
*** Aula Hotel Mewah Kota Z***
Sasha senang dan lega akan kehadiran Miranda di dalam pesta malam ini. Dia memiliki seorang teman yang dia kenal baik. Sasha merasa memiliki sebuah kekuatan untuk tetap bertahan berada di dalam pesta itu.
Miranda dan Sasha duduk di meja yang sama, para tuan muda juga ikut bergabung dengan mereka. Pemilik dari pesta belum juga datang. Pesta malam ini di adakan oleh perusahaan raksasa yang sedang di perebutkan oleh beberapa perusahaan, agar dapat bekerjasama dengan perusahaan tersebut.
Itulah alasan dari keberadaan para pengusaha yang hadir di pesta malam ini, begitu juga dengan Miranda, Kenan dan teman-temannya. Perusahaan mereka semua sudah mengajukan permohonan kerjasama pada perusahaan raksasa tersebut.
Sasha yang sebenarnya ingin menghindari dunia bisnis, dengan alasan pribadinya. Dia tidak ingin bertemu seseorang dari masa lalunya, karena dunia bisnis adalah dunia di mana masa lalunya berkecimpung. Iya dengan kata lain, Sasha ingin menghindari mantan suaminya yang seorang pengusaha sukses dan ternama.
Sasha menghindar bukan tanpa alasan, Sasha menghindar untuk melindungi seseorang yang sangat berharga baginya. Putra semata wayangnya, karena mantan suami Sasha tidak tahu kalau putranya telah terlahir di dunia ini.
Sasha mati-matian untuk menghindari mantan suaminya Alan Kendrick. Ryota Masahiko adalah putra kandung dari Alan Kendrick, putra yang hadir di saat Sasha dan Alan sudah tidak bersama lagi, mereka bercerai sebelum mengetahui kehamilan Sasha.
Setelah 3 bulan perceraian Sasha dan Alan di sahkan, Sasha di nyatakan hamil dan kandungannya masuk 4 bulan. Begitu Sasha mengetahui dirinya hamil buah cintanya bersama Alan Kendrick, dia ingin memberitahukannya kepada Alan, tetapi kenyataan lain yang ia terima.
Alan Kendrick telah bertunangan dan akan menikah dengan seorang wanita lain, pilihan dari keluarganya. Sakit akan luka yang terus di torehkan oleh seluruh keluarga Alan Kendrick, membuat Sasha memutuskan menyimpan rapat-rapat kehamilannya, dan memilih pergi meninggalkan kota asalnya.
Ryota Masahiko adalah harta yang paling berharga dan akan selalu menjadi rahasia yang tersimpan, sekaligus menjadi kenangan terindah dan termanis dari sisa cintanya pada Alan Kendrick. Semua cinta yang ia miliki untuk Alan Kendrick, dengan bersusah payah Sasha dapat mengubur dan melupakannya.
Menghindari dunia bisnis bukan berarti membuat hidup Sasha aman dan nyaman. Dia yang juga ahli di dalam dunia bisnis, tidak bisa lagi kembali pada dunia itu. Dengan berbekal kemampuan apa adanya, dia melakukan pekerjaan apa saja? untuk bertahan hidup serta menghidupi mama dan putranya.
Segala rintangan sudah di lalui oleh Sasha selama ini. Hinaan, makian, dan omongan orang yang membuat luka hatinya tidak pernah kering. Selalu Sasha alami, tetapi karena melihat putra tampannya, Sasha dapat bertahan. Semuanya untuk putra semata wayangnya, Ryota Masahiko.
Sepertinya takdir selalu berkata lain, sekuat apapun Sasha berusaha untuk menghindari Alan Kendrick, sekuat itupun takdir akan selalu mempertemukan mereka. Seperti malam ini, sejak awal kedatangan Sasha di dalam pesta bersama dengan Kenan Diandra, pemandangan itu tidak luput oleh pengelihatan dari Alan Kendrick.
Alan Kendrick yang datang bersama dengan sang istri Bella Lastona, hadir juga pada pesta tersebut. Alan memandang datar Sasha dari kejauhan, sedangkan Bella yang ada di sampingnya mengetahui bahwa mata suaminya, sempat melirik ke arah mantan istrinya itu.
