PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
67. Pilihan Sulit Sasha.


__ADS_3

***Rumah Sakit***


Sasha Dan Kenan masih berdiri saling berhadapan. Wanita hamil itu kini menolak keras niat baik Kenan yang ingin bertanggung jawab atas kehamilan dan juga keluarganya.


"Kemarin anda mati-matian menolak dan menghina saya, sekarang anda mati-matian untuk menerima saya. Anda terlalu sombong dan selalu ingin menang sendiri, tuan Kenan Diandra." Ucap Sasha dengan tatapan bencinya tidak suka pada apa yang Kenan inginkan darinya.


Kenan masih diam. Ia tahu Sasha sakit hati akan semua ucapan yang menghina atau merendahkan dirinya, dan penolakannya selama ini. Ia sadar memang itulah yang ia lakukan kepada Sasha, karena tidak menginginkan dan mengharapkan Sasha yang akan menjadi pasangan hidupnya atau istrinya di masa depan. Sebab masih ada wanita lain yang ia harapkan kedatangannya, yaitu kekasih lamanya. Maura Darmawan.


"Tidak perlu menikahi saya untuk bertanggung jawab pada anak ini, karena saya masih bisa menghidupi dan menjaganya seorang diri." Ucap Sasha terdengar tegas.


"Apapun yang kau ingin ucapkan, apapun yang ingin kau pikirkan tentangku. Silahkan, aku tidak peduli. Aku akan tetap menikahimu, karena aku tidak ingin anakku di anggap anak haram oleh orang lain. Setuju atau tidak, kau suka ataupun tidak. Pada kenyataannya, anak itu adalah darah daging ku, anak kandungku, dan penerus dari keluarga Diandra. Camkan itu…!" Ungkap Kenan menahan nada emosinya agar tidak emosi.


Sasha tahu dan mengerti. Dia juga tahu itulah ketegasan Kenan.


Sasha berpikir sejenak, apakah Kenan sadar ingin menikahi siapa? Sasha adalah wanita yang memiliki satu anak pada pernikahannya dulu, apakah Kenan dapat menerima anaknya? Bagaimana nasib Ryota jika dia harus menikahi pria angkuh itu?


"Tidak tuan. Urungkan niat anda untuk menikahi saya, semua itu tidak akan dan tidak boleh terjadi." Ucapnya masih dengan tatapan dinginnya.


"Sudah aku katakan apapun yang kau pikiran tentang ku, aku tidak peduli." Tolaknya.


"Saya tidak bisa menikah dengan anda. Walaupun saya sedang mengandung anak anda. Saya tidak bisa melakukan itu."


"Mengapa? Karena ada Ryota…!" Tebaknya benar akan apa yang Sasha pikirkan dan cemaskan.


"Ryota akan menjadi putra ku. Begitu kita menikah." Balasnya yang cukup membuat Sasha cukup terkejut tidak percaya akan apa yang ia dengarkan.


Sasha tersenyum miris. Dalam pikirannya, ini mungkin adalah trik lain yang dipakai oleh Kenan untuk meluluhkan hatinya. Tidak, tidak mungkin Kenan dapat menerima Ryota dengan baik dan menganggap Ryota putranya sendiri.


"Mengapa kau tersenyum remeh seperti itu?" Tanya pria itu curiga melihat senyum remeh Sasha.


"Jangan menggunakan Ryota untuk meluluhkan keteguhan hati saya tuan. Itu tidak akan berhasil." Balas Sasha masih dengan senyum remehnya.


Kenan tahu jika tidak mudah baginya untuk meluluhkan hati wanita hamil itu. Membuat Sasha percaya akan tindakan dan keputusan tulusnya, memerlukan waktu dan usaha yang tidak mudah saat ini.


Kenan melangkah mendekati Sasha. Dengan raut wajahnya yang tegas dan tatapan tajam, pria itu berkata.

__ADS_1


"Ingat satu hal tentang kebenaran Ryota. Putra mu itu adalah keturunan dari keluarga Kendrick. Apa kau yakin Alan tidak akan merebut putra kandungnya dari mu? Ingatlah.... Untuk mempertahan Ryota dari Alan Kendrick, kau memerlukan orang seperti diriku berada di sisimu untuk mendukung dan mempertahankan Ryota dari Alan Kendrick. Ingat dan pikirkan apa yang aku katakan ini." Ungkap Kenan menekankan beberapa kalimat yang penting untuk ia ucapkan.


