PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
33. Antara Kemenangan Dan Kekalahan.


__ADS_3

***Negara Inggris***


"tentu saja itu hal yang sangat penting harus kau tahu…bagaimana juga mereka adalah saingan bisnis kita." jawab Kenan dengan pandangan yang tidak lepas dari wajah Sasha.


Sasha mengalihkan pandangannya ke arah Miranda.


"katakan siapa saja saingan bisnis yang menjadi lawan kalian…?" tanya Sasha pada Miranda.


Miranda nampak melihat intens wajah Sasha.


'apakah Sasha benar-benar tidak tahu dia akan berhadapan dengan Alan Kendrick, mantan suaminya?' gumam Miranda melihat Sasha intens.


Sasha tahu arti tatapan Miranda yang serius melihatnya.


"ada apa? apakah aku mengenal salah satu dari mereka?" tanya Sasha curiga.


Perasaan Sasha mendadak tidak enak, tatapan serius Miranda menandakan ada suatu hal yang sangat serius dan penting bagi Sasha.


"tentu saja kau mengenalnya nona Sasha, bahkan kau sudah bertemu dengannya beberapa minggu yang lalu." jawab Rion dengan santainya, dengan duduknya yang santai pula.


Sasha melihat pada Rion.


'pernah bertemu dengan orang tersebut beberapa minggu yang lalu?' gumam Sasha dalam hatinya sembari berpikir, siapakah orang yang di maksud tersebut?


"iya…orang itu adalah…!!" ucap Rion terputus, karena suara ketukan pintu dari arah luar.


"maafkan saya tuan dan nona, meeting akan segera di mulai. Silahkan anda menuju ke ruang meeting sekarang ! terima kasih." ucap seorang karyawan wanita yang datang.


Pembicaraan Rion pun tidak di lanjutkan lagi, mereka semua bangkit dari duduknya masing-masing. Mereka tidak ingin terlambat untuk masuk ke ruang meeting, itu termasuk sedikit nilai plus bagi mereka dari CEO perusahaan raksasa SKY Group.


Mereka melangkah mengikuti karyawan wanita tersebut dari arah belakangnya. Beberapa dari para tamu undangan sudah ada yang melangkah di depan mereka. Sasha dan yang lainnya hanya mengikuti kemana mereka di arahkan. Sebuah ruang meeting yang sangat besar dan bersih. Setiap kursi yang di sediakan sudah diberikan nama mereka masing-masing.

__ADS_1


Semua tamu undangan duduk di kursi yang sudah terdapat nama mereka masing-masing, atas arahan dari karyawan wanita yang ada. Mereka sangat ramah dan teliti, satu persatu para tamu di tanyakan nama dan di antarkan ke arah kursi mereka.


Hanya saja ada perbedaan kursi bagi mereka yang akan maju ke depan, untuk menjelaskan berkas tender dan berkas laporan yang menjadi perjanjian bisnis setiap perusahaan. Sasha termasuk ke daftar tamu yang akan bertarung sebagai perwakilan dari perusahaan Miranda dan Kenan. Saat Sasha akan menuju ke arah kursinya, pandangan matanya melihat seorang pria yang sangat dia kenal dan orang yang selama ini dia hindari.


Ya, pria itu adalah Alan Kendrick. Langkah kaki Sasha melambat saat tatapan matanya dan Alan bertemu, sampai akhirnya langkah Sasha pun berhenti sejenak.


"nona…nona… apa anda baik-baik saja?!?" tegur sapa karyawan wanita yang sedang membimbingnya ke arah di mana kursinya berada?


Miranda, Kenan, Rion, Kevin, Cristian dan juga Leon yang sudah ada di tempat mereka masing-masing, melihat ke arah Sasha yang masih berdiri dan tatapan matanya ke arah Alan Kendrick. Hanya Miranda yang tahu, ada apa dengan Sasha saat ini?


"i…iya. saya baik." jawab Sasha dengan sedikit gugup tetapi cepat untuk dia sembunyikan.


'apa ini orang yang di maksudkan oleh mereka? orang yang akan menjadi lawan ku adalah Alan Kendrick, mantan suami ku sendiri.' gumam Sasha sembari duduk pada kursinya, tepat di hadapan Alan Kendrick.


