PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
59. Perdebatan Kenan Dan Alan.


__ADS_3

***Perusahaan King Group***


Kenan merasa tidak nyaman pada hatinya saat ini, mengetahui Sasha berada satu ruangan yang sama dengan Alan Kendrick, mantan suaminya.


Namun ia tidak mungkin mengatakan atau mengungkapkan jika dirinya dan Sasha seakan tidak dekat sebagai pasangan. Ia yang masih sadar jika dirinya dan Sasha sudah terlanjur bersandiwara sejak awal sebagai pasangan, lebih tepatnya lagi sebagai pasangan yang sudah bertunangan.


Kenan akan mempertahankan sandiwara itu, menjadi pasangan yang masih utuh dengan status tunangan mereka. Ia tidak ingin terlihat bodoh atau kalah di hadapan Alan.


"Tentu saja, tuan Alan. Sasha mengatakan itu sejak awal kontrak kerja kalian di tanda tangani. Hanya saja, aku pikir anda akan bosan dan mengeluarkan Sasha dari posisi nya saat ini. Bukankah anda dan keluarga anda tidak menyukai Sasha sejak dulu?" Ucap Kenan ingin membela dirinya dari rasa sakit hati, sekaligus mengingatkan batasan pada hubungan Alan dan Sasha yang sudah lama putus hubungan.


Alan terdiam datar, rahangnya gemeretak akan perkataan Kenan mengenai hubungan dirinya dan Sasha. Sungguh di luar dugaannya.


"Sejak dulu aku tidak pernah membenci Sasha. Ingat tuan Kenan, Sasha adalah mantan istri pertama ku. Kami pernah saling mencintai." Balas Alan tidak ingin mengalah dari Kenan.


Kenan tidak suka mendengar kata cinta yang terlontar dari mulut Alan untuk Sasha, dulu ataupun sekarang.


"Itu dulu, tuan. Sekarang Sasha adalah milik saya. Mengapa anda masih menahannya. Seharusnya anda pecat dan berhentikan Sasha dari perusahaan ini. Saya masih bisa memberikannya pekerjaan yang ia sukai."


"Jika itu aku lakukan, sungguh aku terlihat tidak profesional. Apakah ada seorang atasan yang memecat karyawan nya tanpa kesalahan dan alasan yang jelas. Apakah bisa membawa masalah pribadi ke dalam pekerjaan? Apakah mungkin aku melakukan hal itu, tuan Kenan?" Ucapnya membalas dengan senyum remeh yang terlihat tipis pada bibirnya.


Kenan pada akhirnya tersenyum untuk menanggapi perkataan Alan. Kini ia tahu apapun alasannya? Alan tidak akan memecat Sasha. Lebih tepatnya lagi tidak ingin jauh dari sosok mantan istrinya itu. Kenan tahu Alan masih memiliki perasaan terhadap Sasha Yorina.


"Ingat tuan, anda masih memiliki seorang istri yang sah. Jangan jadikan ini sebuah kesalah pahaman bagi mereka yang melihat, atau orang orang di sekitar anda. Tidak akan baik untuk citra dan kehormatan anda, tuan Alan."


Alan terdiam, ia tahu Kenan tidak suka akan kedekatannya bersama Sasha.


"Apa anda cemburu, tuan Kenan? Apa anda cemburu melihat kedekatan ku bersama Sasha?" Tanya Alan secara tiba-tiba akan sebuah perasaan hati.


Kenan terdiam pada pikirannya saat ini, Apakah benar dia cemburu akan kedekatan antara Sasha dan Alan? Tidak mudah Kenan untuk mengenali perasaan hatinya tersebut.


"Apa benar anda dan Sasha miliki hubungan yang sangat dekat?" Ucapnya dengan tatapan yang remeh melihat ke arah Kenan.


"Mengapa saya ragu akan hubungan anda bersama Sasha? Apakah anda juga tahu jika aku dan Sasha memiliki seorang putra?" Tanyanya. Kenan hanya diam.


'Apa, dia sudah tahu soal keberadaan putranya bersama Sasha?' Gumam Kenan di dalam hatinya. Ia masih ingat akan curhatan Sasha beberapa bulan yang lalu. Jika Sasha tidak ingin keberadaan sang putra di ketahui oleh Alan dan keluarga Kendrick.


Sasha takut, jika Alan dan keluarga Kendrick mengetahui keberadaan Ryota. Mereka akan mengambil Ryota dari pelukkan Sasha.


"Tentu saja. Apa anda pikir Sasha akan menyembunyikan hal itu dari saya?" Ucap balasan Kenan dengan wajah yang terlihat tidak tegang sama sekali.


Alan menatap intens mata Kenan, ia ingin mencari sebuah kebohongan di sana. Namun tidak dapat ia temukan, itu artinya benar Kenan tahu akan keberadaan Ryota putranya.


