
***Apartemen Mewah Kenan Diandra***
"uuuuhhhhh…aaaaahhhh………!!" lenguhan kenikmatan yang di keluarkan oleh Sasha dan Kenan malam ini.
Kamar yang dingin karena AC tidak terasa dingin lagi, karena suhu tubuh kedua insan yang sedang mencapai puncak kenikmatan bersama. Sekujur tubuh mereka berdua basah akan peluh yang di ciptakan saat melakukan olah raga malam.
Sasha merasa kelegaan dalam tubuhnya, rasa nyaman dan nikmat yang di rasakan oleh Sasha datang secara bersamaan saat ini. Keduanya terengah-engah dan terkapar lemas saling memeluk di atas ranjang empuk milik Kenan.
Sasha yang kelelahan karena pelepasan berkali-kali membuat tubuhnya langsung terkapar lemas, apa lagi sudah sangat lama Sasha tidak melakukan hubungan intim tersebut? Kenan yang masih sadar mengangkat sedikit tubuhnya yang ada di atas tubuh Sasha. Dia memandang wajah cantik yang terlihat pulas dan polos milik Sasha Yorina.
Kenan tersenyum senang, pasalnya selama dia melakukan hubungan itu, Kenan tidak pernah sepuas saat ini. Sasha dapat memberikan kenikmatan yang tidak pernah Kenan dapatkan dari seorang wanita penghangat ranjangnya selama ini. Sasha Yorina, wanita cantik yang baru saja dia kenal dapat memberikan rasa puas itu padanya.
Kenan dengan repleks mencium sayang kening Sasha dan membelai wajahnya dengan lembut. Tatapan mata Kenan tidak ada bosannya menatap wajah cantik yang ada di hadapannya. Kenan merasakan ada sesuatu yang hangat di hatinya saat ini. Apakah rasa bahagia karena melepaskan sesuatu yang sudah lama tidak dia lepaskan?
Lalu Kenan teringat akan satu hal yang bisa membuatnya dalam masalah ke depannya.
"sial…kenapa aku sampai lupa untuk memakai pengaman?" gumamnya sembari bangkit dari atas tubuh Sasha.
Kenan yang terbuai akan sentuhan Sasha pada tubuhnya, sampai lupa memakai pengaman, dan sialnya lagi Kenan menyemburkan semua benihnya ke dalam milik Sasha. Itu untuk pertama kalinya di dalam hidupnya dia melakukan hal sebodoh itu saat berhubungan.
"bagaimana kalau dia hamil anak ku?" gumam Kenan lagi sembari masih menatap wajah cantik Sasha, yang tertidur pulas.
"tidak…tidak…tidak mungkin dia hamil anakku hanya sekali main, itu tidak akan mungkin terjadi." gumamnya lagi untuk menghibur dirinya.
"sudahlah…aku lihat kedepannya saja, kalau benar dia hamil itu juga anakku, aku harus bertanggung jawab." gumamnya lagi.
Kenan yang sudah sangat kelelahan pun ikut tertidur pulas, dia menutup dirinya dan Sasha dengan selimut yang sama. Mereka tertidur bersama malam ini, dan tanpa sadar Kenan memeluk erat tubuh polos Sasha seakan takut kehilangan.
...--------------------------------...
Cahaya pagi masuk melalui celah-celah jendela kamar, Sasha melenguh karena merasakan seluruh tubuhnya pegal dan terasa sempit. Dia berusaha untuk bergerak, tetapi sangat susah.
Dia merasakan kalau tubuhnya ada yang memeluk, apakah itu Ryota? pikirnya, tapi tidak seperti biasanya Ryota ada di dalam kamarnya pagi-pagi. Perlahan Sasha membuka matanya, dan melihat langit-langit kamar yang terlihat berbeda, dia melihat sekitarnya, kamar yang tidak sama dengan miliknya, dia pun melihat ke arah sampingnya.
Sasha melihat wajah tampan Kenan ada di hadapannya, Sasha memejamkan matanya sejenak lalu membukanya kembali. Benar Kenan lah yang ada di hadapannya. Sasha berusaha berpikir, apakah ini mimpi? ataukah ini kenyataan?
Sasha pun mendapatkan ingatannya semalam, saat ada dua pria yang menghadang dan memaksanya untuk meminum sesuatu, lalu memaksa dirinya masuk ke sebuah mobil. Tidak lama Leon datang membantu melawan dua pria jahat yang memaksanya.
