PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
10. Datang ke K.R Group.


__ADS_3

***Perusahaan King Group***


Sasha sudah mengganti pakaiannya, karena dari hari ini cutinya sudah terhitung. Dengan segera Sasha bergegas keluar dari perusahaan tersebut, karena ponselnya terus berdering. Panggilan tidak terjawab dari nomer Rion sudah mencapai 56 kali misscall.


Dengan terus melangkah cepat sembari menggerutu, Sasha berlari kecil. Tanpa dia sadari di lobby ada seorang pria yang melihatnya. Pria itu adalah Alan Kendrick, dia dengan cepat turun ke lobby setelah mendapat informasi dari Kris, bahwa Sasha telah menanda tangani berkas kontrak kerja yang baru.


Alan melihat Sasha dari jarak jauh, yang sangat terlihat terburu-buru keluar dari pintu perusahaan. Dalam benak Alan masih penasaran tentang kehidupan apa yang sudah di jalani oleh Sasha selama ini? kenapa hidup Sasha jauh dari kata hidup nyaman.


Seharusnya hidup Sasha terjamin dengan uang tunjangan perceraian yang sangat besar, yang telah di berikan oleh Alan padanya. Tetapi pada kenyataannya Sasha harus bekerja menjadi CS di perusahaan nya, dan juga bekerja di tempat lain setelah dari kantornya.


Banyak kecurigaan, dugaan dan rasa penasaran yang tinggi yang dirasakan oleh Alan pada Sasha. Semua harus Alan ketahui, dan entah kenapa dalam hatinya, merasakan ada sesuatu yang menariknya kuat, saat Alan melihat Sasha.


Alan hanya ingin memastikan, kemunculan Sasha sejak sekian lama dia menghilang, tidak akan membuat masalah untuknya dan keluarganya. Alan ingin mengantisipasi sesuatu yang buruk akan terjadi, bila Sasha sengaja muncul di hidupnya lagi.


Begitu Sasha terlihat menghilang, Alan dengan segera masuk ke dalam lift dan kembali ke atas, keruangan. Sudah cukup dia memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki Sasha. Agar Alan dapat mengambil tindakan, bila saja Sasha memiliki niat buruk pada kemunculannya.


Walaupun dalam hatinya, Alan tidak ada lagi merasakan rasa cinta untuk Sasha, bukan karena itu dia ingin menyelidiki dan mencari tahu tentang Sasha. Karena saat ini putri kecilnya lah pemilik cintanya. Saat ini rasa cinta Alan pada seorang wanita manapun tidak ada, hanya cinta seorang papa pada putri kecilnya saja yang ia punya.


Dalam hati Alan saat ini, tidak ada cinta untuk Bella ataupun cinta yang dulu untuk Sasha, sudah tidak ada lagi rasa cinta untuk wanita manapun? Alan hanya akan mencintai putri kecilnya dan menjalankan hidupnya bersama satu-satunya keturunannya, yang akan menjadi pewaris tahtanya di keluarga Kendrick. Yang selama ini Alan dan keluarganya harapkan kehadirannya.


......................


…K.R Group…


Sasha hari ini benar-benar kesal, harinya sangat melelahkan dan juga menghabiskan banyak uangnya, untuk membayar ongkos taksi agar bisa dengan cepat membawa makan siang pesanan dari Rion. Kini Sasha sudah berada di depan perusahaan besar K.R Group, perusahaan milik keluarga Diandra.


Gedung yang tinggi dan besar serta luas, Sasha yang hanya memakai pakaian santai, celana jins, kaos putih serta jaket Levis biasa, terkesan sederhana bahkan mirip seperti seorang pengantar makanan. Walaupun penampilan Sasha terkesan sederhana, wajahnya yang tanpa make up, masih terlihat cantik dan manis.


Sasha menarik dan menghembuskan nafasnya yang berat, diapun melangkah ingin memasuki lobby kantor tersebut, tetapi di cegah oleh para security di depan.


"maaf mbak…mau kemana?" tanya dan cegah security pada Sasha.


