
***Perusahaan K.R Group***
Memandang wajah datar dengan tatapan dingin seorang Kenan Diandra, CEO dari perusahaan ternama K.R Group, bisa membuat jantung berdebar dan sedikit ngeri. Tapi tidak dengan Sasha, dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun pada CEO dingin tersebut? jadi dia hanya bersikap santai dan apa adanya?
"kamu pelajari semua berkas tender ini, selama dua hari berkas tersebut sudah harus selesai dengan rapi dan sempurna." ucap Kenan sembari menunjuk berkas yang ada di atas meja di hadapannya.
Sasha melirik sebentar pada berkas yang ada di hadapannya.
"mengapa saya lagi tuan?" tanya Sasha bingung, itu bukanlah tugas dari seorang pelayan pribadi.
Apa lagi saat ini Kenan menyebutkan berkas tender, bukankah itu berkas yang sangat penting? yang tidak boleh di ketahui oleh siapapun? mengapa Kenan menyerahkan tugas berkas tender tersebut pada Sasha? itulah pertanyaan Sasha dalam hatinya.
"itu permintaan Miranda dan sudah di setujui oleh beberapa pemegang saham di perusahaan K.R Group, kalau tender itu kau yang akan tangani dan menangkan untuk kami." jawab Kenan dengan wajah datar tanpa ekspresi sama sekali, dan tatapan sedingin es.
Sasha mengerutkan alisnya, 'ada apa dengan mereka semua?' gumam Sasha dalam hatinya.
"apa tidak salah tuan? saya bukanlah karyawan anda maupun karyawan Miranda, jadi ini tidak mungkin?" ucap Sasha ingin menolak.
Sasha sudah tidak ingin berurusan lagi dengan dunia bisnis, dan berusaha sekuat tenaga untuk menghindar serta menghilang dari dunia bisnis, ini malah dia di perintahkan menangani dan memenangkan sebuah tender penting. Mengapa harus dia yang melakukannya?
"bila kau ingin menolaknya hubungi Miranda, untuk urusan kita, kau adalah pelayan pribadi ku dan Rion. Jadi aku berhak memerintahkan tugas apapun padamu, kau mengerti…!!" tunjuk Kenan dengan penekanan setiap kata-katanya.
Lagi-lagi Sasha mati kutu di buatnya, Sasha hanya bisa diam dengan wajahnya yang ikut datar, ekspresi apa yang harus Sasha keluarkan? itu tidak akan mengubah apapun? perintah serta peringatan Kenan sudah cukup bisa di mengerti oleh Sasha.
"maaf tuan…apa saya harus terpaksa menerima tugas ini? karena saya tidak yakin bisa." balas Sasha dengan sedikit penekanan.
"terpaksa…!!??" ulang Kenan dengan menatap tajam pada Sasha.
"lalu saya harus berkata apa tuan…? menolaknya saya juga tidak bisa, bagaimana mungkin seorang pelayan pribadi bisa dengan mudahnya menangani sebuah tender besar? apa itu tidak akan menjadi bahan lelucon bagi saingan bisnis anda tuan?" balas Sasha masih berusaha untuk menolak. Dia masih tidak bisa untuk masuk lagi ke dalam dunia bisnis.
Kenan nampak diam dengan setia pada wajah datar dan tatapan dinginnya melihat ke arah Sasha, dalam hati Kenan sangat membenarkan apa yang di katakan oleh Sasha? tapi bagaimana bisa dia mengabaikan permintaan dari Miranda? yang meminta dengan tegas dan jelas kalau Sasha lah yang cocok menangani tender tersebut.
Kenan belum sepenuhnya percaya pada Sasha, apakah dia mampu untuk pekerjaan sepenting ini? Kenan sama sekali tidak tahu tentang Sasha, bagaimana dia? siapa dia sebenarnya? dan masa lalu apa yang dulu dia jalani? Sama sekali Kenan buta akan hal tersebut.
"ikuti saja apa yang di inginkan Miranda? jangan terlalu banyak membantah."
__ADS_1
"tapi tuan…ini tidaklah masuk akal, saya hanya pelayan pribadi, saya tidak mau di salahkan bila kalah dalam tender ini. Jujur ini berat bagi saya tuan…" ungkap Sasha dengan mimik sendunya, dia masih berharap Kenan mau merubah keputusannya.
"berat bagimu, tapi Miranda sangat percaya penuh dan sangat yakin kalau kamu memang bisa dan mampu untuk hal ini."