Sasha melayangkan arah pandangan matanya melihat ke arah Miranda, yang duduk tidak jauh dari tempatnya. Miranda hanya melihat dan mengucapkan sesuatu dari bibirnya tanpa suara.


'maaf.' itu gerakan mulut Miranda katakan tanpa suara.


Begitu Sasha menenangkan pikiran dan perasaannya, diapun mengangkat kepalanya untuk tegak kembali. Membuat Miranda yang melihat Sasha menunduk menjadi khawatir, kini lega karena Sasha mengangkat tegak kembali kepalanya. Dan melihat lurus ke depan, ke arah Alan Kendrick tanpa rasa takut sama sekali.


Sedangkan Alan Kendrick, cukup terkejut melihat kehadiran Sasha di tempat ini. Pasalnya dia tidak tahu kalau ada nama Sasha yang akan menjadi lawannya. Alan curiga ini pasti ada hubungannya dengan Miranda dan Kenan. Saat Alan melihat Sasha datang ke pesta bersama Kenan Diandra, dia hanya berpikir kalau Sasha hanya sebatas pasangan dari Kenan Diandra saja.


Tetapi kehadiran Sasha pada pertemuan ini, sudah sangat jelas kalau Sasha adalah salah satu lawannya hari ini. Sudah sangat lama sekali dia tidak melihat Sasha dengan penampilan cantiknya yang menggunakan pakaian kerja. Di mata Alan Sasha tetap cantik seperti dulu, bahkan sekarang Sasha lebih terlihat dewasa, anggun dan elegan.


Mata Alan Kendrick terus melihat Sasha tanpa putus, dan itu tidak luput dari perhatian Miranda, Kenan dan yang lainnya. Terlebih lagi Kenan yang merasa curiga akan tatapan Alan pada Sasha. Kenan merasakan ada yang aneh dari mereka berdua, merasakan ada sesuatu antara Sasha Yorina dan Alan Kendrick.


Semua itu tidak berlangsung lama, karena CEO dari perusahaan raksasa SKY Group sudah masuk ke dalam ruangan, dengan di dampingi oleh beberapa pemegang saham dan direksi perusahaan tersebut. Meeting pun di mulai, dengan di awali oleh sambutan dari CEO perusahaan raksasa SKY Group.


Satu persatu dari perwakilan perusahaan yang ingin bekerjasama, maju ke depan. Membacakan dan menjelaskan laporan perencanaan bisnis yang mereka ajukan. Di awali oleh perusahaan Alan Kendrick dari KING Group. Tentu saja yang membuat Sasha dua kali lipat terkejut. Kenyataan yang baru saja Sasha ketahui, CEO tempat dirinya menjadi karyawan CS adalah Alan Kendrick, mantan suaminya sendiri.


Dunia begitu sempit dan kecil ternyata bagi Sasha Yorina. Sejak kapan perusahaan keluarga Alan Kendrick berubah nama? sehingga Sasha tidak tahu, apakah Sasha yang terlalu cuek dengan sekitarnya? sehingga dia tidak menyadari sesuatu yang ingin dia hindari selama ini, ternyata berada dekat dengannya. Uang gaji yang selama ini menjadi biaya hidupnya berasal dari perusahaan mantan suaminya sendiri.

__ADS_1


Sasha menggigit bibir bawahnya, genggaman tangannya memegang erat pena yang ada di tangannya. Tatapan matanya tajam ke depan, tetapi bibirnya tersenyum tipis, tersenyum untuk nasibnya yang tidak menentu, dan nasibnya yang ternyata tidak bisa jauh dari bayang-bayang Alan Kendrick. Semua lucu sekaligus memuakkan bagi Sasha, sampai kapan dia harus berada di bawah bayangan seorang Alan Kendrick?


Miranda, Kenan dan yang lainnya melihat semua gerak gerik Sasha yang mencurigakan bagi mereka. Mereka saling berbisik tentang tingkah laku Sasha. Mereka ingin sekali menanyakannya kepada Miranda, tetapi Miranda hanya diam dan menggelengkan kepalanya.


