PILIHAN DALAM CINTA

PILIHAN DALAM CINTA
18. Kecurigaan Kenan Diandra.


__ADS_3

***Perusahaan K.R Group***


Miranda pergi meninggalkan perusahaan K.R Group, setelah lelah membujuk Sasha yang tidak ingin pergi dengannya. Sasha seorang yang tidak pernah akan ingkar janji, tidak bisa begitu saja harus pergi dan tidak melaksanakan tugasnya sebagai pelayan pribadi Rion dan Kenan. Karena mereka sudah memiliki kontrak sebelumnya, Sasha juga tidak ingin menyusahkan Miranda yang sudah sibuk dengan urusan perusahaannya.


Sasha saat ini berada di dalam ruang CEO Kenan, membuat kopi untuk ke 5 pria tampan yang sedang bekerja. Saat Sasha membawakan mereka kopi, tatapan mata curiga mereka melihat pada Sasha.


Sasha tahu itu, tapi dia mencoba untuk cuek dan melaksanakan tugasnya. Agar cepat bisa keluar dari dalam ruangan tersebut.


"siapa sebenarnya dirimu?" pertanyaan tersebut terlontar begitu ketus sarat akan kecurigaan.


Sasha melabatkan gerakkan tangannya saat akan meletakkan cangkir terakhir di hadapan asisten Leon. Sasha terdiam menundukkan kepalanya, Sasha tidak tahu harus bersikap dan menjawab apa?


"jawab pertanyaan ku…?" tanya Kenan sekali lagi.


Sasha menelan salivanya dengan susah payah, sudah lama sekali dia tidak melihat tatapan tajam seorang pria yang berkuasa padanya. Terakhir kalinya saat tatapan tajam mata sang mantan papa mertuanya, yang menatap Sasha tidak suka, benci sekaligus jijik padanya.


Sasha menghela nafasnya perlahan sebelum menjawab pertanyaan dari Kenan.


"saya Sasha Yorina tuan." balas Sasha sedikit takut, tatapan tajam Kenan benar-benar tajam dan dingin.


Ke 4 pria teman Kenan tahu arti pertanyaan, tatapan tajam dan dingin Kenan pada Sasha. Kenan mulai menaruh kecurigaannya pada Sasha, Kenan mulai waspada pada Sasha yang baru saja membuat mereka terkejut, mengetahui tentang sedikit kebenaran siapa Sasha sebenarnya?


"aku tidak bertanya siapa namamu? aku bertanya, siapa kau yang dulu? pertama Alan Kendrick mengenal mu, hari ini Miranda Goeltom mengenalmu. Dua CEO ternama mengenal dirimu dengan baik." tanya Kenan melihat Sasha benar-benar dengan kecurigaan tinggi.


'ini yang aku takutkan bila sudah berhubungan dengan dunia bisnis, apa ketenangan ku selama ini akan berakhir?' gumam Sasha dalam hatinya.


"maaf tuan…bukankah itu urusan pribadi saya, tidak termasuk di dalam kontrak kita." balas Sasha mencoba untuk tidak terpancing.


'wanita ini benar-benar pandai dalam berbicara dan berpikir cepat. Dia tahu harus bagaimana?' gumam Kenan dalam hatinya.


"kau pasti tahu dengan sangat baik apa itu dunia bisnis? bagaimana aturan dalam dunia bisnis?" tanya Kenan mencoba ingin memancing kembali Sasha akan hal dunia bisnis.


"tentu tuan…saya tahu maksud anda, saya berani bersumpah tidak akan mengkhianati perusahaan tuan, saya pernah berada di posisi anda tuan, jadi tidak suka ada yang menikung dari belakang." ungkap Sasha yang sangat tahu maksud dari Kenan.


Sasha tahu Kenan sudah mulai curiga padanya, Sasha juga tahu kalau Kenan tidak ingin Sasha mencoba berkhianat terhadapnya. Siapa yang tidak curiga bila memiliki karyawan yang ternyata kenal baik dengan lawan bisnisnya?


'wanita ini benar-benar cepat tanggap pada apa yang sedang terjadi? dan apa yang sedang dia hadapi? benar-benar mencuri perhatian.' gumam Kenan dalam hati, sembari masih menatap tajam dan dingin pada Sasha.


"bagaimana kau bisa mengenal Alan Kendrick?" pertanyaan yang sangat di hindari oleh Sasha selama ini.