"Miranda terlalu menganggap semuanya gampang, jadi tuan pikiran lagi keputusan ini. Ingat tuan keputusan yang salah bisa membahayakan nasib perusahaan tuan nantinya." ucap Sasha masih berusaha untuk menghindari tender tersebut.
Sasha menolak bukan karena dia tidak mampu, dia sangat yakin bila dia bisa memenangkan tender tersebut dengan mudah. Tapi karena dia tidak ingin berurusan dengan dunia bisnis lagi, sehingga dia akan berusaha untuk menolaknya.
"bila kau ingin menolaknya, kau yang harus yakinkan Miranda, bila untuk keputusan ku tergantung padanya, intinya kau tetap harus mengikuti perintah dari ku."
Sasha menghela nafasnya berat, apakah usahanya untuk bersembunyi sudah berakhir sampai disini?
Kenan memintanya untuk meyakinkan keputusan Miranda, itu sangatlah mustahil? karena Sasha sangat tahu siapa Miranda yang keras kepala? sangat tahu apapun keinginan dan keputusan Miranda yang menurut dia benar dan yakin? tidak akan mudah untuk di patahkan. Jadi usaha apapun yang Sasha akan lakukan dan katakan, tidak akan mungkin mempan bagi Miranda. Yang ada Sasha malah akan terjebak pada masalah baru lagi.
"begini saja, bila kau masih juga tidak bisa meyakinkan Miranda, aku akan memberikanmu hadiah apapun yang kau inginkan, bila kau mau dan bisa memenangkan tender ini." ungkap Kenan yang sangat tahu, kalau usaha Sasha menolak bukan karena dia tidak mampu, tapi ada alasan kuat di balik penolakannya.
Kenan yang sangat peka, bisa menebak dengan mudah jalan pikiran Sasha saat ini. Di tambah lagi melihat cara kerja Sasha yang sangat rapi dan sempurna dalam waktu yang singkat. Menambah sedikit kepercayaan Kenan pada Sasha, kalau Sasha mampu untuk tugas tersebut. Dengan keyakinan dari seorang Miranda pada Sasha membuat nilai plus Sasha bertambah, bila Sasha adalah orang yang tepat.
Sasha terdiam mencerna apa yang di ucapkan oleh Kenan, memberikan apapun yang di inginkan oleh Sasha. Bila Sasha bisa memenangkan tender tersebut.
'apa dia tidak salah, apa dia ingin menyuap ku?' gumam Sasha dalam hatinya.
"anda akan memberikan hadiah apapun yang saya minta tuan…?" tanyanya hati-hati. Sasha takut dia yang salah dengar ucapan Kenan.
"iya…bila kau bisa memenangkan tender kali ini, aku akan berikan hadiah apapun yang kau inginkan? sebatas itu wajar." ungkap Kenan sedikit hati-hati, dia sangat tahu senyum dan mimik wajah misterius yang di perlihatkan oleh Sasha saat ini.
"hahaha…sedia payung sebelum hujan, memasang tameng sebelum perang, anda sangat cerdik dan hati-hati sekali tuan." balas Sasha sembari tersenyum tipis dengan meraih sebuah berkas yang ada di hadapannya, dan membuka serta meneliti berkas tersebut.
Kenan hanya diam melihat pada Sasha, mendengar apa yang di katakan oleh Sasha? sangat tepat sasaran pada apa yang membuatnya berhati-hati?
"dari berkas tender ini, saya bisa simpulkan keuntungan kalian 50 % dari nilai saham yang kalian miliki, bahkan lebih dari saham perusahaan yang anda punya saat ini, tuan Kenan Diandra. Hadiah apa yang bisa saya dapatkan bila saya berhasil memenangkan tender ini? tentunya apa yang saya dapatkan? harus sepadan dengan apa yang sudah saya usahakan dan saya raih." ungkap Sasha dengan apa adanya? karena itulah kebenaran dari tender penting dan besar keuntungan yang akan mereka perebutkan saat ini.
"4 perusahaan besar bekerjasama untuk memenangkan tender ini, sudah di pastikan lawan kalian sangatlah tangguh dan bisa jadi sebuah perusahaan raksasa sekelas perusahaan KING Group. Apa tebakkan saya salah tuan Kenan?" tanya dan tebak Sasha dengan apa yang dia curigai?
