
Hans dan anak buahnya sudah berhasil menyelamatkan anya, tapi ada satu anak buah rara yg berhasil kabur dengan luka tembakan dikakinya.
Disisi Lain
"Bagaimana apa kamu setuju sayang" kata rara ke kasya
"Baiklah jika itu yg bisa menyelamatkan hidup anya" kata kasya menunduk
"Ok, tolong tanda tangan disini" kata rara memberikan kertas dan pulpen ke kasya
"Ini apa ra" kata kasya
"Sudahlah cepat tanda tangan dibawah sana, jika kamu masih mengulur-ulur waktu aku tidak janji jika anya akan selamat" kata rara mengancam, akhirnya dengan berat hati kasya tanda tangan diatas kertas, yg entah kasya tidak tau bertuliskan apa
Tak lama setelah kasya sudah tanda tangan dan khalif sudah berada digendong kasya, salah satu anak buah rara datang dengan luka dikakinya
"Bos gawat" kata anak buah itu
"Ada apa,kenapa kakimu terluka" tanya rara
"Ada seseorang yg membebaskan wanita itu bos, dia berhasil bebas" tatapan rara langsung berarah ke kasya, dengan muka merah padam
"Kamu mencoba membodohi ku azka" teriak rara
"Apa maksudmu ra" jawab kasya seolah tidak tau apa-apa
__ADS_1
"Kamu menyuruh seseorang menyelamatkan anya, dan kedatangan mu ke mari guna mengalihkan perhatian ku" kata rara marah
"Siapa, siapa yg menyelamatkan anya, sungguh aku tidak tau ra, bahkan aku tidak mempunyai kenalan polisi ataupun mata-mata" kata kasya berlagak bodoh
"Lalu siapa yg menyelamatkan anya, kalo bukan dirimu" kata rara
Brak
"Angkat tangan kalian semua" kata hans yg tengah berdiri didepan pintu dengan beberapa anak buah tak lupa juga polisi
"Sialan aku terjebak" kata rara kebingungan
kasya pun langsung berlari menuju hans.
"Haha kamu pikir dengan kamu membawa polisi aku akan takut" kata rara, rara mengerahkan anak buahnya untuk melawan hans dan para polisi, sedangkan dirinya berlari melewati pintu belakang.
Tapi hans tak sebodoh itu membiarkan perempuan itu lari begitu saja, dia sudah menyiapkannya beberapa anak buah dan para polisi untuk menyekapnya, bahkan hans telah memblokir semua jalan menuju jalan besar.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Hans dan para polisi telah berhasil menangkap rara dan juga anak buahnya yg lain, sedangkan kasya mengantarkan anya juga anaknya menuju rumah sakit terdekat.
Dilihatnya anya tengah tertidur dikursi belakang dengan wajahnya yg pucat.
'Maafkan aku sayang, aku benar-benar suami yg tidak berguna, bahkan aku selalu membuatmu dalam masalah, maafkan aku anakku' kata kasya dalam hatinya sembari menyetir mobilnya
__ADS_1
Sesampainya dirumah sakit.
"Sus tolong istri saya, sepertinya dia pingsan" kata kasya berteriak
"Baiklah, bapak silahkan ke bagian administrasi, biar dokter yg menangani istri anda" kata salah satu suster
"Baik" jawab kasya
Setelah kasya melunasi semua administrasi dia menelfon faiz, dan tak lama setelah menelfon faiz dia datang.
"Gus" sapa faiz
"Iz, maafin aku yg gak bisa jaga adikmu" kata kasya menunduk sambil menggendong khalif yg masih tertidur
"Bagaimana bisa rara diculik" tanya faiz
"Ceritanya panjang iz, tapi abi tidak taukan jika kamu kemari" kata kasya khawatir kepada ayah mertuanya
"Tidak, kebetulan abi bersama santri putra, jadi abi tidak tau jika aku keluar" kata faiz
"Lalu bagaimana dengan kondisi anya" tanya faiz
"Dokter masih memeriksanya" jawab kasya
"Gus biar aku gendong khalif, kamu sholat lah ini sudah subuh" kata faiz, kasya pun mengangguk setuju dan memberikan Khalif kepada faiz.
__ADS_1