Sasha dapat mencerna dengan baik apa yang Kenan katakan. Setidaknya ia juga harus berpikir dan mengingat masih ada Alan Kendrick yang kini harus ia hadapi. Hidupnya berada pada jalan dan pilihan yang sulit.


"Aku bisa membantu mu untuk mempertahankan Ryota tetap berada di sisimu, dengan menjadikan Ryota putra sah ku secara hukum setelah kita menikah. Akan aku buat jalan Alan Kendrick sulit untuk merebut Ryota dari mu. Pikirkan tawaran ku ini, aku tahu kau cukup cerdas untuk memikirkan masalah ini akan kemana arah selanjutnya." Ungkapnya dengan senyum tipisnya.


Sasha menggenggam erat tangannya. Ia tahu jika apa yang di katakan oleh Kenan semua benar. Alan Kendrick tidak akan tinggal diam jika itu berhubungan dengan Ryota, putra kandungnya.


Sasha yakin, lambat laun Alan ataupun keluarga Kendrick akan berusaha mengambil dan merebut Ryota darinya. Sasha tidak ingin itu terjadi. Wanita itu juga tahu, Alan Kendrick bukanlah lawan yang dapat ia hadapi dengan mudah. Sasha tidak memiliki kekuasaan ataupun kekayaan seperti Alan Kendrick miliki.


Ia harus berpikir cepat dan segera mengambil tindakan untuk masalah ini.


'Apa yang pria ini katakan adalah benar, Alan Kendrick bukanlah lawan yang dapat aku hadapi dengan mudah. Aku juga yakin Alan pasti juga menginginkan putranya kembali. Tidak, tidak. Aku tidak bisa kehilangan Ryota.' Gumam Sasha di dalam hatinya.


'Tapi aku tidak bisa menikahi pria angkuh ini. Semua jalan hidupku ada pada pilihan yang sangat sulit. Apa yang harus aku lakukan? Ryota adalah satu-satunya alasan untuk aku kuat menjalani hidup ini. Ryota adalah milikku, putraku. Aku tidak akan sanggup hidup tanpa Ryota. Tapi jika aku menerima pernikahan ini, pria ini akan sangat meremehkan ku di masa depan.' Gumamnya bingung.


'Ya Tuhan, apa yang harus hamba lakukan? Perasaan ku tidak nyaman akan masalah ini. Pilihan ku sangat sulit saat ini. Jika aku menikahi pria ini, posisi Ryota akan sulit untuk di rebut oleh Alan. Jika aku tidak menikah dengannya, apakah aku bisa melawan Alan dan mempertahankan Ryota tetap berada di sisiku? Benar katanya, aku harus memiliki seseorang yang juga kuat untuk melawan Alan Kendrick, dialah orangnya.' Gumamnya. Sasha masih berperang dengan hati dan pikirannya.


Pandangan matanya melihat ke arah dalam sorot mata Kenan. Ia belum dapat menerima Kenan begitu saja, tapi di sisi lain ia juga membutuhkan kekuatan dan kekuasaan Kenan untuk mempertahankan Ryota dari Alan Kendrick.


Sasha tahu itu. Dia dapat merasakan ketulusan Kenan, namun ia masih takut mempercayai pria angkuh itu. Ketakutannya lebih pada pernikahan yang di bicarakan oleh pria itu. Sasha belum siap untuk menjalankan sebuah ikatan pernikahan.


"Maafkan aku atas semua perlakuan kasarku di masa lalu, dan penolakanku padamu kemarin. Maafkan aku…Jujur ini di luar kendali ku." Ucapnya tulus.


Sasha tercengang akan kata maaf yang Kenan ucapkan. Tidak pernah ada dalam pikirannya jika seorang Kenan Diandra akan mengatakan kata maaf dan mengakui semua kesalahannya.


