Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 51 (Ada Kabar?)


__ADS_3

Kasya terlihat sangat frustasi sekali, sedari tadi dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, sesekali memandangi ponselnya berharap hans akan segera memberi kabar baik kepadanya.


'Kamu dimana sayang, haish sudah jam berapa ini, kenapa hans belum juga mengabari ku' kata kasya dalam hati sambil mengacak-acak rambutnya


Drtt drrrrt 'Ponsel berdering'


"Hallo gimana ada kabar apa" kata kasya setelah mengangkat telfonnya


[Aku udah tau dimana istri dan anakmu] kata hans diseberang sana


"Alhamdulillah, kalo begitu kita akan berangkat kesana sekarang" kata kasya


[Tidak bisa, penjagaan sangat ketat sekarang, lebih baik kita bertindak tengah malam saja] kata hans memberi saran


"Bagaimana kondisi anak istriku" tanya kasya


[Aku tidak tau pasti] kata hans melemah


"Baiklah kita akan berangkat kesana pukul berapa" tanya kasya


[Pukul 1 malam] jawab hans dan langsung mematikan sambungan telfon mereka.


Kasya pun melirik ke arah jam tangannya, ternyata masih pukul 8 malam, dia pun segera mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat isya'.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, kasya tengah berada di ruang tv, tiba-tiba ponselnya berdering.


Drt ddrrrt


"Hallo"


[Hallo Azka, masih ingat dengan diriku] kata seseorang diseberang sana, kasya mengenali siapa pemilik suara itu


"Ra" jawab kasya


[Oh aku sungguh terharu ternyata kamu masih mengenali suaraku ini sayang] kata Rara


"Kamu mau apa" tanya kasya


"Aku mohon jangan sakiti mereka, aku akan melakukan apapun yg kamu minta ra" kata kasya merayu rara


[Hahaha..., Putramu sangat ganteng sekali, sama seperti mu tapi sayang sebentar lagi dia akan kehilangan ibunya] kata rara kejam


"Ra aku mohon sama kamu jangan sakiti anya dan khalif" kata kasya memohon


[Tidak semudah itu azka, apa sekarang kamu menyesal dengan keputusan mu dulu, meninggalkan aku] kata rara

__ADS_1


"Maafkan aku ra, tapi kamu juga sudah tau jika aku sudah mempunyai keluarga, dan menikahimu hanya karena kita sahabat" kata kasya mulai panik


[Datanglah ke alamat **** Temui aku disana, dan jangan bawa siapa-siapa hanya kita berdua, aku akan membawa anakmu] kata rara


"Bagaimana dengan anya, ra aku mohon lepaskan mereka berdua, jangan sakiti mereka biar aku saja" kata kasya kembali memohon


[Jika kamu tidak datang, aku tidak berjanji bahwa istri dan anakmu baik-baik saja] kata rara langsung mematikan telfonnya


Setelah rara menelfon kasya, kasya langsung memberitahukan kepada hans, ancaman yg rara katakan kepadanya.


Kasya tengah bingung, sedari tadi berjalan bolak-balik, sambil menunggu kedatangan hans ke apartemennya.


"Sya" sapa hans yg sudah berada didalam apartemennya


"Gimana hans, apa aku perlu berangkat ke alamat yg rara katakan" tanya kasya


"Begini, kau berangkatlah kesana aku akan menyuruh anak buahku untuk membuntuti mu diam-diam, dan aku dengan anak buah yg lain akan ke gudang tempat rara menyekap istrimu" kata hans


"Lalu bagaimana jika dia meminta sesuatu yg tidak-tidak" tanya kasya


"Sementara kamu ikuti saja permainannya, untuk mengalihkan perhatian dia, dan setelah aku menyelamatkan istrimu kita akan sekap dia" kata hans


"Baiklah" jawab kasya

__ADS_1


"Oh ya, tadi aku mampir beli makan, aku tau kamu belum makan sedari tadi pagi" kata hans sembari memberikan bingkisan plastik kepada kasya


Kasya pun segera memakan makanan yg hans bawa tadi.


__ADS_2