PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
53. Kekecewaan Dan Kemarahan Ryota.


__ADS_3

***Perusahaan King Group***


Serly dan Sasha saling memandang, Serly dapat melihat tatapan teduh dan hangat yang penuh kasih sayang di dalam sorot mata Sasha. Sasha mendekati Serly dan duduk bersimpuh untuk mensejajarkan tingginya di hadapan Serly yang masih berdiri tidak jauh dari Alan dan Ryota.


"Ada apa sayang? Apa yang Serly pikirkan dan rasakan?" Tanya Sasha dengan lembut dan hati-hati.


Serly terlihat ragu, dia kembali melihat ke arah Alan yang juga menatapnya. Alan tahu ada yang mengganjal di dalam hati Serly saat ini, diapun ikut mendekati dan duduk bersimpuh di hadapan Serly, tepat di samping Sasha.


"Ada apa sayang? Apa ada yang mengganjal di hati Serly?" Tanya lembut Alan. Terlihat jelas jika Alan sangat perhatian dan sayang kepada Serly.


Serly melihat ke arah Alan dan Sasha secara bergantian. Dia tersenyum bahagia melihat mereka berdua terlihat perhatian dan penuh kasih sayang kepadanya. Momen seperti ini yang di harapkan oleh Serly selama ini, ada seorang papa dan mama yang perhatian kepadanya.


"Tante cantik…" Ucap Serly melihat ke arah Sasha, dan Alan ikut melihat ke arah Sasha.


"Iya sayang, ada apa?" Tanya balik Sasha.


Sasha khawatir dan sedikit takut jika Serly saat ini terluka karena tidak bisa menerima kehadiran Ryota yang di katakan mirip dengan Alan, papanya. Sasha takut jika Serly merasa di saingi oleh Ryota yang dia yakini adalah anak dari papanya. Sasha tidak ingin kehadiran satu anak akan melukai hati anak lainnya.


"Ryota yang mirip sama papa, apa Ryota anak papa Serly juga?" Tanya Serly ingin kepastian.


Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya, sebuah harapan seorang anak yang menginginkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Kasih sayang papa dan mamanya.


Sasha terdiam, selintas dia melirik ke arah Alan dengan ujung matanya. Terlihat juga Alan melihat dengan tatapan yang tajam seakan menunggu jawaban darinya.


"Sayang, tante tidak bisa menjawab itu dengan mudah. Tante harus tahu bagaimana perasaan Serly saat ini." Balas Sasha pada akhirnya.


"Perasaan Serly?" Ucap Serly tidak mengerti.


"Begini sayang." Ungkap Sasha perlahan menghela nafasnya.


"Apa yang Serly rasakan di dalam sini, saat mengatakan jika Ryota adalah anak papa Serly?" Tanya Sasha sembari menunjuk lembut ke arah depan dada Serly.


Serly melihat ke arah telunjuk Sasha yang ada di depan dadanya. Lalu melihat ke arah Sasha dengan raut yang masih tidak mengerti. Sasha tahu akan raut wajah Serly saat ini.


"Apakah Serly merasa bingung, sedih, kecewa, marah, atau bahagia ketika mengatakan jika Ryo adalah anaknya papa Serly?" Tanya Sasha memberikan pilihan terhadap Serly. Dia ingin mengetahui pilihan mana yang hati Serly rasakan.


Serly yang mendapatkan pilihan dari Sasha, kini sedikit mengerti. Dia juga merasakan seperti yang ada di dalam salah satu pilihan Sasha untuk dirinya jawab.


"Pertama Serly bingung, karena wajah Ryo mirip sama wajah papa sewaktu kecil. Ada yang Serly harapkan saat mengatakan jika Ryo benar benar anaknya papa Serly. Serly akan bahagia jika apa yang Serly harapkan menjadi kenyataan." Ungkapnya menjelaskan apa yang ada di hatinya dan pikirannya sekarang?


'Syukurlah, Serly tidak merasa sedih, marah ataupun kecewa saat ini.' Gumam Sasha di dalam hatinya sedikit lega.


"Harapan. Harapan apa yang membuat Serly bahagia?" Tanya Sasha.

__ADS_1


"Kalau benar Ryo adalah anaknya papa juga, itu artinya Serly dan Ryo adalah saudara. Papa Serly bisa jadi papanya Ryo, jadi kalau begitu mamanya Ryo bisa jadi mama Serly juga." Ungkap Serly antusias dengan senyum yang terlihat bahagia di wajahnya.


