
…Sasha Yorina…
Aku sungguh kesal dan kecewa hari ini terhadap Miranda, tiba-tiba saja semalam setelah pulang dari pesta Mr. Erick. Dia memutuskan pergi ke Jerman, ada masalah pada salah satu kapal pesiar yang ia miliki dan telah bekerjasama dengan sebuah perusahaan di sana.
Hari ini aku harus pulang bersama Kenan Diandra dan teman-temannya, dengan pesawat pribadi yang di miliki oleh keluarga Diandra. Sepanjang perjalanan aku lebih banyak diam, tidak ingin menambah masalah baru untuk ku adalah yang terbaik saat ini.
Rion terus mencoba mencairkan suasana di dalam pesawat, aku dan Kenan benar-benar terlihat menjaga jarak kami dan sangat canggung. Aku tidak dapat membohongi perasaan hatiku, aku masih mengingat kejadian itu dan semua perkataan Kenan yang membuat hatiku terasa sakit.
Sudah cukup banyak rasa sakit dan kecewa yang aku hadapi di dalam hidupku ini. Hidupku tidak mudah seperti yang mereka pikirkan, untuk menjadi wanita dan ibu yang kuat sudah aku jalani selama ini. Mereka hanya dapat melihat aku dari luarnya saja, tanpa tahu bagaimana aku di dalam? Aku adalah wanita yang penuh akan rasa sakit, luka hati dan cobaan dalam hidup.
Sikap Kenan yang terlihat sangat cuek seakan aku tidak ada di dalam pesawat itu, sebenarnya aku bersyukur dia bersikap seperti itu padaku? itu akan lebih baik bagi kami berdua saat ini. Lagi pula mulai hari ini, aku dan dia tidak terikat kontrak yang menyebalkan itu lagi.
Terlepas dari masalah kontrakku dengan Kenan, masih ada urusan masalah dengan CEO KING Group yang harus aku hadapi ke depannya. Mulai saat ini aku harus menyiapkan kekuatan hatiku untuk menghadapi Alan Kendrick, atasan dari tempatku bekerja.
Semua yang selama ini aku hindari mati-matian ternyata adalah hal yang sia-sia saja aku lakukan. Mencoba menghindari dunia bisnis agar tidak bertemu dengan Alan Kendrick, ternyata takdir yang tidak dapat aku hindari.
Apa yang akan di lakukan oleh Alan Kendrick padaku saat aku kembali bekerja nanti? Bodohnya lagi, saat aku menanda tangani kontrak kerja yang baru aku tidak membaca ulang kontrak tersebut. Itulah kebodohan terbesar yang aku lakukan sepanjang hidupku.
Aku sangat tahu jika Alan Kendrick tidak akan dengan mudah melepaskan aku begitu saja, apalagi setelah kejadian ini. Alan Kendrick pasti masih menyimpan rasa marah dan sakit hatinya kepadaku karena telah aku kalahkan dalam tender besar tersebut.
Berkali-kali aku mencoba menghembuskan nafasku perlahan, untuk menenangkan hatiku. Namun semua itu hanyalah sia-sia. Aku hanya butuh istirahat sejenak, entah kapan terakhir kalinya aku bisa tertidur dengan pulas? sepertinya tidur pulasku sudah tidak ada lagi selama hidupku beberapa tahun ini.
Memejamkan mata dan berpura-pura untuk tidur, ternyata berhasil aku lakukan. Mungkin karena suasana pesawat yang mulai sepi dan aku yang terlalu lelah, membuat aku tertidur dengan sendirinya. Aku tertidur hingga kami sampai di negara kami.
......................................
…Kenan Diandra…
Aku mencoba untuk bersikap dingin dan tidak menghiraukan kehadiran wanita itu. Namun entah mengapa? mata dan perhatianku terus tertuju padanya. Wanita yang terlihat jelas kuat di luar, tetapi tidak ada yang tahu bagaimana di dalamnya?
