PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
47. Perasaan Seorang Ibu.


__ADS_3

***Rumah Sakit***


Nyonya Kania dan tuan Rendy Diandra duduk dengan tenang, pada sofa yang ada di dalam ruang perawatan VVIP rumah sakit milik keluarga Diandra. Namun di dalam hati mereka, merasa geram terhadap putra pertamanya tersebut. Nyonya Kania dan tuan Rendy tahu benar penyakit aneh apa yang sedang di derita oleh Kenan Diandra?


Penyakit yang memang tidak bisa di sembuhkan oleh obat apapun? obatnya hanya satu yaitu pusat atau penyebab dari penyakit aneh tersebut. Mereka yakin jika Kenan telah melakukan perbuatan yang tidak seharusnya dia lakukan, dan kini Kenan tidak ingin atau belum bertanggung jawab.


Mereka sebagai kedua orang tua Kenan Diandra tidak ingin melihat atau memiliki anak yang tidak bisa bertanggung jawab atas perbuatan yang sudah dia lakukan. Jadi saatnya nyonya Kania yang akan bertindak.


Sebenarnya dari lubuk hati nyonya Kania merasakan kebahagiaan yang tidak di ketahui oleh orang lain, kecuali sang suami yang selalu mengerti dirinya. Nyonya Kania bahagia, jika benar penyakit aneh Kenan di sebabkan oleh perbuatannya, akan ada hasil yang membuat nyonya Kania sangat bahagia, karena sudah sejak lama di tunggu-tunggu olehnya.


Kenan keluar dari dalam toilet dengan tubuhnya yang lemah di papah oleh Leon, terlihat jelas Kenan sangat menderita dengan penyakit anehnya tersebut. Kenan benar-benar seperti bukan dirinya yang biasa datar, dingin dan sedikit angkuh pada orang lain.


"apa kau akan terus seperti ini?" tanya tiba-tiba nyonya Kania masih duduk anggun di atas sofa.


Kenan yang baru saja berbaring di atas ranjang rumah sakit, melihat ke arah sang mama.


"apa maksud mama? aku juga tidak ingin seperti ini. Ini sungguh menyiksaku ma…!" balas Kenan dengan suara yang lemah.


"sudah tahu diri sendiri menderita, makanya bertanggung jawab atas perbuatan yang telah kamu lakukan."


Kenan, Rion dan Leon melihat ke arah nyonya Kania, mereka benar-benar tidak tahu dan tidak mengerti apa yang di maksud oleh nyonya Kania, perbuatan apa yang harus Kenan pertanggung jawabkan? itulah pertanyaan yang ada di dalam benak ketiga pria yang ada di sana.


"perbuatan apa yang harus Kenan pertanggung jawabkan ma…jika dengan begitu penyakit aneh ini bisa sembuh akan Kenan lakukan." jawab Kenan pasrah, sejujurnya dia sungguh sudah tidak tahan akan penyakit aneh tersebut.


"wanita mana yang kamu hamili?" ucap nyonya Kania tanpa ingin berbasa-basi lagi.


jedeerr… ketiga pria yang ada di sana sontak terkejut mendengar apa yang nyonya Kania katakan? terlebih lagi Kenan yang langsung duduk dari posisi berbaringnya.


"hamil…"ucap Rion melihat sang mama heran dengan alisnya yang merengut, lalu beralih melihat sang kakak yang tidak kalah terkejut.


"kakak menghamili seorang wanita?" tanya cepat Rion ke arah Kenan.


"mana ada…" ucap Kenan dengan keras, tetapi seketika terhenti dan langsung memandang ke arah Leon.


Nampak jelas perubahan mimik wajah Kenan saat melihat ke arah Leon, begitu juga Leon yang juga terlihat terkejut saat tatapannya bertemu dengan tatapan mata Kenan.


Nyonya Kania, tuan Rendy dan juga Rion dapat melihat perubahan mimik wajah dari keduanya. Perubahan yang nyata mengatakan jika ucapan yang nyonya Kania lontarkan adalah ada benarnya. Nyonya Kania masih melihat sang putra dengan tatapan tajam dan intimidasinya.