Sasha dan Alan sontak terkejut karena tidak pernah menyangka akan perkataan yang Serly lontarkan baru saja. Serly menginginkan Sasha bisa menjadi mamanya juga. Alan dan Sasha saling memandang sejenak, lalu beralih melihat ke arah Serly kembali.


Baru saja Sasha akan menjawab perkataan Serly, Ryota tiba-tiba berdiri di samping Sasha dan berhadapan langsung dengan Serly yang tersenyum melihatnya.


"Tidak bisa, mamaku tidak bisa menjadi mamamu." Ucap Ryota tegas sembari memeluk Sasha dari arah samping.


Senyum Serly seketika menghilang akan perkataan dan perbuatan Ryota, yang seakan menolak keras perkataannya. Perkataan Serly yang menginginkan Sasha bisa menjadi mamanya juga membuat Ryota marah dan cemburu.


"Kenapa tidak bisa Ryo? Papaku bisa menjadi papamu, kenapa mamamu tidak bisa menjadi mamaku?" Tanya Serly membela dirinya.


"Kamu sudah punya mama, kenapa mau mamaku menjadi mamamu juga? Lagian aku juga tidak mau papamu menjadi papaku." Balas Ryo tegas pada pendiriannya.


'deg deg' Seketika hati Alan terasa sakit seperti tertusuk sebilah pisau, akan penolakan yang di katakan oleh Ryota. Anak yang dia yakini memiliki kemiripan dengannya, dan dia pastikan jika Ryota adalah anak kandungnya bersama Sasha yang di sembunyikan selama ini.


"Tapi Ryo, wajah kamu kan mirip seperti papa, jadi kamu pasti anak papa juga." Ucap Serly dengan raut kesedihan di wajahnya.


Serly sedih bukan karena kecurigaan dirinya terhadap kemiripan wajah sang papa dengan Ryota, tetapi karena penolakan Ryota yang tidak menyetujui jika Sasha bisa juga menjadi mamanya. Mama yang terlihat sangat perhatian dan penuh kasih sayang terhadap Ryota.


"Wajah mirip, belum tentu aku adalah anak papamu." Balas sengit Ryota masih kokoh pada pendiriannya.


Lagi-lagi perkataan Ryota menusuk ke dalam hati Alan. Penolakan Ryota membuat hati Alan tertampar, jatuh dan terluka. Sakit, ya… sangat sakit yang di rasakan oleh Alan saat ini.


Dia memandang intens wajah Ryota yang terlihat geram melihat ke arah Serly. Wajah putranya yang sangat tampan, putra yang tidak ia ketahui kehadirannya, kelahirannya dan keberadaannya selama ini.


"Kamu ingin merebut mamaku, tidak akan aku biarkan." Ucap Ryota dengan menambah erat pelukkannya kepada Sasha.


"Ryo…jangan begitu. Serly sedih." Ucap Serly dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan mulut kecilnya yang mulai bergetar.


"Tante cantik…!" Rajuk Serly menatap iba ke arah Sasha yang juga melihatnya.


Sasha tidak tega melihat kesedihan di raut wajah Serly, dia mengulurkan tangan kanannya untuk meraih tubuh kecil Serly dan ingin memeluknya untuk menenangkan Serly.


"Jangan sedih ya sayang. Ryo tidak bermaksud membuat Serly sedih." Ucap Sasha sembari membelai punggung kecil Serly yang memeluk erat dirinya. Alan tertegun melihat perhatian dan kasih sayang Sasha terhadap Serly.


Itulah yang selama ini di inginkan oleh Serly dari mama kandungnya, jadi tidak heran jika sosok Sasha yang Serly kenal membekas di dalam hati putrinya, sehingga menginginkan Sasha bisa menjadi mamanya juga.


Begitu Serly ada di dalam pelukan Sasha, Ryota bertambah geram. Dia merasa cemburu jika Sasha bersikap sayang dan perhatian kepada Serly. Selama ini kasih sayang Sasha hanya untuknya, jadi dia tidak ingin berbagi kasih sayang sang mama dengan anak lainnya.


Apa lagi Serly adalah anak dari Alan Kendrick, yang sudah dia curigai dan ketahui sebagai papa kandungnya. Ryota tahu dari bantuan salah satu teman dunia mayanya yang membantunya menyelidiki tentang masa lalu sang mama dan Alan Kendrick. Ryota adalah anak yang memiliki IQ di atas rata-rata anak seusianya, dia sudah mengenal dunia Maya dan ahli di bidang IT.


