PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
16. Siapa Sebenarnya Dirimu?


__ADS_3

***Perusahaan K.R Group***


Sasha yang berdiri di sana tanpa ada pilihan lain, dengan terpaksa dia mengikuti apa yang di inginkan oleh Miranda? Tanpa bicara apapun Sasha maju mendekati mereka.


"aku yakin kamu punya ringkasan dari berkas yang menumpuk itu." tunjuk Sasha pada berkas Miranda.


"tentu saja sayang." balas Miranda dengan senyum bahagianya, dia dengan segera menyerahkan tablet nya pada Sasha untuk di pelajari.


Dengan tenang Sasha melihat dan coba mempelajari isi berkas kontrak kerjasama tersebut, dengan cepat Sasha mengotak atik tablet Miranda, dan Sasha sudah mengerti kontrak kerjasama apa yang akan Miranda dan tuan Kenan lakukan?


"apa kalian yakin bisa bersaing dengan perusahaan lain dengan kerja sama ini?" tanya Sasha melihat pada Miranda dan tuan Kenan secara bergantian.


"bagaimana kau tahu tujuan kerja sama ini, untuk bersaing dengan perusahaan lain?" tanya tuan Kenan sedikit terkejut mengetahui kalau Sasha tahu maksud dari kerjasama mereka.


"di sini sudah terlihat jelas kalian bekerjasama, bersatu untuk bersaing dengan satu perusahaan yang menjadi saingan berat kalian." jawab Sasha apa adanya, karena tujuan itu yang Sasha lihat.


"tuan Kenan anda tidak akan pernah menyesal kenal dengan Sasha, dia sangat ahli dalam bidang ini, bahkan saingan yang kita akan lawan dulu sering kalah talak oleh Sasha." balas Miranda yang membuat ke 5 pria yang ada di sana terkejut tidak percaya.


"apa maksudmu Miranda, perusahaan mana yang kamu maksudkan?" tanya Sasha tidak tahu perusahaan mana? karena dulu banyak perusahaan yang dia kalahkan.


Bahkan perusahaan yang di miliki oleh mama dari Alan Kendrick, yang Sasha pernah kuasai menang kontrak beberapa kali, bersaing melawan perusahaan Alan Kendrick yang cukup besar. Perusahaan Alan Kendrick selalu kalah bila melawan Sasha. Pada akhirnya perusahaan yang di miliki oleh mama dari Alan Kendrick di jadikan satu dengan perusahaan Alan Kendrick, agar menjadi perusahaan raksasa yang tidak terkalahkan.


"perusahaan yang banyak mempunyai pesaing berat, dan perusahaan itu kini semakin berkembang pesat setelah kamu tidak lagi menjadi si 'tangan dingin' semua pesaing yang kamu kalahkan dulu, bersyukur kamu menghilang dan pensiun dari dunia bisnis." jawab Miranda yang lagi-lagi membuat terkejut ke 5 pria yang ada di sana.


Dulu saat Sasha masih terjun di dunia bisnis, Sasha yang jarang kalah dari pesaingnya di panggil dengan sebutan, si tangan dingin. Sasha yang memang mempunyai IQ tinggi, sangat pandai dan banyak mempunyai gagasan dalam mengembangkan semua bisnis yang ia kelola, sehingga perusahaan yang ia bantu dan kuasai menjadi sukses dan berkembang pesat.


"si tangan dingin?" tanya tuan Rion melihat pada Miranda dan Sasha secara bergantian.


"iya si tangan dingin yang terkenal di dunia bisnis, yang tidak banyak orang tahu sosoknya adalah Sasha, bahkan perusahaan saya yang sudah bangkrut bisa bangkit lagi, bahkan berkembang pesat sampai sekarang, itu karena sentuhan dari tangan dingin Sasha." ucap Miranda membanggakan Sasha.


"jangan percaya omongan Miranda, saya hanya membantu sebisa mungkin." kilah Sasha yang memang tidak suka akan sebutan si tangan dingin, karena sebutan itu juga yang membuat mantan papa mertua Sasha tidak suka padanya, sebab nama Alan Kendrick tenggelam karena Sasha dengan sebutan si tangan dingin.


"ayolah sayang apa salahnya…" ucap Miranda terputus.


"tolong Miranda…kita sudah sepakati ini." potong Sasha tidak ingin mengungkit masa lalu lagi. Dan Miranda tahu itu.