Setidaknya wanita ini beberapa kali membantuku untuk menyelesaikan beberapa masalah yang aku miliki. Sifat dan sikapnya sangat sulit aku tebak, di tambah lagi saat mengetahui sebuah kebenaran yang membuat aku melongo tidak percaya, Sasha Yorina adalah mantan istri dari pengusaha Alan Kendrick. Rival sejatiku di dalam dunia bisnis.
Aku sebenarnya sangat penasaran dengan alasan perceraian mereka berdua. Tetapi itu semua bukanlah urusan ku, aku tidak ingin ambil pusing dengan urusan orang yang baru saja aku kenal dan tidak ada hubungan apapun dengan ku? cukup sampai di sini aku dan dia.
Saat wanita itu memejamkan matanya, ingatan pada malam panas kamipun melintas dengan sangat jelas. Tidak bisa aku pungkiri, jika malam itu aku sangat puas akan permainan kami berdua, walaupun dia dalam pengaruh obat perangsang. Cukup membuatku akan selalu mengingatnya.
Untuk apa aku mengingatnya? apa aku sudah gila? tidak, tidak ini tidak benar, kejadian malam itu hanya saling menguntungkan saja, jadi aku harus melupakannya.
Dengan cepat aku mengalihkan pandanganku darinya ke arah jendela pesawat. Aku tidak ingin berurusan lagi dengan wanita ini, cukup kali ini saja. Semua sudah berakhir seiring berakhirnya kontrak kami berdua. Tidak ada urusan lagi antara aku dan dia.
__ADS_1
...--------------------------------...
Tiga minggu sudah berlalu, setelah Sasha datang ke mansion keluarga Diandra untuk mengambil surat kontrak yang menyebalkan itu. Tiga minggu sudah Sasha terlepas dan tidak melihat Kenan Diandra yang selalu memasang wajah dingin dan datarnya.
Mengapa pria kaya dan sukses selalu memiliki wajah tampan namun dingin dan datar? Apakah mereka harus seperti itu? tidak Alan Kendrick dan tidak Kenan Diandra, sama saja.
Selama sisa cutinya Sasha habiskan hanya untuk menemani Ryota, putra semata wayangnya. Ryota sangat senang selama tiga minggu ini, mengantar dan menjemput sekolah serta menaninya untuk belajar, adalah hal yang sungguh menyita pikiran Sasha dari masalah yang beberapa lalu dia pikirkan.
Cuti sebulan yang di ajukan oleh Sasha selesai sudah, kini hari hari tenang dan nyamannya bersama Ryota selesai juga. Besok adalah hari di mana dia harus cukup kuat menghadapi kenyataan? kenyataan di mana dia harus berurusan langsung dengan Alan Kendrick.
Suka tidak suka, Sasha harus menghadapinya. Untuk berhenti bekerja di perusahaan itu pun tidak akan mungkin, karena dia harus mengganti rugi biaya pembatalan kontrak kerja yang tidaklah sedikit, belum di tambah lagi dia akan di blacklist dan susah untuk mencari pekerjaan baru, karena KING Group adalah perusahaan yang sudah di akui oleh beberapa perusahaan lainnya.
Setahun waktu yang cukup lama untuk Sasha memperbaharui kontrak barunya. Waktu yang cukup lama untuk Sasha memiliki alasan keluar dari perusahaan tersebut. Memberikan semangat untuk hatinya adalah hal terbaik yang bisa di lakukan saat ini.
Namun semua itu hanyalah sia-sia saja, sebuah berita mengejutkan tentangnya telah terjadi saat ini. Begitu Sasha ada di dalam ruang tunggu untuk para karyawan CS, Rita yang menjadi teman dekatnya di perusahaan KING Group memberitahukan hal tersebut.
"Sasha, apa yang sudah kamu lakukan sehingga kamu bisa naik jabatan dengan sangat cepat?" ungkap Rita dengan hebohnya.
Rita adalah satu-satunya teman yang Sasha miliki, Rita tidak pernah sirik atau sekedar mencari masalah dengannya.
"apa maksudmu?" tanya Sasha tidak mengerti.
"apa kamu belum tahu, kalau sejak hari ini kamu akan bekerja menjadi asisten kedua CEO dari KING Group." jawab Rita dengan senyum bangganya.