'Sial, hanya kepadaku Sasha menyembunyikan keberadaan Ryota.' Gumamnya di dalam hati. Ada rasa kecewa yang Alan rasakan saat ini terhadap sikap Sasha yang menyembunyikan keberadaan Ryota darinya.


"Jika anda tahu itu. Apapun hubungan di antara aku dan Sasha? Kami tetap terhubung oleh putra Kami berdua. Jangan lupakan itu, tuan Kenan."


Kenan terdiam, apa yang di katakan oleh Alan adalah benar. Bagaimana hubungan antara anak dan ayahnya bisa di putuskan begitu saja? Apakah mungkin Kenan dapat atau tega melakukan itu. Tidak. Tentu saja Kenan tidak dapat memutus hubungan sedarah tersebut.


"Apa maksud anda berkata seperti itu? Anda tidak bermaksud ada di antara hubungan ku bersama Sasha kan tuan. Anda harus sadar tuan, anda memiliki istri dan putri yang menunggu anda di rumah. Jika keluarga anda tahu ini, mereka tidak akan suka." Balasnya.

__ADS_1


Alan diam dengan wajah datarnya. Cukup sengit perdebatan mereka. Tanpa sadar Alan seolah tidak rela Sasha bersama pria lain, dan ingin mempertahankan Sasha bagaimana pun alasannya. Itu terdengar lucu sekaligus memuakkan bagi Kenan. Sasha yang dulu Alan campakkan, kini ingin di raih kembali oleh Alan Kendrick.


"Cukup sampai di sini, tuan Alan. Jangan sampai anda terlanjur bermain dengan perasaan hati. Itu akan menciptakan masalah bagi kita semua, terutama pada hubungan keluarga anda serta hubungan saya dan Sasha. Jangan membuat semua menjadi rumit dan hancur." Ungkap Kenan ingin mengakhiri perdebatan mereka.


"Aku tidak akan melepaskan Ryota begitu saja. Ingat itu, Ryota putra kandungku." Ungkap balasan Alan.


Ia sungguh tidak terima akan peringatan Kenan kepadanya. Tanpa mereka ketahui beberapa perdebatan mereka terdengar oleh Sasha yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.


Sasha melangkah mendekati dua pria yang melihatnya heran.


"Sasha…!!" Sebut Alan tahu akan arti tatapan mata Sasha melihat ke arahnya.


"Anda mencoba ingin merebut Ryota dari saya, tuan Alan?" Tanya Sasha kini sudah berdiri di hadapan Alan yang bangkit dari duduknya.


Sedangkan Kenan masih diam pada duduknya.


"Bukan seperti itu Sha…!!"


"Lalu apa, tuan…?" Potong Sasha.


Alan tahu Sasha terkejut dan marah akan apa yang baru saja ia dengarkan? Ia pun menghela nafasnya.


"Bagaimana juga Ryota adalah putra kandungku Sha…Dia keturunan dari keluarga Kendrick."


"Tidak." Ucap Sasha sembari menggelengkan kepalanya tidak setuju. Walaupun tidak dapat ia pungkiri jika Alan adalah ayah kandung Ryota.


Sasha memejamkan matanya, ia menggigit sedikit bibirnya. Kepalan kuat kedua tangannya menahan amarah yang ia rasakan sekarang.


"Jangan pernah memiliki pikiran itu, karena sampai kapanpun aku tidak akan terima niat anda itu. Ryota akan selalu berada di sisiku. Anda paham…" Ungkapnya.


"Dan satu lagi, tuan." Ucap Sasha mengangkat jari telunjuknya di hadapan Alan.


"Keluarga Anda tidak akan dapat menerima keberadaan putra yang lahir dari rahim saya. Jika memang keluarga anda dapat menerima Ryota, kalian tidak berhak merebutnya dari saya. Keluarga Kendrick tidak memiliki hak untuk itu." Tekan Sasha pada semua perkataannya.


Alan terdiam, dia mengenal baik bagaimana Sasha? Kali ini Sasha cukup menahan amarahnya karena masalah sang putra.


Sasha kembali menghela nafasnya. Sekilas dapat ia melihat tatapan datar Kenan melihat ke arahnya. Entah apa arti tatapan Kenan tersebut? Sasha tidak peduli.


"Saya kurang enak badan tuan, saya izin pulang cepat." Ungkapnya cukup lelah untuk berdebat dengan Alan hari ini.


"Bagian mana yang tidak nyaman?" Tanya cepat Kenan bangkit dari duduknya. Terlihat jelas ada kekhawatiran dari raut wajahnya.


Sasha dan Alan seketika melihat ke arah Kenan yang tiba-tiba bangkit dan memasang raut wajah khawatir melihat ke arah Sasha.