"saya ke sini mengantar makanan untuk tuan Rion pak." jawab Sasha apa adanya.


"mengantar makanan untuk tuan Rion, apa tidak salah mbak?" tanya security heran melihat Sasha dari bawah sampai ke atas kepalanya.


"iya pak, ini makanan yang di pesan tuan Rion." ungkap Sasha menunjukkan dua paperbag yang dia bawa.


"itu tidak mungkin mbak, pasti mbak mencari alasan agar bisa masuk ketemu sama tuan Rion kan." ucap security memandang curiga Sasha.


"beneran kok pak, coba aja di tanyain ke tuan Rion langsung."


"kamu diam di sini dulu, coba saya tanyakan sama resepsionis dulu, apa ada pesan dari tuan Rion." ungkap pak security seraya meminta satu temannya untuk menahan dan melihat Sasha.


Sasha hanya bisa pasrah diam di sana, dan menunggu pak security yang sedang bicara pada resepsionis. Pak security pun kembali setelah mendapat informasi yang ia perlukan.


"maaf mbak…tidak ada pesan apapun dari pak Rion? silahkan mbak kembali dan jangan menipu kami lagi." ucap pak security yang langsung mendorong dan mengusir Sasha untuk pergi dari sana.

__ADS_1


"tapi pak…"


"sudahlah mbak…jangan mempersulit kami."


Sasha hanya bisa menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, diapun mencoba menghubungi nomer ponsel Rion. Tetapi tidak ada jawaban dari Rion.


tring…suara pesan masuk.


"jangan telepon dulu, aku lagi rapat." pesan Rion pada Sasha.


"saya sudah di depan tuan."


"ya masuk."


"tidak di kasih masuk sama security, karena tidak ada pesan dari anda pada resepsionis."


"itu urusan mu, karena kau sudah mengabaikan telepon dariku, dan telat datang. Kau cari cara sendiri untuk masuk, aku tidak mau tahu."


Mata Sasha membulat sempurna membaca pesan dari Rion, bagaimana caranya masuk ke dalam, sedangkan dia tidak tahu bagaimana caranya? ini gila…!! Sasha menghentakkan kakinya kesal, dan membalas langsung pesan dari Rion.


"tuan, saya ngk tahu cara masuknya, saya tunggu di bawah tuan, atau saya titip sama security makanan anda. terima kasih." pesan Sasha pada Rion.


"jangan coba-coba menitip makanan yang aku pesan, kau tunggu di bawah sampai aku turun."


"baik tuan."


"nah gini kan enak." ungkap Sasha pelan dan mencari tempat untuk duduk, agar bisa menunggu.


"pak… bisa saya duduk di sini?"


"wah…mbak membuat saya ada dalam masalah." jawab security yang manatap Sasha tidak suka.


"sebentar saja pak, tuan Rion akan turun mengambil makanannya."


"oya…mbak, daripada dia yang turun lebih baik dia suruh anak buahnya yang ambil dan bawa ke atas."


"benaran pak, baru saja tuan Rion pesan saya lewat WA."


"mbak…tolong deh, jangan buat saya dalam masalah. Pergi sebelum saya marah, mana ada juga tuan Rion akan sibuk-sibuk mesan makanan di luar, kalau dia saja sudah punya tukang masak sendiri di kantin kantor."


"beneran pak, saya ngk bohong."


"mbak…pergi sekarang atau saya bertindak kasar…!" bentak security tersebut yang membuat Sasha tersentak kaget, dan semua mata yang lewat melihat pada mereka.


"tapi pak…"


"silahkan pergi mbak, pergi…" bentak security itu dengan dorongan keras pada tubuh Sasha, membuat Sasha jatuh tersungkur.

__ADS_1


Sasha mengaduh kesakitan akibat pantat dan siku kanannya terbentur lantai, Sasha hanya menahan amarahnya agar tidak menambah masalahnya, dengan pelan Sasha bangkit lalu merapikan pakaian dan kotak makanan yang sudah jatuh keluar dari peparbag yang dia bawa.