Sasha mengingat semuanya, mengingat kalau tubuhnya terasa tidak nyaman setelah meminum sesuatu yang di berikan oleh pria jahat itu, Sasha juga mengingat kalau dirinya telah melakukan hubungan yang seharusnya tidak dia lakukan bersama Kenan. Jadi semua itu nyata dan bukan mimpinya semalam. Perlahan Sasha melihat tubuhnya di balik selimut, dan polos. Kedua tubuh mereka terlihat polos di balik selimut.
"aaaaaaaaaa………!!!" teriak Sasha menangis, yang sontak membuat Kenan terbangun dari tidurnya.
"ada apa…?" tanya Kenan bingung, dia masih belum sepenuhnya pulih dan sadar dari tidurnya yang terasa nyaman dan nyenyak.
Sudah sangat lama sekali, Kenan tidak merasakan tidur yang senyaman dan senyenyak ini. Jadi Kenan sangat menikmatinya.
__ADS_1
"Tuan…sadarlah…!!" ucap Sasha melihat ke arah Kenan yang sudah duduk di sampingnya. Sasha berusaha menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut yang ada.
Kenan melihat ke arah Sasha, dia masih mengingat semua kejadian semalam. Tatapan tajam dan dingin Kenan menatap tajam Sasha, yang duduk di sampingnya dan sedang berusaha menutupi tubuhnya yang polos.
"tuan, bicara sesuatu?" ucap Sasha, karena Kenan hanya diam melihatnya saja.
"bicara apa lagi?" tanya Kenan.
"katakan apa yang terjadi semalam pada kita berdua?"
"apa yang terjadi semalam? semuanya sudah terjadi, lalu mau apalagi?" ungkap Kenan, dia melihat raut kecemasan di wajah Sasha.
Itu sangat membuat Kenan terhibur.
'wanita ini pura-pura lupa…! ataukah ingin melakukan sesuatu setelah kejadian semalam. Aku harus waspada…!' gumam Kenan dalam hatinya.
"jadi itu benar-benar bukan mimpi." gumam Sasha pelan, yang tentu saja bisa di dengar oleh Kenan.
Sasha sadar kalau dirinya berada di bawah pengaruh obat perangsang, karena dia mengingat jelas salah satu pria jahat semalam memberikannya sebuah obat. Lalu badannya terasa panas dan tidak nyaman.
"apa maksudmu mimpi, apa kau lupa kalau kau yang sudah menyerangku?" ucap Kenan yang sukses membuat Sasha melihat padanya, Sasha malu sampai pipinya memerah.
"maaf tuan…tapi itu bukan keinginan saya kalau saya dalam keadaan sadar." ucap Sasha takut melihat tatapan tajam Kenan padanya.
"apa maksudmu…?"
"jadi kau pikir aku yang mau, dan aku yang memaksamu untuk malakukannya?" bentak keras Kenan tidak terima akan tuduhan Sasha padanya.
Sasha yang mendapatkan bentakan keras dari Kenan, tersentak kaget sekaligus takut. Suara keras Kenan sungguh menyeramkan di telinganya. Sasha hanya bisa menunduk dan menangis meruntuki nasibnya saat ini.
"kenapa kau diam dan malah menangis? apa kau pikir aku sudi tidur dengan wanita seperti dirimu? akupun terpaksa melakukannya agar otakmu ini tidak menjadi gila." tunjuk Kenan pada kepalanya. Sasha tidak bisa menjawab karena semua itu benar.
Sasha hanya bisa menunduk malu, dia sudah seperti seorang wanita murahan di hadapan Kenan. Air matanya terus mengalir karena semua ucapan Kenan yang menusuk hatinya. Sakit rasanya sakit hati Sasha saat ini, ucapan Kenan yang seolah menganggapnya wanita kotor dan murahan sangat menusuk hatinya.
"maaf." hanya kata itu yang dapat Sasha ucapkan saat ini.
"jangan pernah kau mengharapkan sesuatu padaku lagi, aku yang seharusnya rugi karena melakukan hubungan itu bersama dirimu ini." ucap Kenan.
Kenan kesal karena Sasha hanya bisa menangis yang membuat kepalanya bertambah pusing. Kenan pun berdiri dan tanpa malu memakai celana boxernya di hadapan Sasha yang masih menunduk malu dan menyesal.
Kenan meraih sesuatu dari dalam laci nakas yang ada di samping ranjang. Dia menuliskan sesuatu di sana.
"ini ada cek kosong, kau bisa menulis berapapun nominal yang kau minta? jangan pernah kejadian ini di ketahui oleh orang lain. Bila tidak, kau dan keluargamu akan aku hancurkan." ancam Kenan menatap tajam ke arah Sasha.
