
"Mas bagaimana kata dokter" tanya anya ketika melihat faiz keluar dari ruangan dokter dea
"Aini hamil nya" kata faiz sambil tersenyum bahagia
"Alhamdulillah selamat ya iz" kata kasya
"Wah bentar lagi khalif punya teman, eh iya mas khalif kan kita tinggal dikedai" kata anya yg hampir saja lupa jika putranya berada dikedai
"Iya, coba aku telfon hans dulu" kata kasya, anya pun mengangguk.
"Hallo hans"
[Ya hallo, eh kalian masih lama gak nih?] tanya hans
"Gak tau juga, aini masih belum sadar" kata kasya
[Cepet balik donk, nih anak kamu udah bangun] kata hans ditelfon
"Dia rewel gak??, nangis gak" tanya kasya
[Tadi sih nangis cuman bentar, tapi aku udah capek gendong khalif, si Yulis sama rahma lagi banyak orderan] kata hans
"Ok secepatnya kami akan kembali" kata kasya yg langsung menutup sambungan telfonya.
"Khalif bangun ya mas" tanya anya ketika melihat kasya kembali
__ADS_1
"Iya, tapi dia gak rewel kok, aini udah sadar belum" tanya kasya
"Emang kenapa Gus" tanya faiz
"Noh si hans udah ribut, gegara gendong khalif yulis sama rahma lagi banyak orderan" kata kasya
"Kalian balik dulu gih, kasihan hans biar nanti aku sama aini naik taksi aja" kata faiz memberi saran
"Yah udah nanti kabari kita kalo kalian udah mau pulang ya" kata anya, anya dan kasya pun segera kembali ke kedai, karena tak enak bila merepotkan hans.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Akhirnya kasya dan anya sudah sampai dikedai, memang dikedai tampak ramai pengunjung.
"Maaf ya kak hans udah ngerepotin" kata anya yg mengambil khalif dari gendongan hans
"Drama, tadi bilangnya capek, kalo yg ngomong Anya udah kek cewek aja" kata kasya menyindir hans
"Eh beneran capek tau" kata hans sambil memukul lengan kasya
"Mas titip khalif bentar ya, aku mau bantuin Yulis dulu, kasihan" anya pun memberikan khalif kepada kasya
Didapur.
"Udah balik nya" tanya yulis
__ADS_1
"Iya, tumben rame banget ya" tanya anya, karena biasanya tidak seramai ini
"Gak tau juga, banyak anak pulang kuliah mampir kemari" kata Yulis yg tengah membuat minuman
"Rahma tolong antarkan ini ke meja 15 ya" kata anya yg memberikan nampan berisikan minuman dan kue
"Iya Ning" jawab rahma
"Gimana sama kondisi aini nya" tanya yulis
"Alhamdulillah, gak ada yg perlu dikawatirkan" Jawab anya
"Lah emang yg dikawatirkan apa??" tanya yulis yg mulai kambuh mode O'on nya
"Haduh, ya intinya bukan penyakit serius yulis" jawab anya
"Mmm gitu" jawab yulis
"Aini hamil lis, jadi dia kek gitu karena bawakan anaknya" kata anya menjelaskan kepada yulis
"Repot ya, haduh jadi gak pengen nikah" kata Yulis ngasal
"Kamu tuh ya jangan ngawur kalo ngomong, kalo kamu hamil pasti kamu juga bakal ngerasain lis, sekarang aja kamu bilang 'Jadi gak pengen nikah' emang sekarang masih belum punya pasangan jadi gak pengen nikah" kata anya sewot
"Lah yg gak pengen nikah aku, kenapa kamu yg sewot sih nya" jawab yulis, yg membuat anya semakin sebal
__ADS_1
"Udah ah Lis, ngomong sama kamu malah bikin aku emosi aja" anya pun segera pergi dari dapur, karena memang sulit bicara sama yulis yg jarang konek