
***Rumah Sakit***
Degup jantung Kenan tidak beraturan, menantikan dokter yang akan membaca laporan hasil pemeriksaan kesehatan yang di miliki oleh Sasha. Semua yang ada di ruangan tersebut intens dan siap mendengarkan, apa yang akan di bacakan oleh dokter saat ini?
"laporan kesehatan milik siapa itu dokter?" tanya nyonya Kania melihat intens wajah dokter yang ada di hadapannya.
Nyonya Kania tidak mengetahui, jika Sasha ada di rumah sakit itu. Seseorang yang tadi siang di bawa ke rumah sakit oleh Kenan karena tiba-tiba pingsan di kantor akibat suhu tubuhnya yang panas. Namun dokter mengatakan, jika Sasha harus melakukan pemeriksaan khusus.
Laporan dari pemeriksaan khusus itulah yang kini sedang di bawa oleh sang dokter. Nyonya Kania melihat curiga serta heran, mendengar sebutan seorang nona dari pemilik laporan yang di sebut oleh dokter.
"laporan hasil pemeriksaan atas nama nona Sasha Yorina. Nyonya Kania."
"siapa itu dokter? kenapa Kenan harus mengetahui laporan hasil kesehatan dari seseorang?" tanya curiga nyonya Kania.
"maaf nyonya, saya hanya mengikuti perintah tuan muda Kenan. Laporan hasil pemeriksaan ini milik dari nona yang tadi siang di bawa ke UGD rumah sakit oleh tuan Kenan dan teman-temannya." balas sang dokter dengan menundukkan kepalanya.
"Sasha sakit apa dokter?" kali ini Rion yang bertanya.
"nona Sasha hanya pingsan karena suhu tubuhnya panas, sekarang sedang berada di UGD." jawab sang dokter.
"lalu untuk apa Kenan harus tahu hasil pemeriksaan milik orang lain?" tanya nyonya Kania.
Dokter itu melihat ke arah Kenan yang juga melihat ke arahnya.
"karena Sasha belum sadarkan diri, aku hanya takut dia memiliki sebuah penyakit yang tidak seharusnya dia ketahui." jawab Kenan mencari alasan, padahal maksud darinya ingin tahu tentang penyebab Sasha jatuh pingsan.
"tapi dokter, ini tidaklah di benarkan." ucap tegas nyonya Kania, melihat ke arah dokter yang setuju begitu saja mengikuti perintah dari Kenan.
"anda sebagai seorang dokter seharusnya merahasiakan hasil pemeriksaan dari pasien. Tidak boleh membocorkannya kepada orang lain tanpa persetujuan dari pasien itu sendiri." ungkap nyonya Kania yang tidak setuju akan tindakan dari dokter yang mengikuti perintah dari Kenan.
"maafkan saya nyonya, saya hanya mengikuti perintah dari tuan Kenan, maafkan atas keterbatasan posisi saya, nyonya…!!" ucap sang dokter yang begitu terlihat bersalah dan menyesal.
Nyonya Kania tahu posisi dokter tersebut kini sangat sulit, dia serba salah akan situasi saat ini. Di satu sisi dia tidak bisa melanggar aturan sebagai seorang dokter, tetapi di satu sisi dia juga tidak bisa menolak perintah dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja mencari rejeki.
Nyonya Kania menghela nafasnya, dia pun menatap sang putra yang terlihat gelisah. Nyonya Kania semakin curiga akan tingkah laku Kenan. Tidak biasanya dia yang sangat cuek dan tidak ingin ikut campur akan kehidupan orang lain, kini Kenan terlihat ingin tahu tentang seorang nona yang sedang pingsan di UGD rumah sakit milik keluarga Diandra.
"baiklah, tolong bacakan dengan cepat laporan hasil pemeriksaan itu. Agar rasa penasaran Kenan terjawab." kini nyonya Kania hanya bisa mengikuti keinginan dari sang putra, walaupun itu menyalahi aturan. Untuk kali ini saja, dia yang nantinya akan meminta maaf pada pasien.
"baik nyonya." ucap dokter menerima perintah dari nyonya Kania.
