PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
22. Harapan Seorang Anak.


__ADS_3

***Sekolah TK Diana Permata***


Pagi hari yang cerah, pagi yang sangat berbeda untuk Sasha. Pagi ini dia dan Ryota pergi ke sekolah TK dengan mengendarai motor maticnya, senyum bahagia selalu mengembang di bibir Sasha dan Ryota. Mereka berdua merasa bahagia karena bisa selalu berdua.


Tidak memakan waktu lama bagi Sasha dan Ryota sampai ke sekolah, jarak dari rumah ke sekolah TK tidaklah terlalu jauh, sebenarnya bisa berjalan kaki selama 15 menit. Tapi Ryota ingin mengendarai motor pagi ini. Dengan senang hati Sasha mengikuti keinginan putranya.


Setelah selesai memarkirkan motornya, Sasha dan Ryota berjalan bergandengan tangan. Senyum bahagia selalu menghiasi wajah mereka. Sesekali Ryota melihat pada Sasha, seakan tidak percaya kalau pagi ini, mamanya benar-benar datang ke sekolah untuk menemaninya, biasanya akan selalu sibuk bekerja. Dari pagi hingga malam, waktu untuk bersama pun hanya ada satu hari di saat hari libur Sasha.


"mama…apa mama benar-benar mau temani Ryo class cooking hari ini?" tanya Ryota saat mereka duduk di bangku taman sekolah.


"iya sayang, kenapa?" tanya Sasha. Dia sebenarnya tahu kalau putranya masih belum yakin bila Sasha akan bersamanya hari ini.


"apa mama hari ini libur bekerja?"


"tidak sayang, mama tidak libur hari ini, tapi mama bisa bekerja di rumah sembari menemani Ryo bermain dan belajar." senyum mengembang di bibir Sasha untuk meyakinkan sang putra.


"terima kasih mama." peluk Ryota senang.


Sasha ikut bahagia bila melihat Ryota senang dan bahagia. Sasha merasa berterima kasih pada Kenan karena sudah memberikan kesempatan waktu bersama Ryota, di saat Ryota benar-benar membutuhkan dirinya.


'aaa…kenapa malah mikirin tuan Kenan yang dingin dan arogan itu sih…? aku juga ada di rumah karena pekerjaan perusahaannya yang harus aku selesaikan. Sudahlah inikan kesempatan buatku dan Ryota, jadi jangan mikir apapun?' gumam Sasha dalam hatinya.


Sasha dan Ryota berjalan melangkah memasuki kelas, karena sebentar lagi class cooking akan segera di mulai. Beberapa orang tua siswa yang bisa hadir pun ikut memenuhi ruang kelas tersebut. Tidak banyak orang tua siswa yang bisa hadir, mungkin karena kesibukkan mereka bekerja, hanya beberapa saja.


Sasha juga melihat pada seorang siswi cantik teman sekelas Ryota, yang biasa di panggil Serly. Nampak jelas dari raut wajahnya terlihat sedih, entah karena apa Sasha pun tidak tahu? sang baby sister yang biasa menemaninya pun terlihat sedang membujuk rayu Serly, agar Serly mau tersenyum dan ceria kembali.


Namun usaha sang baby sister, hanyalah sia-sia saja. Serly malah tambah terlihat sedih dan mulai menangis terisak, baby sisternya mulai kewalahan menghadapi Serly.


Sasha tidak tega melihat gadis cantik, yang biasanya tersenyum manis dan ceria tersebut menangis terisak sedih. Sasha dan Ryota mendekatinya.


"maaf…ada apa sayang? kenapa kamu menangis?" tanya Sasha yang duduk berjongkok di hadapan Serly yang sedang duduk di kursinya.


Serly menatap Sasha sekilas, matanya yang penuh air mata, membuat Sasha iba. Terlihat jelas kesedihan di sorot mata Serly saat ini.


"ada apa sayang, kenapa kamu nangis?" tanya Sasha halus dengan menggenggam telapak tangan Serly yang ada di pangkuannya.


"uuuhhhuuuu… Serly sedih…ma…mama ngk bisa datang." ungkap Serly dengan Isak tangisnya.


