PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
62. Sebuah Jebakan.


__ADS_3

***Rumah Sederhana Sasha***


Lisa datang dengan segera setelah mendapatkan kabar kepindahan sang sahabat. Lisa begitu terkejut dengan apa yang Sasha katakan, Sasha harus segera keluar dari rumah sewaannya dalam satu hari, Bagaimana mungkin Sasha dapat melakukan hal itu? Kini di sinilah mereka berada, di dalam ruang tengah rumah sederhana Sasha.


"Bagaimana mungkin kamu bisa pindah dalam satu hari, Sha...? Apakah tidak ada keringanan dari pemilik baru rumah ini?" Tanya Lisa begitu terlihat sedih dengan apa yang sedang sahabatnya alami sekarang.


"tidak sama sekali." Balas Sasha dengan gelengan kepalanya lemah.


Ia pun bingung dengan apa yang ia alami hari ini, bagaimana mungkin ia bisa mengemasi semua barang di dalam rumahnya, walaupun isi di dalam rumahnya tidak begitu banyak. Namun, tidak lah cukup jika hanya dalam satu hari berkemas. Setidaknya ia butuh dua hari untuk berkemas dan memindahkan semua barang-barangnya.


"Ibu pemilik rumah mengatakan, jika aku harus pindah rumah besok harus sudah selesai. Pemilik yang baru begitu arogan dan kejam. Ibu pemilik rumah mengatakan padaku untuk tidak mencari masalah pada pemilik rumah yang baru." Jelas Sasha apa yang menjadi pesan dan saran dari ibu pemilik rumah sebelumnya.


"tapi ini tidak mungkin, apa lagi kamu belum mendapatkan tempat tinggal yang baru untuk pindah." Balas Lisa menatap sang sahabat.


Sasha juga melihat Lisa, ia tahu jika sahabatnya itu begitu sangat khawatir kepadanya. Namun tidak banyak yang ia bisa lakukan sekarang.


"Justru dari itu, aku menghubungimu untuk meminta bantuan dari mu, Lisa."


"Aku ingin kamu membantu ku untuk mencarikan tempat tinggal, rumah sewaan atau kost yang bisa aku segera tempati. Tentunya tidak begitu jauh dari sekolah Ryo." Ucap Sasha atas keinginannya kepada Lisa.


"Aku mengerti, tapi Sha...." Ucapnya terputus.


Sasha memandang sang sahabat dengan intens, ia tahu ada yang mengganjal di hati Lisa.


"apa kamu baik-baik saja?" Tanya Lisa terlihat jelas kekhawatiran dari raut wajahnya.


Sasha masih melihat Lisa, lalu ia pun tersenyum. Ia tidak ingin begitu membebani sang sahabat yang begitu setia dan menyayanginya sejak dulu.


"Aku baik, Lisa. kamu tenang saja, aku akan baik-baik saja dan kuat menghadapi semua ini." Balas Sasha dengan sebuah senyuman yang terbit dari bibir merahnya.


"Aku sangat baik dan kuat. Kamu tahu bagaimana aku?"


"Justru aku sangat mengenal bagaimana dirimu. Jangan menjadi kuat jika sebenarnya kamu sekarang lemah. Jangan menyembunyikan bebanmu sendirian. Aku sahabatmu yang akan selalu siap mendengarkan semua keluh kesahmu, dan juga akan siap membantumu kapanpun sebisaku." Balas Lisa dengan menggenggam kedua telapak tangan Sasha untuk memberikan sebuah kekuatan dan dukungan seorang sahabat untuk Sasha.


"Aku tahu, terima kasih kamu selalu ada untukku." Balas Sasha dengan membalas genggaman hangat Lisa dan tetap tersenyum untuk meyakinkan sang sahabat.


Mereka masih saling memandang dengan ketulusan dari sorot mata mereka.


"Lisa benar sayang, jangan kamu simpan sendiri beban di hatimu. Mama juga akan selalu berada di sisimu untuk berusaha membantu sebisa mama." Ucap sang mama yang tiba-tiba datang membawakan mereka minuman hangat.


Sasha dan Lisa melihat ke arah sang mama, mereka tahu wanita paruh baya tersebut begitu terlihat sedih dan rapuh melihat kondisi serta masalah yang sedang di hadapi oleh sang putri.

__ADS_1


"Tidak mama...tidak ada yang Sasha tutupi, semuanya akan baik-baik saja. Aku kuat karena ada kalian. Mama, Ryo, dan Lisa adalah kekuatan bagiku untuk kuat menjalankan hidup ini." Balas Sasha berusaha untuk menenangkan sang mama dan sahabatnya tersebut.