"Aku tahu kau tidak akan mudah untuk memaafkan aku, dan menerima kenyataan ini begitu saja. Aku sadar, kita berdua tidak memiliki perasaan apapun. Tapi setidaknya mari kita lakukan pernikahan ini untuk Ryota dan anak yang sedang kau kandung." Ungkap Kenan dengan niatnya yang tulus dari hati.


Sasha masih diam dan mencoba mencerna dan memikirkan kembali semuanya dengan baik.


"Maaf tuan. Berikan saya waktu untuk berpikir." Hanya itu yang dapat Sasha ucapkan.


Kenan diam dan melihat intens wanita yang ada di hadapannya itu. Kenan dapat mengerti, jika ini juga sulit untuk Sasha. Dia akan mencoba bersabar dan memberikan Sasha waktu untuk berpikir kembali tentang masalah mereka.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan." Balasnya.

__ADS_1


Kenan merasa sudah cukup untuk mengungkapkan apa yang ingin ia katakan kepada Sasha. Ia akan pergi untuk memberikan Sasha waktu berpikir.


"Aku pergi dulu, jaga dirimu, mama mu, Ryota dan juga bayi kita dengan baik. Aku akan kembali lagi setelah urusanku selesai." Ungkapnya, sorot matanya telihat tulus mengatakan semua itu.


Sasha diam terpaku akan kata-kata Kenan yang terdengar tulus. Tanpa banyak berkata, Kenan berlalu pergi dari ruang perawatan itu.


Sasha masih berdiri pada tempatnya, menatap kepergian Kenan yang kini telah menghilang dari balik pintu yang ada di hadapannya. Sasha kemudian melangkah mendekati sang mama yang masih setia pada tidurnya.


Sasha menggenggam dan mencium punggung tangan sang mama dengan lembut dan penuh kasih sayang pada wanita yang telah melahirkannya itu.


"Apa yang harus Sasha lakukan, mama?" Ucapnya terdengar sedih.


Matanya berkaca-kaca. Sasha bingung akan jalan dan takdir hidupnya saat ini.


"Mama, bangunlah…Katakan padaku, apa yang seharusnya Sasha lakukan untuk masalah ini. Mama pasti mendengar perdebatan ku dan tuan Kenan bukan. Apa yang harus aku lakukan?" Kembali ia berbicara kepada mamanya yang masih belum sadarkan dirinya. Air matanya jatuh begitu saja.


"Semua pilihan ini sulit untuk ku Ma…Aku tidak ingin kehilangan Ryota, dan aku tidak bisa melakukan pernikahan itu. Aku belum siap untuk menjalankan sebuah ikatan pernikahan kembali, aku takut melakukan kesalahan dan akan gagal untuk kedua kalinya di dalam ikatan pernikahan. Pernikahan yang kami berdua akan lakukan, adalah ikatan pernikahan yang tidak ada perasaan di dalamnya. Apakah kami bisa bertahan dengan pernikahan itu?"


Tangis Sasha pecah. Ia tidak dapat menahan kesedihannya lagi.


"Tapi apa yang di katakan oleh pria itu benar. Alan Kendrick tidak akan tinggal diam, dia pasti akan merebut Ryota dariku. Alan bukan lawan yang mudah untuk aku hadapi. Alan Kendrick penuh kekuasaan yang tidak dapat aku lawan. Untuk itu aku memerlukan Kenan berada di sisiku untuk melawan Alan Kendrick. Semua ini membuat aku bingung dan benar-benar ada pada pilihan yang sulit."


"Mama…Sasha mohon, bangunlah…dan berikan jawaban dan saran untuk masalah ini, Sasha mohon…." Ungkapnya dengan menangis tertunduk di hadapan sang mama.


Sasha menangis dalam diam. Tanpa ia ketahui, jika Kenan dan Leon mendengarkan semua curahan hati Sasha tadi. Kenan dan Leon berdiri di balik pintu yang terbuka sedikit, mereka datang kembali untuk membawakan Sasha dan Ryota sarapan pagi.


Semuanya terdengar jelas oleh kedua pria yang mengurungkan niat mereka untuk masuk. Mereka lalu duduk pada kursi besi yang berada tidak jauh dari kamar tersebut. Memberikan waktu untuk Sasha menangis dan melepaskan sedikit beban di dalam hatinya. Dua pria yang hanya dapat duduk dan terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2