
***Perusahaan KING Group***
…Sasha Yorina…
Hari-hari yang aku lalui terasa sangat berat, lebih berat saat aku bekerja dua tempat sehari sekaligus. Sejak saat aku di tugaskan menjadi asisten pribadi Alan Kendrick, aku tidak dapat hidup dengan santai dan tenang.
Alan selalu saja berulah, memberikan setumpuk berkas yang harus aku perbaiki dan kerjakan, memerintahkan aku memasak untuk makan siangnya, terkadang ikut menemaninya keluar kantor, dan terus naik turun keliling kantor pergi ke ruangan lainnya untuk sekedar mengambil berkas, ataupun laporan pekerjaan yang Alan butuhkan saat itu juga.
Aku berpikir apa gunanya telepon yang ada di atas mejanya? apa gunanya asisten pribadinya yang selalu ada di sampingnya? apa gunanya CS dan sekretaris yang selama ini melayani setiap kebutuhannya? Mengapa semua harus aku yang mengerjakannya sendiri?
Aku merasa Alan sengaja melakukan itu padaku, dia ingin menyulitkanku setiap saat. Aku tidak pernah menyangka, jika Alan yang dulu selalu ramah, hangat dan perhatian padaku. Kini sudah berubah 180⁰ kepadaku, dia selalu memasang wajah datar, bersikap dingin dan tidak peduli terkadang kejam padaku.
Lagi pula untuk apa aku berharap Alan akan baik padaku? aku hanya bawahannya saat ini. Dia adalah atasanku, atasan yang harus aku patuhi dan hormati. Hanya harapan hampa bagiku, jika mengharapkan Alan bisa dan akan bersikap baik seperti dulu padaku. Itu cuma angan-angan dan ada di dalam mimpi ku saja, kami hanya sekedar bawahan dan atasan di tempat kerja. Aku harus tahu diri dan selalu ingat posisiku, hanya seorang bawahan karyawan dari perusahaan KING Group.
Selama aku menjadi asisten pribadinya, aku merasa bukanlah menjadi asisten pribadinya tetapi aku ini seperti pembantu atau pelayan pribadi baginya. Selama setahun ini hidup ku akan berat dan aku harus kuat menjalaninya. Asisten pribadi yang selama ini mendampinginya, sebenarnya selalu ada bersamanya. Namun selalu saja, dia memberikan setumpuk pekerjaan untuk ku.
Setiap hari selama dua bulan ini sudah aku lalui dengan susah payah, aku harus kuat dan bersabar menghadapi setiap perintah Alan. Belum lagi setiap aku bertemu dan berpapasan dengan karyawan lainnya di kantor. Mereka memandang aku tidak suka, remeh dan terkadang memandangku hina. Aku seperti hama pengganggu bagi mereka yang melihatku.
Flashback on…
Pernah suatu hari, di mana hatiku benar-benar merasa hancur dan terhina. Saat aku sedang di dalam toilet umum yang ada di lobby perusahaan KING Group. Aku mendengar perbincangan tiga orang karyawan wanita di sana, mereka tengah membicarakan diriku.
"kau tahu karyawan CS yang tiba-tiba di angkat menjadi asisten pribadi CEO?" ucap salah satu karyawan wanita yang sedang merapikan rambutnya.
"iya, aku tahu." jawab teman satunya lagi.
"dia itu CS pindahan dari kantor cabang." ucap karyawan wanita yang memang bertugas di bagian kepegawaian.
"kau tahu siapa namanya?" tanya wanita pertama yang berbicara.
"kalau tidak salah namanya Sasha Yorina." jawab temannya, namun berbisik saat menyebut namaku. Suaranya masih bisa aku dengar dari bilik toilet tempatku terdiam.
__ADS_1
"trik apa yang dia gunakan? sehingga bisa di lirik oleh CEO dan tiba-tiba di angkat menjadi asisten pribadi tuan Alan Kendrick."
"iya, wanita itu hebat dengan trik yang dia gunakan, aku juga tidak pernah menyangka, jika seorang CS bisa berada dekat dengan CEO perusahaan ini. Aku yang sudah lama bekerja di bagian keuangan saja, tidak pernah sekalipun bertatap muka dengan CEO langsung." ucapnya.
