
Pagi ini kasya akan mengantarkan anya ke kedai, dan kebetulan kasya juga ada perlu diluar bersama hans.
"Ayo sayang kita berangkat" ajak kasya
"Han, aku berangkat dulu ya titip salamkan ke umik, takut beliau cari aku" kata anya kepada hana, hana pun mengangguk lalu anya segera berjalan dibelakang kasya
Sesampainya dikedai.
"Nya tumben ke sini" tanya yulis yg baru saja membuka pintu kedai
"Iya pengen aja main, eh gimana kabar kamu" tanya anya
"Alhamdulillah sehat, ayo masuk"ajak yulis, Anya pun masuk bersama yulis
Mereka pun berjalan menuju dapur, sedangkan khalif anya taruh di kursi baby dengan beberapa biskuit.
"Eh gimana sama kondisi aini nya" tanya yulis
"Alhamdulillah udah baik sih, tapi ya gitu emang kalo hamil muda bau apapun dikit bawakan nya pengen muntah" kata anya
"Eh nya gus kasya gak kamu suruh turun"kata yulis yg melihat mobil kasya masih didepan
"Lah emang masih didepan ya lis" tanya Anya, anya pun berjalan keluar dan melihat mobil suaminya masih didepan
anya pun berjalan menghampiri mobil kasya.
Tuk tuk (Ketukan jendela)
__ADS_1
"Mas katanya mau ada perlu sama mas hans?" tanya anya
"Iya, hansnya pengen ketemuan disini" kata kasya
"Kalo gitu kenapa gak turun, nunggu didalem aja ngapain nunggu di mobil mas" kata anya, kasya pun tersenyum dan langsung keluar dari mobilnya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Setelah setengah jam kasya menunggu hans akhirnya dia datang.
"Maaf sya aku telat lagi" kata hans yg langsung duduk didepan kasya
"Aku udah biasa kalo kamu telat" kata kasya sambil menyeruput secangkir kopi miliknya
"Gimana-gimana" tanya hans kepada kasya, akhirnya mereka berdua pun memulai pembahasan masalah bisnis mereka.
"Misi mas" kata yulis menaruh milk shake coklat dimeja hans
"Eh iya" jawab hans sedari tadi melihat ke arah yulis
"Lis, bisa bikinin roti velvet gak, kalo gak bisa tolong bilangin ke anya ya" kata kasya, yulis pun tersenyum dan berjalan kembali menuju dapur
Mata hans yg tidak lepas melihat ke arah yulis, membuat kasya kesal karena sedari tadi memanggil hans tapi tak dijawab juga.
"Kamu lagi mabuk cinta ya hans" tanya kasya lantang
"Hehe, maaf ya gak kedengaran" jawab hans sambil terkekeh
__ADS_1
"Kamu suka sama yulis" tanya kasya
"Menurut mu yulis tuh orangnya gimana sya" tanya hans balik
"Aku sih gak begitu kenal ya sama yulis, tapi selama yg aku tau dia baik, emang kamu sekarang lagi deket sama yulis ya" kata kasya berbicara pelan
"Ya begitulah" jawab hans malu
"Ya elah pakai malu segala, kamu tuh gak cocok kayak gitu" kata kasya risih
"Terus sih Yulis tau gak kalo kamu tuh beda agama sama dia" tanya kasya
"Belum sih, aku gak pernah cerita tentang keluarga ataupun soal agamaku" jawab hans yg mulai tampak lesu
"Terus kamu udah yakin mau ke tahap selanjutnya" tanya kasya
"Pengennya gitu sya, tapi kamu tau kan papa ku kek gimana, aku takut kalo dia gak suka sama yulis" kata hans
"Soal pindah agama sih gak jadi beban untuk aku pindah ke agama islam" kata hans kembali
"Ya kamu bicarakan baik-baik dulu sama om" kata kasya
"Terus yulis tau gak kalo kamu ada niatan serius ke dia" tanya kasya
"Soal itu aku juga belum bilang ke dia, selama ini kita berdua nyaman-nyaman aja sama kedekatan kita, masih banyak yg yulis belum tau tentang aku, kiranya keluarganya mau gak ya nerima aku yg kek gini" kata hans
"Bismillah, niat kamu kan udah baik, lagian kamu juga ada niatan untuk jadi mualaf demi bisa nikah sama yulis, ya PR kamu sih cerita ke om ngenalin yulis juga, dan datang ke keluarganya" kata kasya menepuk pundak hans untuk memberi semangat kepada sahabatnya itu .
__ADS_1