Sasha diam sejenak, menghembuskan nafasnya perlahan dengan lembut, berharap tidak ada yang tahu. Sasha hanya akan menjawab dengan wajar dan seperlunya saja.


"siapa yang tidak kenal dengan Alan Kendrick tuan? semua pengusaha bahkan semua orang di kota ini tahu siapa Alan Kendrick? jadi saya kenal Alan Kendrick saat dulu masih di dunia bisnis." jawab Sasha dengan tegas, agar tidak ada kecurigaan lagi.


"apa dulu kau pernah bekerjasama dengannya? atau kau pernah bersaing dengannya?"


"keduanya tuan. saya pernah bekerjasama dan bersaing dengan Alan Kendrick."


"perusahaan apa yang kau naungi dulu?" lagi-lagi pertanyaan yang sangat tidak ingin Sasha dengar dan jawab.

__ADS_1


Tetapi saat ini situasinya berbeda. Lagi-lagi Sasha menghembuskan nafasnya.


"Merlin Group tuan." jawab Sasha pasrah.


Perusahaan tersebutlah awal perkembangan Sasha di dunia bisnis. Perusahaan kecil milik dari mama Alan Kendrick.


"bukannya itu perusahaan milik nyonya Diana Kendrick, nyonya besar keluarga Kendrick?" ungkap Rion yang terkejut akan kebenaran yang Sasha ungkapkan.


"iya tuan… saya hanya membantu di sana."


"bukannya perusahaan itu dulu di pegang oleh istri dari Alan Kendrick?" ungkap Rion.


'deg deg' degup jantung Sasha tiba-tiba karena merasa sebuah rahasia yang dia sembunyikan, terucap oleh orang lain.


'mati aku…apa mereka sudah curiga dan tahu siapa aku…? tapi tidak mungkin, kalau memang mereka tahu istri Alan Kendrick yang memegang perusahaan Merlin Group, mereka pasti tahu siapa aku, jadi untuk apa mereka bertanya lagi, apa mereka sedang memancingku?' gumam Sasha dalam hatinya, banyak dugaan yang sedang dia pikirkan.


"iya…setahuku begitu… jadi kau kenal juga dengan Bella Lastona. Apa dia atasanmu?" tanya Kevin.


Sasha mengerutkan keningnya, pertanyaan dari Kevin membuatnya bersyukur kalau rahasianya aman dan tidak akan terbongkar. Tapi seketika Sasha mengingat kejadian saat malam pesta, saat pertama kali bertemu dengan Alan Kendrick dan Bella Lastona, di sana dengan jelas Sasha mengungkapkan bila sebelum Bella Lastona, Alan Kendrick mempunyai istri yang lainnya, istri pertama Alan Kendrick.


'jadi mereka berpikir Bella Lastona lah yang memegang alih perusahaan Merlin Group, dan tidak tahu sama sekali tentangku? aku harus tetap hati-hati menjawab pertanyaan mereka.' gumam Sasha dalam hatinya.


'ah…akan aku coba memancing mereka balik, apa mereka tahu tentang istri pertama Alan Kendrick yang memegang alih perusahaan Merlin Group apa tidak…?' gumam Sasha lagi dalam hatinya.


"iya tuan…tapi saya tidak bekerja pada Bella Lastona, saya bekerja pada istri pertama Alan Kendrick." jawab Sasha.


"lalu kenapa kau dan Bella seakan ada permusuhan di antara kalian? apa kau membuat masalah saat bekerja pada istri pertama Alan Kendrick?" tanya Kenan yang membuat Sasha mati kutu.


Kenan selalu saja bisa membuat Sasha mati kutu, dengan pertanyaannya. Sasha pun berpikir dengan cepat.


"tidak ada tuan, saya sama sekali tidak punya masalah di perusahaan tersebut maupun istri pertama Alan Kendrick, saya langsung berhenti saat perusahaan Merlin Group memutuskan bergabung dengan perusahaan Kendrick Group. Mungkin karena saya memutuskan tidak memperpanjang kontrak kerja, mungkin itu yang membuat nyonya Bella tidak suka pada saya." jawab Sasha sedikit berbohong karena terpaksa.


"tapi setahuku, Bella Lastona hanya fokus pada bisnis fashionnya yang akhir-akhir ini sedang berkembang." ungkap Kevin.


"Aku juga tidak menduga Alan Kendrick seorang playboy, dia memiliki dua istri. Bahkan dia pandai menyembunyikan istri pertamanya, sehingga kita pikir Bella Lastona lah istri satu-satunya Alan Kendrick." ungkap Rion sembari melihat ke 4 temannya secara bergantian.


