PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
35. Perbincangan Kenan Dan Sasha.


__ADS_3

***Negara Inggris***


Sejak kejadian yang terjadi di lobby perusahaan SKY Group 4 hari yang lalu, dimana terungkapnya hubungan Sasha dan Alan? Sasha hanya mengurung diri di dalam kamarnya yang ada di apartemen pribadi Miranda. Untuk menenangkan dirinya.


Miranda sendiri tidak bisa berbuat banyak dan bicara apapun? Miranda sudah mencoba untuk membujuk Sasha, agar keluar sekedar jalan-jalan bersamanya, tetapi di tolak terus oleh Sasha. Dia lebih betah berada di dalam kamarnya, dari pagi sampai pagi lagi.


Sasha akan keluar untuk sarapan pagi, makan siang dan makan malam. Itupun terkadang Sasha makan di dalam kamar, terkadang Sasha akan melewatkan jam makannya. Miranda merasa khawatir, dan akhirnya mereka memutuskan untuk segera pulang ke kota mereka secepat mungkin, bila urusan tanda tangan kontrak kerjasama tender telah selesai. Mungkin mamanya dan Ryota bisa sedikit menghibur Sasha saat ini.


Kenan dan ke 4 temannya juga tahu kebiasaan dan perubahan Sasha tersebut. Mereka juga tidak dapat berbuat banyak. Apalagi Kenan yang memiliki masalah dengan Sasha? dia hanya bisa diam dan menyimak apa yang terjadi? selama itu tidak membahayakan hidup Sasha, Kenan akan tetap diam.


Seperti sore ini, Miranda yang ingin keluar sebentar. Meminta kepada Kenan yang kebetulan ada di apartemennya sendirian untuk menemani Sasha. Miranda takut kalau meninggalkan Sasha sendiri di apartemen, dia akan berbuat yang macam-macam. Kenan yang tidak ada pilihan pun menyetujuinya, lagi pula hanya menjaga Sasha yang berada terus di dalam kamarnya. Itu tidaklah sulit.


Kenan yang sudah di beritahukan password untuk membuka pintu apartemen milik Miranda, tanpa pikir panjang langsung menekan, membuka dan masuk ke dalam apartemen Miranda. Dia terdiam sejenak di depan ruang tamu. Kenan dan Sasha bertemu di sana.


Sasha yang kebetulan baru saja keluar dari arah dapur, membawa makanan yang dia masak sendiri untuk makan malamnya ke meja makan. Sasha bersikap biasa saja kepada Kenan, Sasha tidak ingin mencari masalah lagi. Bersikap diam lebih baik dari pada harus ribut yang hanya akan membuat dirinya terkena masalah baru.


"Miranda tidak ada, dia sedang keluar." ucap Sasha yang berada di ruang makan.


Sasha hanya berusaha untuk bersikap sopan kepada Kenan, kejadian beberapa hari yang lalu masih dia ingat dan masih berusaha juga dia lupakan. Hidup tanpa dendam akan lebih baik baginya saat ini, Sasha masih belajar untuk menerima semua yang telah terjadi padanya.


"aku tidak mencari Miranda. Aku datang kesini, di minta Miranda untuk menjagamu." jawab jujur Kenan, yang sukses membuat Sasha melihat ke arah Kenan.


"saya bukan anak kecil yang harus di jaga, saya bisa menjaga diri saya sendiri." jawab Sasha dengan tenang, dan duduk pada kursi yang ada di depan meja makan.


"aku juga tahu itu, tapi Miranda mengkhawatirkan dirimu."


"saya baik-baik saja."


"itu menurut mu, tidak menurut Miranda." ucap Kenan. Sasha hanya bisa memandang teduh Kenan dan bersikap tenang.


"apa anda sudah makan tuan? kalau anda mau, ayo kita makan bersama. Saya memasak makanan lebih." ajak Sasha yang tidak enak untuk makan sendiri, sedangkan ada seorang tamu yang datang.


Kenan melihat ke arah Sasha. Sikap Sasha sangat tenang, yang malah membuat Kenan semakin curiga dan takut akan keadaan Sasha.


"saya baik-baik saja tuan, tidak ada yang terjadi pada saya. Ayo makan, nanti makanannya keburu dingin jadi tidak enak."


