Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 35 (Mencari Suasana Baru)


__ADS_3

Sudah beberapa minggu ini anya tidak mau keluar dari kamarnya, matanya yg sembab, bibir ranumnya kini mengering.


Tok tok tok


"Nya" panggil faiz


"Iya mas" jawab anya, yg langsung membukakan pintu kamarnya untuk faiz


"Ayo kita jalan-jalan" kata faiz


"Kemana, anya hanya ingin dikamar saja" jawabnya


"Bukankah kamu harus memeriksakan kandungan mu nya" tanya faiz, anya pun menengok ke arah faiz, dia hampir lupa jika saat ini sedang hamil.


"Mas, anya bener-bener jahat banget sama anak anya sendiri" kata anya sambil menangis dalam pelukan faiz


"Kamu tidak sendiri nya, ada mas ada abi, ada aini dan masih banyak lagi yg sayang sama kamu" kata faiz


"Bersiaplah, mas tunggu dibawah" kata faiz sambil berjalan keluar kamar anya


Anya pun segera bersiap, memakai gamis maroon dengan jilbab senada, ditambah sedikit celak dibawah matanya.

__ADS_1


Setelah selesai bersiap, anya segera menuju meja makan untuk meminum susu khusus ibu hamil, dan juga memakan dua lapis roti tawar.


Anya pun berjalan keluar rumah, dan didepan ternyata sudah ada aini dan mas faiz yg menunggu.


"Apa anya terlalu lama" tanya anya


"Tidak, baiklah kita ke dokter dea dulu, lalu jalan-jalan" kata faiz sebagai supir dan pemandu kali ini.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Selama perjalanan ke rumah sakit anya hanya diam saja sembari melihat ke luar jendela.


"Nya, aku tunggu disini ya, kamu sama aini aja" kata faiz, anya pun mengangguk, dia dan aini segera masuk menuju ruangan dokter dea.


Tiba diruang praktek dokter dea, banyak sekali para pasangan yg rela mengantri untuk melihat bayi mereka, Aini pun menepuk-nepuk pundak anya, karena dia tau jika saat ini anya pasti sedang sedih.


Anya dan aini pun langsung masuk ke dalam ruangan dokter Dea.


"Selamat pagi Ning, Silahkan" kata dokter dea


Seperti biasa anya mulai naik ke atas kasur dan dokter dea mulai menggerakkan alatnya.

__ADS_1


"Apa anakku sehat dok" tanya anya


"Alhamdulillah sehat, untuk saat ini jangan terlalu stres atau terlalu banyak pikiran negatif, karena bisa berdampak kepada bayinya ya Ning" kata dokter dea, anya pun mengangguk


Setelah selesai anya dan aini pun keluar dari ruangan dokter dea, dan tidak disangka, kasya dan rara wanita itu tengah duduk mengantri didepan ruang praktek dokter dea, kasya pun menyadari jika itu adalah anya.


"Nya, sayang" panggil kasya, tapi anya dan aini terus saja berjalan, kasya pun berlari dan menggapai tangan anya


"Dengarkanlah aku sebentar saja" pinta kasya


"Aku sedang tidak ingin berbicara kepadamu, aini tolong bicaralah padanya" kata anya


"Aku mohon" kata kasya yg masih memegang tangan anya


"Gus maaf, dokter bilang untuk sementara waktu anya tidak boleh stress dan banyak pikiran karena bisa berdampak kepada anaknya" kata aini memohon ke arah kasya, akhirnya kasya melepas tangan anya setelah permohonan aini.


Didepan rumah sakit faiz pun segera menyalakan mesin mobilnya, karena aini menelfon jika tadi tidak sengaja bertemu kasya dan rara wanita simpanannya.


"Nya, kamu gak papa" tanya faiz, saat anya sudah berada didalam mobil


"Anya gak papa mas, ayo buruan jalan, anya pengen cari suasana baru" kata anya, faiz pun langsung melaju keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2