"katakan wanita mana yang sudah kamu hamili dan tidak ingin kamu pertanggung jawabkan?" tanya kembali nyonya Kania, Kenan langsung menatap intens sang mama.


'hamil…ada wanita yang aku hamili? tapi apa hubungannya dengan penyakit aneh yang aku derita? wanita yang mana sudah aku hamili?' gumam Kenan di dalam hatinya sembari berpikir dan mencerna apa yang di ucapkan oleh sang mama.

__ADS_1


"di tanya malah diam?" tegur nyonya Kania melihat Kenan hanya diam saja.


"cepat katakan wanita mana yang sudah kamu hamili? dan saat ini sedang mengandung anak buah dari perbuatan yang tidak seharusnya kamu lakukan."


"apa hubungannya dengan penyakit aneh kak Kenan ma…mengapa mama sangat yakin ada seorang wanita yang kakak hamili?" tanya Rion sekaligus mewakili Kenan.


Nyonya Kania menghela nafasnya perlahan, dia sadar jika pria muda seperti kedua putra dan asisten Leon tidak akan mengerti, jika saat ini Kenan sedang berada pada masa ngidam di awal kehamilan. Sama persis seperti tuan besar Rendy Diandra yang merasakan ngidam seperti Kenan saat nyonya Kania mengandung Kenan dulu.


"dulu saat mama baru saja mengandung kamu Kenan." ucap nyonya Kania melihat teduh sang putra, sudah tidak ada gunanya marah atau kesal pada putranya tersebut.


"mama yang hamil, papa yang mengidam. Papa saat itu tidak bisa mencium aroma yang tidak nyaman bagi penciumannya, kecuali aroma parfum dan sabun mandi yang mama pakai. Papa akan mual, pusing dan muntah-muntah, sama seperti kamu sekarang." ungkap nyonya Kania menjelaskan.


"tapi apa hubungannya kak Kenan dengan nona Sasha, tidak mungkinkan kak Kenan menghamili nona Sasha." ucap Rion teringat jika Kenan hanya nyaman mencium aroma parfum vanilla segar milik Sasha.


Kenan dan Leon hanya diam melihat ke arah Rion dan nyonya Kania secara bergantian.


'Sasha hamil…?!?' gumam Kenan dalam hatinya melihat ke arah Rion. Ucapan Rion membuat dia teringat sesuatu.


"nona Sasha…siapa dia?" tanya nyonya Kania antusias melihat ke arah Rion.


"oooo…dia… Sasha adalah pemilik parfum yang beraroma vanila segar, aroma parfum yang nyaman di cium oleh kak Kenan ma…" jawab apa adanya Rion.


Nyonya Kania melihat ke arah sang suami, lalu beralih melihat ke arah Kenan yang diam dengan pikirannya sendiri.


"nona Sasha hanya asisten pribadi dari rekan bisnis kami, yaitu asisten pribadi dari tuan Alan Kendrick." Rion yang menjawab pertanyaan sang mama karena Kenan hanya diam saja.


"asisten pribadi dari tuan Alan Kendrick?" ucap nyonya Kania.


"iya ma…!" Rion membenarkan.


"apa kamu ada hubungan pribadi dengan nona itu Kenan?" tanya nyonya Kania ingin kejelasan dari putranya tersebut.


Kenan masih setia pada diam dan pemikirannya sendiri.


""tidak ma…kak Kenan dan nona Sasha tidak ada hubungan pribadi sama sekali, seperti yang mama tanyakan. Lagi pula nona Sasha tidak hamil, mungkin itu hanya kebetulan saja. Mana ada wanita bisa hamil kalau tidak pernah berhubungan badan." lagi-lagi Rion yang mewakili untuk menjawab.


Kenan masih diam. Sedangkan nyonya Kania melototkan matanya ke arah Rion yang terus menjawab pertanyaannya.


"Rion…mama tidak bertanya padamu, mama bertanya pada kak Kenan." ucap nyonya Kania menekan setiap kata-katanya, sembari melototkan matanya ke arah Rion.


Rion seketika diam dan tahu arti tatapan melotot dari sang mama. Begitu Rion terdiam, nyonya Kania bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati Kenan. Dia ingin Kenan mengatakan sesuatu tentang apa yang sedang ia curigai. Benar tidaknya akan kecurigaannya tersebut, hanya Kenan yang tahu pasti.

