
…Kenan Diandra…
Kucuran air shower di atas kepala ku, membuat kepalaku segar kembali. Aku berdiri tegak di bawah air shower, kedua tanganku terus menggosok rambut dan wajahku, sepintas ingatan perdebatan ku bersama Sasha yang baru saja terjadi, membuatku terdiam.
Semua ucapan dan perkataan ku dan Sasha, terputar kembali di dalam otakku, sikap angkuh, semua hinaan dan ancaman yang aku utarakan, serta sikap tenang yang di tunjukkan oleh Sasha, membuat aku merasa sedikit bersalah.
Bagaimana juga? semalam aku juga menikmati tubuhnya yang membuat aku puas akan kenikmatan. Aku akui ini untuk pertama kalinya aku merasa sepuas ini dalam berhubungan badan dengan seorang wanita. Semua wanita yang pernah tidur dengan ku tidak satupun yang bisa memberikan aku kepuasan itu kepadaku, dan Sasha lah wanita satu-satunya yang berhasil.
Bahkan Maura Darmawan, mantan kekasih yang sangat aku cintai sampai detik ini, tidak pernah memberikan kepuasan itu padaku. Ya, dulu aku memiliki seorang kekasih yang sangat aku cintai, wanita cantik yang profesional sebagai model internasional.
Maura Darmawan sudah menjadi kekasihku selama 7 tahun lebih, aku sangat mencintainya, dialah wanita yang aku harapkan menjadi pasangan hidupku, nyonya Kenan Diandra. Tetapi semenjak dia mengejar kariernya di Amerika dan Prancis, hubungan kami semakin renggang. Puncaknya saat aku ingin melamarnya di Prancis, dia mengatakan belum siap untuk menjadi seorang istri karena masih fokus mengejar karier modelnya.
Maura tidak hanya mengatakan belum siap menjadi seorang istri untuk ku, dia juga meminta kami berjalan sendiri-sendiri, dengan kata lain berpisah untuk sementara waktu. Maura pada saat itu sudah berada di puncak karier modelingnya. Penolakan dan kata pisah yang Maura ucapkan itu membuat hatiku kecewa, penolakan atas lamaran yang aku berikan pada Maura, membuat aku berpikir Maura Darmawan lebih mencintai karier modelnya, dari pada diriku kekasihnya yang sudah 7 tahun bersama.
Kamipun melakukan apa yang Maura inginkan? sejak saat itu Maura dan aku berpisah. Tapi aku masih belum bisa melupakan Maura dan cintaku padanya, sehingga membuat sikap dan sifatku berubah seperti sekarang ini. Arogan, angkuh, datar dan dingin pada setiap wanita dan semua orang, kecuali keluargaku.
Sejak saat itu aku selalu melampiaskan hasratku pada setiap wanita yang ingin berusaha mendekatiku, tidak sembarang wanita. Model, artis papan atas, bahkan beberapa putri para pengusaha ternama yang tergila-gila padaku. Mereka hanya menjadi pelampiasan dari hasrat dan amarahku pada Maura.
Sebenarnya kalau di lihat dengan seksama antara Maura dan Sasha, mereka berdua sama-sama cantik dan anggun. Maura Darmawan yang setiap hari harus berpenampilan cantik dan glamor, selalu memakai barang-barang mahal branded bermerek ternama, menggunakan make up yang terkadang tebal, dan selalu harus sempurna di setiap penampilannya.
Sedangkan Sasha Yorina, walaupun cantik dia jauh berbeda di dalam penampilannya setiap hari, kesederhanaan lah yang selalu melekat padanya, tetapi bila Sasha sudah berdandan dan menggunakan barang-barang branded mahal dan bermerek, Sasha tidak kalah cantik. Bahkan lebih terlihat cantik, anggun dan juga cerdas bila di bandingkan dengan Maura Darmawan.
Ada perasaan menyesal di dalam hatiku saat ini atas semua perkataan yang aku ucapkan kepada Sasha. Aku menghela nafas dan berpikir kembali, aku seharusnya tidak bersikap kasar pada Sasha. Bagaimana juga, bukan Sasha yang menggodaku? tetapi aku yang memang mau membantunya untuk lepas dari pengaruh obat perangsang.
