
Hari ini abi meminta ku untuk membeli kitab di Surabaya, karena mas faiz tengah pergi ke jawa tengah dengan beberapa pengurus santri putra.
"Abi anya berangkat dulu, assalamu'alaikum" aku pun mencium tangan abi
"Kamu pergi sama siapa nduk" tanya abi disaat aku hendak keluar kamar beliau
"Hanya dengan dimas" kataku
"Ajaklah satu santri putri agar kamu tidak sendirian" aku pun mengangguk dan segera keluar dari kamar abi
Didepan Rumah
"Sudah siap mobilnya dim" kataku kepada dimas, dimas pun langsung berdiri saat mendengar suaraku
"Sudah Ning, Monggo" katanya sembari membukakan pintu mobil
"Ayo Mbak" aku pun naik disusul dengan santri putri yg aku ajak.
"Dim nanti kalo sudah beli kitab antar aku ke Gramedia di Surabaya yah" kataku kepada dimas saat dia sudah didalam mobil
"Inggeh Ning" jawabnya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
DiMobil
Aku hanya diam sedari tadi, ya karena tidak ada yg bisa aku ajak bicara, tiba-tiba aku mengingat sesuatu.
"Dim, apa kamu tau putra Yai Dhimyati yg bernama Gus Kasya" tanyaku kepada dimas, seharusnya dimas tau karena abi sering mengajaknya bertemu dengan yai Dhim
"Maaf Ning kurang hafal sama wajahnya,Karena beberapa kali ke rumah yai Dhim cuman 3 kali saya pernah bertemu dengan Gus Kasya" jawab dimas
"Ceritakan kepadaku seperti apa dia" kataku kepada dimas
"Beliau tinggi,putih,alim,pintar dan beliau seorang hafidz, hanya itu yg saya tau Ning, selebihnya maaf" jawab dimas ,aku hanya terdiam sembari membayangkan bagaimana rupa seorang Gus Kasya itu.
'Apa dia setampan mas azka,sepintar, sealim, dan eh.... kenapa aku membandingkan gus Kasya dengan mas azka, Ya Allah Astaghfirullah maafkan hamba' aku pun mengusap wajahku kasar.
Bagaimana bisa aku membandingkan Calon Imamku dengan dosenku.
Setelah semua urusan ditoko kitab selesai, akhirnya dimas mengantarkanku ke Gramedia Surabaya.
Gramedia
Setibanya di Gramedia aku segera turun untuk membeli beberapa Novel dan buku tugas.
Saat memilih aku hendak mengambil novel yg seperti best seller karena hanya sisa satu buku saja, tapi ..
__ADS_1
"Maaf aku ingin Novel itu" kataku kepada seseorang yg lebih dulu mengambilnya
"Baiklah ini untukmu hadiah dariku" aku pun seperti mengenal suara itu kulihat wajah pria itu dan ternyata mas azka
"Mas azka apa kabar" tanyaku
"Alhamdulillah sehat, sedang apa kamu disini" tanyanya
"Hanya mau membeli beberapa buku untuk waktu luang dirumah" kataku "Mas ini untuk mas saja, maaf karena ingin merebutnya" kataku, aku pun mengembalikan buku yg sempat aku minta tadi
"Tidak apa-apa Anya itu untukmu anggap saja hadiah dariku" aku pun terdiam lalu tersenyum kearahnya
"Terimakasih, kalo begitu Anya pamit pulang karena niatnya ke Surabaya untuk membeli kitab" kataku kepada mas azka
"Apa perlu aku antar" katanya menawariku
"Tidak perlu didapan sudah ada dimas yg menunggu ku" aku pun berjalan menuju kasir
"Jika lain waktu apa kamu mau aku yg mengantarkan mu" katanya yg tiba-tiba ikut berjalan disamping ku
"Tapi kita bukan mahrom tidak baik jika hanya keluar berdua saja" kataku, aku pun menaruh buku yg kubawa dimeja kasir
"Lalu kamu dan dimas, bukankah kalian berdua" jawabnya, aku pun tersenyum
__ADS_1
"Tidak, abi tadi mengutus ku untuk mengajak salah satu santri putri agar menemaniku" jawabku, setelah selesai membayar semuanya, aku pun berpamitan kepada mas azka
"Jika mas azka mau, ajaklah mas faiz juga insyaallah aku akan ikut, assalamu'alaikum" kataku sembari berjalan menjauh darinya.