
Hans dan kasya serta beberapa anak buah hans tengah bersiap menjalankan rencananya.
"Baiklah aku akan berangkat lebih dulu" kata kasya berjalan menuju mobilnya
"Ok, jangan lupa saat Khalif sudah berapa ditanganmu, sebisa mungkin kamu buat dia tidak curiga" kata hans, kasya pun mengangguk
Kini kasya tengah mengemudikan mobilnya menuju alamat yg dikatakan rara tadi.
Tak lama dia sampai di suatu rumah kuno yg sepih sekali, lalu ponselnya berdering.
"Hallo" jawab kasya
[Hallo sayang, masuklah aku sudah menunggumu juga anakmu didalam] kata rara, kasya pun segera masuk, tanpa rara ketahui kasya tak sendiri ada 2 mobil yg tengah bersembunyi tak jauh dari tempat bertemunya kasya dengan rara, ya dia anak buah hans.
"Selamat datang sayang" kata rara menghampiri kasya sambil mencium pipinya
"Jangan lakukan itu ra, kita bukan mukhrim" kata kasya
"Haha aku akan membuat kita menjadi mukhrim" kata rara dengan tawanya
"Dimana putraku" tanya kasya yg masih berdiri
__ADS_1
"Duduklah dulu sayang, lihatlah aku sudah susah payah menyiapkan ini semua untukmu" kata Rara menarik tangan kasya menuju meja dengan hiasan lilin juga makanan diatasnya
"Aku ingin melihat putraku" kata kasya
"Baiklah sepertinya kamu tidak sabar melihat putramu itu" rara pun menepuk tanganya dan datang beberapa orang, salah satunya tengah menggendong putranya yg tertidur
"Khalif apa kamu baik-baik saja nak, maafkan abi sudah membuatmu dalam masalah" kata kasya menggendong putra kecilnya itu
"Baiklah sudah selesai drama nya" kata rara merebut khalif dari tangan kasya
"Ra biarkan aku menggendongnya, aku yakin saat ini dia tengah ketakutan" kata kasya memohon
"Tidak, sebelum kamu mengikuti semua kemauanku, aku tidak akan memberikan putramu kepada mu azka, aku tidak bodoh" kata rara marah, kasya pun mencoba menahan amarahnya demi keselamatan istri dan anaknya, dia memutuskan untuk duduk kembali
"Ceraikan anya, dan kembalilah kepadaku maka aku akan melepaskan anya" kata rara dengan kedua tangan yg terlipat didada
"Lalu bagaimana dengan khalif" tanya kasya
"Dia akan ikut bersama kita, aku tidak akan memberikan hidup wanita itu bahagia" kata Rara dengan sorot matanya yg kejam
"Aku gak bisa ra, mana mungkin aku memisahkan anak dari ibunya" kata kasya
__ADS_1
"Buktinya kamu bisa memisahkan aku dan anakku, dan itu semua sebab ulah anya istri sialanmu itu" kata rara
"Maafkan aku ra, itu bukan salah anya itu semua salahku, jangan hukum anya ataupun khalif hukum saja aku" kata kasya
Disisilain
Hans tengah menjalankan rencananya, dia tengah berada diatas pohon untuk melihat kondisi gudang tempat rara menyekap anya.
"Ok, aku akan masuk lewat pintu belakang, kalian lewat pintu depan, ingat misi kita jangan sampai membahayakan nyawa anya kalian paham" kata hans kepada anak buah nya, mereka pun mengangguk dan segera berpencar
Hans tengah berjalan perlahan menuju pintu belakang, dilihatnya ada dua penjahat yg tengah mengobrol sambil minum-minuman keras, hans mencoba memancing mereka dengan melempar batu ke arah lain, dan mereka pun terkecoh.
Setelah dua penjahat tadi menghampiri asal suara, hans pun segera masuk, dilihatnya anya tengah duduk dengan ikatan ditubuh serta kakinya, dengan mata yg tertutup pula.
Hans pun berjalan menghampiri anya.
"Kamu siapa" kata anya
"Husss, jangan keras-keras, aku hans teman kasya suamimu, diam jangan banyak bicara, aku berusaha membebaskan mu" kata hans, anya pun menurut, tiba-tiba ketika akan melepaskan ikatan dikakinya para penjahat itu datang
"Hai kamu siapa" kata salah satu penjahat
__ADS_1
"Sepertinya dia sedang membebaskan wanita itu" kata temannya, penjahat itu menembak hans tapi tak tepat sasaran karena kurangnya pencahayaan
Anak buah hans mendengar ada suara tembakan dibelakang mereka pun segera mendobrak pintu depan, disana mereka melumpuhkan 5 penjahat yg tengah berjaga, dan langsung menuju ke tempat hans.