PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
60. Perbincangan Kenan Dan Ryota.


__ADS_3

***Mobil Mewah Kenan Diandra***


Senyum merekah terus terpatri pada wajah Kenan. Seakan dirinya kini sedang memenangkan sebuah undian lotre yang mendapatkan bayaran milyaran rupiah.


Namun bukan itu yang membuatnya terus tersenyum bahagia, tetapi dua orang tumpangannya saat ini yang membuatnya terus tersenyum. Ya, Kenan berhasil membujuk Ryota untuk naik satu mobil bersamanya dan juga Sasha.


Kini di sini lah mereka bertiga duduk pada bangku penumpang belakang mobil mewahnya. Mereka bagaikan sebuah keluarga kecil yang terlihat bahagia bersama dengan putra tampan mereka, Ryota. Itulah selintas yang Kenan rasakan di dalam hati dan pikiranya sekarang.


Entah mengapa, keberadaan Ryota yang menerimanya dengan hangat. Dapat membuat hati Kenan menghangat dan bahagia. Sebelumnya ia tidak pernah dekat bersama seorang anak kecil seperti Ryota.


Namun sekarang, ia begitu dekat dan mampu berbicara akrab bersama Ryota. Seakan dirinya dan Ryota sudah mengenal sangat lama.


"Paman hari ini tidak bekerja?" Tanya Ryota dengan senyum menawannya melihat ke arah Kenan yang ada di sisi kirinya.


Sedangkan Sasha berada di sisi kanan Ryota. Sasha hanya mampu mengalihkan pandangan matanya ke arah pemandangan luar jendela mobil. Sasha terpaksa ikut naik satu mobil bersama Kenan, itu semua atas desakkan dan rengekan Ryota yang memaksa untuk ikut bersama Kenan.


Awalnya Sasha menolak keras, hingga pada akhirnya ia pun luluh akan mimik wajah sedih dan kecewa sang putra. Berakhir lah Sasha di dalam mobil mewah Kenan yang di kendarai oleh Leon asisten pribadi Kenan.


"Bekerja, tetapi hanya setengah hari." Balas Kenan dengan ramah dan senyum.


Kenan begitu nyaman berbicara dan berinteraksi bersama Ryota yang terlihat tampan dan menggemaskan. Walaupun wajah Ryota memiliki kemiripan dengan Alan Kendrick, itu tidak sama sekali membuat hatinya kesal ataupun marah. Ryota memiliki daya tarik yang membuat nyaman Kenan untuk bersamanya.


"Kenapa setengah hari paman? Mama selalu bekerja sampai sore, bahkan malam baru pulang." Balasnya mengingat jam pulang Sasha setiap harinya.


Kenan melirik ke arah Sasha yang juga melihat sejenak ke arahnya, karena dirinya di sebut oleh sang putra.


"Oya. Mama Ryota sering pulang malam." Ucapnya sembari melirik ke arah Sasha yang masih terlihat cuek melihat ke arah luar jendela.


"Iya, paman." Balas anggukkan Ryota.


Terlihat jelas, Sasha tidak suka berada satu mobil bersama Kenan. Kenan mengerti itu, Sasha masih marah atas penolakan dan semua ucapan Kenan di rumah sakit akan calon bayi dalam kandungan Sasha saat ini.


"Panggil Ryo saja, paman." Ucap Ryota tersenyum bahagia. Senyum yang terus ia tampilkan saat melihat ke arah Kenan.


Ryota sendiri benar-benar merasa nyaman bersama dengan Kenan. Ia tahu Kenan adalah pria baik dari keluarga terpandang dan ternama. Siapa di kota itu tidak mengenal keluarga Diandra? Semua orang pasti tahu dan mengenalnya. Ryota tahu semua tentang Kenan dari penyelidikannya bersama teman dunia mayanya.


Tidak satu orang pun tahu, jika Ryota memiliki kecerdasan dan IQ di atas rata-rata anak seusianya, dia pun terbiasa menggunakan dunia maya sebagai mainan baginya. Memiliki kelompok sendiri dari beberapa negara, suatu kesenangan tersendiri bagi Ryota. Kecerdasan yang ia dapatkan dari keturunan sang mama dan papa yang juga cerdas dan memiliki IQ tinggi.


"Ryo…!" Ucap Kenan mengulang panggilan akrab Ryota.


"Iya, Ryo. Mama dan Oma selalu panggil Ryo. Paman juga boleh." Balas Ryota. Sukses mengalihkan kembali pandangan mata Sasha melihat ke arah putranya.