Kepalan kedua tangannya kuat hingga buku-buku jarinya memutih menahan amarahnya. Bella Lastona tidak suka akan kehadiran Sasha sang mantan istri dari suaminya. Dalam hatinya sungguh sangat membenci sosok Sasha Yorina, diapun bersumpah akan berusaha untuk menyingkirkan Sasha dalam kehidupan rumah tangganya.
Bella Lastona tidak peduli akan semua tindakan yang akan dia pakai. Pada intinya apa yang ia mau? harus terlaksana. Apa yang dia kehendaki? harus terwujud, dan apa yang sudah menjadi miliknya? akan selalu menjadi miliknya seorang, tidak ada yang boleh merebut semua darinya. Itulah Bella Lastona.
"hentikan tatapan matamu padanya, jangan mempermalukan diri sendiri. Dia hanyalah masa lalu, ingat itu…!!" ucap Bella memberikan peringatan kepada Alan yang terus melihat ke arah Sasha dari kejauhan.
Alan yang mendapatkan teguran keras dari sang istri di sampingnya, hanya diam dan melihat ke arah Bella yang sedang menikmati minumannya.
"lihat dan buka matamu lebar-lebar, dia bukan lagi milikmu…dia sudah milik orang lain. Jangan pernah berpikir untuk menginginkannya kembali. Ingat aku adalah istri sahmu dan ada seorang putri yang selalu menunggumu di rumah." ucap Bella pelan tanpa nada emosi sedikitpun, tetapi sesekali Bella menekan setiap kata-katanya.
"apa maksudmu?" tanya Alan pelan.
__ADS_1
"aku bukanlah wanita yang bodoh, yang tidak tahu apa yang sedang terjadi di sekitarku?" ucap Bella lagi.
"bicaralah yang jelas!!" balas Alan dengan mengerutkan keningnya melihat intens ke arah Bella.
"kau pikir aku buta, kau menatap wanita itu terus menerus tanpa putus, apa kau pikir aku tidak tahu? Ingat Alan…jangan pernah berpikir untuk kembali padanya dan meninggalkan aku… sampai kapanpun aku tidak akan mau melepaskanmu untuk wanita masa lalumu itu." jawab Bella masih dengan suara yang pelan, tetapi menekan setiap kata-katanya.
Tatapan mata Bella tajam dan dingin pada Alan.
"pikiranmu terlalu jauh Bella, aku tidak ada memiliki niat dan pikiran seperti pikiranmu saat ini. Daripada kau repot-repot mengingatkan aku, lebih baik kau memperbaiki dulu dirimu. Setidaknya kau juga harus sadar kalau kau masih memiliki seorang putri, yang selalu menunggumu di rumah." balas Alan dengan suara pelan, Alan pun tidak mau kalah.
"perhatikan di mana kita sedang berada Bella…Bila kau tidak tahan berada di pesta ini, kau bisa pulang lebih dulu." ucap cepat Alan mendahului Bella yang ingin menjawabnya.
"kau berharap aku pulang lebih dulu, agar kau bisa dengan leluasa melihat mantanmu itu kan?"
"terserah padamu, apapun yang akan aku katakan? tidak akan mengubah pandanganmu saat ini. Semua tentangku akan tetap selalu salah di matamu." ucap Alan sembari bangkit dari duduknya.
"mau kemana kau?" tanya Bella cepat sembari menarik tangan Alan.
"aku mau ke toilet. Apa kau juga mau ikut?" tanya Alan dengan tersenyum, karena beberapa orang melihat ke arah mereka.
Suara Bella sedikit keras, yang mengakibatkan beberapa mata melihat ke arah mereka.
Alan segera meninggalkan Bella dan pergi menuju dimana toilet berada? Bella benar-benar marah dalam hatinya, melihat Sasha yang terlihat lebih cantik, anggun dan glamor darinya, membuat Bella iri dan cemburu. Bella juga beranjak dari duduknya, dia pergi menuju ke arah bar untuk meminta minuman yang bisa memenangkan pikirannya saat ini.
Bella duduk pada salah satu kursi bar, diapun segera meminta minuman yang sangat dia sukai. Segelas minuman cocktail yang mengandung alkohol cukup tinggi pun dia tegak dengan sekali minum. Pikiran Bella menerawang jauh menatap gelas kosong yang ada di tangannya saat ini.
