
Setibanya di rumah sakit, aku pun segera mendaftarkan diriku, setelahnya aku berjalan menuju ruang dokter, ternyata disana sudah ada beberapa orang yg tengah mengantri, aku pun memutuskan untuk duduk.
Cukup lama aku menunggu hingga akhirnya giliranku untuk masuk.
"Silahkan" kata suster itu
"Terimakasih" jawabku
"Assalamu'alaikum, ada keluhan apa Ning" salam dan tanya dokter susi
"Wa'alaikumsalam, beberapa minggu ini badanku terasa lemas, pusing, dan tadi pagi sebelum aku berangkat kemari, adik iparku sempat membuatkanku susu, tapi entah mengapa aku merasa mual saat menciumnya dok" aku pun menjelaskan secara terperinci mengenai penyakit ku
"Baiklah, Apa sebelumnya Ning anya alergi terhadap susu" tanya dokter susi, aku pun menggeleng
"Kalo boleh tau, kapan terakhir kali masa haid Ning anya" tanya dokter susi
"Eh sepertinya sudah hampir 2 bulan ini belum haid dok" kataku
"Mm, kalo begitu suster tolong antarkan Ning anya ke ruang dokter Dea" kata dokter susi
Aku pun mengikuti suster itu, sampailah aku disatu tempat yg banyak orang hamil sedang menunggu antrian.
"Silahkan masuk, dokter Dea sudah menunggu"kata suster itu kepadaku, aku pun mengangguk dan langsung masuk.
"Jadi dok saya sakit apa, kenapa dokter susi menyuruhku untuk menemuimu" tanyaku
"Sebentar ya Ning, ayo berbaring biar saya periksa dulu" aku pun segera berbaring diatas kasur
"Maaf Ning, bisa angkat sedikit baju bagian perutnya saja" kata salah satu suster, aku pun menurutinya,toh disini perempuan semua
__ADS_1
Aku pun mengangkat sedikit bajuku, lalu suster itu memberi salep berbentuk jelly di atas perutku, tak lama dokter Dea menggerakkan alat seperti pensil diatas perutku.
"Ning, coba lihat layar tv itu" tunjuk dokter Dea ke arahku, aku masih terdiam dan berfikir sejenak
"Bukankah itu adalah bayi" kataku, ya bentuknya masih belum begitu sempurna tapi terlihat jelas bagian kepala, bakal tangan dan kaki
"Benar, selamat anda sedang hamil 7 minggu Ning" kata dokter Dea kepadaku
'Aku hamil, dan itu anakku, tapi kenapa aku tidak menyadarinya' kataku dalam hati, air mata bahagia pun menetes disudut mataku.
"Apa janinnya sehat dok" tanyaku
"Alhamdulillah untuk saat ini janinnya sehat, tapi ingat tidak boleh kecapean, istirahat teratur,dan pola makannya juga harus dijaga" kata dokter Dea, aku pun mengangguk
Setelah selesai periksa aku pun meminta pak Mamang untuk mengantarkan ku ke kedai.
Dikedai
"Lis" sapaku
"Anya, kamu udah baikan" tanya yulis, sambil berjalan menghampiri ku
"Alhamdulillah, lis aku bahagia sekali, tapi aku juga sedih" kataku
"Kenapa cerita kepadaku" kata yulis sambil memegang tangan ku
"Hari ini aku ke dokter, dan ternyata aku sedang hamil" kataku sambil tersenyum ke arah yulis " tapi.. Mas kasya tidak bersama dengan kami" kataku sambil memegang perut ku yg masih rata
"Selamat untukmu ya Nya, jangan sedih kasihan anakmu, kamu tahu kata orang dulu kalo ibunya stress bayinya juga stress" kata yulis menasehati ku, aku pun mengangguk dan tersenyum kearahnya.
__ADS_1
"Apa aini tidak kemari" tanyaku
"Katanya sih tadi sudah dijalan, mungkin sebentar lagi akan datang" tak selang berapa lama
Mobil yg tak asing berhenti tepat didepan kedai, lalu aini pun keluar dari mobil itu disusul dengan mas faiz.
'Mas faiz dan aini' aku pun berdiri mematung
"Hay Nya, gimana kabar kamu" tanya mas faiz
"Ish, tunggu sejak kapan kamu sama aini mas"tanyaku
"Eeh ii tu, apa kamu sudah baikkan Nya"tanya aini mengalihkan pembicaraan ku
"Sudah agak mendingan, mas aku hamil" kataku kepada mas faiz
"Sungguh,kamu tidak bercanda Nya" jawab mas faiz antusias
"Iya, anya gak bercanda mas" kataku
"Apa Gus Kasya sudah tau" tanya mas faiz, aku pun menggeleng
"Mas jangan beritahu mas kasya,aku ingin memberitahukannya saat mas kasya kembali" kataku
'Entah sampai kapan harus menunggu mas kasya pulang' dalam benakku
"Tapi itu sangat lama, bisa-bisa saat Kasya pulang keponakan ku sudah lahir" kata mas faiz
"Insyaallah tidak, kata mas Kasya dia akan mengambil cuti, entah bulan ini atau bulan depan" kataku
__ADS_1
setelah perbincangan ku dengan mas faiz, aku pun berjalan menuju dapur untuk membuat beberapa kue dan cake, dibantu dengan aini.