"pasti dia memakai tubuhnya untuk merayu CEO, dan aku tidak percaya jika CEO kita seleranya serendah itu. Lebih jauh dariku!" ucapnya menyombongkan dirinya.
"Cantik juga tidak, seksi juga tidak."
"jangan jangan dia sudah sering tidur dengan CEO. Dasar wanita murahan, seperti pelacur yang tidak laku di club malam, haruskah dia menjajakan tubuhnya di perusahaan ini." ungkap salah satunya.
"kau benar, kalau di bandingkan kita bertiga. Wanita itu jauh di bawah kita, apa yang di lihat CEO darinya? dasar wanita murahan, ****** tidak tahu diri. Lihat saja kalau nanti nyonya Bella mengetahui ini semua. Habis sudah riwayatnya." ucap salah satu karyawan wanita tersebut.
Di iringi dengan gelak tawa renyah dari ketiganya. Mereka terlihat senang menghina diriku, tanpa mereka ketahui jika aku menderita bekerja di samping CEO mereka. Jika bisa aku memilih, lebih baik aku menjadi CS, atau tidak bekerja lagi di perusahaan ini.
Jika mereka mau menggantikan aku, dengan senang hati aku memberikan posisi ku saat ini, bahkan aku akan bersujud pada mereka untuk berterima kasih. Mereka tidak tahu apa yang aku alami? mereka hanya bisa melihat apa yang mereka lihat dari luar saja?
Air mata tidak dapat aku tahan lagi mendengar semua perkataan mereka, kedua tanganku meremas kain celana dan jas luaran yang aku gunakan. Aku meremas dada menahan rasa sakit akan penghinaan mereka terhadap ku, aku wanita murahan yang tidak laku di club malam untuk menjajakan tubuhku. Sakit, sakit rasanya hatiku. Mereka mengatakan kata-kata yang menambah luka di hatiku.
Dunia kejam kepadaku, dunia tidak pernah memberikan aku hidup tenang. Kapan aku bisa berjalan dengan menegakkan kepalaku? tanpa harus menelan pahitnya setiap hinaan yang mereka lontarkan saat melihat ku. Apa yang mereka tuduhkan semua? itu tidak benar. Aku tidak pernah seperti yang mereka katakan.
Ku tutup mulutku sekeras yang aku bisa, untuk meredam tangis yang aku tahan. Dari bilik toilet aku terus menangis meratapi nasib hidupku.
'mama…mama Sasha tidak kuat, mama…tolong Sasha, mama…mama…!' gumamku di dalam hati sembari terus menahan tangisanku.
Bahkan untuk sekedar mencurahkan isi hatiku kepada mama, akupun tidak bisa. Aku tidak ingin menambah beban pikiran mama, aku tidak ingin mama ikut menderita seperti diriku. Sudah cukup selama ini mama menderita untuk membesarkan aku seorang diri, tanpa suami dan saudara lain di sampingnya.
Mama tidak boleh ikut memikul beban yang aku miliki, mama harus hidup tenang selama masa tuanya saat ini. Begitu aku mengingat sosok mama yang selalu mendampingi ku dalam suka maupun duka, aku merasa harus kuat berdiri kembali. Mama dan Ryota masih membutuhkan aku, mereka lah semangatku untuk bangkit dan tegar menghadapi hidup yang selalu keras dan kejam kepada ku, masih ada mereka yang harus aku jaga dan membutuhkan diriku.
Beberapa kali aku menghela nafasku, untuk menetralkan gejolak perasaan di dalam hatiku. Sakit yang aku rasakan saat ini, masih akan lebih sakit lagi ke depannya. Jadi jika saat ini aku mengalah, bagaimana aku bisa menghadapi masalah lain di masa depan?
Aku keluar dari bilik toilet setelah ketiga wanita itu pergi, Aku segera membasuh wajahku yang habis menangis, karena rasa sakit hati dan meratapi nasib malangku yang seakan tidak memiliki akhir dari segalanya. Aku tidak ingin Alan yang kejam melihat aku rapuh, dia harus melihat aku adalah sosok Sasha Yorina yang selalu tegar dan kuat menjalani hidup.