Tiba-tiba Bella tersenyum tipis, di dalam otaknya kini mempunyai sebuah ide. Ide yang akan membuat dirinya terbantu untuk kedepannya. Segera dia merogoh tas dompet ternama yang dia bawa. Dengan sangat cepat jemarinya mengetik sebuah nomer telepon pada ponselnya, lalu dia berbicara pada seseorang yang ada pada seberang telepon.
"apa kau masih mempunyai itu …?" tanya Bella pada orang yang menerima telepon darinya, lalu di jawab oleh sang penerima telepon.
"apa kau bisa melakukannya malam ini?" tanya Bella lagi.
"baiklah…lakukan dengan bersih…aku akan membayarmu dengan harga yang tinggi." ucap Bella, setelah itu dia mematikan sambungan teleponnya.
Dengan senyum bahagianya, Bella menikmati minuman kesukaannya dengan hati dan perasaan yang juga bahagia. Dia sedang melakukan suatu rencana, Bella hanya ingin bermain-main sedikit. Tanpa Bella Lastona sadari, apa yang akan dia rencanakan? dapat merubah kehidupan seseorang.
Beberapa saat kemudian, Bella dengan langkah anggunnya mendekati meja di mana Sasha duduk? bersama Miranda Goeltom dan ke 5 pria tampan idaman para wanita.
"selamat malam nyonya Sasha…! selamat malam nona Miranda…!" sapa Bella dengan senyum manis yang mengembang di bibirnya, melihat Sasha dan Miranda secara bergantian.
__ADS_1
Sasha yang tahu siapa Bella Lastona? hanya diam. Sedangkan Miranda menatap tajam dan dingin ke arah Bella.
"selamat malam nyonya…!" balas Sasha dengan senyum tipisnya, Miranda yang tidak suka akan kedatangan Bella ke meja mereka, hanya diam dan tidak ingin membalas sapaan dari Bella.
Sasha sangat tahu, kalau Bella datang bukan untuk sekedar menyapanya, tetapi pasti memiliki tujuan tertentu. Entah itu baik atau buruk? hanya Bella yang tahu apa tujuannya?
"apa kabarmu?" tanya basa-basi Bella.
Sebenarnya Bella juga tidak suka untuk menyapa Sasha, tetapi untuk melancarkan semua rencananya, dengan terpaksa Bella mendatangi Sasha terlebih dahulu. Saat ini Bella harus bisa memerankan seseorang yang bermuka dua. Baik di depan dan menikam di belakang.
"kabar saya baik nyonya." jawab Sasha sewajarnya.
"ternyata anda juga mengenal baik nona Miranda Goeltom." ucap Bella dengan pandangan yang sedikit terlihat meremehkan Sasha, dan Miranda dapat melihat itu
"ada masalah dengan mu, kalau Sasha kenal denganku?" tanya Miranda dengan nada ketus dan pandangan mata yang dingin menatap Bella.
"tidak…tentu saja tidak…!!" jawab Bella seraya menggelengkan kepalanya pelan.
"lalu kenapa kalau Sasha kenal denganku? lagipula kami berdua adalah teman sudah sejak lama. Apa itu aneh di matamu?" ucap Miranda lagi-lagi dengan nada ketusnya.
Miranda benar-benar tidak suka akan kehadiran Bella di hadapannya. Dia sangat muak akan sikap angkuh dan sombong Bella Lastona. Siapa di kota ini yang tidak mengenal seorang Bella Lastona? Nyonya muda keluarga Kendrick, seorang wanita sukses yang mempunyai sebuah butik ternama di kota tersebut.
"tentu saja tidak nona Miranda…akukan hanya bertanya, tetapi sepertinya anda tidak suka aku menyapa kalian."
"sudah tahu masih juga tidak pergi." ucap Miranda dengan nada mengusir.
Bella tersenyum pahit mendengar perkataan Miranda, yang seakan mengusir dirinya. Dengan kepalan kuat pada tangan kirinya yang ada di balik gaunnya, Bella menahan amarahnya yang sudah benar-benar ingin memuncak. Bella yang sudah tidak tahan akan tatapan tajam mereka semua padanya, segera pamit lalu berbalik dan kembali ke mejanya. Dimana ada Alan Kendrick yang sudah duduk kembali di sana?!?
Saat ini Bella hanya berharap rencananya akan berjalan lancar, semua sakit hatinya malam ini akan terbayar lunas. Kehancuran untuk Sasha sudah menunggunya malam ini.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1