
***Restauran Mewah Di Kota***
Sasha, Ryota dan Miranda kini sudah berada di dalam sebuah restauran Mewah yang ada di salah satu kota Z, salah satu restauran milik Miranda. Mereka sedang menikmati hidangan mereka masing-masing. Setelah tadi siang sempat terjadi selisih paham akan permintaan yang di utarakan oleh Ryota.
Sasha dan Miranda dapat mengalihkan perhatian Ryota untuk tidak terus menuntut ingin bertemu dengan sang papa. Tetapi mereka tidak tahu bila diamnya Ryota, bukan untuk menurut segala ucapan dari sang mama. Ryota diam-diam sudah mendapatkan sedikit kabar dan jati diri dari sang papa, yang mamanya sembunyikan darinya.
Ryota akan terus mencari sang papa, walaupun tidak ada bantuan dari sang mama dan siapapun itu? dia sangat yakin akan kemampuannya saat ini, Ryota hanya menunggu sampai dirinya memiliki sebuah laptop atau tablet Android, agar memudahkannya dalam penyelidikan dan pencarian.
Saat inilah waktunya dia mendapatkan keinginannya, agar semua yang dia rencanakan berjalan lancar. Dia sudah tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang bagus ini. Ryota akan meminta hadiah sebuah laptop dan tablet Android kepada Miranda, yang berjanji akan memberikan dirinya hadiah apapun yang Ryota inginkan?
"tante Miranda, apa hadiah Ryo masih berlaku?" tanya Ryota melihat pada Miranda dengan puppy eyes nya melihat pada Miranda.
Miranda tersenyum melihat wajah menggemaskan Ryota.
"Ryo mau apa sayang?" tanya Miranda melihat intens Ryota dengan senyum menawannya.
Miranda sudah benar-benar jatuh cinta pada Ryota yang tampan dan menggemaskan.
"apa boleh Ryo minta di belikan sebuah laptop atau tablet Android, tante Miranda?" tanya Ryota dengan pelan dan sedikit ragu.
Pandangan matanya melihat ke arah sang mama yang ada di sampingnya, yang juga melihat ke arahnya.
"tentu saja sayang, tante akan belikan Ryo dua-duanya. Hari ini juga kita akan pergi beli, dan Ryo bisa memilih sendiri yang Ryo inginkan. Bagaimana apa Ryo setuju sayang?" jawab Miranda senang.
Miranda tahu, apa maksud Ryota meminta barang elektronik itu? dia curiga kalau Ryota pasti memiliki tujuan tertentu meminta barang elektronik tersebut, Miranda juga yakin kalau Ryota pasti memiliki IQ tinggi sama seperti mama dan papanya. Semua yang Miranda lihat dan tebak dalam hatinya, pasti benar.
Miranda tidak bisa mengabulkan satu permintaan Ryota, yang tidak mendapatkan izin dari Sasha. Jadi lebih baik Miranda memberikan sesuatu yang bisa membantu Ryota, untuk mencapai apa yang dia inginkan.
"benar tante…!!" tanya Ryota tidak percaya.
"benar sayang." jawab Miranda membenarkan.
"mama…bolehkah…?" tanya Ryota meminta izin dari sang mama.
Sasha melihat sang putra sejenak, dia sebenarnya sedikit sedih. Ryota sudah lama meminta di belikan laptop padanya, tetapi karena tidak memiliki uang yang cukup, Sasha tidak bisa mengabulkan permintaan Ryota yang satu ini. Ryota melihat dan tahu tatapan sedih dari sang mama.
"maaf tante, Ryota tidak jadi meminta laptop." ucap Ryota melihat ke arah Miranda.
Sontak Miranda menghilangkan senyum pada bibirnya, heran karena Ryota tidak jadi meminta laptop padanya. Diapun melihat pada Sasha, yang juga melihat padanya.
"kenapa tidak jadi sayang?" tanya Miranda kepada Ryota. Sembari sesekali melihat pada Sasha, pasti ada alasannya?
"kenapa Ryo tidak jadi meminta laptop?" kini Sasha yang gantian bertanya.
"tidak apa-apa mama." jawab dan geleng Ryota.
"mama setuju kok, kalau Ryo meminta laptop dan tablet pada tante Miranda." ucap Sasha.
Sasha tahu kalau putranya melihat sorot kesedihan pada matanya. Sasha tidak ingin putranya mengalah karena kesedihan yang terlihat pada wajahnya. Walaupun ada sedikit rasa sedih dan kecewa, karena tidak bisa membelikan Ryota sebuah laptop, tetapi dia juga tidak ingin sang putra mengalah demi menjaga perasaan hatinya.