Dia sangat tahu perusahaan raksasa KING Group, perusahaan nomer satu yang belum ada tandingannya. Walaupun Sasha bekerja di perusahaan tersebut sebagai CS, tapi sayangnya dia tidak tahu siapa pemilik dari perusahaan tersebut? karena terlalu sibuk dengan pekerjaan yang menguras tenaga, emosi dan juga pikirannya. Mencari uang untuk mencukupi kehidupan keluarganya, membuat Sasha tidak peka terhadap lingkungan di sekitarnya. Niat menghindar malah Tuhan memberikan jalan tersembunyi bagi Sasha.
__ADS_1
Kenan dan ke 4 pria temannya yang masih ada di sana, terkejut mendengar tebakkan Sasha yang tepat sasaran. Apa yang Sasha katakan adalah kebenarannya? 4 perusahaan bekerjasama untuk mendapatkan tender yang di ikuti juga oleh perusahaan raksasa KING Group, milik dari keluarga Alan Kendrick.
Ke 4 perusahaan tersebut, tidak bisa di pandang sebelah mata, perusahaan K.R Group milik keluarga Diandra, perusahaan YORI Group milik Miranda Goeltom, perusahaan GOLDEN Group milik dari keluarga Cristian Abraham, dan SAKURA Group milik dari keluarga Kevin Hiroaki. 4 perusahaan besar dan ternama di dunia bisnis dalam maupun luar negeri.
Sudah pasti yang mereka inginkan keuntungan tender besar yang akan bersaing dengan perusahaan sekelas KING Group. Waluapun Sasha tidak yakin dengan tebakkannya? karena dia belum tahu siapa saja saingan mereka? Sasha hanya memiliki firasatnya saja. Siapa yang tidak ingin bersaing serta menjatuhkan perusahaan raksasa KING Group? agar perusahaan KING Group lebih hati-hati lagi dengan perusahaan saingannya yang terlihat lebih kecil darinya.
"bila kau sudah tahu, mengapa kau tidak tertarik? bila kau memang pernah berkecimpung di dalam dunia bisnis, kau tahu bagaimana persaingan di dalamnya." balas Kenan dengan mimik wajah tenangnya.
Walaupun dia sedikit terkejut dengan tebakkan Sasha, dia dapat menyembunyikan wajah dan rasa terkejutnya.
"bila kau memang tahu itu adalah tender besar, tidak akan mungkin Miranda dengan mudah dan gampang memberikannya padamu untuk kau tangani dan menangkan. Asal kau tahu sekalipun aku dan rekan-rekan ku kalah dalam tender ini, kami tidak di rugikan sama sekali, yang akan bertanggung jawab penuh akan kerugian tersebut adalah Miranda Goeltom. Karena mempertaruhkan keyakinannya padamu, dia sangat yakin kau pasti bisa menang. Itu yang Miranda janjikan padaku." ungkap Kenan ingin tahu reaksi Sasha.
'ini yang aku takutkan kalau sudah berurusan dengan Miranda, apa Miranda sudah gila ingin menanggung semua kerugiannya?' gumam Sasha dalam hatinya.
"apa anda mencoba menakuti saya tuan?" tanya Sasha curiga dengan memicingkan sebelah matanya.
"apa aku di untungkan dengan menakutimu nona Sasha Yorina?" balas Kenan dengan tatapan tajamnya ke arah Sasha.
'benar juga, tidak ada keuntungan bagi Kenan untuk menakut-nakuti ku.' gumam Sasha dalam hatinya dengan masih memandang ke arah Kenan.
"baiklah tuan…begini saja…apa tidak bisa saya berada di belakang layar dalam tender ini?" ucap Sasha masih ingin tetap pada persembunyiannya.
"apa kau pikir itu bisa dengan mudah di lakukan?"
'benar…benar katanya…berperang di belakang layar sangatlah susah, dia harus mempunyai pion yang sama dengan kemampuannya juga.' gumam Sasha masih galau akan tindakan yang akan dia ambil ke depannya, resiko yang akan dia bayar mahal bila saja dia salah tindakan dan jalan kali ini, dan Sasha tidak ingin itu terjadi.
"apa yang membuatmu takut untuk muncul lagi di dunia bisnis?" tanya Kenan yang membuat Sasha diam membisu.
Pertanyaan yang tidak ingin Sasha jawab. Pertanyaan yang selalu Sasha hindari selama ini. Apa yang membuat Sasha takut untuk muncul lagi di dunia bisnis? Kalau bukan karena masa lalunya, keterpurukan hidup yang membuatnya jatuh serendah mungkin, sekaligus memiliki sesuatu yang harus Sasha lindungi dan sembunyikan sebaik mungkin dari seseorang.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.