
Ketika yulis hendak berdiri menuju toilet, kepalanya terasa pusing dan tiba-tiba pandangannya menjadi gelap.
hans yg mengetahui bahwa yulis akan pingsan pun segera berlari menangkap tubuh yulis.
"Yulis" teriak anya dan aini bersamaan
Mereka pun segera membawa yulis ke rumah sakit, karena wajah yulis semakin pucat.
Dirumah sakit.
"Bagaimana keadaan teman saya dok" tanya anya
"Sepertinya teman anda sedang mengalami trauma yg teramat dalam neng" jawab dokter
"Trauma apa dok" tanya aini
"Saya juga tidak tau, untuk sementara waktu kami sarankan agar dia dirawat dirumah sakit, sampai keadaannya pulih" anya dan aini pun mengangguk, dokter itu pun pergi
"Bagaimana kata dokter"tanya hans
"Kata dokter yulis tengah mengalami trauma yg amat dalam tapi entah apa" kata anya
"Kasihan si yulis, kira-kira kenapa ya" pikir faiz
"Sya iz, gue mau cerita sedikit ke kalian boleh" kata hans
__ADS_1
"Dengan senang hati" kata faiz, kasya pun hanya bisa pasrah.
Didepan ruang IGD, hans pun menceritakan sesuatu kepada kasya dan faiz, tiba-tiba...
"Apa..., gila loh hans, bener-bener dah loh" kata faiz yg berteriak dengan wajah yg tidak percaya
"Kenapa bisa kek gitu si hans" kata kasya
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Flashback on
Malam itu ketika yulis sudah menutup kedai, tiba-tiba ada segrombolan preman mengahdang yulis yg hendak pulang.
Salah satu dari preman itu menyekap yulis dengan sapu tangan, untungnya hans yg entah kenapa lewat dijalan itu langsung berhenti, ketika dia tau bahwa yg tengah dibawa oleh preman-preman itu yulis.
Ternyata yulis telah dipaksa meminum obat perangsang.
Hans yg sejatinya lelaki normal pun tak kuat dengan sikap yulis yg tengah terpengaruh obat.
Malam itu hanya hans yg tau apa yg sedang terjadi diantara mereka berdua.
Esok paginya, yulis terkejut melihat tubuhnya sudah tak memakai baju dan orang yg tengah tidur disebelahnya, yulis menangis ketika dia tau bahwa itu hans.
Flashback off
__ADS_1
"Gue udah coba hubungi yulis sya, karena yulis langsung pergi disaat gue masih tidur, gue mau ngejelasin apa yg sebenarnya terjadi malam itu" kata hans yg menyesal
"Terus loe beneran udah ngelakuin itu ke yulis??" tanya kasya
"Malam itu gue belum sempet ngelakuin itu sya, karena tiba-tiba yulis muntah" kata hans
"Untung loe gak jadi begituan sama si yulis, bisa-bisa digampar loe sama anya" kata faiz menyahuti.
Ketika hans sudah selesai bercerita, anya dan aini pun keluar dari ruang IGD karena yulis akan dipindahkan ke ruang rawat inap.
"Mas" panggil anya ke kasya
"Iya ada apa sayang" jawab kasya
"Gini Yulis mau pindah ke kamarnya, apa gak enaknya kita kabari orang tua yulis ya ??" kata anya
"Gimana??" tanya kasya ke faiz dan juga hans, hans pun langsung berkeringat dingin takut jika yulis bercerita yg tidak-tidak nantinya
"Ya udah telfon aja, kasihan kali aja orang tuanya cariin si yulis" kata faiz, anya pun mengangguk setuju dan langsung menelfon keluarga yulis.
Selang beberapa lama, akhirnya orang tua yulis datang, faiz pun mengajak mereka menuju kamar yulis.
"Ya allah, astaghfirullah kamu kenapa nak" kata ibu yulis khawatir
"Maaf gus, bagaimana kata dokter" tanya ayah yulis
__ADS_1
"Alhamdulillah gak kenapa-kenapa kok pak yulisnya, hanya butuh cairan dan istirahat total" kata kasya mencoba untuk tidak membuat mereka bertambah khawatir
"Alhamdulillah kalo begitu, terimakasih gus sudah membawa anak saya ke rumah sakit" kata ayah yulis, kasya dan faiz pun mengangguk sambil tersenyum, sedangkan raut muka hans telihat tegang.