kursi belakang. Padahal dia ingin duduk di kursi depan mobil, untuk menghindari Rion, karena Sasha sangat malas duduk berdampingan dengan Rion yang terus bersikap aneh dengan senyum anehnya yang mencurigakan.


"siapa nama anakmu?" tanya Rion tiba-tiba memecah keheningan.


"mau apa tuan tahu nama anakku?" tanya curiga Sasha melihat pada Rion.


"apa aku salah ingin tahu nama anakmu? akukan bertanya baik-baik !!"


Sasha diam sejenak, dia menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan.


"namanya Ryota Masahiko." jawab Sasha malas berdebat.


"Ryota Masahiko…? seperti nama orang Jepang."


"memang benar, karena aku ada keturunan Jepangnya, apa ada masalah?"


"tidak…berarti kau dan Kevin sama dong…sama-sama keturunan Jepang."


"oya…?!"


"iya…Kevin Hiroaki. mungkin kalian bisa cocok. Apa kau juga bisa berbahasa Jepang?" tanya Rion yang membuat Sasha melihat padanya.


"aku bisa sedikit." balas Sasha sembari memalingkan wajahnya keluar jendela.


Saat mengingat dengan bahasa Jepang, Sasha akan mengingat pula kesedihan yang ada di mata sang mama, mata kesedihan serta kerinduan pada sosok suami yang telah meninggalkannya. Pria Jepang yang sekaligus papa dari Sasha Yorina Masahiko, itulah nama kepanjangan Sasha yang dia sembunyikan.


Kebenaran yang tidak ingin Sasha ingat lagi dan Kebenaran yang sangat sulit untuk Sasha sembunyikan, karena permintaan dari sang mama, agar bisa cepat menemukan papanya yang sudah lama pergi menghilang, mamanya berharap dengan masih menggunakan nama Masahiko, sang papa bisa cepat untuk di temukan kembali.


Mama Sasha lah yang ingin cucunya memakai nama belakang sang suami, yang memang asli berasal dari negara Jepang. Mama Sasha hanya ingin mengenang sang suami, yang sama sekali tidak dia ketahui akan keberadaan sang suami di mana? sekalipun Sasha pernah untuk mencari sang papa ke Jepang, tetapi tidak ada hasil sama sekali. Bahkan nama Masahiko tidak bisa di lacak sama sekali. Hasilnya tetap akan sama dengan nihil atau kosong.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2