Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 10 (Permintaan Abi)


__ADS_3

"Abi anya sudah bahagia melihat abi sehat, lalu apa yg abi inginkan dariku" tanyaku langsung kepada abi, ya aku sudah tau betul dengan sifat abiku


"Nduk abi ingin kamu segera menikah dengan mas Kasya putra yai Dhim" kata abi, aku pun diam sejenak "Nduk abi ingin melihat mu menikah dengan calon pilihan abi, jika suatu saat Allah memanggil abi, abi akan merasa tenang karena putri kecil abi sudah abi titipkan kepada orang yg tepat" kata abi kembali, air mataku pun menetes


"Abi apapun yg abi inginkan akan Anya lakukan, meski Anya tak lagi kembali untuk menimba ilmu dimesir" kataku, air mataku pun berjatuhan sambil memeluk abi, orang tua yg tersisa dalam hidupku setelah ibu tidak ada


"Abi tidak melarangmu untuk melanjutkan kuliahmu di Mesir nduk, Acara pernikahannya 2 bulan lagi, dan calon suamimu juga sedang ada tugas dimesir" kata abi kepadaku


"Tidak abi, Anya ingin melaksanakan tugas istri sesungguhnya, tidak apa-apa jika anya harus putus kuliah, karena Anya takut jika akan disibukkan dengan tugas kuliah nantinya" jawabku, abi pun tersenyum sambil mengelus pundakku.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sudah lima hari abi berada di rumah sakit, dan Alhamdulillah akhirnya dokter membolehkan abi untuk pulang hari ini.


Aku pun mendorong kursi roda milik abi, karena untuk sementara waktu abi tidak boleh berjalan, takut akan terjatuh lagi, disusul mas faiz yg membawa beberapa baju milik abi, didepan dimas sudah menunggu.

__ADS_1


"Biar saya yg bawa Gus" kata dimas kepada mas faiz, akhirnya mas faiz membantu abi dan aku


Dirumah


Setibanya dirumah para santri putra berjajar ingin bersalaman kepada abi, aku pun masuk terlebih dulu untuk menyiapkan makanan untuk abi, dan beberapa cemilan untuk tamu-tamu yg mungkin saja datang, aku dibantu dengan beberapa santri putri yg sudah biasa membereskan rumah.


"Abi istirahat aja dulu, takut nanti ada tamu datang abi belum istirahat"pintaku kepada abi, akhirnya mas faiz langsung mengantarkan abi kedalam kamar


Tak lama terdengar deru mobil memasuki teras rumah, aku pun berjalan menuju pintu depan, terlihat mobil Pajero hitam terparkir diteras, disusul dengan sang pemilik mobil yg keluar, dan ternyata itu mas azka.


"Wa'alaikumsalam mas,maafkan anya tidak memberi kabar, karena anya tidak mempunyai no mas azka" kataku


"Tidak apa-apa" aku pun mempersilahkan mas azka masuk


"Tunggu sebentar biar anya panggilkan mas faiz" aku pun berjalan menuju kamar abi untuk memanggil mas faiz

__ADS_1


Dikamar Abi


"Mas ada tamu yg mencarimu" kataku kepada mas faiz


"Baiklah suruh tunggu sebentar, aku dan abi mau shalat Sunnah Dhuha dulu" kata mas faiz,aku pun berjalan keluar kamar dan kembali ke ruang tamu


Diruang tamu kulihat mas azka yg selalu setia memandang ponselnya.


"Maaf mas, mas faiz masih shalat sunnah sama abi" kataku menyampaikan kepada mas azka


"Ya tidak apa-apa, Apa Yai Jazuli sudah sehat" tanya mas azka


"Alhamdulillah, abi sudah sehat minta doanya mas semoga abi cepat pulih kembali" kataku, tak lama akhirnya mas faiz datang


"Assalamu'alaikum Gus" kata mas faiz sambil tersenyum ke arah mas azka, aku yg masih tercengang karena panggilan mas faiz kepada mas azka

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, haha jangan panggil aku seperti itu Iz" kata mas azka, aku pun berpamit kebelakang untuk membuatkan mereka minuman.


__ADS_2