Pasalnya Ryota tidak suka di panggil dengan nama kecilnya oleh sembarang orang. Panggilan Ryo hanya boleh di gunakan oleh mereka yang Ryo inginkan dan dekat dengannya. Namun ini aneh, Kenan yang baru pertama kalinya Ryota temui hari ini. Begitu mudahnya mendapatkan ijin untuk menggunakan nama akrab Ryota sebagai panggilan Kenan kepadanya.

__ADS_1


Bahkan Alan Kendrick sebagai papa kandung Ryota, tidak mendapatkan ijin tersebut. Ada apa dengan Ryota? Begitu sukanya kah Ryota terhadap Kenan Diandra?


"Tentu saja, Ryo." Balas Kenan dengan senang hati. Terlebih lagi ia melihat gelagat heran Sasha melihat ke arah putranya tersebut.


"Paman tidak pernah pulang malam?" Tanya Ryota kembali pada obrolan mereka.


"Tentu saja pernah, bahkan sering sekali." Balasnya, kini mereka berdua berbincang kayaknya ayah dan anak.


"Mengapa pulang malam? Paman sering lembur seperti mama?"


Kenan melihat ke arah Sasha yang terlihat datar saat melihat ke arahnya. Kenan tahu Sasha terlihat heran melihat keakraban yang terjalin cepat padanya dan Ryota.


"Iya, karena pekerjaan paman terkadang banyak di kantor."


"Pastinya paman sangat lelah, sama seperti mama. Bahkan Ryo tidak sempat melihat mama pulang, karena sudah tertidur awal." Ucap Ryota dengan nada sedih dan wajah yang di tundukkan ke bawah. Mengisyaratkan bahwa dirinya sedih tidak sering melihat sang mama pulang lebih awal.


Sasha sangat peka terhadap kesedihan sang putra, saat lirikkan matanya bertemu sejenak dengan mata Kenan. Ia kembali fokus terhadap Ryota yang masih diam menundukkan kepalanya.


"Ryo…!!" Panggil Sasha lemah lembut sembari memeluk sang putra.


"Maafkan mama, kalau mama selalu pulang malam dan tidak bisa bertemu Ryo saat pulang. Mama bekerja untuk Ryo dan juga Oma." Balasnya ingin memberikan pengertian terhadap sang putra semata wayangnya tersebut.


Ryota melihat ke arah sang mama. Ia tahu jika mamanya kini sedang menyesali dirinya sendiri. Ia pun merasa bersalah, ia sangat tahu jika mamanya bekerja keras seperti itu. Demi kelangsungan hidup mereka bertiga, mamanya begitu banyak berkorban waktu dan juga tenaga untuk memenuhi semua kebutuhan mereka bertiga selama ini.


"Tunggu sebentar lagi ya mama. Begitu Ryo tubuh besar, Ryo yang akan menggantikan mama untuk mencari uang untuk kita." Ungkap tulus Ryota mendongak melihat sang mama di sela-sela pelukkan mereka.


Sasha melihat ketulusan dan rasa menyesal di dalam sorot mata sang putra. Ia tahu begitu besar rasa peduli Ryota kepadanya.


"Tentu sayang, cepatlah besar agar bisa menggantikan mama. Sebelum itu Ryo harus rajin dan pintar belajar dulu, oke sayang." Ucap bujuk dan rayu Sasha agar Ryota tidak merasa sedih dan bersalah lagi.


"Oke mama." Setuju Ryota dengan senyum yang sangat tulus.


"I Love you my Queen." Balas Ryota sembari mengecup sayang pipi sang mama.


"I Love you too my Prince." Balas Sasha dengan senyum sembari mengecup pipi gembul sang putra.


Semua interaksi itu menjadi perhatian Kenan saat ini. Ia sangat tahu begitu kuat ikatan antara Sasha dan Ryota saling menyayangi. Kenan kini tahu, jika Sasha begitu penuh kasih sayang dan cinta saat mengasuh Ryota. Sasha berhasil membesarkan Ryota dengan baik.


'Mereka begitu penuh kasih sayang, entah seberat apa beban yang sudah di lalui oleh Sasha sebagai orang tua tunggal selama membesarkan putranya. Ia mampu bertahan selama itu.' Gumam Kenan di dalam hatinya melihat interaksi Ryota dan Sasha.


"Paman…paman Kenan…!!" Panggil Ryota karena melihat Kenan hanya terdiam melihat mereka berdua.


