Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 44 (Sadar)


__ADS_3

Setelah para dokter dan ahli medis memeriksa kondisi kasya, dokter Adzim menemui yai dhim untuk berbicara empat mata, sedangkan anya,dan faiz menemani kasya.


"Alhamdulillah kamu akhirnya sadar juga gus" kata faiz


"Alhamdulillah iz, sebenernya kasya bisa denger kalian bicara tapi rasanya ada beban berat yg ngehalangin kasya untuk bangun" kata kasya


"Mas maafkan anya ya mas, oh ya ini putra kita" kata anya sambil menaruh putra nya disamping tempat tidur kasya


"Semua salahku Nya, seharusnya aku jujur sama kamu, kamu udah kasih nama sama anak kita Nya"kata kasya mengusap halus pipi cabi anaknya


"Belum mas, rencananya anya akan memberikan nama saat mas kasya sudah sadar, oh ya mas.. apa waktu itu kamu bertemu dengan rara" tanya anya, kasya pun terdiam sejenak


"Maaf aku tidak langsung pulang waktu itu, karena rara memaksa ku untuk menemuinya" kata kasya memegang tangan anya


"Mas,, malam itu kamu satu mobil kan dengan rara" tanya anya, kasya pun mengangguk


"Bagaimana kondisinya dan juga anaknya" tanya kasya balik


"Maaf anak Rara tidak bisa diselamatkan, sedangkan rara juga dalam keadaan koma sama seperti mu, entah hari ini dia sudah sadar atau belum" kata anya sambil memegang pundak suaminya

__ADS_1


"Innalilahi wa innailaihi roji'un, rara pasti marah banget Nya sama aku, karena kecelakaan ini dia harus kehilangan anaknya" kata kasya sedih


"Ini bukan salahmu mas, ini sudah jalan takdir rara dan jalan takdir kita, kita tidak bisa memilih ada diposisi mana, tapi dengan berbuat dan melakukan hal baik semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan dalam hidup kita, meski seberat dan sesusah apapun cobaan itu" kata Anya memberikan semangat kepada kasya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Yai Dhim pun kembali setelah berbicara dengan dokter Adzim.


"Buya bagaimana kata dokter" tanya anya saat sudah berada diluar kamar


"Alhamdulillah tidak ada yg perlu dikawatirkan, tapi kasya harus sering-sering cek up untuk memastikan kondisinya sudah benar-benar pulih atau tidak" kata yai dhim


"Jika lusa keadaan kasya semakin membaik maka dia sudah boleh pulang nduk" jawab yai dhim, Anya pun merasa lega karena tidak ada hal yg perlu dikawatirkan.


Hari sudah menjelang sore Anya memutuskan untuk pulang karena kasihan kepada putranya dia juga butuh istirahat apalagi ini hari pertamanya pulang.


Sesampainya dirumah, para sanak saudara dari keluarga yai Jazuli tengah menunggu kedatangan putra Anya.


"Masyaallah cakep banget nduk anakmu" kata pakdhe

__ADS_1


"Alhamdulillah pakdhe,minta do'anya agar menjadi anak sholeh,sehat, dan taat sama Allah" kata anya


"Sini nduk biar budhe gendong" kata budhe ingin mengendong anak anya


"Budhe anya tinggal ke kamar sebentar ya" kata anya berlalu pergi.


Anya tengah mandi, setelah selesai mandi anya menyiapkan beberapa pakaian ganti untuk anaknya, dan juga membereskan kamar bayi yg sudah dia siapkan sebelum putranya lahir, dibantu dengan bik sari


"Ning, apa gus kecil akan tidur sendiri disini" tanya bik sari disela-sela anya melipat baju putranya


"Untuk beberapa hari kedapan tidur sama aku bik, tapi jika mas kasya sudah pulang maka dia akan tidur disini,aku tidak ingin putra ku manja apalagi dia laki-laki bik" kata anya panjang lebar


Ketika semua sudah beres anya segera mendatangkan budhenya yg tengah duduk diruang tengah bersama yai Jazuli,pakdhe dan saudara yg lain.


"Maaf budhe, anya mau nidurin dia dulu" kata anya sambil menggendong anaknya


"Iya nduk, kamu sekalian istirahat, karena sedari tadi pagi kamu ada dirumah sakit, pasti capek" kata budhe


"Maaf anya gak bisa menemani kalian semua" kata anya sambil menunduk, dan akhirnya berlalu pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


-Maaf untuk beberapa episode kedepan ada sedikit keterlambatan buat Up ya.. mohon pengertiannya 🙏🏼🙏🏼🙏🏼.. dan terimakasih yg sudah menjadi pembaca favorit novel himmazay-


__ADS_2