
***Perusahaan KING Group***
Dua bocah yang sungguh menggemaskan kini duduk mengapit Sasha, beberapa kali senyum getir dan cemas silih berganti di tampilkan dari bibirnya yang terlihat mulai memucat. Sudah tidak terhitung berapa kali Sasha harus berusaha menelan salivanya, karena tenggorokannya yang terasa kering.
Tubuhnya yang masih terasa lemas dan belum terlalu fit akibat pingsan tadi siang, berusaha Sasha tahan. Sekuat tenaga dia berusaha untuk kuat dan tegar, tidak boleh tumbang. Bagaimana juga situasi yang sekarang dia hadapi? memerlukan tenaga ekstra untuk dirinya.
Apakah semua rahasia yang berusaha Sasha tutupi rapat? akankah akhirnya hari juga terbuka. Rahasia yang selama ini dia sembunyikan dari Alan Kendrick, hingga Sasha lebih memilih pergi dan menghindari Alan Kendrick mati-matian akan terbuka. Serapat apapun semua rahasia yang coba kita tutupi dan sembunyikan? ternyata akan terbongkar dan terbuka pada akhirnya.
Takdir hidup di dunia, kita tidak akan pernah tahu. Takdir masa depan kita, itu adalah rahasia dari sang pencipta. Hanya bisa untuk menjalani dan berusaha mengubah takdir itu yang bisa kita lakukan, sebisa mungkin menjalani semua agar menjadi yang terbaik di dalam hidup kita.
Senyum dua anak kecil yang sungguh menggemaskan, kini sedang bergelayut manja mengapit Sasha, tidak sama sekali membuat Sasha nyaman saat ini. Justru salah satu anak itulah alasan Sasha membuat tubuh dan pikirannya kini terasa lelah, dia merasa mungkin hari ini semuanya harus terungkap.
"Tante cantik… tante cantik benaran kerja sama papa Serly?" Tanya Serly putri cantik yang di miliki oleh Alan Kendrick, tersenyum ke arahnya.
Sedangkan satu anak lagi yaitu Ryota hanya tersenyum sejenak, lalu wajahnya kembali datar saat melihat ke arah Alan Kendrick dan Kris secara bergantian. Anak itu yang memiliki kecerdasan IQ di atas rata-rata anak seusianya, dapat membaca situasi saat ini dengan baik.
"I…iya sayang." Balas Sasha ikut tersenyum yang terlihat di paksakan.
"Ryo…sudah aku bilangkan, nama kantor yang ada di kartu nama mamamu adalah kantor milik papaku." Ungkap Serly tersenyum ke arah Ryota yang duduk tepat di samping Sasha.
Ryota masih memasang wajah datar dengan tatapan yang dia buat sedingin mungkin. Serly anak cantik yang cukup peka akan perubahan mimik wajah Ryota.
"Ryo, kamu tidak suka ya. Kenapa kamu melihat Serly seperti itu." Tunjuk Serly tidak suka akan raut wajah datar dan dingin Ryota saat melihat ke arahnya.
"Sudah Serly katakan. Jangan pasang wajah seperti itu, Serly tidak suka melihatnya." Rajuk Serly menatap tidak suka pada Ryota yang juga melihatnya.
Sasha, Alan dan Kris hanya diam melihat kedua anak yang saling menatap dengan tatapan mereka masing-masing.
"wajahku memang seperti ini, jika kamu tidak suka jangan di lihat." Balas ketus Ryota, dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Tapi wajahmu itu mirip seperti papaku, jika kamu melihat Serly seperti itu. Serly tidak suka." Ketus Serly tidak terima.
Ucapan Serly sukses membuat Sasha terkejut hingga membulatkan matanya sempurna dan mulutku sedikit terbuka.
'Bahkan anak sekecil Serly bisa melihat kemiripan itu.' Gumam Sasha di dalam hatinya.
