Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 19 (Resepsi)


__ADS_3

Para perias pun masuk ke kamar guna mengganti baju akad dengan baju resepsi, setelah aku dan mas kasya ganti baju perias pun keluar, aku yg masih duduk didepan kaca sedangkan mas kasya tengah duduk di sofa sembari melihat ke arah ponselnya.


"Mas" kataku ketika suasana terasa sunyi


"Iya" jawabnya


"Apa mas tau, kalo aini mempunyai perasaan kepadamu" kataku sambil menunduk, mas kasya pun berjalan ke arahku


"Ya, aku sudah tau dengan hanya melihat gerak-gerik nya saat bertemu denganku" kata mas kasya sambil memegang pundak ku


"Mas, aku tidak enak dengan aini, sungguh aku tidak tau jika kamu adalah mas azka" kataku dengan raut muka sedih


"Jangan terlalu dipikirkan,Kalo begitu ayo kita keluar dan bersalam dengan para tamu" kata mas kasya sambil menggandeng tanganku.


Saat kami sudah keluar semua orang memandang, hingga di ruang tengah aku melihat aini yg sangat kecewa dan bersedih.


"Ai" panggilku, tiba-tiba raut wajahnya berubah bahagia


"Selamat menempuh hidup baru ya Nya dan prof, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah" kata aini sambil mencium ke dua pipiku

__ADS_1


"Ai, aku sungguh tidak tau jika..."


"Aku tidak apa-apa, semoga kamu bahagia, aku bahagia bila melihatmu bahagia Nya" kata Aini sebelum aku selesai berbicara, air mataku pun terjatuh ketika aini berbicara begitu kepadaku.


Kami pun duduk diatas pelaminan bak seorang raja dan ratu, sembari tersenyum dan bersalam dengan para tamu undangan, tak lupa berfoto ria dengan sanak saudara.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Tak terasa ternyata sudah jam 9 malam, para tamu undangan sudah tidak ada, hanya ada beberapa saudara yg masih berdatangan, aku dan mas kasya memutuskan untuk kembali ke kamar, karena aku sudah merasa lelah seharian berdiri diatas pelaminan.


"Mas, air hangatnya sudah aku siapkan, mas mandi gih" kataku kepada mas kasya


Kruk kkkrruuk


Terdengar suara perutku yg sudah lapar, akhirnya aku memutuskan untuk ke dapur mengambil makanan untukku dan mas kasya, saat didapur aku tengah melihat aini yg duduk sendiri di taman belakang.


"Ai" sapaku


"Ya, eh kamu Nya, kamu gak tidur emang g capek yah" kata aini kepadaku, aku tau Aini sedang menghindar dari diriku

__ADS_1


"Ai aku beneran gak tau kalo mas kasya itu ternyata prof azka" kataku menjelaskan kepada aini


"Iya aku tau, dan aku percaya sama kamu, mungkin dia bukan jodohku melainkan jodohmu Nya" kata aini sambil memegang tanganku


"Aku takut kamu marah kepadaku" kataku sambil menunduk lesu


"Kamu gila, kamu adalah sahabat terbaik, mana mungkin aku akan marah kepadamu" kata aini menghiburku


"Sedang apa kamu duduk sendiri disini" tanyaku


"Baru saja abah menelfon ku untuk segera pulang, karena Bunda lagi sakit" kata aini sedih


"Ya Allah, semoga bunda mu segera sembuh ya ai, terus rencananya kamu mau pulang kapan" tanyaku lagi


"Entah, inginnya hari ini tapi, abah bilang kalo hari ini tidak bisa, aku harus gimana Nya, aku khawatir sekali sama bunda" kata aini menjelaskan


"Apa kamu tidak keberatan jika mas faiz mengantarmu pulang, nanti aku akan suruh saudara sepupu perempuan ku menemani mu agar tidak timbul fitnah" kataku menawarkan


"Sungguh, tapi apakah mas mu mau mengantarkan aku, ini kan sudah malam" kata aini

__ADS_1


"Tunggu sebentar aku ke mas faiz dulu, tidurlah dikamar tamu jika kamu lelah ai, nanti aku akan menemui mu di kamar tamu" kataku sambil beranjak pergi


__ADS_2