"hasil kesehatan atas nama nona Sasha, tidak ada penyakit apapun? dia sedang hamil saat ini. Usia kehamilannya memasuki usia 12 minggu atau masuk 3 bulan jalan." ungkap dokter dengan santai dan tidak mengerti keadaan yang akan terjadi setelah kebenaran itu terungkap.
__ADS_1
'jedeeeerrrr…' semua orang terkejut akan kebenaran tersebut. Terlebih lagi Rion yang tahu Sasha tidak memiliki pasangan. Kini tiba-tiba saja sedang hamil.
"Sasha hamil…!" ucap Rion tidak percaya, dia hingga berdiri dari duduknya karena rasa terkejut akan kebenaran yang baru saja dia dengar.
"bagaimana bisa Sasha hamil, suami atau kekasih saja dia tidak punya. Bagaimana bisa Sasha hamil?" ungkap Rion dengan kebenaran yang ia tahu.
"dokter apa hasil kesehatan itu tidak salah?" tanya Rion sembari menunjuk ke arah kertas yang di pegang oleh sang dokter.
"tidak tuan, ini adalah hasil yang sebenarnya." jawab dokter tersebut.
"maaf dokter, apa bisa anda tinggalkan laporan itu dan keluar dari ruangan ini? ada urusan keluarga yang harus kami selesaikan." ungkap nyonya Kania dengan senyum yang ramah.
"baik nyonya, saya mengerti." balas dokter tersebut. Dia pergi setelah meletakkan kertas laporan kesehatan yang di miliki oleh Sasha di atas meja kaca.
Setelah dokter itu pergi, nyonya Kania menatap tajam ke arah Kenan yang terlihat sangat terkejut, Kenan terlihat linglung dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar?
'Sasha hamil…Sasha hamil …dan usia kehamilannya masuk 3 bulan. Apa itu anakku? tidak mungkin, ini tidak mungkin.' gumam Kenan di dalam hatinya. Dia belum percaya akan kebenaran tersebut.
"bagaimana pendapatmu Kenan…? apa ada yang bisa kau jelaskan tentang semua ini?" tanya nyonya Kania masih bersikap tenang dan duduk anggun di atas sofa.
Kenan diam dengan pandangan yang masih terkejut melihat ke arah sang mama.
Kenan masih melihat sang mama dengan tatapan hampa, dia tidak tahu apa yang harus ia katakan saat ini? Kenan berpikir sejenak, dia harus bertanya pada Sasha langsung. Apakah itu anaknya atau bukan?
Kenan meragu apakah anak yang ada di dalam kandungan Sasha adalah anaknya? Dirinya berpikir, setelah kejadian beberapa bulan yang lalu, dia dan Sasha tidak pernah bertemu lagi apalagi berhubungan secara dekat. Tidak mungkin hanya dalam satu kali berhubungan badan, Sasha bisa langsung hamil anaknya.
Apalagi beberapa bulan ini, Sasha dan mantan suaminya bekerja bersama pada ruangan yang sama. Tidak menutup kemungkinan jika hubungan mereka berdua menjadi dekat kembali. Bisa jadi anak itu bukanlah anaknya, tetapi anak dari mantan suaminya. Itulah yang juga menjadi pertimbangan dan kecurigaan yang ada di dalam hati dan pikiran Kenan saat ini.
Semua mata memandang ke arah Kenan yang masih hanya diam membisu dengan tatapan hampanya. Terlebih lagi Rion yang sungguh merasa kecewa karena berita kehamilan Sasha. Rion selama ini memiliki perasaan pada Sasha, Rion diam diam menyukai Sasha yang bisa menyentuh hatinya.
Begitu hati Rion merasakan rasa suka kepada Sasha, dirinya tidak pernah lagi dekat dengan gadis atau wanita lainnya lagi. Dia ingin menetapkan perasaan hatinya kepada Sasha. Rion juga memiliki niat untuk mendekati Sasha setelan kerja sama perusahaan K.R Group dengan perusahaan KING Group selesai.
Namun kenyataan yang dia terima saat ini, Sasha hamil dan dia tidak tahu jika Sasha tengah dekat dengan pria lain. Rion hanya tahu jika Sasha tidak memiliki kekasih setelah perceraiannya dengan Alan Kendrick. Jadi siapa pria yang sudah menghamili Sasha saat ini yang masih status sendiri?
