Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 9 (Berkumpul)


__ADS_3

Aku bersyukur akhirnya abi keluar dari ICU, kini abi tengah berada dikamarnya, dan ada beberapa sanak saudara yg datang menjenguknya.


"Anya" panggil abi


"Inggeh bi" aku pun mendekatkan tubuhku kepada abi


"Kamu udah makan Nduk, kalo belum kamu makan biar gak sakit" kata abi


"Anya sudah makan bi dirumah, abi jangan banyak pikiran dan banyak gerak dulu"kataku kepada abi yg masih terbaring lemah di kasurnya


Setelah aku berbincang dengan abi, datang sepasang suami istri yg sedari tadi pagi menunggu untuk bertemu abi.


"Assalamu'alaikum Mas Yai" salam pria tua itu kepada abi


"Wa'alaikumsalam Yai Dhim" jawab abiku


"Bagaimana apa sudah enakkan badannya"tanya Yai Dhim kepada abi

__ADS_1


"Alhamdulillah, Maaf merepotkan Yai Dhim dan Nyai Ulfa jauh-jauh kemari untuk menjenguk saya" kata abi tak enak kepada sepasang suami istri itu, aku masih tidak tau siapa mereka sejak pagi tadi, dan sepertinya abi,mas faiz sudah mengenalnya dengan baik


"Putrimu cantik sekali Mas Yai, tak salah kami memintanya untuk putra kami" kata Nyai Ulfa, sontak membuat mataku membulat sempurna


'Jadi mereka adalah orang tua pria yg sudah meminang ku' kataku dalam hati


aku pun menunduk malu bagaimana bisa aku tidak tau siapa mereka


"Haha Nyai bisa saja, ini dia putriku yg dulu sering aku ajak main ke rumah Yai dan Nyai" kata abi, aku pun makin dibuat bingung


'kapan aku pernah bertamu ke rumah mereka' bantinku


"Maafkan Anya Nyai Yai karena tidak mengenali kalian" kataku sembari menunduk malu


"Subhanallah lihatlah betapa sholehahnya calon menantuku umi" kata Yai Dhim kepada Nyai Ulfa


"Apa Mas Kasya tidak diajak kemari Yai" tanya abi yg tengah mencari seseorang

__ADS_1


"Kasya masih sibuk karena baru kemarin dia datang dari mesir" jawab Yai Dhim


'Dia juga tengah menimbah ilmu dimesir' batinku


"Anya bisakah kamu keluar dulu nduk, abi mau bicara sama yai dan juga nyai sebentar" aku pun mengangguk dan segera berjalan keluar kamar abi, kulihat diluar sudah ada budhe,padhe, mas faiz dan beberapa orang yg ingin melihat kondisi abi, aku pun bersalaman dengan budhe dan pakdhe yg sepertinya baru saja tiba.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah perbincangan yg cukup lama antara Abi,yai Dhim, dan Nyai Ulfa, akhirnya beliau keluar dari kamar abi, dan langsung berpamitan pulang.


Mas Faiz,Budhe dan Pakdhe pun masuk kedalam sedangkan aku masih diluar,karena tidak enak meninggalkan beberapa tamu yg ingin menjenguk abi diluar sendiri.


Tak lama mas faiz memanggil ku untuk masuk kedalam karena ada yg ingin abi bicarakan,aku pun segera masuk karena tak enak jika membuat abi menunggu.


"Anya, abi mau ngomong nduk" kata abi kepadaku disaat aku masih berdiri didepan pintu, aku pun mendekat ke arah abi


"Iya, abi mau ngomong apa" kataku yg sudah duduk disamping tempat tidur abi

__ADS_1


"Nduk, kamu tau jika abi sering sakit-sakitan, dan abi ingin melihat mu bahagia, karena umur tidak ada yg tau" kata abi kepadaku, aku mulai merasa ada sesuatu yg ingin abi minta dariku


"Abi anya sudah bahagia melihat abi, lalu apa yg abi inginkan dariku" tanyaku langsung kepada abi, ya aku sudah tau betul dengan sifat abiku


__ADS_2