
Sudah 3 hari semenjak kejadian yulis pingsan, hingga hari ini dokter memtuskan memperbolehkannya pulang.
"Gimana udah masuk semua kan barangnya" kata anya kepada santrinya yg tengah membereskan barang-barang yulis
"Gak usah repot-repot gitu Nya, bentar lagi ibu ku juga bakal datang" kata yulis yg masih duduk diatas kasur
"Kamu udah beneran sehat nih lis, jasmani rohani??" tanya aini
"Insya Allah gitu" kata yulis sambil melamun
"Cerita donk sama kita, barangkali diantara kita ada yg bisa bantu kamu" kata anya
"Tapi kita gak maksa kamu kok lis, kalo kesediahanmu bisa berkurang dengan adanya cerita ke kita, jadi bisa ngurangin beban pikiran kamu" kata aini
"Hhuh (Mengeluarkan nafas berat)"
"Berat banget ya masalahnya, kalo kamu gak mau cerita juga gak papa kok lis" kata anya yg duduk disamping yulis sembari memegang pundaknya
"Malam itu..." Yulis pun menceritakan semua kejadian yg dia alami malam itu.
Anya dan aini hanya bisa menatap kasihan kepada sahabatnya.
"Tapi kamu yakin kalo kak hans udah ngelakuin itu ke kamu lis??" tanya anya, karena menurut anya tidak mungkin hans akan melakukannya, terlebih dia juga pernah menimba ilmu di pesantren
"Aku yakin Nya, buktinya pagi itu aku udah gak pakai busana sama sekali dan aku lihat hans tidur disampingku" kata yulis yg sudah menangis
"Yg sabar ya lis, ini semua adalah takdir dan cobaan dari allah"kata aini
__ADS_1
"Aku jadi malu sama kalian, aku wanita yg udah gak suci Nya, aku bener-bener jijik sama diriku sendiri" kata yulis yg masih tetap menangis
"Enggak lis, kita adalah sahabat bagaimana pun kondisi sahabat kita, gak akan ngaruh buat misahin persahabatan kita ini" kata anya merangkul yulis
akhirnya tangis yulis pun mulai meredah.
'Jadi itu alasannya kenapa waktu itu dia terkejut saat tau ada kak hans disana, aku harus tanya ke kak hans apa yg terjadi malam itu' batin anya
Tak lama orang tua yulis pun datang, akhirnya mereka membawa yulis pulang.
Sesampainya didepan rumah yulis.
"Maaf ya lis, aku gak bisa mampir ke dalam" kata anya
"Iya aku juga, kebetulan aku sama mas faiz mau pulang ke Pasuruan " kata aini
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Dirumah kasya dan anya
Anya pun langsung turun dari mobil dan berjalan cepat masuk kedalam rumahnya, karena ada sesuatu yg ingin dibicarakan dengan kasya.
"Assalamualaikum mas" salam anya, dilihatnya kasya tengah mengaji dengan beberapa santri di ruang tengah
Anya pun langsung menuju kamarnya dan kasya guna melaksanakan shalat dhuhur dan menidurkan khalif.
Beberapa saat kemudian kasya menyusul anya ke kamar.
__ADS_1
"Baru pulang sayang,lama sekali"kata kasya yg memeluk anya dari belakang
"Iya mas, karena tadi aku sama aini mengantarkan yulis sampai ke rumah" anya pun melepas mukenahnya dan langsung memutar posisi nya menghadap kasya
"Mas"panggil anya yg menidurkan kepalanya di pangkuan kasya
"Iya sayang ada apa?" kata kasya
"Apa beberapa hari ini kak hans tidak menceritakan sesuatu kejadian apapun ke kamu??" tanya anya
"Emangnya kenapa?" tanya kasya balik
"Jawab dulu donk mas" kata anya memaksa
"Iya, cerita sesuatu soal masalah pribadinya " kata kasya, anya pun langsung mengangkat kepalanya dan melihat wajah suaminya
"Ada apa??" tanya kasya yg terkejut dengan sikap anya
"Mas.. ,tadi yulis cerita tentang kejadian yg bikin dia sedih juga trauma, apa mas sudah tau, dan apa bener kak hans udah ngelakuin itu ke yulis??" tanya anya yg membuat kasya tertawa, pasalnya jarang sekali kasya berada distuasi seperti ini, karena jarang sekali anya memberikan pertanyaan yg banyak kepadanya
"Mas kok malah ketawa sih" kata anya sembari memanyunkan bibirnya
"Lagian kamu banyak banget yg ditanyain, satu-satu donk sayang" kata kasya sembari menoel hidung anya
"Iiih .. jawab dulu mas" kata anya yg sudah tidak sabar
"Jadi malam itu........." kasya pun menceritakan apa yg hans ceritakan kepadanya
__ADS_1
"Jadi yulis udah salah paham sama kak hans, jadi mereka belum melakukannya " kata anya, kasya pun mengangguk sambil tersenyum ke arah istrinya itu.