
Tak terasa hari sudah sore, aku tengah menunggu mas kasya yg masih berada di masjid pondok, karena mas kasya disuruh abi untuk mengimami anak-anak pondok shalat ashar.
"Nya kamu udah bilang ke Gus, kalo pengen jenguk bundanya Aini" tanya mas faiz yg baru saja kembali dari masjid
"Belum mas, insyaallah nanti anya bilang ke mas kasya" kataku.
Akhirnya mas kasya datang dan langsung mengajakku menemui abi yg berada di kantor pondok putra.
Kulihat abi yg tidak sendiri, ada beberapa pengurus putra yg tengah berdiskusi dengan abi.
"Assalamu'alaikum bi" salam mas kasya
"Wa'alaikumsalam Mas" jawab abi
"Kasya sama anya mau pamit, mau berangkat ke rumah buya" kata mas kasya berpamitan
"Hati-hati ya nak, titip anya maafkan abi kalo anya itu masih sedikit manja" kata abi ke mas kasya, "Hati-hati ya nduk, jadi istri yang sholehah yg nurut sama suami, jangan lupa shalatnya" kata abi memberikan beberapa wejangan kepadaku dan mas kasya
"Kalo begitu kasya pamit ya bi" kata mas kasya sambil mencium punggung tangan abi, aku pun juga segera mencium punggung tangan abi
"Salam ke Yai Dhim sama Nyai Ulfa ya mas" kata abi, mas kasya pun mengangguk sambil berjalan keluar dari kantor.
Kami pun berjalan beriringan melewati pondok menuju parkiran mobil yg berada di samping pondok putra.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Diperjalanan menuju rumah buya aku terlelap tidur, mungkin karena kecapekan.
__ADS_1
Rumah Buya
Mas Kasya Pov
Akhirnya sampai juga di halaman rumah, aku melihat anya yg tengah tertidur pulas, ku pegang lembut pipinya, dia sedikit bergerak mungkin agak geli, akhirnya aku turun dari mobil, sudah ada beberapa santri putra dan pak Mamang supir buya.
"Tolong bawakan barang-barangnya" kataku kepada para santri, aku pun menggendong anya masuk kedalam rumah, sedangkan pak Mamang memarkirkan mobilku masuk ke bagasi.
"Assalamu'alaikum" salamku ketika masuk ke dalam rumah
"Wa'alaikumsalam" jawab Hani adikku
"Buya dimana Han, Umik juga tidak kelihatan" kataku yg duduk disofa karena lelah membopong anya yg ternyata berat juga
"Mbak Anya di taruh kamar dulu donk mas, kasihan nanti kebangun, buya masih ngaji sama santri-santri, Umik keluar sama mbak Nafis tadi" kata hani kepadaku
"Fahri gak kesini han" tanyaku, Fahri itu adik iparku suami nafis
Aku pun menggendong anya kembali menuju kamarku.
Dikamar ku rebahkan tubuh anya pelan-pelan diatas kasur berukuran king size dikamarku, lalu ku lepas jilbab yg selalu melekat pada kepalanya, ku cium pipinya dan beranjak pergi menemui buya, karena ada beberapa hal yg harus aku bicarakan kepada buya.
Anya Pov
Aku terbangun dari tidurku, dan betapa terkejutnya saat aku sudah berada didalam kamar yg amat luas, dengan nuansa cat biru laut dan navy membuatnya semakin terlihat elegan, aku menatap cermin dan tersadar jika jilbabku sudah tak lagi ku kenakan, aku pun menyusuri tiap jengkal gambar yg terpajang dalam kamar ini, aku tersenyum ketika melihat foto pernikahan ku dan mas kasya.
Aku pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badanku, selesai mandi aku keluar kamar untuk bersalaman dengan buya dan umik.
__ADS_1
Kulihat semua orang tengah berkumpul di ruang tengah, aku pun berjalan turun menemui mereka.
"Assalamu'alaikum buya umik" salamku dan langsung mencium punggung tangan mereka
"Wa'alaikumsalam Nduk, kok sudah bangun" kata umik
"Maaf umik tadi anya kelelahan" kataku
"Mbak sini duduk sebelah hani" kata hani menepuk-nepuk sofa kosong disebelahnya, aku pun tersenyum dan berjalan menuju hani.
Semua orang tengah bercanda gurau dengan rafa cucu satu-satunya keluarga mas kasya.
'Oh Ya sedari tadi aku tidak melihat mas kasya' batinku yg baru menyadari ketidak berada an mas kasya bersama kami.
Aku pun melihat ke penjuru arah mencari keberadaan suamiku, tapi tidak terlihat batang hidungnya.
"Mbak ayo" tarik hani, ternyata orang-orang sudah berada di meja makan, untuk makan malam, aku pun mengikuti hani dari belakang.
Saat semuanya orang makan, sisa aku yg belum mengambil nasi ataupun lauk.
"Nduk kamu gak makan" tanya umik
"Eh, Anya tunggu mas kasya aja mik" kataku
"Kasya masih keluar, kemungkinan akan larut malam datangnya" kata umik
"Kamu makan dulu nduk, kalo kasya sudah datang kamu makan lagi sama kasya" kata buya
__ADS_1
"Umik sama buya makan dulu saja, Anya gak enak kalo gak makan bareng mas kasya" kataku, ya memang keras kepala
"Baiklah" kata umik, aku pun hanya diam dan sesekali mengambil buah yg tersaji di meja, sambil menunggu semuanya selesai makan.