Kenan hanya bisa mendekat dan duduk tepat di hadapan Sasha. Sasha sudah mempersiapkan satu piring kosong untuk Kenan. Mereka makan berdua tanpa bicara sedikitpun. Sasha hanya fokus pada makanannya saja, sedangkan Kenan sekali-sekali melihat ke arah Sasha yang masih terlihat tenang, bahkan lebih tenang dari sebelumnya.


"saya baik-baik saja tuan…!" ucap Sasha setelah menghela nafasnya, dia tahu Kenan terus memperhatikannya.

__ADS_1


"sikapmu terlalu tenang setelah kejadian 4 hari yang lalu."


"lalu sebaiknya, saya harus bersikap seperti apa menurut anda tuan?"


"bersikap lah seperti biasanya dirimu."


"inilah diri saya yang sebenarnya tuan."


"tidak, ini bukan dirimu." ucap Kenan seraya menggelengkan kepalanya.


Sasha tersenyum melihat ke arah Kenan. senyum yang manis dan tulus, terlihat sangat cantik di mata Kenan.


'deg deg deg' degup jantung Kenan tiba-tiba berdebar melihat senyum manis Sasha, yang menambah kecantikan alami Sasha.


"kita baru saja kenal tuan, jadi anda tidak tahu bagaimana saya yang sebenarnya." ucap Sasha dengan tenang dan sorot mata teduh memandang ke arah Kenan.


"inilah saya yang sebenarnya, saya lebih baik diam dan bersikap tenang seperti yang anda lihat dan pikirkan. Ini lebih baik dari pada sikap saya sebelumnya. Hanya akan menambah masalah bagi saya." ucap Sasha seraya meletakkan sendok yang dia pegang ke atas piring. Kenan masih tetap diam.


"kalau anda pikir saya akan melakukan sesuatu yang berbahaya, hanya karena kejadian 4 hari yang lalu, saat terungkapnya rahasia yang selama ini saya simpan. Anda salah tuan…!" geleng Sasha dengan mimik wajah yang masih setenang tadi.


"saya orang yang selalu berpikir positif tuan. Saya masih mempunyai banyak tanggung jawab dalam hidup saya. Jadi tidak mungkin saya akan menyia-nyiakan hidup saya, hanya karena masalah sepele."


Kenan hanya diam dan masih memandang Sasha, ada sorot kejujuran dan ketulusan dalam matanya. Kenan tahu Sasha adalah wanita yang kuat dan bijaksana.


"Miranda hanya terlalu berlebihan." ucap Sasha.


"aku tahu bagaimana Miranda, ini untuk pertama kalinya aku melihat dia sangat mengkhawatirkan seseorang. Miranda benar-benar sangat perhatian padamu."


"saya tahu itu, tuan."


"Miranda orang yang tidak akan mudah percaya pada seseorang, seperti dia percaya penuh padamu. Miranda selalu tahu siapa yang baik dan tidak padanya? Miranda orang yang sulit untuk dekat dengan seseorang. Jadi aku sangat yakin bila dia sangat menghormati dan menghargai, juga menyayangi mu." ungkap Kenan mengeluarkan pendapatnya tentang perasaan Miranda terhadap Sasha.


Sasha tersenyum ke arah Kenan. Untuk pertama kalinya dia bisa berbicara dengan baik dan tenang dengan Kenan. Sasha merasa kalau Kenan sebenarnya adalah pribadi yang baik dan hangat. Hanya saja terkadang Kenan akan bersikap arogan dan dingin. Entah itu karena apa, Sasha pun tidak tahu?


"Miranda sebenarnya orang yang baik dan hangat. Miranda tidak mudah percaya pada seseorang, aku tahu itu karena apa? siapa saja akan sama seperti Miranda bila dia pernah di kecewakan." ucap Sasha masih dengan senyum tipisnya.


Kenan merasa, apa yang di ucapkan oleh Sasha tentang Miranda yang berubah dan tidak muda percaya pada seseorang? karena pernah di kecewakan. Sama seperti dirinya yang berubah karena pernah kecewa, akan penolakan dan cintanya terhadap Maura, kekasih yang sampai saat ini dia tunggu.


"apa kau tidak pernah merasa kecewa?" tanya Kenan, yang sontak menghilangkan senyum tipis Sasha dari bibirnya.