Sasha sangat tahu kesedihan yang di alami Serly saat ini, dia yang dulu saat masih kecil hanya hidup dengan sang mama saja, membuat mamanya akan selalu sibuk pada pekerjaannya, dan terkadang tidak bisa menemaninya saat ada kegiatan sekolah yang mengharuskan orang tua hadir di sekolah. Sasha seketika teringat pada Ryota, bagaimana perasaan Ryota saat berada di posisi Serly saat ini? pasti Ryota akan sedih sama seperti Serly saat ini.

__ADS_1


"sayang…jangan sedih, mungkin mama Serly masih bekerja yang tidak bisa di tinggalkan, Serly harus coba mengerti itu, mama Serly bekerja untuk Serly juga. Jadi Serly juga harus jadi anak yang baik juga pengertian." ungkap halus Sasha mencoba memberikan pengertian terhadap Serly.


"tapi papa kan juga bekerja, kenapa mama ikut bekerja juga? mereka ngk pernah ada untuk Serly. uuuuuu…" Isak tangis Serly mengingat kalau dirinya jarang sekali bertemu dengan kedua orang tuanya yang selalu sibuk bekerja.


"sayang…jangan nangis lagi…lihat masih ada teman-teman yang juga tidak di temani mama papanya, jadi Serly bukan murid satu-satunya yang tidak bersama mama papa." ungkap Sasha mencoba meyakinkan Serly.


"tapi Serly juga mau mama datang nemenin Serly class cooking." ungkap Serly masih dengan Isak tangisnya. Beberapa tatap mata melihat ke arah mereka.


Sasha mencoba mencari cara agar Serly berhenti menangis dan merajuk.


"sayang…Serly mau tante temanin untuk class cookingnya?" tanya Sasha mencoba membujuk Serly, dan itu berhasil membuat Isak tangis Serly sedikit mereda.


"tapi tante mamanya Ryota, bagaimana caranya tante nemenin Serly class cooking?" balas Serly dengan tatapan mata bulatnya yang masih penuh dengan air mata.


"bisa sayang…tante akan menemani kalian berdua secara bergantian, kita akan class cooking bertiga, bagaimana apa Serly mau…?" tanya Sasha menatap harap pada Serly.


"apa Ryota juga mau?" tanya ragu Serly melihat pada Sasha dan Ryota secara bergantian.


Sasha ikut melihat pada sang putra yang berdiri tepat di sampingnya. Ryota dengan mimik wajah datarnya melihat pada Sasha dan Serly secara bergantian, Ryota masih mencerna apa yang di katakan oleh sang mama dan juga Serly?


"bagaimana sayang apa boleh kita class cooking bertiga, itu pasti seru…?" tanya Sasha meyakinkan Ryota dengan senyum manisnya pada sang putra.


"sayang…membantu teman yang sedang sedih, itu perbuatan baik, dan kita harus saling membantu sesama teman. Apa Ryota tidak suka membantu teman yang sedang membutuhkan bantuan kita?" ucap Sasha meyakinkan Ryota, karena Sasha melihat keraguan dan mimik kecewa dari wajah Ryota saat ini.


Ryota sangat mengerti maksud baik sang mama, jadi Ryota yang juga melihat niat baik sang mama ingin membantu Serly pun luluh.


"iya…baiklah mama…Ryo setuju." balas setuju Ryota. Membuat senang Sasha lalu memeluk cium sang putra. Dia bangga Ryota mengerti maksudnya, dan Sasha juga senang Ryota bisa peduli pada sekitarnya.


"bagus…ini baru kesayangannya mama, pangeran baik hatinya mama." ungkap bahagia Sasha dengan peluk cium Ryota. Membuat Ryota kewalahan dan malu akan sikap memanjakan mamanya di hadapan seluruh teman-teman sekelasnya.


"sudah mama…Ryo malu…" tolak Ryota dengan dorongan halus pada tubuh Sasha yang memeluk erat tubuhnya.


Sasha menatap wajah sang putra yang sedikit merona malu. "iya iya…baiklah…!" balas Sasha sembari membelai lembut pucuk kepala Ryota.


"nah sayang…bagaimana? Ryota sudah setuju, apa ada masalah lagi?" tanya Sasha menatap pada Serly.


"tidak tante…" geleng Serly dengan melihat Sasha dan Ryota secara bergantian.