__ADS_1


"nak…mama ingin kamu berkata jujur…" bujuk lembut nyonya Kania pada putranya sembari membelai lembut punggung Kenan.


Kenan melihat ke arah sang mama, dia melihat tatapan teduh sang mama yang menginginkannya jujur. Belaian lembut serta sayang sang mama seakan memberikan sebuah kekuatan untuk Kenan berkata jujur dan mengakui kebenaran yang ada.


"ma…maafkan Kenan…saat ini Kenan belum bisa mengatakan apapun…? Kenan tidak tahu harus berbicara apa dan menjawab pertanyaan mama seperti apa?" balas Kenan tidak kalah lembut. Kenan sangat tidak bisa membantah pada sang mama yang selalu bersikap lembut dan penuh kasih sayang terhadapnya.


"mama mengerti…jika apa yang mama katakan terbukti benar. Mama ingin kamu bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, kamu mengerti nak…?"


"tentu ma…!" angguk mengerti Kenan tanda mengerti apa yang menjadi kemauan sang mama?


Kenan tidak bisa menjawab pertanyaan atau perkataan dari sang mama, bukan karena dia tidak ingin menjawab atau bertanggung jawab seperti yang di inginkan oleh sang mama. Namun, Kenan harus membuktikan dan memastikan terlebih dahulu kebenaran dan kecurigaan dari sang mama, apakah benar Sasha hamil atau tidak?


Tidak bisa di pungkiri oleh Kenan, jika dirinya juga merasa apa yang di katakan oleh sang mama? mungkin saja terjadi, tetapi dia perlu kepastian dan bukti yang nyata jika Sasha hamil atas perbuatannya. Tidak perbuatan mereka berdua di malam panas, saat Sasha terkena obat perangsang dari seorang penjahat yang ingin menculiknya.


Nyonya Kania tidak bisa terus memaksa putranya untuk mengatakan sesuatu yang tidak ingin atau belum ingin dia katakan padanya. Nyonya Kania melihat ada kejujuran sekaligus rasa bingung yang ada di sorot mata sang putra. Dirinya sebagai seorang ibu, hanya ingin yang terbaik untuk putra-putranya. Itulah perasaan seorang ibu.


Nyonya Kania yakin, Kenan adalah sosok anak dan putra yang bisa dan tahu akan tanggung jawab yang harus dia lakukan, jika memang itulah perbuatan atau kesalahan yang dia lakukan. Nyonya Kania yakin sang putra tidak akan lepas dari tanggung jawabnya.


Saat mereka tengah asyik dengan lamunan mereka masing-masing. Seorang dokter dan perawat masuk ke dalam kamar tersebut.


"selamat siang…!" sapa ramah dokter yang tadi memeriksa Sasha di UGD.


"selamat siang!" jawab serempak mereka.


"bagaimana perasaan anda saat ini tuan Kenan?" tanya dokter dengan berdiri sedikit jauh dari Kenan. Dokter tersebut tahu jika Kenan tidak dapat mencium aroma lain yang tidak nyaman dengan penciuman hidungnya. Bukan karena aroma dari tubuh dokter tersebut bau, itu hanyalah penyakit aneh yang Kenan derita saat ini.


"baik…saat ini cukup baik." jawab Kenan.


Dokter hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab, tanda mengerti.


"oya tuan…ini laporan kesehatan nona yang tadi datang bersama anda, laporan yang anda minta dan saya segera membawanya ke sini sebelum memberitahukannya pada nona itu."ungkap dokter tersebut, yang lainnya hanya diam untuk mendengarkan saja.


Kenan melihat sebuah kertas yang ada di tangan dokter tersebut, dia menghela nafasnya perlahan sebelum siap mendengarkan apa yang akan dokter itu bacakan?


Entah mengapa jantung Kenan berdebar tidak beraturan, rasa penasaran dan masih lekat dalam ingatannya akan apa yang di ucapkan dan di curigai oleh sang mama? apakah itu hanya perasaannya karena tubuhnya yang kurang baik saat ini? ataukah ada hal lainnya? tidak ada yang tahu selanjutnya seperti apa?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2