Semalam ketika Leon ingin menghubungi Rion dan Kevin, untuk membantu Sasha. Aku tidak setuju begitu saja, aku merasa tidak rela kedua pria itu menyentuh Sasha, apalagi mereka akan ada di dalam kamar pribadi milikku? aku dengan repleks mengatakan tidak setuju dengan ide gila yang ingin di lakukan oleh Leon.
Sasha tidak bersalah, Sasha tidak pernah berkeinginan menggoda ku seperti wanita-wanita yang selama ini berusaha mendekati ku, dan Sasha di sini adalah korban yang sebenarnya. Korban kejahatan dari seseorang dan juga korban kepuasan yang aku raih semalam. Lagi-lagi aku hanya bisa menghela nafasku.
Apakah aku harus meminta maaf pada Sasha? atas semua perkataan yang aku ucapkan padanya. Tidak, tidak mungkin aku lakukan itu !! bila itu aku lakukan, sama halnya aku menjilat ludahku sendiri dan mengingkari semua ucapan yang aku lontarkan padanya. Tidak, aku tidak bisa merendahkan harga diriku di hadapan Sasha.
__ADS_1
Siapa dia? bukan siapa-siapa bagiku? dia hanya wanita yang beruntung bisa tidur denganku, tanpa susah payah harus menggoda dan mengejarku terlebih dahulu. Dia wanita yang harusnya bersyukur karena bisa tidur bersama dengan pria tampan, pengusaha muda yang sukses dan ternama, Kenan Diandra.
Selesai mandi aku keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang ku, aku tidak peduli dengan Sasha bila wanita itu masih belum pergi juga dari kamarku. Aku hanya akan bersikap seperti biasanya, angkuh, datar dan dingin.
Pandangan ku mencari wanita itu di setiap sudut kamarku, wanita itu sudah tidak ada lagi. Mataku pun melihat ke arah ranjang, dimana terdapat cek kosong yang aku berikan pada Sasha? cek itu masih ada di tempatnya, wanita itu tidak membawa cek itu sama sekali.
"apakah ini trik lain yang kau pakai?" ucapku sembari mengambil dan melihat intens cek yang ada di tangan ku.
"akan aku lihat, apa yang selanjutnya akan kau lakukan? apa kau akan menggunakan trik licik kepada ku dengan kejadian ini?" ucapku lagi dengan tersenyum tipis melihat cek tersebut dan membayangkan wajah sendu Sasha tadi pagi.
Aku tidak peduli lagi pada wanita itu, lagi pula dia bukanlah siapa-siapa bagiku? Dia hanya wanita biasa yang tidak layak untuk ku dan jauh bila di bandingkan dengan Maura, wanita yang aku cintai sampai detik ini. Aku masih berharap Maura mau kembali lagi padaku. Aku masih berharap Maura mau menjadi pendamping hidup ku, menjadi nyonya Kenan Diandra.
...--------------------------------...
…Sasha Yorina…
Di sepanjang jalan, semua pandangan mata orang yang berpapasan dengan ku, melihat heran dan tidak sedikit dari mereka berbisik-bisik, membisikkan sesuatu tentang ku. Aku hanya bisa pura-pura menutup kupingku, tetapi semua itu tetap saja membuat hatiku sakit, pandangan mata semua orang melihatku rendah.
Bagaimana tidak mereka melihatku rendah seperti itu? aku yang keluar dari sebuah kamar apartemen mewah, dengan masih menggunakan gaun malam yang aku pakai semalam, wajahku yang kusut habis menangis. Aku terlihat jelas seperti wanita malam yang baru saja selesai dari melakukan pekerjaannya, seperti wanita penggoda atau wanita penghangat ranjang seorang pria kaya.
Sekuat tenaga aku menahan air mataku, agar tidak jatuh luluh ke pipiku. Tetapi begitu aku sudah berada di dalam taksi yang aku tumpangi, air mata yang sedari tadi aku tahan, luluh juga.