"Hanya tidak enak badan." Balas Sasha, namun tatapan matanya melihat ke arah Alan, dan bukan ke arah Kenan yang terlihat khawatir padanya.


"Pulanglah…Wajahmu sudah pucat sejak siang tadi." Balas Alan mengerti kondisi Sasha yang butuh sendiri untuk menenangkan diri dan mengistirahatkan tubuh serta pikirannya.


"Terima kasih, tuan." Ucap Sasha, kemudian berlalu ke arah meja kerjanya dan meraih tas serta merapikan semua barangnya.

__ADS_1


Semua pergerakan Sasha menjadi perhatian dari kedua pria yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Selamat sore, tuan." Ucap Sasha pamit kemudian berlalu dari ruangan tersebut.


"Saya juga pamit, tuan Alan. Terima kasih atas jamuan makan siang anda." Ucap Kenan pamit dan segera berlalu meninggalkan Alan yang masih berdiri pada tempatnya bersama kehampaannya setelah kepergian Sasha.


Kenan bertemu Kris dan Serly di depan pintu masuk ruangan Alan. Mereka hanya melihat sekilas, sedangkan Kris heran melihat kedatangan Kenan yang tidak terduga.


Masih lekat pada ingatannya, akan penolakan Kenan terhadap Sasha dan bayi yang ada di dalam kandung Sasha saat ini. Kris sedikit marah melihat kedatangan Kenan, dan kini Kenan sedang mengejar Sasha yang pulang bersama Ryota.


"Sasha…Sasha…Tunggu…!!" Panggil Kenan kepada Sasha yang melangkah terburu-buru.


Kenan tidak peduli jika dirinya dan Sasha menjadi perhatian dari setiap orang yang mereka lalui. Kenan merasa jika mereka berdua perlu bicara serius mengenai masalah mereka ini. Menghindar atau diam saja bukanlah solusi yang bagus untuk keduanya. Ada seorang anak yang sedang tumbuh menjadi seorang manusia di dalam rahim Sasha saat ini. Seorang keturunan keluarga Diandra.


"Tunggu, kita perlu bicara." Ucap terengah Kenan segera masuk ke dalam lift yang akan tertutup.


Mereka hanya bertiga di dalam lift tersebut. Kenan melihat ke arah Sasha, lalu beralih melihat ke arah Ryota yang menggenggam erat tangan sang mama. Ini pertemuan pertama Kenan dan Ryota, dan dia sudah dapat melihat wajah Alan Kendrick versi kecilnya. Apalagi warna mata biru Ryota yang sama persis seperti Alan Kendrick.


Bagaimana bisa Alan akan menolak putranya yang terlihat mirip sekali dengannya?


Kenan merendahkan tubuhnya di hadapan Ryota, untuk mensejajarkan tubuh mereka.


"Hai…kamu pasti Ryota." Ucap Kenan tersenyum ke arah Ryota.


Ryota melihat intens dengan dinginnya ke arah Kenan yang tersenyum manis ke arahnya.


"Kenalkan, aku Kenan Diandra." Ucap Kenan memperkenalkan dirinya.


Ryota mengenal nama itu beberapa bulan yang lalu, melalui penyelidikan dari sahabat dunia mayanya. Dia tahu jika Kenan adalah bos mamanya beberapa bulan yang lalu, yang lekat pada ingatannya tentang sosok Kenan Diandra adalah gaji besar sang mama, gaji besar yang di berikan ketika mamanya bekerja lembur untuk tuan Kenan Diandra.


Ryota menggoyangkan sedikit tangan sang mama untuk meminta saran darinya. Apakah dia boleh berkenalan dengan Kenan? Sasha hanya menganggukkan kepalanya setelah melihat cukup lama ke arah Ryota.


Sasha tidak ingin egois, dia yang sedang marah kepada Kenan. Tidak ingin melibatkan sang putra untuk tidak bersikap sopan pada seorang yang lebih tua darinya. Tata krama dan sopan santun sangat Sasha junjung tinggi, dan selalu Sasha ajarkan kepada putranya tersebut.


"Hai paman, saya Ryota." Balas Ryota tersenyum pada Kenan. Ia merasakan jika Kenan Diandra adalah orang yang baik dari hasil penyelidikannya.


"Senang bisa bertemu denganmu, Ryota." Balas Kenan senang dapat di terima baik oleh Ryota.


"Senang juga bisa mengenal paman." Balas Ryota dengan senyum manisnya.


Sasha heran melihat itu. Bagaimana bisa putranya yang selalu bersikap dingin pada setiap orang yang baru saja ia kenal? Kini terlihat ramah dan hangat pada Kenan Diandra yang baru saja ia temui dan kenal di dalam lift. Ini aneh dan tidak biasa bagi Sasha selama menjadi seorang mama bagi Ryota putranya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2