Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 61 (Pernikahan Faiz)


__ADS_3

Waktu terus berjalan tak terasa sudah satu bulan setelah kejadian buruk waktu itu.


Hari ini keluarga yai Jazuli tengah bersiap-siap menuju kediaman calon besannya yg berada di Pasuruan.


"Mas, Jaz kamu" kata anya kepada faiz yg terburu-buru hingga lupa membawa jaznya


"Eh iya nya" kata faiz sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Mari berangkat" kata yai Jazuli kepada sanak saudaranya.


Mereka akhirnya berangkat menuju Pasuruan, perjalanan yg cukup lama, karena jarak yg jauh.


Sesampainya di rumah aini.


Para tamu undangan sudah berdatangan, ketika faiz turun dari mobil dan berjalan menuju tempat akad nikah, didampingi yai Jazuli dan yai Dhim, terlihat disana sudah ada Gus mamak dan para pegawai KUA juga beberapa saksi dari mempelai wanita.


Faiz pun duduk berhadapan dengan Gus Mamak.


"Apa sudah siap mas" tanya gus mamak kepada faiz

__ADS_1


"Bismillah sudah", jawab faiz gugup hingga membuat keningnya berkeringat dingin


"Baiklah, apa bisa dimulai acara akad nikahnya" tanya gus Mamak, semua mengangguk setuju


Saudara dari pihak perempuan membacakan khotbah nikah, setelah selesai acara ijab qobul pun di mulai.


"Ananda Muhammad Faizal Rizki bin Bapak Kyai H Jazuli Zawawi, saya nikahkan dan saya kawinkan putri saya Aini Nasywa Manzil binti Bapak H Mamak Munjib Najib dengan mahar emas 24 gram, uang 5 jt rupiah dan seperangkat alat sholat dibayar tunai" Kata gus Mamak sembari menjabat tangan Faiz


"Saya terima nikah dan kawinnya, Aini Nasywa Manzil dengan mahar tersebut dibayar tunai" jawab faiz hanya dengan satu tarikan nafas


"Bagaimana para saksi, sah" tanya petugas KUA


"Alhamdulillah, Allahumma.." akhirnya gus mamak membacakan do'a setelah akad nikah


Setelah proses ijab qobul dilaksanakan, mereka pun berpindah tempat ke halaman belakang rumah gus mamak, karena acara resepsi digelar disana.


Para sanak saudara dan para tamu pun langsung menuju ke tempat acara resepsi digelar, sedangkan faiz berjalan menuju kamar aini,guna menyerahkan mahar serta berganti baju.


"Ai, aku tinggal dulu ya ke taman belakang" kata anya berpamitan kepada aini

__ADS_1


"Disini aja Nya" kata aini, anya tau jika aini kini tengah gugup, karena sebentar lagi faiz akan masuk kekamar untuk memberi mahar serta melihat wajahnya untuk pertama kali


"Gak enak donk ai, masak aku ganggu pengantin baru sih, nanti aku kesini lagi" kata anya, anya pun segera keluar dari kamar aini, didepan kamar ternyata faiz sudah berdiri menunggu


"Eh mas faiz, masuk aja mas aini udah nunggu tuh" goda anya, dia pun berlalu pergi sambil menggendong anaknya khalif yg kini berusia 3 bln setengah.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Acara hari ini pun telah usai,yai Jazuli dan yai dhim pun berpamitan dengan gus mamak.


"Gus saya titip faiz, maaf jika faiz masih banyak kurangnya" kata yai Jazuli


"Injeh yai, insyaallah" kata gus mamak sembari menunduk


"Kalo begitu kami pamit dulu ya" kata yai Jazuli berpamitan, sambil bersalaman kepada gus mamak dan saudara-saudaranya


"Saya juga pamit gus" kata yai Dhim bersalaman kepada gus mamak juga


"Nduk kamu mau ikut abi apa buya" tanya yai Jazuli kepada anya

__ADS_1


"Anya ikut buya aja bi" kata anya, yai Jazuli pun mengangguk setuju dan masuk kedalam mobilnya, sedangkan anya semobil dengan yai Dhim dan bunyai ulfa


__ADS_2