Ryota yang di katakan memiliki wajah mirip dengan papa Serly, seketika menatap ke arah Alan Kendrick yang juga melihat ke arahnya. Tatapan mereka bertemu, tatapan dua mata biru yang terlihat tidak memiliki perbedaan sama sekali, mereka seakan melihat cerminan mereka dengan postur tubuh dan usia yang berbeda.
Semua orang yang melihat wajah Ryota dan Alan, pasti akan mengatakan jika mereka adalah pasangan ayah dan anak.
__ADS_1
Ryota yang tidak suka melihat dirinya yang di pandang oleh Alan, memalingkan wajahnya ke arah Sasha yang juga melihat ke arahnya. Tatapan mata mereka seakan saling bertanya.
"Ryo…kamu masih tidak percaya sama yang Serly katakan?" Tanya Serly melihat intens Ryota.
"Tidak percaya, itu papamu mana mungkin kami mirip." Ketus Ryota dengan nada dan tatapan yang dingin.
Serly yang tidak puas akan jawaban Ryota menghela nafasnya, dia tidak mungkin salah dengan pendapatnya. Serly turun dari duduknya, dia mendekati Ryota lalu menarik paksa tangan Ryota untuk ikut bangkit dari duduknya.
"Mau apa?" Tanya Ryota.
"Ayo bangun." Tarik paksa Serly pada tangan Ryota. Ryota yang tidak sigap mempertahankan tubuhnya, dengan mudah di tarik oleh kedua tangan Serly yang kuat menariknya.
Ryota mengikuti kemana arah tarikkan tangan Serly, dia mengajak Ryota untuk berdiri tepat di samping Alan Kendrick. Ketiga orang dewasa yang ada di sana hanya mengikuti dan melihat apa di lakukan oleh kedua bocah di hadapan mereka? begitu Ryota berdiri tepat di samping Alan, lalu Serly melihat ke arah Kris.
"Paman Kris…! Sini…!!" Panggil Serly kepada Kris yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Iya nona muda." Balas Kris mendekat.
"Coba paman lihat Ryo dan papa." Tunjuk Serly ke arah Alan dan Ryota. Kris pun mengikuti arah yang ditunjuk oleh Serly.
"Mereka berdua mirip bukan." Ucap Serly.
Kris yang di tanya tidak akan mungkin bisa berbohong ataupun mengelak, jika Alan dan Ryota memiliki kemiripan yang sangat jelas. Wajah dan warna mata yang sama. Tidak akan bisa di pungkiri jika Ryota dan Alan adalah pasangan anak dan ayah.
"Iya nona muda, wajah dan mata mereka mirip. Seperti anak dan papanya." Ungkap Kris tidak bisa menahan lagi pendapat yang ada di dalam hatinya begitu melihat sosok Ryota.
Ryota adalah miniatur dari Alan Kendrick.
"Tu…aku benar kan Ryo, apa kamu juga anaknya papa? Kamu dengar kan kata paman Kris, kamu mirip sama papa, seperti anak dan papanya." Celoteh Serly dengan polosnya tersenyum bangga, akan tebakan dan kecurigaannya yang benar.
Ryota yang di tanya hanya diam terlihat datar dan dingin, dia tidak ingin menjawab apa yang di ucapkan oleh Serly? walaupun di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, menyetujui semua yang di katakan oleh Serly. Dia berusaha menahan diri, karena melihat perubahan dari sikap sang mama.
Raut wajah Ryota sangat mirip sekali dengan raut wajah Alan saat ini. Mereka sama sama memasang wajah datar dan dingin mereka berdua. Kris masih terkejut akan pemandangan di hadapannya tersebut.
Sasha hanya tertunduk dengan memijit pangkal hidungnya. Kepalanya sedikit pusing. Jika anak sekecil Serly saja sudah bisa menebak jika kemiripan Ryota dan Alan seperti anak dan papanya, bagaimana bisa dirinya akan mengelak dari pertanyaan dan pandangan mata orang lain akan kemiripan Alan dan Ryota?
"Tante cantik…!" Panggil Serly sembari menyentuh punggung tangan kiri Sasha yang ada di atas pangkuan Sasha.
