
Selama beberapa minggu ini aku disibukkan mengurus kedai, hari ini aku tidak pergi ke kedai karena sakit, jadi untuk sementara waktu kedai kami tutup.
"Nduk makan dulu" kata umik, dengan membawa piring ditangannya
"Umik jangan repot-repot anya bisa ambil sendiri nanti" kataku menghampirinya umik yg masih didepan pintu
"Apa badanmu masih terasa lemas nduk" tanya umik
"Iya, sudah 3 hari kedai anya tutup, dan anya juga sudah beristirahat dengan teratur" kataku
"Apa tidak sebaiknya kamu pergi ke dokter nduk" kata umik memberikan solusi
"Inginnya begitu mik, tapi anya kan tidak sakit parah" kataku
"Kalo sampai seminggu kedepan masih seperti ini lebih baik ke dokter saja, ajak hani kalo kamu gak mau sendiri" katak umik, aku pun mengangguk, umik pun berjalan keluar dari kamarku.
Sudah 1 Minggu ini aku tinggal di rumah orang tua mas Kasya, sebetulnya aku ingin pulang ke rumah abi, tapi karena kondisiku umik dan buya melarang, menunggu hingga aku sembuh baru boleh ke rumah abi.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Malam pun tiba, aku tengah duduk sambil membaca beberapa buku, tiba-tiba ponselku berdering, ku raih ponselku ternyata itu mas Kasya.
[Assalamu'alaikum sayang] salam mas kasya
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam mas, bagaimana kabar mas disana" tanyaku, ya semakin hari semakin terbiasa berhubungan jauh dengan mas kasya, dan juga terbiasa jika mas kasya lama tidak menghubungi ku
[Kata buya kamu lagi sakit sayang, Mas disini Alhamdulillah sehat] tanya mas kasya
"Iya, mungkin karena terlalu bersemangat beberapa minggu lalu mengurus kedai" jawabku
[Jika merasa lelah segera istirahat, jangan sampai sakit seperti sekarang] kata mas kasya menasehati ku
"Iya, kapan mas akan pulang sudah 2 bulan mas disana, apa mas tidak merindukan ku" kataku
[Entah, insyaallah jika diperbolehkan cuti mas akan cuti, apa kamu sudah ke dokter] tanya mas kasya
"Belum, jika seminggu kedepan masih sakit anya akan pergi ke dokter" kataku
"Baiklah, mas anya ingin istirahat badan anya lemas sekali" kataku
[Baiklah, jangan lupa besok ke dokter ya, assalamu'alaikum] tutup mas kasya
Setelah mas kasya menutup telfonnya aku segera merebahkan tubuhku, entah beberapa hari ini badanku cepat sekali capek dan lemas, aku pun memutuskan untuk tidur.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Adzan subuh pun berkumandang, aku terbangun dari tidur ku, segera mengambil wudhu dan menjalankan kewajiban seorang muslim, melaksanakan shalat menghadap sang khalik.
__ADS_1
Setelah shalat aku segera turun, dibawah hani sedang berada dimeja makan sendiri, aku pun menghampirinya.
"Mbak, udah enakkan ya badannya" tanya hani
"Belum, semalam mas kasya menelfon ku dan menyuruh untuk segera ke dokter hari ini" kataku duduk disamping hani
"Mm, apa perlu hani temani, oh ya apa mbak mau susu, kebetulan hani tadi buat susu" kata hani sambil menyodorkan segelas susu ke arahku
Ketika hendak meminumnya, tiba-tiba perutku mual, aku pun berlari ke arah wastafel.
Hoek Hoek Hoek
aku berusaha mengeluarkan isi diperutku, tapi tidak bisa karena aku belum memakan apapun, hanya cairan putih kekuningan dan agak pahit yg keluar dari mulutku.
"Apa mbak anya gak papa" tanya hani khawatir
"Iya aku gak papa kok" kataku sambil mengelap sisa muntahan ku
"Apa mbak anya tidak suka susu" aku pun menggeleng "Lalu kenapa mbak anya muntah, apa mbak masuk angin" tanya hani
"Mungkin, aku akan membuat teh hangat saja" kataku berjalan menuju dispenser air, selesai membuat teh hangat,aku pun duduk kembali dimeja makan sambil memakan roti tawar.
Selesai menghabiskan teh dan juga makan roti, aku pun berpamit pergi dengan mengajak pak Mamang supir buya, untuk mengantarkan aku ke rumah sakit.
__ADS_1