Mimik wajah datar dan dinginnya mendominasi saat ini, semua ucapan Kenan benar-benar menempatkan Sasha pada sebuah tempat seperti wanita murahan dan wanita ****** yang tidak tahu diri. Sasha seketika menatap cek yang ada di atas kasur, lalu beralih menatap Kenan yang berdiri di samping ranjang.
__ADS_1
"jangan pernah mengharapkan apapun dariku? ingat dengan jelas, kau bukanlah tipe wanita yang aku inginkan, dan satu lagi…!" ucapnya dengan nada ketus.
"jika kau hamil, pastikan dulu itu anakku atau anak pria lain." ucapnya, yang membuat Sasha semakin tidak percaya.
Sikap sombong dan arogan kenan sudah sangat keterlaluan menghina dirinya. Sasha tertawa mengejek ke arah Kenan. Dia berterima kasih, karena Kenan sudah mau membantunya semalam, tetapi rasa terima kasihnya dia tarik kembali. Kenan tidak pantas menerima ucapan terima kasih darinya.
"anda tenang saja tuan…jika aku hamil, aku pastikan dia bukanlah anakmu. Lagi pula, percaya diri sekali anda tuan…dengan sekali main, apa anda pikir sudah bisa membuat aku hamil? jangan terlalu percaya diri tuan, belum tentu barangmu itu bisa cepat membuat aku hamil dengan sekali main." ucap Sasha dengan senekan setiap kata-katanya, dan dengan sengaja melirik ke arah celana boxer Kenan.
Sasha benar-benar kesal dan tersinggung akan ucapan yang di lontarkan oleh Kenan. Sedangkan Kenan merasa geram dan tersinggung juga akan ucapan Sasha padanya, karena Sasha menyinggung keras barang miliknya.
"lancang sekali bicaramu menghina punyaku."
"memang kenyataannya begitu kan tuan…"
"wanita seperti dirimu dengan mudah aku dapatkan, bahkan lebih cantik dan seksi dari dirimu, kau ingat itu…!!" tunjuk geram Kenan ke arah Sasha.
Sasha juga merasa geram dan marah akan ucapan Kenan padanya.
"jadi bila kau sudah selesai, cepat keluar dari sini…! kamarku sudah tercemar akan kehadiran mu di sini. Aku harus segera berangkat ke kantor." ucapnya mengusir Sasha.
Kepalan kedua tangan Sasha kuat hingga buku-buku jarinya memutih menahan amarahnya. Sasha sakit hati akan semua perkataan Kenan padanya.
"ingat kau itu pelayanku di dalam kontrak perjanjian, sudah seharusnya kau melayaniku, bukan begitu nona Sasha…?" ucap Kenan lagi-lagi melukai hatinya.
Sasha menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan sebelum menjawab.
"ingat tuan, jangan pernah anda menjilat ludah anda sendiri, jangan pernah menarik dan mengkhianati semua ucapan anda ini, saya berharap dan berdoa anda bisa mendapatkan wanita seperti yang anda inginkan, tapi ingat satu hal tuan…!!" ucap Sasha tegas, tetapi tatapan mata Sasha terlihat teduh saat melihat Kenan.
Sasha berpikir tidak ada gunanya melawan Kenan dengan perkataan kasar.
"Tuhan tidak pernah tidur, bila saya yang bersalah, saya minta maaf. Tapi bila anda yang sudah keterlaluan dalam bicara dan menuduh saya, saya harap Tuhan akan adil pada saya. Terima kasih atas semua bantuan anda tuan." ucap Sasha yang langsung memalingkan wajahnya.
Kenan terdiam dengan kepalan tangannya kuat menahan rasa kesalnya, akan ucapan Sasha. Terlebih lagi sikap tenang dan tatapan teduh Sasha membuat dirinya merasa bersalah.
Kenan dengan cepat berlalu dan masuk ke dalam kamar mandi, dia tidak ingin melihat Sasha saat ini. Kenan ingin merilekskan tubuh dan pikirannya.
Sasha bergegas turun dari atas ranjang, dengan menahan tubuh yang terasa remuk dan pegal. Dia menggunakan kembali gaun yang semalam dia pakai, yang Sasha inginkan saat ini adalah kembali ke rumahnya, karena semalam dia tidak pulang pasti mama dan Ryota khawatir padanya. Sasha pergi tanpa membawa cek yang di berikan oleh Kenan padanya.
Bila dia menerima cek itu, harga dirinya akan terinjak-injak. Walaupun dia hidup susah dan miskin, tetapi dia bukanlah wanita murahan atau wanita ****** yang menjual dirinya, seperti yang di tuduhkan oleh Kenan padanya. Perdebatan dan penghinaan yang akan selalu Sasha ingat sampai kapanpun?
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.