"kalau di kasih tahu secara halus makanya dengar mbak, sudah banyak yang kayak mbak, datang dengan banyak alasan agar bisa masuk kesini cuma mau ketemu tuan Rion, kalau memang tuan Rion yang suruh, pasti dia kasih pesan di resepsionis. Sudah pergi sana jangan menipu di sini." usir security tersebut, yang membuat hati Sasha sakit karena di anggap penipu.


Untuk pertama kalinya Sasha mendapat penghinaan dan di katakan sebagai penipu, padahal sudah jelas Rion yang menyuruhnya datang, malah dia di usir secara paksa dan di hina menipu serta di permalukan di depan umum, seperti wanita yang sengaja datang untuk mengejar-ngejar bos mereka.


Dengan rasa Sakit di pantat dan siku kanannya yang terasa terkilir, serta sakit hati dan pandangan mata semua orang padanya, Sasha pergi meninggalkan perusahaan tersebut. Dengan langkah gontai dia mencari angkutan umum, dia akan pulang saja.


......................


Sedangkan di dalam ruangan CEO Kenan Diandra, 5 pria tampan yang menunggu kedatangan Sasha yang membawa makan siang mereka pun, lelah menunggu.


"mana wanita itu? aku sudah lapar sekali?" tanya Kevin pada Rion yang sedang asik dengan ponselnya.


"dia masih di bawah, berusaha masuk karena di halangi oleh security." jawab Rion santai, yang membuat Kenan dan yang lainnya melihat pada Rion.


"kenapa begitu? tinggal bilangkan sama resepsionis buat suruh dia masuk." jawab Kevin.


"aku sengaja, mau hukum dia karena sudah mengabaikan telepon dariku dan telat datang sampai siang." jawab Rion masih terlihat santai.


Kenan dan yang lainnya saling memandang.


"tapi kamu tahukan ketegasan security di sini?" ucap Kevin mengingatkan.


"tenang saja, para security bukan tandingannya, dia bisa dengan mudah menghajar semua security yang menghalanginya masuk, apa kau lupa bagaimana dia membantingmu Kevin?" balas Rion melihat pada Kevin.


"apa kau sudah pastikan kalau dia akan melawan pada security?" tanya Cristian.


"dia pasti bodoh kalau tidak melawan security, melawan kita saja berani, masa lawan security tidak berani." jawab Rion masih dengan santainya.


"Leon coba kau suruh pihak keamanan CCTV, kirimkan video rekaman CCTV di depan, kita lihat kehebohan apa yang ada di depan." ungkap perintah Rion, yang ingin tahu apa yang bisa di lakukan oleh Sasha saat ini.


Leon pun melakukan apa yang di perintahkan oleh Rion. Beberapa menit kemudian terdapat file yang di kirim di dalam tab nya. Dengan cepat Leon memberikan tab tersebut pada Rion.


Dengan semangat pula Rion memutar rekaman tersebut, senyum yang tadi mengembang di bibirnya, menghilang begitu saja, saat sedang melihat rekaman video CCTV tersebut. Membuat semua mata ke 4 pria tampan di sana melihat heran akan perubahan wajah Rion.


"ada apa?" tanya Kevin penasaran, langsung merampas tab yang ada di tangan Rion.


Kevin dan yang lainnya melihat juga rekaman video CCTV tersebut, dengan mimik wajah mereka masing-masing. Rekaman di mana Sasha berusaha meminta masuk dan duduk menunggu, tetapi tidak di izinkan, lalu mendapatkan dorongan keras dari salah satu security di sana, sampai Sasha terjatuh beserta makanan yang dia bawa.


Terlihat tidak ada perlawanan sama sekali dari Sasha, lalu Sasha hanya pergi begitu saja. Mereka melihat pada Rion yang mengepalkan kedua tangannya kuat menahan marahnya. Entah karena marah Sasha pergi begitu saja, atukah marah karena melihat Sasha di perlakukan kasar oleh security, hanya Rion yang tahu.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2