
***Rumah Sakit***
Kenan dan Leon duduk pada bangku besi rumah sakit yang ada tidak jauh dari kamar perawatan ibunda dari Sasha.
Mereka dapat mendengar jelas semua curahan hati Sasha kepada sang mama yang tidak sadarkan diri. Terlebih lagi Kenan, pria itu mengerti masalah yang sedang di hadapi oleh Sasha adalah masalah yang cukup sulit untuk wanita itu.
"Tuan…!" Panggil pelan Leon yang duduk tepat di sampingnya.
Kenan menghela nafasnya sebelum menjawab panggilan Leon. Dia tahu apa yang akan di bahas oleh Leon kali ini.
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan." Ucapnya dengan nada lemah.
"Aku tahu ini sulit untuknya. Ini juga sulit untuk ku. Kamu tahu sendiri apa alasan ku sulit untuk menjalani pernikahan ini bersamanya. Aku juga belum siap menjalani sebuah ikatan pernikahan bersama wanita yang tidak aku cintai. Kami benar-benar ada pada pilihan yang sangat sulit dan rumit." Ungkapnya. Leon hanya diam dan melihat ke arah tuannya tersebut.
"Tetapi keadaan yang mengharuskan kami untuk menjalani pernikahan ini. Ada anak yang tidak bersalah di antara kami. Anak kandungku dan juga Ryota. Mereka berdua anak anak yang hadir di dalam situasi yang tidak di rencanakan dengan matang." Ucapnya.
Kenan menyandarkan punggungnya pada sandaran bangku besi. Ingin merilekskan tubuh dan pikirannya.
"Kamu tahu Leon. Walaupun aku tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sasha, setidaknya aku mulai mengasihi dan menyayangi anak ku yang ada di dalam perut Sasha. Di saat aku merangkul dan memangku Ryota, ada perasaan hangat di dalam hatiku."
Kenan kembali melayang pada perasaannya sewaktu bersama dengan Ryota.
"Saat melihat Ryota, aku mengingat calon anak ku. Sejak di dalam kandungan mamanya, Ryota tidak mengenal dan tidak di temani oleh sosok seorang papa hingga anak itu tumbuh besar sampai sekarang. Ryota hanya mengenal sosok seorang mama, aku merasa iba melihat anak itu. Aku berpikir, bagaimana jika anakku berada pada posisi Ryota?" Ungkapnya sembari menatap jauh lurus ke depan.
"Tidak dapat aku bayangkan, jika anakku akan tumbuh tanpa sosok seorang papa bersamanya. Anakku besar tanpa keluarga lengkap yang menemaninya dalam tumbuh kembangnya. Anakku akan memiliki nasib yang sama seperti Ryota. Aku tidak ingin itu terjadi, Ryota dan anakku tidak memiliki kesalahan apapun sehingga mereka harus hidup secara tidak adil di dunia ini." Ungkapnya kembali.
Kenan mencoba mencurahkan semua isi hati dan pikirannya sejak kemarin. Penolakan, hinaan dan sikap sombongnya kepada Sasha. Luluh begitu saja, di saat pertama kalinya ia mengenal sosok Ryota yang hangat dan ramah kepadanya. Ryota seakan menerimanya dengan tulus dan Kenan merasakan kalau Ryota menginginkan dirinya.
Leon diam dan terus menyimak apa yang tuannya ungkapkan. Leon menangkap sikap luluh Kenan karena mendapatkan pengaruh besar akan kehadiran Ryota dan calon anaknya. Leon dapat melihat jika Kenan tulus terhadap anak anak itu. Kenan kembali memperlihatkan pribadinya yang hangat seperti dulu lagi.
Diam-diam Leon senang akan perubahan tuannya itu. Apakah ini yang namanya kekuatan ikatan darah dan kekuatan ikatan batin? Semua yang terlihat tidak mungkin, akan mungkin terjadi di luar nalar kita sendiri.
"Tuan…!" Panggil Leon melihat ke arah tuannya.
Kenan menolehkan wajahnya ke arah Leon.