"kalau bisa, Ryo minta laptop yang tercanggih pada tante Miranda, tante Miranda ini orang kaya lho Ryo…!!" ungkap Sasha dengan senyum yang riang agar sang putra bisa benar-benar percaya, kalau dirinya mengizinkan Ryota meminta barang yang dia inginkan.
__ADS_1
"benar mama…?" tanya Ryota tidak percaya.
"benar sayang." balas Sasha dengan anggukan kepala dan senyum tulusnya.
"makasi mama…" ucap Ryota sembari turun dari kursinya, untuk memeluk dan mencium pipi sang mama.
Miranda tersenyum melihat interaksi Sasha dan Ryota, terlihat jelas mereka berdua sangat saling menyayangi.
"buat tante Miranda mana?" tanya Miranda pura-pura merajuk, dia juga ingin pelukan dan ciuman terima kasih dari Ryota.
Ryota dan Sasha melihat ke arah Miranda secara bersamaan, Ryota pun melihat pada sang mama meminta pendapatnya. Sasha hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
"terima kasih tante Miranda." ucap Ryota mencium dan memeluk sayang Miranda.
"sama-sama sayang." balas Miranda senang, sembari membelai lembut punggung Ryota dan membalas ciuman dan pelukan Ryota padanya.
Tanpa mereka sadari dari jarak yang tidak terlalu jauh dari mereka, interaksi mereka bertiga menjadi pemandangan dari tiga pria tampan yang sangat mereka kenal.
Ketiga pria tampan itu, melihat anak laki-laki yang bersama dengan kedua wanita yang mereka kenal baik. Mereka juga merasa familiar dengan wajah tampan anak laki-laki itu, yang tidak lain adalah Ryota.
Ketiga pria itupun berencana mendekati mereka, tanpa Sasha dan Miranda sadari sama sekali, karena terlalu bahagia melihat kebahagiaan dari Ryota, ketiga pria tampan itu sudah berdiri tepat di hadapan mereka.
"apa kami mengganggu kalian?" tanya salah satu pria tampan, yaitu Rion Diandra.
Rion, Kevin dan Leon kebetulan sedang makan siang bersama salah satu rekan bisnisnya di restauran tersebut. Yang membuat mereka tidak sengaja bertemu, ketiga pria tampan itu melihat Sasha, Miranda dan Ryota secara bergantian. Pandangan ketiga pria itu lama melihat ke arah Ryota, wajah dan warna mata Ryota seakan sangat familiar bagi mereka.
Sasha dan Miranda tahu akan pandangan mata ketiga pria itu, mereka melihat lama pada Ryota. Sasha dan Miranda saling memandang sejenak dan ingin mengalihkan perhatian mereka.
"apa ini putramu Ryota… Sasha?" tanya Rion tiba-tiba yang malah berhasil mengambil perhatian dari Ryota, karena ada seorang pria dewasa mengetahui namanya.
Tidak banyak kenalan atau teman pria dewasa dari sang mama, yang pernah Ryota tahu dan kenal. Malah tidak ada yang tahu sama sekali namanya dengan benar, mereka yang baru pertama kalinya bertemu pasti akan bertanya, siapakah namanya? dan ini untuk pertama kalinya ada seorang pria dewasa kenalan sang mama tahu namanya.
"iya tuan…" jawab Sasha tidak ingin mengelak.
Ryota melihat sang mama dan Rion secara bergantian. Ryota melihat curiga pada Rion. Rion mendekati Ryota dengan senyum manisnya. Wajah Rion benar-benar tampan dengan senyum menawannya.
"hallo jagoan kecil, apa kabar?" sapa Rion mengulurkan tangannya dan sedikit membungkukkan tubuhnya untuk mensejajarkan tinggi mereka.
Ryota tidak langsung menjawab sapaan dari Rion, dia malah melihat intens wajah tampan Rion, lalu beralih melihat ke arah sang mama. Sasha hanya menganggukkan kepalanya.
"hallo om, kabar Ryo baik." jawab Ryota dengan mimik wajah datar dan dinginnya, sembari membalas uluran tangan Rion.
Seperti biasanya sikap dingin Ryota sedang on saat ini, dia akan bersikap sama dengan siapapun? yang baru saja dia kenal.
"namamu Ryota Masahiko kan? nama om Rion Diandra." ucap Rion dengan senyum menawannya, yang pastinya membuat para wanita akan bertekuk lutut dan meleleh.
"iya om." angguk Ryota membenarkan.