__ADS_1


Sasha menghela nafasnya perlahan sebelum menjawab pertanyaan dari Kenan.


"tentu saja pernah, tuan. Bahkan saya terlalu sering untuk di kecewakan dan merasa kecewa itu adalah bagian dari hidup saya." jawab Sasha mengeluarkan apa yang ada di hatinya tentang rasa kecewa.


"rasa kecewa yang membuat saya putus asa dan rasa ingin mati pun pernah saya rasakan. Tetapi melihat dan mengingat masih ada Ryota dan mama yang menjadi tanggung jawab besar saya. Untuk itu saya bisa bertahan menjalani hidup yang terkadang kejam bagi saya." ungkap Sasha melihat nanar ke arah piringnya.


"apakah Alan tahu tentang putra mu? maaf kalau saya lancang!" ucap Kenan ingin tahu.


Sasha melihat ke arah Kenan, dia baru menyadari sesuatu yang berusaha dia tutupi dan rahasiakan dari Alan Kendrick. Bagaimana kalau Alan tahu keberadaan Ryota? Sasha terdiam melihat ke arah Kenan.


"apa Alan tidak tahu kalau dia punya seorang putra darimu?" itulah kecurigaan Kenan.


Sejak awal Kenan tahu Sasha sudah memiliki seorang putra dan tidak memiliki seorang suami. Dia terus penasaran tentang itu, dan jawaban yang dia dapatkan 4 hari yang lalu. Telah menjawab pertanyaannya semua, mantan suami Sasha adalah Alan Kendrick, yang berarti papa dari putra Sasha adalah Alan Kendrick.


Sasha masih terdiam, inilah pertanyaan yang selalu dia hindari di saat ada yang bertanya tentang putranya. Hidupnya yang terlalu keras dan rumit. Pembicaraan yang sebenarnya tidak ingin dia bicarakan, tetapi entah mengapa? dia merasa nyaman berbicara pada Kenan, yang sedang berada pada mode hangat dan tidak dingin seperti biasanya.


"tidak…!" geleng Sasha. "Alan tidak tahu kalau dia memiliki seorang putra. Ryota adalah anak kami yang terlahir di saat kami telah resmi bercerai." jawab Sasha dengan tatapan yang terlihat sedih.


"jadi kau merahasiakan itu dari Alan?" tanya Kenan ingin tahu jelas. Sasha hanya menganggukkan kepalanya saja.


"apa kau pikir Alan akan tetap tidak tahu tentang kelahiran putranya tersebut?"


"saya tahu itu, lambat laun Alan pasti tahu. bagaimanapun caranya saya untuk menyembunyikannya? semua rahasia itu pasti akan terungkap. Untuk itu saya harus siap dari sekarang menghadapi Alan, karena tidak akan saya biarkan Alan merebut putra yang saya lahirkan seorang diri." jawab Sasha dengan mudah, ada ketegaran dalam nada bicaranya.


'wanita ini, apa dia pikir akan mudah untuk melawan Alan dan keluarga Kendrick. Apalagi ini sudah menyangkut seorang anak keturunan penerus keluarga besar Kendrick.' gumam Kenan di dalam hatinya.


"apa kau yakin bisa melawan Alan dan keluarga besar Kendrick?"


Pertanyaan yang yang sulit bagi Sasha jawab. Apakah bisa dia melawan Alan dan seluruh keluarga besar Kendrick? yang sangat kaya raya dan berkuasa. Bila di bandingkan dirinya yang bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apapun? Sasha terdiam dengan pandangan mata yang terus melihat ke arah Kenan.


"apa kau tahu Alan hanya memiliki seorang putri, dan bila dia tahu telah memiliki seorang putra yang bisa menjadi seorang penerus baginya. Apakah mungkin dia akan merebut putranya darimu." ucap Kenan memberikan perumpamaan yang paling sulit bagi Sasha.


Sasha hanya bisa diam, membayangkan Ryota yang di rebut oleh Alan, sudah sangat membuat hatinya ngeri sekaligus marah. Sasha tidak terima dan tidak mau Ryota di rebut darinya. Dan inilah yang selama ini Sasha takutkan, yang berusaha Sasha hindari sampai dirinya bersembunyi dan tidak muncul di dunia bisnis.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2