"Anda benar dengan sikap seperti itu. Walaupun anda dan nona Sasha sama-sama tidak memiliki perasaan apapun untuk menjalani sebuah ikatan pernikahan. Setidaknya tuan dan nona Sasha bisa mencoba untuk menjalaninya demi anak anak itu. Perhatian, kasih sayang, cinta dan sikap hangat sebuah keluarga lengkap sangat di butuhkan oleh mereka." Ungkap Leon membenarkan sikap tuannya itu.
__ADS_1
Kenan melihat intens kepada Leon. Dia tahu jika asistennya itu adalah pribadi yang hangat, sabar dan berpikir dewasa. Kenan beruntung selalu di temani olehnya selama ini. Kenan percaya kepada Leon untuk semua urusan pribadi bahkan urusan perasaannya. Leon tahu segalanya tentang Kenan Diandra.
"Lakukan dan jalani pernikahan ini demi anak anak. Jika seandainya di masa depan kalian berdua memang tidak di takdirkan untuk bersama, lepas dan berpisahlah dengan ikhlas." Ucap Leon kembali ingin memberikan sebuah dukungan untuk Kenan.
'Setidaknya seiring berjalannya waktu, mungkin akan ada cinta di antara kalian berdua. Saya harap anak anak itu bisa mempersatukan anda dan nona Sasha, tuan Kenan Diandra.' Gumam Leon di dalam benaknya banyak memiliki harapan baik untuk calon keluarga kecil itu.
"Kamu benar Leon. Setidaknya aku dan Sasha harus mencobanya terlebih dahulu. Setidaknya untuk sementara ini, aku harus belajar menerima mereka. Belajar untuk menyayangi dan mulai mencintai mereka sebagai keluarga ku." Balas Kenan ingin melakukan hal yang menurutnya baik untuk semuanya.
Leon coba untuk tersenyum, memberikan sebuah dukungan positif untuk tuannya itu. Leon yakin jika di masa depan, tuannya akan menemukan kebahagiaan dan cinta sesungguhnya di dalam keluarga kecilnya itu. Leon berharap, Sasha bisa memberikan sebuah cinta dan kasih sayang yang tulus untuk seorang Kenan Diandra.
"Baiklah. Inilah keputusannya, aku akan belajar menjalani, menerima dan mencintai mereka." Ungkap jujur Kenan dari hatinya yang paling dalam. Niat baiknya untuk masa depan yang akan selalu bahagia.
"Apakah semua yang di perlukan untuk pernikahan dan pengangkatan Ryota sebagai anakku sudah mulai kamu urus?"
"Sudah tuan. Semua masih dalam proses, dan saya akan melakukan semuanya dengan cepat. Seperti yang tuan inginkan." Balas Leon.
"Bagus…!"
"Sebaiknya kamu lakukan dengan cepat. Aku tidak ingin kecolongan oleh Alan Kendrick. Aku tahu lambat laun laki-laki itu pasti menginginkan putranya. Tentunya, dia juga akan menginginkan ibunya untuk kembali." Ungkap Kenan kembali mengingat laporan Leon semalam.
Hubungan Alan dan Bella tidak harmonis beberapa tahun ini, karena memang di awal pernikahan mereka tidak memiliki perasaan yang tulus di antara keduanya. Mereka bertahan demi Serly putri cantik mereka.
Tidak menutup kemungkinan jika sewaktu-waktu Alan bisa saja menginginkan Sasha kembali kepada pria itu. Apa lagi sekarang Alan memiliki alasan kuat untuk menjerat Sasha kembali. Kehadiran Ryota putra kandung mereka.
"Anda benar tuan. Sepertinya niat baik memang selalu akan mendapatkan rintangan untuk meraihnya sebagai kebahagiaan." Ungkap Leon tersenyum ke arah tuannya.
Kenan melihat heran akan perkataan Leon yang begitu sarat akan makna.
"Kamu sudah pandai dalam merangkai kata kata rupanya." Balas Kenan dengan senyum anehnya.
"Bukan seperti itu tuan. Sebaiknya saya pamit untuk memeriksakan segalanya." Kelit Leon ingin menghindar.
Leon segera bangkit berdiri dari duduknya. Merapikan jasnya yang sedikit berkerut, agar terlihat selalu rapi. Setelah memberikan isyarat hormat kepada Kenan, tanpa mengucapkan sepatah kata apapun dia berlalu pergi.