Sasha diam tidak bersuara.


"jadi kau tahu istri pertama Alan Kendrick Sasha?" tanya Rion.


"iya tuan." jawab singkat Sasha.


'sangat tahu dan kenal, karena istri pertama Alan Kendrick adalah aku.' gumam Sasha dalam hatinya.


"tapi mereka sudah lama bercerai tuan." jawab kembali Sasha agar mereka tidak banyak tanya lagi tentang istri pertama Alan Kendrick.


Bahaya…sangat bahaya bila mereka terus bertanya tentang istri pertama Alan Kendrick.


'duh…ini gara-gara kamu Sasha…kamu tidak bisa menjaga mulut dan bicaramu, semua menjadi masalah sekarang, tapi tunggu dulu…akukan bisa menolak untuk menjawab masalah pribadi, sial…mereka terus memancingku untuk bicara panjang lebar.' gumam Sasha dalam hatinya.

__ADS_1


"maaf tuan sebaiknya saya keluar dari sini, agar tuan bisa bekerja dengan tenang." ucap Sasha dengan tenang.


"kau mau menghindar?" tanya Kenan.


Sasha melihat pada Kenan. 'benar Dugaanku kau belum puas akan penjelasan ku saat ini.' gumam Sasha dalam hatinya.


"maaf tuan, saya tidak menghindar, apa ada yang kurang membuat anda puas tuan?"


"tentu saja, mengapa kau tidak memperpanjang kontrak kerja mu pada perusahaan Alan Kendrick, semua orang tahu perusahaan Alan Kendrick adalah perusahaan raksasa, semua orang sangat mengejar bisa bekerja di sana. Jadi mengapa kau memutuskan berhenti bekerja di sana?" tanya Kenan dengan tatapan dinginnya.


"maaf itu masalah pribadi saya tuan, saya berhak untuk tidak menjawabnya, intinya saya berhenti dari sana tanpa membuat masalah apapun? saya keluar secara baik-baik, bila anda tidak percaya, anda bisa mencaritahu sendiri informasinya." jawab Sasha.


Sasha terpaksa berkata seperti itu, Sasha tidak peduli lagi bila mereka menyelidiki dirinya. Saat itu terjadi Sasha sudah tidak menjadi pelayan mereka lagi.


Kenan hanya diam melihat Sasha dengan intens.


'ada yang sedang kau tutupi, sebenarnya aku sedang apa? mengapa bertanya tentang itu padanya? lagi pula dia hanya menjadi pelayan saja, jadi tidak akan membahayakan bagi perusahaan.' gumam Kenan dalam hatinya.


Kenan sadar tidak seharusnya dia bertanya hal-hal yang bersifat pribadi Sasha, itu di luar sifatnya yang tidak ingin tahu urusan pribadi orang lain.


"baiklah…keluar kau dari sini." usir Kenan dengan sikap tegasnya.


Sasha mengerutkan alisnya melihat sikap Kenan yang tiba-tiba mengusirnya sedikit keras. Tapi itu adalah kesempatannya agar tidak banyak bicara lagi. Bisa bahaya kalau lama-lama bersama mereka, dan tambah banyak lagi pertanyaan yang di lontarkan.


Dengan anggukan kepalanya, Sasha ingin beranjak pergi. Tapi di cegah kembali oleh Kenan.


"tunggu dulu…!!" panggil Kenan yang membuat Sasha tidak jadi berbalik badan.


"Leon berikan berkas kerjasama yang di titipkan oleh Miranda padanya, biar dia pelajari dan koreksi kembali, berikan tablet yang di titipkan oleh Miranda juga." perintah Kenan pada Leon.


"baik tuan." balas Leon. Asisten Leon berdiri dan mengambil beberapa berkas dan sebuah tablet di atas meja kerja Kenan, dan menyerahkannya pada Sasha.


Tanpa banyak bicara Sasha mengambil semua yang di berikan oleh Leon.


"kirim segera laporannya padaku dan Miranda, di sana sudah ada alamat email kami, segera selesaikan hari ini juga, pulanglah mengikuti jam pulang kantor." ucap Kenan berbicara tapi tidak melihat pada Sasha sama sekali.


"baik tuan.…permisi." balas singkat Sasha dan berlalu dari sana.


Semua tidak ada komentar apapun? terdiam sampai Sasha menutup pintu ruangan. Kenan kembali bekerja dengan mimik seriusnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2