"baiklah…jadi bagaimana, apa meeting sudah bisa kamu lakukan?" tanya Miranda yang sudah tidak sabar lagi bekerja bersama Sasha.

__ADS_1


"tentu…tidak baik membuang waktu lebih cepat lebih baik." ungkap Sasha apa adanya, karena memang dari dulu dia tidak suka membuang-buang waktu.


Ke 5 pria yang ada di sana terpaksa menerima keputusan dari Miranda, karena perusahaan Miranda lah harapan mereka satu-satunya untuk bekerjasama menjatuhkan satu perusahaan raksasa yang belum ada tandingannya.


Mereka masuk ke dalam ruang meeting, dengan pandangan mata semua pejabat perusahaan dan dua sekretaris perusahaan K.R Group, melihat heran pada Sasha yang ikut masuk bersama para petinggi perusahaan.


"maaf sebelumnya, mari saya perkenalkan rekan kerja dari nona Miranda, Sasha Yorina." ungkap Leon asisten pribadi tuan Kenan.


Semua hanya diam tanpa suara, hanya dua sekretaris K.R Group saja yang terkejut akan kebenaran yang baru saja mereka dengar. Sebab mereka hanya tahu Sasha adalah pelayan pribadi tuan Rion, jadi bagaimana bisa sekarang jadi rekan bisnis nona Miranda?


Tetapi mereka harus bersikap biasa dan profesional, karena itu yang sudah di ucapkan oleh asisten Leon, jadi itu juga pasti sudah di setujui oleh atasan mereka. Jadi tidak ada gunanya mereka harus heran, terkejut apalagi harus protes.


Sasha mulai membaca materi dari berkas meeting kali ini, Sasha hanya menggelengkan kepalanya. Banyak sekali yang tidak tepat dalam kerjasama ini, dan tidak mungkin mereka bisa bersaing dengan perusahaan besar dengan mengandalkan kerja sama kontrak yang hanya bisa menghasilkan keuntungan 50 % saja, minimal harus 80% itu baru akan berhasil menurut pendapat Sasha.


Begitu selesai asisten Leon dan tuan Rion menjelaskan detail tentang kerjasama mereka, Sasha angkat bicara dan juga menjelaskan secara detail dapat di mengerti apa yang menjadi gagasannya kali ini?


Dengan perlaan Sasha yang memang ahli dalam dunia bisnis, di tambah memiliki IQ yang tinggi dengan sangat mudah Sasha menghadapi semua ini. Dengan cermat dan teliti Sasha menguasai meeting hari ini, dengan cepat Sasha mempunyai pendapat untuk membuat kerjasama mereka kali ini akan menguntungkan di atas 70% dan bila berjalan lancar bisa mencapai 90%.


Tuan Kenan yang juga terkenal jenius bisa menerima dengan baik apa yang Sasha jelaskan? dan setuju dengan apa yang Sasha rencanakan?


'dia ternyata pandai dalam bisnis, siapa sebenarnya dirimu? kemarin kau seperti sangat mengenal Alan Kendrick dan sekarang kau mengenal Miranda Goeltom? terlalu banyak kejutan darimu…!!' gumam Kenan dalam hatinya melihat Sasha yang sedang berbicara.


Sasha lega semua sarannya dapat di terima oleh Kenan, awalnya Sasha sangsi bila melihat dari aura wajah Kenan yang tidak terbaca. Tetapi di luar dugaan Sasha, Kenan setuju dengan apa yang Sasha sarankan.


Meeting selesai dengan baik, siang ini Miranda mendapatkan jamuan makan siang di perusahaan K.R Group. Jamuan makan siang di lakukan di ruang transit yang ada di lantai bawah dekat lobby.


Sasha hanya mengikuti mereka saja, entah menjadi pelayan pribadi Rion? atau menjadi rekan bisnis Miranda? Sasha hanya akan mengikuti alurnya saja, yang jelas dalam benak Sasha dia hanyalah pelayan pribadi Rion untuk 28 hari ke depan.


Meja makan panjang sudah penuh dengan aneka macam makanan, Miranda duduk dengan anggunnya. Sasha yang tahu diri menjadi pelayan pribadi Rion, melakukan apa yang seharusnya di lakukan?


Sasha yang ingin menuangkan air minum ke dalam gelas Rion, menjadi perhatian intens dari Miranda.