Sasha mengangkat pandangannya karena panggilan dan sentuhan dari Serly. Alan, Kris dan Ryota hanya diam melihat apa yang akan di lakukan oleh Serly selanjutnya?
__ADS_1
"Iya sayang." Jawab Sasha dengan nada dan pandangan lembutnya melihat ke arah Serly yang ada di hadapannya.
"Apa Ryota anaknya papa Serly?" Pertanyaan Serly seakan mewakili Alan, Kris dan Ryota yang menginginkan jawaban dari Sasha akan kemiripan mereka.
Sasha tidak lagi terkejut, dia sudah dapat menebak pertanyaan tersebut lambat laun akan terlontar juga. Jika tidak dari Serly pasti dari yang lainnya. Bahkan mungkin Ryota sendiri akan melontarkan pertanyaan itu kepadanya, karena Ryota selama ini selalu bertanya akan sosok sang papa. Sasha hanya bisa mengatakan jika Ryota sangat mirip dengan sang papa yang tidak pernah sama sekali dia temui, bahkan mungkin sangat Ryota rindukan sosoknya saat ini.
Sasha tidak dapat menjawab begitu saja dari pertanyaan yang di lontarkan oleh Serly, walaupun Serly masih sangat kecil dan belum mengerti segalanya, Sasha tidak ingin menyakiti perasaan Serly akan jawabannya tersebut. Bagaimana juga Serly adalah anak dari Alan Kendrick. Sasha tidak ingin melukai hati dan perasaan Serly yang masih terlalu kecil.
Sasha menghela nafasnya perlahan sebelum akhirnya dia menjawab. Lirikan matanya melihat ke arah Alan yang menatapnya tajam dan dingin, lalu melihat ke arah Ryota yang melihatnya sama dingin ke arahnya. Putranya itu tidak pernah berubah jika ingin mengekspresikan dirinya, entah dia suka atau tidak. Ryota paling jago memasang wajah datar dan dinginnya.
"Sayang." Ucap Sasha menarik dan memegang kedua lengan Serly dengan lembut.
"Apa yang Serly pikirkan tentang Ryota dan papamu?" Tanya Sasha selembut mungkin, setidaknya dia harus tahu isi hati Serly saat ini. Dia tidak ingin Serly terluka akan kebenaran ini.
"Mereka mirip seperti anak dan papanya." Jawab Serly dengan polosnya.
"Dari mana Serly dapat pikiran seperti itu?"
"mmmm…Serly pernah lihat photo papa waktu masih kecil, mirip banget sama wajah Ryo, tante." Jawabnya melihat intens Sasha.
Alan, Ryota dan Kris hanya bisa diam dan mengamati mereka berdua.
"Apa Ryo anak papa, tante?"
"Serly. Saat Serly berpikir seperti itu, apa yang Serly rasakan di dalam hati?" Tanya Sasha selembut mungkin.
"Serly kaget dan bingung, tante. Serly pikir kalau Ryo adalah anak papa, kalau benar Ryo anak papa mungkin saja…" Ucapnya ragu dengan menundukkan kepalanya.
"Mungkin saja apa sayang?" Tanya Sasha, dia tahu ada yang tidak beres pada Serly.
Serly menatap ke arah sang papa yang melihatnya juga, lalu melihat ke arah Ryota yang juga melihatnya. Terlintas di ingatan Serly saat melihat kedekatan dan keakraban Ryota bersama Sasha yang terlihat perhatian dan sayang kepada Ryota. Sikap lembut, perhatian dan sayang Sasha terhadap Ryota membuat iri di dalam hati Serly., karena dia juga memiliki mama, tetapi tidak selembut, seperhatian dan sesayang Sasha kepada Ryota.
Dia juga ingin memiliki mama seperti Sasha yang akan sayang padanya juga. Serly ingin mempunyai sosok mama yang baik seperti Sasha. Agar hidupnya bahagia dan tidak kesepian lagi seperti yang selama ini dia rasakan, itulah yang di inginkan oleh Serly.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.