Keduanya memandang Sasha dengan intens. Mereka berdua tahu, jika Sasha hanya membuat mereka tenang dengan mengatakan semuanya baik-baik saja dan dirinya kuat menjalankan semua yang terjadi pada kehidupannya selama ini. Mereka tahu bagaimana Sasha tidak ingin membebani keduanya dengan masalah hidupnya, mereka hanya bisa diam, mengamati dan membantu Sasha sebisa mereka.


"Baiklah kalau begitu, mari kita cepat berkemas dan menyelesaikan semuanya agar tidak ada masalah baru lagi." Balas sang mama mengerti maksud dari putrinya tersebut.


Tidak memaksa Sasha sedikit membantu beban yang ada di dalam hati Sasha. Mengikuti alur yang di buat oleh Sasha adalah tindakan yang benar untuk mereka, agar semua berjalan dengan lancar.


" Sebelumnya, habiskan minuman dan cemilan kalian dulu. Agar tenaga kalian kuat untuk melakukan semuanya." Perintah sang mama.


Keduanya mengerti dan hanya tersenyum, tanpa ada yang tahu begitu berat beban di dalam hati Sasha saat ini.


Mereka menghabiskan minuman dan cemilan seperti yang di perintahkan oleh mama Sasha. Beberapa menit setelahnya, Lisa bertugas untuk mencari tempat tinggal baru buat Sasha dan keluarganya.


Sedangkan Sasha dan sang mama mulai berbenah, beberapa barang yang mudah untuk di simpan dalam kardus besar, kini selesai mereka rapikan. Beberapa koper dan tas besar untuk menyimpan semua pakaian mereka juga sudah selesai mereka rapikan.


Tanpa mereka sadari jika ada seoran anak yang pintar dan jenius telah mencuri dengar pembicaraan mereka bertiga. Anak itu cukup mengerti apa yang terjadi dan menjadi masalah dari sang mama?


Ryota memakai alasan untuk bermain di dalam kamar sang Oma yang mulai kosong dan hanya tersisa sebuah kasur dan lemari pakaian, karena memang kamar tersebut tidak memiliki banyak barang-barang besar. Kini di dalam kamar itu Ryota gunakan untuk melancarkan apa yang ia recanakan. Setidaknya ia ingin ikut membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh sang mama.


Jari jemarinya mulai menari lincah di atas Tablet android hadiah dari Miranda beberapa minggu yang lalu. Tidak lupa ia meminta bantuan dari salah satu teman dunia mayanya, untuk mencari lokasi tempat tinggal yang bisa mereka sewa dengan cepat. Ryota begitu serius melakukan hal tersebut, tanpa di ketahui oleh siapapun?


Lisa tidak mudah putus asa, ia terus mencari dan bertanya dari beberapa orang yang ia lewati dan memeberikan informasi terkait itu. Namun satupun tidak memiliki hasil yang memuaskan. Seakan jalannya di persulit, padahal beberapa hari ini ia tahu beberapa rumah dan kamar kost yang ada di sekitar wilayah tersebut kosong . Namun hari ini, semuanya sudah terisi dan tidak ada tempat kosong untuk Sasha beserta dua anggota keluarganya.


Semua ini terasa aneh dan janggal bagi Lisa yang sudah lama tinggal di wilayah tersebut.


"Mengapa semuanya sudah terisi? Bukankan rumah itu dan kamar kost milik ibu Sari masih kosong kemarin malam. Begitu cepat terisi pagi ini." Gumamnya pelan, sembari mengingat-ingat apa yang ia tahu kemarin.


"Ini sungguh aneh. Di saat tidak di cari, semuanya ada dan tesedia dengan mudah. Sekarang di saat sedang di cari, semuanya tidak ada dan sulit untuk di dapatkan. " Gumam Lisa masih berdiri tegak di depan gerbang rumah sederhana yang terlihat kosong, tetapi kata pemilik rumah tersebut sudah di sewa oleh orang lain tadi pagi.


Lisa masih melihat rumah kosong yang ada di hadapannya tersebut, matanya melihat kenyataan yang ada namun hatinya mengatakan semua ini terasa aneh baginya.


Tanpa membuang waktu untuk berpikir panjang lagi, karena ia harus cepat mendapatkan tempat tinggal untuk Sasha. Lisa dengan cepat berlalu dari tempat itu, ia ingin mencoba mencari di beberapa tempat lainnya, walaupun sedikit jauh dari sekolah Ryota. Intinya sekarang Sasha memiliki tempat tinggal untuk pindah dan tidak mendapatkan masalah dari pemilik rumah tempat tinggal Sasha saat ini.


