
Seperjalanan dimobil anya hanya diam saja, akhirnya mereka sampai di kota Batu Malang.
"Nya kita ke taman kelinci yuk, tempatnya sih katanya bagus" kata faiz yg masih mengemudikan mobil
"Terserah mas saja" jawab anya
"Mas apa kita tidak cari makan dulu, karena anya tadi hanya makan roti saja" kata aini kepada faiz
"Baiklah kita cari makan, kebetulan didekat sini ada nasi Padang enak" kata faiz
Mereka pun akhirnya berhenti disalah satu tempat makan Khas Padang.
"Mbaknya mau pesen apa" kata salah satu pelayan
"Mm.. paru sama ayam crispy ya mas, kamu pesen apa Nya, ai kamu pesen juga" kata faiz
"Aku kayak biasanya deh mas" jawab anya
"Aku sama aja deh kayak kamu mas" kata aini akhirnya faiz memesankan untuk anya dan aini.
Selesai menghabiskan makanan yg mereka beli, akhirnya mereka kembali melanjutkan tujuan awal ke Taman Kelinci.
Sesampainya
__ADS_1
"Wah lucu banget sih" kata aini yg tengah menggendong kelinci disana
"Mas anya pengen foto disana deh" sembari menunjuk ke arah rumah kurcaci, faiz pun mengangguk dan mengikuti anya
"Ai, sini deh" panggil anya
"Iya" jawab aini sambil berjalan ke arah anya
"Kamu berdiri disini, dan mas faiz disini" mengatur posisi aini dan faiz
"Lah kamu dimana Nya" tanya faiz
"Enggak, anya pengen lihat mas faiz sama aini foto bareng" kata anya
Cukup lama mereka disana akhirnya karena hari mulai sore faiz pun memutuskan untuk pulang.
"Mas anya ingin liburan" kata anya saat berada di dalam mobil
"Kemana" jawab faiz
"Ke Jakarta boleh" kata anya
"Nya kan kamu lagi hamil muda, kondisi fisik dan mentalmu juga belum sepenuhnya pulih, masak kamu mau jauhan sama mas dan abi sih" kata faiz yg masih fokus menyetir
__ADS_1
"Bagaimana kalo dirumah Aini saja" ajak aini
"apa boleh mas kalo aku liburan di rumah aini" faiz pun hanya diam sembari mengemudikan mobil.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Disisi lain
"Mas kenapa sejak tadi kamu diam saja" tanya rara ke Kasya
"Tidak apa-apa" jawab Kasya sambil menyetir
"Mm mas wanita yg dirumah sakit tadi siapa" tanya rara
"Dia Anya istriku" jawab kasya dengan wajah datarnya
"Oh jadi itu istri kamu, apa sih yg buat kamu cinta sama dia, menurut ku dia biasa aja, wajah juga gak begitu cantik, tubuhnya juga gak sebegitu bagus, tapi kamu bisa secinta itu sama dia, atau jangan-jangan dia pakai pelet biar dapetin kamu" kata rara asal
"Cukup ra, dia istriku dan seharusnya kamu gak berhak berkata kayak gitu, kami tau gara-gara kesalahan pahaman ini anya marah padaku" kata Kasya dengan nada yg sedikit meninggi
"Bagus donk, kenapa gak kamu ceraikan saja dia, dan kita bisa bersama selamanya" jawabnya
"Mutyara Rahma, kamu ya bener-bener gak berubah, aku nikahin kamu karena aku kasihan, dan sampai kapanpun aku gak akan ceraikan Anya, bukan berarti karena anya marah kepadaku aku akan menceraikannya, dia berhak marah karena aku telah menyakiti hatinya dan semua itu karena mu,sesuai dengan keputusan awal, saat anakmu lahir kita akan bercerai" kata kasya marah, rara pun terdiam karena baru kali ini melihat kasya marah kepadanya.
__ADS_1
'Bagaimanapun aku harus merebut azka dari Anya perempuan ****** itu, jika aku tidak bisa mendapatkan azka maka anya juga tidak bisa, aku akan melakukan apapun agar azka menceraikan istri sialannya itu' kata rara dalam hatinya