"Iya…!!" Balas Kenan sadar pada lamunan dan pikirannya. Ia pun melihat ke arah Ryota, namun lirikannya tidak lepas dari wajah Sasha.

__ADS_1


"Apa paman akan ikut ke rumah Ryo hari ini?" Tanya Ryota melihat intens wajah Kenan.


Kenan tidak langsung menjawab pertanyaan Ryota, ia melihat ke arah Sasha terlebih dahulu. Namun Sasha hanya membalasnya dengan tatapan dingin dan tidak sukanya. Sangat terlihat jelas, Kenan pun tidak Terima di tatap seperti itu oleh Sasha. Ia pun menggunakan kesempatan kedekatannya bersama Ryota untuk hari ini.


"Tentu saja. Paman akan ikut ke rumah Ryota, apa itu boleh…??" Ucap Kenan membalas, namun tatapan matanya tidak lepas sedikitpun dari wajah Sasha yang melihatnya dingin.


"Tentu saja boleh paman." Balas Ryota senang.


"Ryo…!!" Ucap Sasha menegur putranya yang begitu saja mengizinkan Kenan untuk datang ke rumah mereka.


'Tunggu dulu, ini ada yang salah…!!' Gumam Sasha di dalam hatinya.


'Apa jangan jangan Ryo mengira jika Kenan adalah papanya? Seperti beberapa teman pria ku yang pernah berkunjung ke rumah dulu? Tapi bukankah, anak ini sudah tahu papa kandungnya sekarang? Ryo sudah tahu Alan Kendrick lah papa kandungnya, jadi tidak mungkin lagi jika Ryo mengira Kenan adalah papanya.' Gumam Sasha panjang lebar dalam hati dan pikirannya tentang tingkah laku Ryota yang terlihat sangat menyukai Kenan. Sasha tahu itu.


Sasha melihat heran ke arah Ryota dan Kenan secara bergantian. Ada apa dengan dua pria yang berbeda umur di hadapannya tersebut.


Kenan dan Ryota juga merasa heran akan tatapan Sasha yang terlihat heran melihat ke arah mereka. Sedangkan Kenan berusaha bersikap biasa, padahal ia tahu Sasha tidak suka mendengar undangan sang putra untuk Kenan, yang mengizinkan berkunjung ke rumah mereka.


"Ada apa mama?" Tanya heran Ryota.


Sasha diam tanpa menjawab, apa yang bisa ia jawab? Sasha tahu jika dirinya melarang tindakan Ryota, sudah di pastikan Ryota akan sedih dan kecewa. Lebih baik diam dan menyimak apa yang akan terjadi? Pada intinya ia masih tetap marah kepada Kenan Diandra.


"Tidak ada. Mama hanya pusing dan ingin cepat sampai di rumah." Balas sang mama mengalihkan, Sasha memejamkan matanya sembari menyadarkan punggungnya.


Ryota heran melihat tingkah sang mama, ia pun melihat ke arah Kenan yang hanya mengedikkan kedua pundaknya, mengisyaratkan bahwa dia juga tidak mengerti akan tingkah laku Sasha saat ini.


Namun di dalam hatinya merasa senang, Sasha kalah akan keinginan sang putra. Ia kini tahu jika tanpa di sadari oleh Sasha, Ryota adalah satu kelemahan Sasha agar menjadi patuh dan tidak melakukan banyak perlawanan.


Tetapi Ryota juga dapat di jadikan salah satu senjata bagi Alan Kendrick, untuk membuat Sasha tunduk akan keinginan Alan. Kenan tahu itu pasti akan terjadi, namun sebelum semua keinginan Alan terwujud. Dirinya akan lebih dahulu menempatkan Sasha dan juga Ryota ada di sisinya. Itu yang kini menjadi tujuan dalam benak dan pikirannya, ia akan berusaha untuk itu.


Kenan sadar serta menyesal akan semua perkataannya yang menolak kehadiran Sasha dan juga bayi yang ada di dalam kandungan Sasha saat ini. Kenanpun melirik sejenak ke arah perut Sasha yang masih terlihat datar. Ada bayinya di dalam sana, benihnya yang sedang tumbuh akan menjadi anak keturunan dari keluarga Diandra.


'Maafkan papa, nak…!! Papa menyesal sudah meragukan kehadiran mu. Papa berjanji akan melindungi mu dan juga mamamu apapun yang terjadi, kalian berdua adalah milik papa. Selamanya.' Gumamnya di dalam hati melihat ke arah perut Sasha, tanpa sadar ada senyum yang terbit walau begitu tipis dari bibir Kenan.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2