Sekuat apapun aku menahan dan pura-pura tidak peduli dengan di sekitar ku akan pandangan orang tentang ku? Aku tetaplah wanita biasa yang rapuh, dan mudah menangis. Aku wanita yang juga punya perasaan yang bisa sedih, kecewa, dan sakit. Aku wanita yang juga membutuhkan sandaran untuk aku mencurahkan semua kesedihan yang aku alami.
Tetapi tempat itu tidak pernah aku miliki, aku hanya bisa menanggung semuanya sendiri. Aku hanya bisa memendam semuanya seorang diri. Aku harus tetap kuat dan tegar demi mama dan juga Ryota. Hidupku tidak akan pernah ada di kalimat yang mengatakan, hidupku bahagia, hidupku baik-baik saja, atau hidupku sempurna. Semua kalimat itu jauh dari hidupku selama ini.
Tangisan yang aku tahanpun pecah, aku sudah tidak tahan lagi. Bahkan supir taksi yang kebingungan melihatku dari pantulan kaca spion depan mobil, tidak aku hiraukan. Supir taksi itu diam saja memberikan aku waktu untuk menangis, dia hanya melakukan tugasnya tanpa harus repot-repot bertanya padaku, ada apa dengan ku?
Aku menghentikan tangisan ku, di saat tempat tujuanku sudah mulai dekat. Aku berusaha menghapus jejak semua air mata dan kesedihan di wajahku, supir taksi itupun memberikan sekotak tisu untuk aku gunakan.
__ADS_1
"terima kasih." ucapku setelah menerima kotak tisu tersebut.
"sama-sama nona…! maaf kalau saya lancang, terkadang menangis sepuasnya akan membuat perasaan dan hati kita sedikit lega, walaupun tidak mengurangi ataupun mengatasi semua masalah yang kita hadapi. Tetapi berusaha sabar, kuat dan tegar menghadapi semuanya. Akan membuahkan hasil terbaik yang bahkan tidak pernah kita duga-duga. Maafkan saya nona…bila saya sudah lancang." ucap supir taksi yang ternyata masih sangat muda dan terlihat tampan, di lihat dari balik kaca spion depan mobil, saat aku melihatnya intens.
"terima kasih. maaf, kalau saya menangis di sini dan membuat anda kurang nyaman tuan…!" ucapku membalasnya.
Sedikit tidaknya masih ada orang yang tidak memandangku pada posisi negatif. Aku senang masih ada orang yang berpikiran positif tentangku. Aku hanya bisa tersenyum ke arah supir taksi yang sedikit bisa menghiburku, dengan kata-katanya yang bijak dan menenangkan bagiku saat ini.
Aku keluar dari dalam taksi setelah selesai membayar ongkos taksinya. Tetapi sebuah perkataan dari supir taksi itu, membuatku sedikit semangat lagi menjalani hidupku.
"setidaknya anda harus kuat dalam menjalani hidup untuk diri anda sendiri, dan untuk orang-orang yang anda sayangi, serta yang menyayangi anda juga. Semua badai pasti berlalu, dan yakinlah kebahagiaan akan datang di masa depan untuk anda, nona…!!" ucap supir taksi tersebut tersenyum tulus ke arahku.
"terima kasih." akupun tersenyum untuk membalas senyuman yang di berikan olehnya untuk ku.
Aku kembali pulang, dengan perasaan yang lebih baik. Betul kata supir taksi itu, aku harus tetap kuat dan tegar menjalani hidup ku, demi diriku sendiri dan orang-orang yang aku sayangi. Mama dan Ryota, adalah kekuatan dan alasan kuatku bertahan dalam menjalani hidup yang aku rasakan berat, yang terkadang selalu membuatku putus asa dan sakit dalam hatiku.
Semua pasti berlalu, aku harus tetap kuat. Untuk meraih suatu kebahagiaan dalam hidup, tidaklah mudah. Perlu perjuangan dan usaha yang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Aku bersumpah dan berjanji pada diriku sendiri, demi membahagiakan mama dan Ryota, mulai saat ini, aku harus berubah dan berusaha untuk melakukan segalanya dan meraih yang seharusnya aku inginkan.
Aku harus yakin, dan sangat yakin aku bisa untuk itu.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1