"mengapa kamu hanya diam saja Kenan? setidaknya katakan pendapat mu kali ini?" tanya nyonya Kania, sembari meletakkan kembali kertas laporan hasil pemeriksaan milik Sasha ke atas meja kaca.
Kenan kembali melihat sang mama dan papanya secara bergantian. Dia tidak tahu harus berkata apapun?
"aku tidak tahu harus berkata apa ma…" jawab Kenan dengan tatapan hampanya.
"itu tidak mungkin ma…"kali ini Rion yang mencela pembicaraan mereka berdua.
__ADS_1
"tidak mungkin Sasha di hamili oleh kakak, mana mungkin. Mereka berdua tidak pernah mempunyai hubungan sedekat itu, mereka bahkan selalu berdebat dan tidak pernah akur jika bertemu, jadi tidak mungkin Sasha hamil oleh kak Kenan." ucap Rion tidak percaya akan kecurigaan sang mama.
"apa mama mengatakan jika Kenan menghamili nona itu? mama hanya bertanya pendapatnya."
"tapi pernyataan mama menjurus ke arah itu."
"kalau untuk itu, biarkan kakak mu yang menjawabnya. Apakah pernyataan mama menjurus ke arah itu atau memang benar ke arah itu." ucap nyonya Kania melihat Rion intens lalu beralih kembali melihat ke arah Kenan.
Nyonya Kania kembali melihat ke arah Rion, dia mencoba melihat intens wajah Rion. Terlihat jelas mimik wajah Rion tidak ingin mempercayai kebenaran ini. Ada perasaan aneh yang di rasakan oleh nyonya Kania melihat kedua putranya secara bergantian.
"Rion…apa kau menyukai nona itu…?" tanya nyonya Kania curiga dengan mimik wajah Rion.
Kenan dan yang lainnya pun melihat ke arah Rion yang masih berdiri pada tempatnya. Pertanyaan dari nyonya Kania cukup membuat semuanya ingin tahu apa jawaban dari Rion?
Rion menatap sang mama, apa yang di katakan oleh mamanya? adalah kebenaran dari perasaannya saat ini pada Sasha.
"iya ma…aku menyukainya." jujur Rion yang cukup membuat semua terkejut.
Ini untuk pertama kalinya, seorang Rion Diandra mengakui dengan terang-terangan jika dia menyukai seorang wanita atau gadis. Pasalnya banyak para wanita yang dekat dengannya, tidak satupun mendapatkan pengakuan rasa suka oleh Rion. Jadi ini cukup pengakuan langka yang di lakukan oleh Rion.
Nyonya Kania tidak pernah menyangka dan tidak pernah sekalipun membayangkan, jika kedua putranya akan terlibat hubungan dengan satu wanita. Walaupun Kenan tidak mengatakan apapun? tapi firasat nyonya Kania yang menjadi ibu dari kedua pria itu tahu. Kedua putranya terlibat memiliki suatu hubungan dengan Sasha. Hubungan yang masih tidak terlihat.
"apa nona itu sudah mengetahuinya…?" tanya nyonya Kania.
"tidak ma…dia tidak tahu perasaanku." jawab Rion menggelengkan kepalanya.
"apa perasaan sukamu sungguh-sungguh Rion? bukan perasaan sementara saja."
"tidak ma…ini untuk pertama kalinya aku merasakan rasa suka, cinta dan ingin memiliki seorang wanita. Aku menginginkan Sasha menjadi pasangan hidupku." ucap Rion mengakui perasaannya selama ini.
Nyonya Kania diam terpaku, hatinya menjadi tidak menentu dan mengatakan ini akan menjadi masalah serius bagi kedua putranya. Nyonya Kania melihat ke arah sang suami yang ada di sampingnya. Dia menatap kembali ke arah Kenan dan Rion secara bergantian. Dia kini hanya bisa menggelengkan kepalanya dan memejamkan matanya tanda tidak percaya, akan kenyataan yang di hadapi oleh keluarganya di masa depan.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1