Tanpa Lisa ketahui, jika pemilik rumah sewa tersebut tersenyum licik penuh kemenangan melihat raut wajah bingung dan kecewa Lisa tidak mendapatkan apa yang ia inginkan.


Wanita yang begitu jahat karena mendapatkan uang yang begitu besar dari seseorang yang telah memerintahkannya berbuat seperti itu terhadap Lisa dan Sasha.


Wanita itu telah berbohong demi uang, rumah kosong yang di lihat oleh Lisa adalah rumah yang benar-benar kosong dan belum memiliki penghuni. Namun wanita itu sudi membohongi Lisa atas perintah seseorang yang memeberikannya sejumlah uang yang cukup banyak.


Jalan Sasha untuk mendapatkan tempat tinggal hari ini tidak akan mudah. Tanpa mereka ketahui jika ada seseorang yang menghalangi jalan mereka, dan akan berbuat sesuatu sebagai pelajaran berharga bagi Sasha. Ini adalah sebuah jebakan dan pelajaran untuk Sasha.

__ADS_1


Kembali kepada Lisa yang sudah pergi ke beberapa tempat, hingga menjelang petang. Lisa tidak mendapatkan tempat tinggal baru untuk Sasha tempati. Tanpa sadar air matanya menetes, ia begitu frustasi akan jalan buntu yang ia lalui hari ini.


"Bagaimana ini, aku tidak mendapatkan satu pun rumah atau kamar kost yang kosong untuk Sasha." Gumam pelan Lisa sembari menangis akan keadaannya yang tidak berhasil membantu sang sahabat, terutama ia menangis karena merasa iba terhadap nasib malang Sasha.


"Sha…begitu malang nasib mu…Masalah begitu bertubi-tubi mendatangimu, kenapa kamu masih bisa sekuat yang aku lihat sekarang. Mengapa hidupmu tidak pernah tenang, selalu saja ada masalah yang datang menghampirimu, bahkan untuk mendapatkan tempat tinggal saja kamu begitu sulit." Gumam Lisa mengingat sahabatnya tersebut.


Tidak lama, ponselnya berdering. Lisa melihat dan itu panggilan dari Sasha. Ia begitu galau, ia tidak berhasil membantu sahabatnya. Lisa begitu merasa bersalah dan kecewa terhadap dirinya sendiri.


"Hallo Sha…!" Sapa Lisa memutuskan menerima panggil Sasha.


"Hallo, Lisa kamu di mana sekarang?" Tanya Sasha terdengar khawatir.


Pasalnya Sasha mencari Lisa ke rumahnya, tetapi Lisa tidak ada.


"Aku masih di luar Sha…" Balas lemah Lisa.


"Kamu masih berusaha mencari tempat tinggal untuk ku?" Ucap Sasha akan kecurigaannya.


"Iya. Maafkan aku Sha…Aku tidak berhasil mendapatkan tempat tinggal baru untuk mu." Balas Lisa dengan nada yang terdengar bergetar.


"Lisa… kembalilah, pulang… Sudah cukup untuk hari ini. Kita lakukan besok saja." Bujuk Sasha, ia tahu jika Lisa masih berusaha untuk mendapatkan tempat tinggal untuknya.


Namun ia tidak tahu jika Lisa begitu kesulitan untuk hal itu. Sasha merasa bersalah pada sahabatnya tersebut, Sasha merasa telah menyeret Lisa masuk ke dalam masalahnya.


"Aku mohon Lisa, kembalilah…kita lakukan lagi besok. Ini sudah mulai malam." Bujuk Sasha tahu jika sahabatnya itu sedang menahan tangisnya.


"Tidak apa sayang, besok pasti kita menemukan tempatnya. Jadi aku tunggu kamu di rumah. Aku, mama dan Ryo ada di rumahmu saat ini, kami menunggumu di sini, pulang ya Lis…!!" Bujuk rayu Sasha agar Lisa tidak merasa bersalah lagi.


"Baiklah. Aku pulang sekarang." Balas Lisa tahu maksud Sasha. Ia pun tidak ingin membebani sahabatnya tersebut.


Lisa memutuskan untuk pulang kembali, dan akan mulai mencari besok pagi. Kebetulan besok dirinya libur bekerja. Jadi memudahkannya untuk bergerak kemanapun yang ia inginkan.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2