__ADS_1
Flashback off…
...--------------------------------...
…Alan Kendrick…
Selama dua bulan ini, hidupku lebih berwarna. Aku merasa ada suatu ketenangan dalam hidupku setelah Sasha menjadi asisten pribadiku. Dia seperti suatu hiburan untukku di saat penatnya rutinitas kantor yang penuh dengan pekerjaan. Di tambah lagi ketika aku mendapat masalah keluarga yang tidak pernah habis-habisnya, melihat sosok Sasha yang selalu patuh akan perintahku, menjadikan kesenangan tersendiri bagiku.
Memberikannya setumpuk pekerjaan dan memerintahkannya melakukan segala hal, membuat aku senang melihat dia patuh tanpa melawan sedikitpun, walaupun terkadang dia mencoba untuk sedikit protes akan apa yang aku perintahkan? semakin dia protes dan mencoba untuk melawan diriku, semakin semangat pula aku ingin menyusahkannya.
Aku ingin Sasha tahu, siapa aku saat ini? aku adalah atasan yang harus dia patuhi dan hormati. Aku tidak ingin dia menganggap dirinya sama seperti Sasha yang dulu, dia hanya mantan istri ku enam tahun yang lalu.
Dengan alasan itu aku selalu bersikap dingin dan kejam padanya, aku tidak ingin Sasha salah paham jika aku bersikap baik padanya. Dinding tinggi dan kokoh harus aku bangun agar hatiku tidak mudah goyah dan tergoda akan daya pikat Sasha yang kuat menarik diriku.
Aku akui semakin lama aku melihat dan memperhatikan Sasha, semakin hatiku mulai goyah. Daya tarik akan pesona Sasha yang dulu semakin kuat, Sasha yang sekarang lebih terlihat matang dan dewasa, dia semakin cantik dan menggoda di mataku. Namun aku harus tetap sadar pada diriku sendiri, Sasha hanyalah mantan istri ku.
Masih ada istri dan seorang putri yang menjadi keluargaku saat ini, walaupun Bella tidak pernah sekalipun menjadi istri dan ibu yang baik untukku dan Serly. Namun Serly adalah alasan kuat untukku mempertahankan keutuhan keluargaku. Aku harus kuat demi Serly untuk tidak mudah tergoda pada daya pikat Sasha salama dua bulan ini.
Walaupun itu tidak mudah bagiku, aku harus kuat dengan cara selalu memasang wajah datar, bersikap dingin dan kejam padanya. Saat hatiku mulai goyah, aku akan memerintahkan Sasha sesuatu yang membuat Sasha berada jauh dari hadapanku. Entah itu memerintahkan dia untuk sekedar mengambil berkas dan laporan yang aku perlukan, ataupun memerintahkan dia keluar untuk membuatkan aku makan siang atau cemilan yang aku sukai.
Itu adalah cara aku menghindari Sasha jika hatiku mulai goyah padanya. Wajah teduh dan cantik Sasha selalu sama membuat hatiku nyaman dan tenang. Sikap patuhnya membuat diriku kembali ke masa lalu, di saat saat kami masih bersama menjadi sepasang suami istri. Aku selalu suka akan sikap patuh dan manisnya kepadaku, aku suka melihat dirinya yang tersenyum ke arahku.
Iya senyum yang menambah pesona kecantikan Sasha yang terlihat lebih dewasa. Seandainya dulu kami tidak perlu berpisah, kami pasti masih bahagia menjadi sepasang suami-istri. Seandainya dulu Sasha bisa memberikan aku seorang anak, kami tidak perlu harus berpisah. Kami akan tetap saling mencintai dan menjadi keluarga yang bahagia.
Namun itu hanyalah masa lalu, yang harus aku jalani adalah masa sekarang dan masa depan bersama istri dan putriku apapun keadaan keluarga ku bersama Bella. Hanya Serly yang menjadi alasan kuatku, untuk bertahan menjalani biduk rumah tangga bersama Bella. Serly adalah masa depanku.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.