"aku senang kamu bisa berkembang Sasha, aku sudah bisa menebaknya karena kamu sangatlah cerdas dan rajin bekerja." ucap bangga Rita padanya, dan itu bukanlah kebohongan. Rita selalu tulus padanya.
"apa, dari mana kamu mendapatkan berita itu?" tanya Sasha tidak percaya.
Dia bukan tidak percaya, tetapi dia tidak ingin mempercayainya. Belum sempat Rita menjawab pertanyaan Sasha, sebuah suara memanggilnya. Keduanya sontak melihat ke arah suara.
"nona Sasha Yorina !" panggil seorang wanita, dan itu adalah sekretaris CEO KING Group. Semua orang tahu wanita cantik yang memiliki sikap ramah tersebut, namanya sekretaris Mia Audina.
"iya, saya." jawab Sasha langsung berdiri dari duduknya.
"kamu di panggil CEO untuk menghadap sekarang juga." ungkap sekretaris Mia dengan senyum ramahnya.
Sasha dan Rita saling melemparkan pandangannya, apa mereka tidak salah dengar?
"nona Sasha." panggil lembut sekretaris Mia, karena Sasha hanya diam dan saling memandang dengan Rita.
__ADS_1
"i iya." hanya itu jawaban yang bisa Sasha ucapkan.
"ayo cepat, nanti CEO akan marah. Kamu tahu sendiri kan kalau CEO kita sangat disiplin sekali." jawab Mia memberitahukannya.
"tunggu dulu sekretaris Mia, apakah anda tidak salah?" ucap Sasha masih tidak percaya.
"tentu saja. Untuk apa aku harus repot-repot datang ke sini kalau ini hanya lelucon saja?"
'sialan Alan, dia sudah mulai melancarkan balas dendamnya kepada ku.' gumam Sasha dalam hatinya.
"cepat lah Sasha, jangan sampai karena kamu lambat, aku juga kena marah." Tegur sekretaris Mia, dia lalu berbalik badan meninggalkan ruangan tersebut.
Sasha yang tidak ada pilihan lain lagi, dengan cepat mengejar Mia. Suka tidak suka dia harus menghadapi Alan cepat atau lambat.
Begitu sampai di lantai paling atas, di mana ruangan CEO berada, detak jantung Sasha semakin meningkat. Ini untuk pertama kalinya Sasha menginjakkan kakinya di lantai yang sangat terlarang di perusahaan tersebut. Sepanjang dia bekerja di perusahaan KING Group tidak pernah sekalipun Sasha datang ke lantai paling atas.
Perlahan Sasha masuk ke dalam ruangan yang sangat mewah dan besar. Kini dapat dia lihat Alan Kendrick yang sedang serius pada berkas yang ada di hadapannya.
"maaf tuan, Sasha Yorina yang anda cari sudah datang." ucap Mia memberitahukan.
Alan seketika menghentikan pergerakannya, kini pandangan matanya melihat Sasha. Wajah datar dan dinginnya mendominasi, Alan Kendrick memang seperti itu bila berhadapan dengan orang yang asing baginya. Sasha sangat tahu diri jika dia hanyalah orang asing bagi Alan saat ini. Hanya sebatas atasan dan bawahan.
"silahkan keluar Mia." perintah Alan dingin.
"baik tuan, saya permisi." jawab Mia dan berlalu keluar dari ruang tersebut.
Tinggallah mereka berdua. Alan melihat sejenak ke arah Sasha dengan tatapan meremehkan karena melihat seragam CS yang Sasha gunakan. Sasha tahu arti tatapan mata Alan kepadanya, dan dia hanya diam tanpa melepaskan tatapannya juga.
Alan melihat tanpa berbicara apapun? dia kembali lagi fokus pada pekerjaannya, Sasha melongo tidak mengerti. Untuk apa dirinya datang jika tidak ada perintah apapun dari Alan untuknya? Sasha hanya bisa menahan gejolak di dalam hatinya, dan berusaha bersikap tenang.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1