Itu dia pelajari diam diam sejak mulai dia bisa membaca, beberapa buku pedoman yang Ryota pelajari adalah milik sang mama, dia berlatih menggunakan laptop pinjaman dari papa Lisa, teman baik sang mama.

__ADS_1


Dari penyelidikan itu, Ryota dan sang teman curiga jika Alan Kendrick adalah papa kandungnya. Papa yang tidak tahu sama sekali akan kelahiran dan kehadirannya di dunia ini. Papa yang sudah memiliki keluarga baru, seorang istri dan anak lainnya. Ada sedikit rasa marah serta cemburu di hati Ryota ketika mengetahui itu semua.


Jadi Ryota tidak akan membiarkan Serly juga merebut mama satu satunya yang ia miliki. Ryota lebih memilih tidak memiliki seorang papa, dari pada dia harus kehilangan seorang mama yang selama ini menjaga, mengasihi dan melindunginya dari orang-orang yang selalu menghina, merendahkan dan tidak suka kepadanya dan juga sang mama.


"Lepaskan, ini mamaku." Ucap Ryota berusaha keras melerai pelukan Sasha dan Serly.


Raut wajah Ryota marah dengan tatapan dingin terlihat jelas di wajahnya. Cemburu, rasa takut dan kesedihan bercampur menjadi satu saat ini di dalam hati Ryota.


"Jangan rebut mamaku, Serly." Ucapnya sedikit berteriak dengan merentangkan kedua tangannya di depan Sasha, tepat di hadapan Serly. Ryota seakan ingin melindungi sang mama, Sasha tahu jika putranya itu sedang marah karena cemburu dan takut kehilangan.


"Aku tidak merebut mamamu Ryo, aku hanya ingin tante cantik menjadi mama kita berdua." Balas Serly sembari menahan air matanya yang sudah akan jatuh.


"Tidak boleh, Serly sudah punya mama sendiri." Jawabnya ketus.


Alan melihat ke arah putranya tersebut, dia menjadi berkaca pada diri Ryota. Mengingatkan Alan akan sikap keras kepalanya dan pendirian yang tidak bisa di bantah. Alan tahu Ryota sedang cemburu terhadap keinginan Serly yang menginginkan Sasha menjadi mamanya.


Alan sedih dan prihatin terhadap Serly yang sangat merindukan kasih sayang dari sosok seorang mama, perhatian dan kasih sayang yang tidak pernah Serly dapatkan dari mama kandungnya, Bella Lastona.


"Ryo jahat…!" Ucapnya sedih


"Biarin. Weeekk" Balas Ryota dengan menjulurkan lidahnya. Dia merasa menang karena berhasil mempertahankan keinginan dan mamanya dari Serly.


"hik…hik…papa…" Isak tangis Serly sembari mengucek kedua matanya.


Alan segera memeluk tubuh kecil Serly yang bergetar karena isak tangisnya. Dia pun melihat ke arah Ryota yang juga melihatnya dengan tajam dan penuh kemarahan. Alan menatap teduh dan hangat mata biru sang putra, mata biru yang mirip dengannya. Mata biru yang hanya akan di miliki oleh keturunan dari keluarga Kendrick.


Mata biru Ryota yang tidak akan bisa di miliki oleh siapapun? kecuali keturunan dari orang asing yang juga memiliki mata biru sama seperti dirinya. Namun wajah Ryota yang sangat mirip dengannya, tidak akan bisa membohongi ataupun membodohi orang lain yang melihatnya.


Sudah di pastikan jika Ryota adalah benar benar putra kandungnya bersama Sasha. Alan lalu beralih melihat ke arah Sasha yang juga melihatnya dari balik tubuh Ryota, namun tatapan sedih, kecewa dan marah yang Alan layangkan kepada Sasha. Sasha selama ini telah menyembunyikan putra kandungnya.


"Jangan menatap mamaku seperti itu, tuan." Ucap ketus Ryota, melihat Alan tajam dengan tatapan marah dan dinginnya.


"Ryo …!" Panggil Alan pelan sembari mengulurkan tangan kanannya ingin menyentuh wajah sang putra.


Ryota seketika melangkah mundur, hingga mendekati tubuh Sasha yang langsung memeluknya dari arah belakang. "Jangan sebut namaku, tuan." Balas Ryota dengan sikap tegas, ketus dan terlihat marah serta dingin.


Raut wajah Ryota sama persis seperti raut wajah Alan ketika marah dan kecewa pada seseorang. Alan tersenyum sedih melihat sang putra yang terlihat marah dan kecewa kepadanya. Inilah bentuk kekecewaan dan kemarahan Ryota kepada Alan Kendrick.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2