"Sasha…kamu bukan sekedar pelayan pribadi tuan Rion kan…apa mungkin kalian berdua diam-diam menjalin hubungan asmara ya…?" tanya Miranda yang membuat semua orang di sana melihat pada Miranda.


Miranda sangat tahu siapa Sasha yang dulu, Sasha adalah mantan istri pertama Alan Kendrick, pengusaha muda yang sukses dan sedang merajai dunia bisnis saat ini. Miranda juga tahu apa penyebab Sasha bisa berpisah dari Alan Kendrick? karena diam-diam dia menempatkan satu mata-mata anak buahnya untuk menjaga Sasha di mansion keluarga Alan Kendrick.


Jadi Miranda tahu semua penyebab perpisahan antara Sasha dan Alan Kendrick. Sejak Sasha membantunya bangkit kembali dengan tulus tanpa meminta balasan sama sekali, Miranda sudah bersumpah akan selalu ada untuk Sasha, dan akan selalu mendukung Sasha dari belakang.

__ADS_1


Miranda sebenarnya sudah memberikan setengah dari saham perusahaannya atas nama Sasha, karena Sasha berhak atas itu semua, suntikkan dana dari Sasha yang cukup besarlah yang membuat perusahaan Miranda yang sudah banngkrut bisa bangkit kembali. Jadi hanya menunggu tanda tangan dari Sasha Yorina, Sasha akan sah menjadi pemilik 50 % saham dari perusahaan Miranda saat ini.


Sehingga wajar bagi Sasha yang saat ini berstatus singel, menjalin hubungan dengan seorang pria singel. Miranda juga tahu Rion Diandra adalah pria baik dan tepat bagi Sasha. Miranda akan senang bila Sasha saat ini menemukan pasangan hidupnya yang baru.


"tentu saja tidak Miranda…aku hanya pelayan pribadi tuan Rion dan tuan Kenan untuk 28 hari ke depan." balas Sasha dengan santai.


"tapi kamu masih sendiri bukan?" tanya Miranda yang membuat pergerakkan tangan Sasha terdiam saat ingin menuangkan air ke dalam gelas Kenan.


"maaf Miranda itu urusan pribadi ku, bisa kita tidak membahasnya?" balas Sasha secara halus. Miranda tahu maksud perkataan Sasha.


"baiklah, maafkan aku." balas Miranda yang tidak ingin membuat Sasha tidak suka padanya.


Miranda tidak melanjutkan bicaranya lagi, dia hanya diam mencoba menikmati makan siangnya, sedangkan Sasha sudah selesai menuangkan air minum ke dalam gelas Kenan.


"Sasha duduk lah…ikut makan siang bersama kami." ungkap Kenan melihat pada Sasha dan menunjuk kursi kosong yang ada di sebelah Miranda, dengan lirikan matanya saja.


"tidak perlu tuan…saya bisa makan siang di kantin saja." balas Sasha yang sangat tahu diri, siapa dirinya saat ini?


"ini perintah dariku." ungkap Kenan tegas melihat datar dan dingin pada Sasha.


Sasha masih diam, dia berpaling melihat pada Rion. Dia merasa risih harus berada satu meja bersama para petinggi perusahaan. Mana bisa dia menelan makanannya?


"duduklah Sasha, selesai kami makan kamu juga selesai, jadi tidak akan membuang waktu kami yang harus menunggu mu makan di kantin lagi." ucap Rion memberikan saran.


Sebenarnya Rion tahu maksud dari sang kakak, apalagi melihat mimik wajah datar dan dingin Kenan. Rion tidak ingin melihat Kenan malu di hadapan Miranda rekan bisnisnya, Miranda yang sangat terlihat hormat dan segan pada Sasha, malah harus melihat Sasha melayani mereka.


Walaupun Miranda tidak banyak tanya lagi, tapi kami tahu bagaimana sikap hormat dan segan Miranda pada Sasha? Miranda dengan tenang menerima apa yang di lakukan oleh Sasha, Miranda akan diam bila sudah ada perintah dari ucapan Sasha. Jadi sudah di pastikan Miranda akan selalu mengikuti apa yang Sasha ucapkan.


Sasha yang tidak ada pilihan lagi, hanya mengikuti perintah tuannya saat ini. Dengan tenang Sasha melangkah dan duduk di samping Miranda. Miranda nampak tersenyum bahagia melihat Sasha ada di sampingnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2