Rion terpana dengan wajah tampan dan mata biru Ryota yang menawan, anak laki-laki tampan perpaduan Jepang Inggris. Itulah tebakkan Rion saat ini, Rion pun menduga kalau papa dari Ryota bukanlah orang sembarangan, melihat dari visual wajah Ryota. Tidak banyak anak laki-laki biasa yang memiliki visual dan warna mata seperti yang di miliki oleh Ryota.
Kalau bukan anak keturunan dari orang asing, Ryota terlihat jelas anak laki-laki yang berkelas dan terpandang. Rion, Kevin dan Leon tahu dan curiga akan hal itu, Sasha pasti memiliki rahasia besar di balik kelahiran putranya tersebut.
__ADS_1
"sedang apa kalian di sini?" tanya Miranda ketus, dia merasa terganggu akan kehadiran ketiga pria tersebut.
Waktu bersenang-senangnya bersama Ryota terganggu. Sedangkan ketiga pria itu tahu nada ketus dari seorang Miranda, mereka sadar kalau Miranda ada pada mode terganggu saat ini.
"kami baru saja selesai makan siang bersama rekan bisnis, dan tidak sengaja melihat kalian ada di sini." jawab Rion berdiri tegak dan melihat ke arah Miranda.
"kalau sudah selesai, apa kalian tidak memiliki urusan kantor saat ini? bukankah ini masih jam kerja?" ucap Miranda dengan mimik datarnya.
Sasha dan Ryota tahu Miranda tidak suka waktu senang-senangnya telah terganggu akan kehadiran Rion, Kevin dan Leon.
"tentu saja nona Miranda, aku hanya menyapa Sasha dan putra tampannya ini." balas Rion dengan santainya membelai lembut pucuk kepala Ryota.
Ryota yang mendapatkan perlakuan tidak biasa dari seorang pria dewasa, merasakan sesuatu yang hangat di hatinya, Ryota pun melihat ke arah Rion yang tersenyum melihatnya.
"apa kamu merasa terganggu Ryota…?" tanya Rion pada Ryota yang di jawab gelengan kepala oleh Ryota.
Miranda dan Sasha tahu saat ini Ryota senang dan merasa nyaman di perlakukan baik dan lembut oleh Rion saat ini. Terlebih lagi Sasha yang sangat mengenal sang putra. Dia takut Ryota akan salah paham akan perhatian dan perlakuan lembut Rion pada Ryota.
"maaf tuan, tapi sebenarnya kami yang sudah selesai dan ada urusan yang akan kami lakukan saat ini." ucap Sasha dengan cepat meraih Ryota untuk berdiri di sampingnya.
Sasha tidak ingin Ryota salah paham.
"mama siapa om Rion ini?" tanya Ryota yang tiba-tiba tersenyum manis ke arah Rion.
Rion pun tersenyum membalas senyuman dari Ryota, Sasha dan Miranda heran melihat senyum Ryota yang mudah sekali dia keluarkan untuk seorang Rion yang pertama kalinya Ryota jumpai.
"Om adalah teman mamamu." jawab Rion cepat dengan belaian lembut tangannya pada pucuk kepala Ryota.
"bukan sayang, ini bos mama. Mama bekerja sama tuan ini." jawab Sasha membenarkan ucapan Rion.
"bos mama yang baik hati itu, bos mama yang memberikan mama bonus dan hari libur bekerja di rumah?" tanya polos Ryota melihat Rion dan Sasha secara bergantian.
Yang sontak membuat Sasha membulatkan matanya sempurna, karena tidak menduga akan ucapan polos sang putra, dan membuat Rion tertawa senang akan pujian Ryota.
"iya sayang, om juga bos mama kamu. Apa Ryota keberatan om menjadi teman sekaligus bos mama Ryota?" tanya Rion sedikit merayu Ryota.
"tidak om…" geleng Ryota.
'apa dia calon papa ku? kalau dia teman mama, mungkin dia juga tahu siapa dan dimana papaku berada saat ini?' ucap Ryota dalam benaknya.
Ryota ingin melakukan segala cara untuk menemukan siapa dan dimana papanya saat ini? Dalam hati kecilnya, Ryota sangat nyaman akan sikap ramah dan lembut Rion padanya. Ryota merasa tidak masalah dekat dengan Rion, dan tidak masalah Rion dan sang mama menjadi teman dekat. Siapapun pria yang bisa memperlakukan mamanya dengan baik dan lembut? akan Ryota dukung bila mereka memang dekat.
Keinginan besar untuk merasakan kasih sayang seorang papa masih tersimpan dalam hati kecilnya, keinginan Ryota memiliki seorang papa masih dia harapkan. Tentunya di atas kebahagiaan dari sang mama. Siapapun pria itu akan Ryota terima? untuk memenuhi harapannya dan juga kebahagiaan mamanya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.