"kalau begitu senyum dong…!!" bujuk Sasha.

__ADS_1


Dengan segera Serly mengeluarkan senyum manisnya, menambah cantik wajah bulatnya yang menggemaskan. Sasha segera menghapus air mata di atas pipi Serly sembari tersenyum manis melihat Serly, gadis kecil yang cantik, manis dan imut. Sangat beruntung kedua orang tuanya memiliki anak secantik Serly, itu pikiran Sasha saat ini.


Beberapa saat kemudian class cooking pun di mulai, mereka bertiga benar-benar bekerjasama untuk memasak. Tidak ada aturan untuk anak-anak masak hanya bersama orang tuanya, karena ada beberapa anak yang juga tidak di temani oleh orang tuanya.


Jadi agar anak yang tidak di temani oleh orang tuanya menjadi sedih seperti Serly, ibu guru dan para orang tua yang hadir sepakat untuk membantu para anak yang orang tuanya tidak bisa hadir. Kelas cooking menjadi menyenangkan bagi semua anak hari ini.


Selain belajar bekerjasama, anak-anak tahu arti tolong menolong pada teman-temannya, dan juga tahu arti kebersamaan dan gotong royong di sekolah dan di sekitarnya. Class cooking hari ini sukses besar, Ryota dan Serly belajar memasak omlet sayuran.


Sasha dengan senang bisa membimbing Ryota dan Serly, mereka juga memutuskan untuk berphoto bersama saat sedang memasak dan juga saat selesai memasak, mereka berphoto bertiga dengan posisi Sasha ada di tengah-tengah Ryota dan Serly.


Ada dua hasil photo yang mereka ambil saat setelah selesai memasak. Ryota dan Serly masing-masing memegang piring berisi omlet sayuran masakan mereka. Posisi pertama Sasha berada di tengah-tengah Ryota dan Serly berdiri dengan senyum bahagia mereka, dan posisi kedua Sasha yang tersenyum bahagia masih ada di tengah-tengah, dengan di cium oleh Ryota dan Serly.


Photo yang sangat bagus sebagai kenangan masa kanak-kanak untuk Ryota dan juga Serly. Sasha mengabadikan photo tersebut pada ponselnya, sedangkan baby sister Serly juga sama, mengabadikan moment tersebut dengan menggunakan ponsel milik Serly.


"terima kasih tante, terima kasih Ryota." ungkap Serly berterima kasih dengan senyum bahagia di wajahnya. Yang membuat Sasha dan Ryota juga ikut tersenyum bahagia.


"sama-sama sayang, jangan nangis dan bersedih lagi, tante dan Ryota akan siap membantu Serly kapanpun? kalau tante juga bisa hadir." balas Sasha dengan apa adanya, dia juga tidak berani terlalu memberikan janji, yang mungkin saja tidak bisa di tepatinya.


"tante…boleh Serly peluk sayang tante…?" tanya Serly malu-malu.


"tentu saja sayang…sini…peluk tante!!" balas Sasha dengan senang hati.


Sasha dan Serly pun saling memeluk sayang, Serly yang memang merindukan pelukan sayang dari seorang ibu, merasa nyaman berada di dalam pelukan hangat Sasha. Serly seakan tidak rela dan tidak ingin lepas dari dalam pelukan hangat Sasha padanya.


Tetapi apalah daya dari seorang gadis kecil seperti Serly, dia sadar kalau Sasha bukanlah mama yang selama ini yang dia harapkan, Sasha adalah mama dari temannya Ryota.


Tante cantik yang baik hati, yang selalu ramah padanya sejak mereka saling mengenal. Tante cantik yang baik hati, yang selalu terlihat sayang dan perhatian pada Ryota, yang terkadang membuat iri Serly pada Ryota, karena memiliki Sasha sebagai mama yang selalu sayang dan perhatian pada Ryota selama mereka saling mengenal.


Itulah yang ada dalam pikiran Serly saat ini tentang Sasha. Serly hanya bisa berharap mamanya bisa seperti Sasha yang cantik, baik hati, selalu perhatian dan selalu sayang padanya kelak, harapan dari seorang anak yang haus akan kasih sayang seorang ibu padanya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2