Perwakilan dari ke 4 Perusahaan telah maju, kini giliran Sasha. Sasha yang di panggil namanya, terdiam sejenak dan tidak langsung bangkit dari duduknya. Membuat Miranda dan Kenan melihat heran pada apa yang di lakukan oleh Sasha? begitu juga dengan Alan Kendrick yang terus melihat pada Sasha tanpa putus, dia berpikir pasti Sasha tidak akan mau melawannya.


Miranda dan Kenan saling melihat, begitu juga dengan yang lainnya melihat ke arah Sasha yang masih diam pada duduknya. Saat Miranda ingin bangkit dari duduknya, Sasha justru lebih dulu bangun dan segera melangkah maju.


Dengan langkah mantap dan anggunnya, Sasha maju ke hadapan semua orang. Sasha menghela nafasnya perlahan, lalu tersenyum dan memulai apa yang seharusnya dia lakukan. Dengan cerdas, baik, dan jelas Sasha membawakan semua perencanaan dari berkas yang telah dia buat dan susun. Semua orang terkagum akan perencanaan yang di bacakan dan di jelaskan oleh Sasha.


Para direksi, pemegang saham dan CEO perusahaan raksasa SKY Group, melihat dan mulai menilai perencanaan yang Sasha ajukan. Semua melihat kagum dan senang pada cara pembawaan Sasha yang ramah, cerdas serta nyaman untuk mereka dengar dan saksikan.


Semua berjalan lancar tanpa kekurangan apapun? Sasha malakukannya dengan baik dan profesional tanpa kesalahan sedikitpun. Sasha kini dapat bernafas lega karena semuanya telah selesai, mereka hanya tinggal menunggu hasilnya. Perusahaan mana kah yang terpilih dan berhasil mendapatkan tender besar kerjasama tersebut.


Mereka hanya perlu menunggu beberapa detik lagi, dan akan tahu siapa yang menjadi pemenang dalam persaingan bisnis tersebut? Dan inilah hasil yang akan memulai hidup dari seseorang. Perwakilan dari perusahaan raksasa SKY Group, kini membacakan keputusan dari perusahaan mereka.


"perencanaan yang sangat menjanjikan, dan sebuah ide yang sangat cemerlang yang belum pernah ada sebelumnya, belum pernah terpikirkan oleh perusahaan SKY Group. Sehingga kami ingin mencoba perencanaan yang kami anggap akan sangat saling menguntungkan dalam kerjasama ini. Kami telah memutuskan untuk menerima kerjasama yang di ajukan oleh perusahaan YORI Group dan K.R Group yang saling bekerjasama untuk pengajuan ini." ungkap dari perwakilan yang membacakan keputusan dari perusahaan raksasa SKY Group.


Tentu saja membuat pihak lawan sangat kecewa, terlebih lagi Alan Kendrick yang langsung menatap tajam ke arah Sasha yang hanya duduk diam. Miranda, Kenan dan yang lainnya terlihat sangat senang dan tersenyum gembira, karena mereka berhasil mendapatkan kontrak kerjasama tersebut. Tetapi tidak dengan Sasha, dia hanya diam memasang wajah datar dan dinginnya menatap hampa ke arah meja yang ada di hadapannya.


Kemenangan yang dia raih, tidak membuatnya bahagia sama sekali. Dalam hatinya merasakan sesuatu akan terjadi ke depannya. Sasha sangat yakin Alan Kendrick tidak akan tinggal diam. Ini akan menjadi awal musibah dan masalah bagi hidup Sasha selanjutnya.


Meeting pun telah selesai, mereka yang kalah harus pulang dengan rasa kecewa. Satu-persatu keluar dari ruang meeting tersebut. Begitu juga Sasha dan yang lainnya, Miranda memeluk dan mencium Sasha karena senang akan kemenangan yang mereka raih. Tetapi tidak dengan Sasha, yang bahkan untuk tersenyum pun dia tidak bisa. Apa yang akan terjadi selanjutnya pada nasibnya ke depan? itulah pertanyaan yang ada di pikiran dan hatinya saat ini. Sasha ada di antara kemenangan dan kekalahannya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2