Kenan hanya diam melihat ke arah punggung Leon yang semakin lama, semakin menghilang pada tikungan lorong rumah sakit. Sebelum bangkit dan akan masuk kembali ke dalam kamar perawatan calon ibu mertuanya. Pria itu mengatur hati dan perasaannya dengan cara menghela nafasnya secara perlahan.
Kenan masuk ke dalam kamar perawatan itu setelah mengetuk pintu beberapa kali, dan tidak mendapatkan jawaban apapun dari arah dalam. Kenan melihat ke arah ranjang perawatan, di mana calon mama mertuanya terlelap akan tidur panjangnya. Kenan tidak mendapati Sasha ada di sana seperti beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
Ia mengedarkan pandangan matanya. Mencari sosok wanita yang akan ada di dalam hidupnya di masa depan. Wanita yang akan menjadi istri sekaligus ibu dari anak kandungnya.
Kenan melangkah mendekati ranjang pasien. Melihat intens wanita paruh baya itu, wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang tidak lagi muda. Jika di perhatikan, Sasha memiliki kecantikan yang berasal dari sang mama.
"Tante…salam kenal dari saya." Sapa Kenan melihat ke arah wajah yang tertidur lelap itu.
"Saya Kenan Diandra. Calon suami putri tante sekaligus calon papa dari cucu tente Ryota dan calon cucu kedua tante yang ada di dalam perut Sasha saat ini." Ungkapnya dengan nada yang sangat pelan.
"Tante. Maukah anda memberikan restu kepada saya. Saya berjanji akan belajar untuk menjalani, dan menerima semuanya, serta mencintai Sasha dan Ryota. Saya tulus kali ini, apa lagi kepada Ryota yang seakan menarik kuat hati saya yang selama ini dingin dan membeku. Ada kehangatan yang di berikan Ryota kepada saya, sehingga saya menginginkan cucu tante untuk menjadi putra angkat saya." Ungkapnya.
"Saya harap tante mengerti keadaan yang kami hadapi. Kami berdua berada di dalam pilihan yang cukup sulit dan rumit, tidak memiliki pilihan lainnya. Setidaknya saya ingin mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya terhadap putri anda tante."
"Doa restu tante akan selalu menjadi berkat baik untuk kami. Semoga kami bisa menjadi keluarga kecil yang bahagia bersama anak anak kami." Itulah harapan yang Kenan inginkan.
Tanpa Kenan sadari, Sasha mendengar semuanya dari balik pintu kamar mandi yang terbuka sedikit. Sasha dapat mendengar ketulusan dari semua ucapan Kenan. Namun kembali ia menepis jauh harapan yang terlihat semu itu.
Sasha menutup kembali pintu kamar mandi itu. Dia tidak ingin kepergok Kenan yang menguping pembicaraannya bersama sang mama yang tidak sadarkan diri.
"Ada apa dengan pria itu? Kemarin sangat jelas sikapnya yang angkuh, arogan dan sombong kepadaku. Bahkan dia menolak keras kehadiran anaknya ini." Ucap pelan Sasha sembari menyentuh perutnya yang masih terlihat rata.
"Bagaimana bisa sekarang dia berubah dengan sangat cepat? Aku tidak boleh mudah untuk percaya kepadanya. Itu hanya akan membuatku berada di dalam masalah baru nantinya." Kembali ia berpikir akan sikap yang ingin ia ambil dan putuskan.
"Tapi jujur aku katakan, kalau aku memang memerlukannya untuk memperkuat posisi Ryota di sisiku, dan mempertahankan Ryota dari Alan yang bisa saja merebutnya dariku. Ahhh…semua ini membuatku bimbang dan sulit. Pilihan apa yang harus aku ambil?"
"Ini semua benar-benar sulit sekali untuk ku." Gumamnya sembari terus berpikir dan berperang dengan hati, pikiran dan perasaannya saat ini.
Sasha ada di dalam kamar mandi karena menemani Ryota yang sedang menuntaskan panggilan alamnya. Sasha memiliki banyak kesempatan untuk berpikir lebih baik lagi, berpikir dalam menentukan pilihan di dalam hidupnya di sama depan bersama putranya Ryota.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1